Misteri Batu Melayang

Batu Melayang
Batu Melayang

BATU MELAYANG

OLEH : ARMANSYAH

Sejumlah pemberitaan mengenai peristiwa Israk dan Mikraj Nabi Muhammad juga dibumbui oleh sebuah cerita tentang adanya batu melayang yang konon pernah memohon kepada Nabi untuk ikut dibawa serta naik kelangit. Berkaitan dengan hal ini, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, dalam buku beliau yang berjudul “Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu” mengatakan hadis tersebut adalah palsu. Al-Bani juga menyebutkan bahwa dia sendiri sudah melihat langsung batu tersebut dan faktanya bahwa batu itu tidak ada keutamaannya secara syar’i, kebalikan apa yang diyakini oleh kebanyakan orang.

Pada tahun 2005 yang lalu, dunia Islam di Internet sempat dihebohkan juga dengan beredarnya gambar batu terbang tersebut. Dengan sejumlah penelitian dari sisi grafika maka gambar itu akhirnya diketahui merupakan sebuah rekayasa dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Lihat gambar dibawah, betapa mudahnya melakukan rekayasa seperti itu. Sekarang batu itu sudah tidak melayang-layang lagi khan ….

Batunya dah nempel
Oh : Batunya dah nempel

Photo yang disebar dan dikirim keberbagai milis termasuk kebox mail saya mengatakan bahwa photo batu melayang itu berlatar belakang mobil dan ditempat terbuka. Sementara batu yang DIANGGAP dan disebut-sebut sebagai mukjizat Israk dan Mikraj ini sendiri memang bisa dijumpai dibawah Qubbah Sakhra di Masjid Umar atau Dome of Rock (bukan di Masjid Al-Aqsha seperti yang sering ditulis orang). Masjid Umar memang terletak tidak berjauhan dengan masjid Al-Aqsha. Adapun batu tersebut tidaklah juga melayang sebagaimana isu ini, batu itu seperti batu lain kebanyakan. Dia menyatu dengan tanah, untuk sampai kebatu itu disediakan tangga untuk naik keatas, posisinya bila dilihat dari bawah tangga kelihatan sekitar 2 meter dari atas tanah. Yah, Batunya tidak terbang, bukan seperti didalam photo yang terletak udara terbuka.

Dalam beberapa klaim dan photo juga memperlihatkan bahwa posisi batu itu masih melayang, sedangkan kenyataannya itu adalah kononnya saja, yang jelas fakta sekarang ini batu itu sudah menyatu dengan tanah.

Dengan demikian kata konon masih belum bisa dijadikan parameter untuk menentukan validitas terhadap sesuatu.

Klaim bahwa pernyataan pihak Yahudi menutup-nutupi keberadaan batu tersebut sama sekali tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena dari sisi ilmiah, belum ada laporan mengenai penyelidikan ilmiah terhadap batu tersebut, setidaknya jika ini memang benar tentunya akan mengundang banyak peneliti untuk mengadakan penyelidikan dan mengeluarkan bermacam teori seperti halnya Black Hole, Segitiga Bermuda, Segitiga Formosa dan seterusnya, paling tidak dari satu sisi menyangkut peninggalan Nabi Yehezkiel dengan cerita penerbangannya didalam alkitab sudah diselidiki oleh para ahli, kenapa kasus ini seolah tidak terperhatikan ?

Sebagai bahan bacaan penambah khasanah saja, berikut akan saya cuplikkan beritanya :

Diterangkan dalam kitab Injil bahwa nabi Yehezkiel dibawa oleh pesawat ruang angkasa kesuatu tempat, dengan keterangan: “Dalam tahun keduapuluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan Tuhan meliputi aku (Yehezkiel) dan dibawaNya aku dalam penglihatan-penglihatan Illahi ke tanah Israel dan menempatkan aku di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu dihadapanku ada yang menyerupai bentuk kota. Kesanalah aku dibawanya. Dan lihat, ada orang yang kelihatan seperti tembaga dan ditangannya ada tali lenan beserta tongkat pengukur; dan ia berdiri di pintu gerbang. Orang itu berbicara kepadaku:”Hai anak manusia, lihatlah dengan teliti dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu, karena untuk itulah kau dibawa kemari supaya aku memperlihatkan semua itu kepadamu..”(Yehezkiel 40:1-4)”

Dalam bukunya yang terkenal, yang dalam edisi bahasa Indonesianya berjudul: Asal Usul Kecerdasan Manusia, Erich von Däniken memberi komentar lebih lanjut:”Kemana Yehezkiel di bawa?” Blumrich juga telah bertanya:”Dimanakah Yehezkiel?”

Yehezkiel memberikan ukuran yang tepat tentang empat pintu gerbang utama pada sebuah gereja, memberikan arah kompas mengenai letak gerbang-gerbang itu dan akhirnya menyebuktan adanya sebuah sungai kecil yang ada di sisi gereja dan menjadi sungai besar di sebuah lembah luas. Juga ditekankan bahwa Yehezkiel dibawa ke sebuah gunung yang sangat tinggi.

Dengan bukti sedikit ini, Erich von Däniken berusaha keras menemukan dimana lokasi dan peninggalan gereja itu. Yang pasti Yehezkiel tidak mengetahui nama gunung itu. Tak mungkin ia dibawa ke Yerusalem atau Babilonia karena ia pernah tinggal lama di daerah-daerah itu.

Mungkinkah Yehezkiel dibawa ke kuil Inca di Amerika Selatan? Jawaban ini dibantah karena kuil Inca tidak mempunyai empat pintu utama, tiang-tiang maupun halaman depan. Ataukah ia dibawa ke piramid, ke sebuah kuil di Amerika Tengah? Namun di sana tidak terdapat gunung yang amat tinggi.

Akhirnya seorang pembaca dari buku-buku Erich von Däniken menulis surat kepadanya. Seorang pembaca Jerman yang bernama Marier itu memberitahu penulisan tentang kuil-kuil di Srinagar di Tanah Kashmir. Anehnya salah satu kuil iu dinamakan Kuil Yahudi dan kuil ini mempunyai empat pintu dan sebuah halaman depan dan segala sesuatu yang seharusnya dipunyai oleh Kuil Yahudi.

Pembaca yang baik hati itu juga menyelipkan denah kuil itu di dekat Martand, tiga puluh kilometer dari Srinagar. Suatu hal yang sangat cocok bahwa didekat kuil itu ada sebuah sungai kecil yang akhirnya menjadi aungai di tanah Kashmir. Pegunungan yang amat tinggi, yakni Himalaya menghiasi latar belakangnya.

Memang kuil Yahudi di Srinagar itu disebut juga “Kuil Matahari” (Sun temple) dan merupakan reruntuhan kuil paling besar di Kashmir. Ketika Erich von Däniken mengadakan suatu ekspedisi pada tahun 1976 kesana, mereka melihat halaman depan dengan pintu utama, tujuan tangga dan ruang suci di dalamnya. Dan memanglah terdapat sebuah sungai kecil di dekat reruntuhan yang memantulkan pegunungan Himalaya. Suatu perkiraan bahwa Yehezkiel pasti diangkut dengan pesawat ruang angkasa dan mendarat di halaman depan itu: “Lalu dibawanya aku ke pintu gerbang yang menghadap ke sebelah Timur. Aungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti air terjun yang menderu dan bumi bersinar karena kemuliaanNya. Yang kelihatan kepadaku itu adalah seperti yang kelihatan kepadaku ketika Ia datang untuk memusnahkan kota itu dan seperti yang kelihatan kepadaku di tepi sungai Kebar, maka aku sembah sujud. Sedang kemuliaan Tuhan masuk di dalam bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap kesebelah Timur.”(Yehezkiel 43:1-4).

Dalam teks di atas secara jelas telah disebutkan bahwa pesawat ruang angkasa itu memasuki kuil. Apakah mungkin ada jejak yang dapat dilacak di daerah itu? Selama dua hari penuh mereka berjalan mengelilingi daerah itu dengan alat pengukur radiasi (Geiger counter). Namun tak terjadi apa-apa, hingga pada sebuah jalur yang muncul pada pintu utama, jarum jarum bergetar dengan hebat disertai suara gemertak keras mengganggu telinga melalui earphone selama beberapa detik.

Jalur yang mengandung radiasi itu membuat medan radiasi radioaktif selebar 1,50 meter. Berapakah panjangnya? Perlahan lahan Erich berjalan dari ujung sebelah kanan menuju kekiri. Detakan di telinga terus terdengar tapi tidak merata. Mereka menggunakan monitor elektronik portable, type TMB2. 1, dibuat oleh perusahaan Munich Munchner Apparatebau. Alat ini biasa dipakai untuk mengukur serta mengontrol radiasi alpha, beta gamma dan neutron.

Pada tempat-tempat tertentu jarum menunjuk pada akhir skala, sehingga timbul pertanyaan: Apakah kita berjalan diatas sebuah jaringan uranium jauh dibawah tanah? ataukah ada tambang radioktif di dalam tanah?

Di tempat suci (Bait Suci) dari kuil yang telah runtuh itu terdapat batu persegi yang padat dan tampak seperti sebongkah beton buatan dengan sisi sepanjang 2.80 meter. Tinggi tak dapat diukur karena dasarnya tenggelam ke dalam tanah. Alat detektor mereka menunjukkan bahwa mungkin lempengan batu itu mempunyai inti bahan bahan metal.

Keesokan harinya teman teman dari Erich von Daniken yang merupakan ahli arkeologi bernama Profesor Hassnain dan Kohl membawa mereka ke reruntuhan Pashaspur, yang juga cukup dekat dengan Shrinagar. Mereka menunjukkan tiga kuil yang berbeda tetapi masing-masing memiliki batu batu persegi yang amat padat, seperti yang dijumpai sebelumnya. Sekali lagi teks dalam Yehezkiel membuat kita semua keheranan:

“Hai anak manusia, inilah tempat tahtaKu dan inilah tempat tapak kakiKu, di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel selama-lamanya.”(Yehezkiel 43:7).

Apakah Tuhan meninggalkan jejak di lantai Bait Suci yang memberi suatu tanda bahwa adanya sebuah deposit atau pesan yang amat penting sekali? Ataukah pengunjung dari luar bumi itu meninggalkan “sesuatu” yang diperuntukkan bagi kita dalam blok batu misterius itu yang masih menunjukkan kehadiran mereka walaupun telah berabad-abad lamanya.

“Saya ingin membujuk kaum ilmuwan India agar mau memecah batu itu untuk menyelidiki badian dalamnya, hingga tahu apa sebabnya terdapat radiasi” demikian kata Erich von Däniken mengakhiri analisanya terhadap kitab Yehezkiel yang berhasil dengan gemilang. Sedang apa yang terjadi sesungguhnya pada tahun 600 sebelum masehi itu kita hanya dapat mengira-ngira bahwa Tuhan telah menunjukkan istanaNya di bumi pada manusia yang bernama Yehezkiel. Benarkah “kuil Yahudi” atau “Kuil Matahari” itu istana Tuhan di Bumi?

Demikian sedikit yang bisa saya sharing mengenai hal ini, bahwa seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, umat Nabi Musa pernah menyaksikan hal yang lebih fantastis dari sekedar batu melayang, mereka menyaksikan bagamana sebuah tongkat menjelma menjadi ular dan bagaimana laut bisa membelah sehingga kaum Israel bisa menyebrang dari Mesir … tetapi fakta ini sama sekali tidak memberikan efek berarti bagi kehidupan rohani mereka. Itulah kira-kira kenapa Nabi Muhammad diberikan sesuatu yang bisa melekat dan bisa dipelajari menemus batasan waktu dan jaman.

Palembang,

Armansyah 2008

About these ads

31 Responses

  1. mukjizat tuhan kok dikaitkan dengan ilmiyah, gk bisa to.
    itu c sama aja gk percaya ma tuhan.
    kl masalah gambar gktau ya gambar tersebut bnr atau gk.
    gw percaya ma mukjizat meskipun gk sesuai dengan logika.
    nm’y jg mukjizat.
    kesimpilannya mukjizat gk bisa disangkut pautkan ma logika n ilmiyah kita, karena ilmu kitakan terbatas.

  2. [...] Misteri Batu Melayang Posted on July 15, 2008 by Arman [...]

  3. kamu orang yang goblok……………………
    dan tertutup hatinya, lepas kopyahmu

    • Saya bisa buatkan anda pohon yang kelihatan melayang… anda mau?
      Sebelum pakai kopyah…. pastikan otak kita ada di dalam kepala dulu…. karena agama mewajibkan kita punya akal dan berfikir….. sekali lagi berfikir !

  4. thanks…. oooo jadi ini rekayasa……..
    coz saya juga berfikir klo ini ga mungkin… pasti rekayasa foto…… terlihat dari foto nya yg bagus bgt……. ko fotonya bagus bgt gambar nya (warna terang indah full color) khan aneh ???? niat bgt ya untuk di publikasiin ?

  5. cerita tentang Nabi kita sangat menarik dan mencabar

  6. tolong yah gambarnya jangan direkayasa, batu itu memang benar2 melayang tau!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  7. Aslmkm, mnsia dkaruniai akal, dlm quran,dsbtkn kt brpkir bnyk bgt. Brti manusia dsrh bpkr pk otak,artinya ilmu pgtahuan. Maaf,jd mnrt saya, org yg fhm iptek,dia akan lbh pcy bhwa allah mcptkn sesuatu agar bs dtrm akal mnsia.Kcuali mkluk gaib,dlm quran djlskn bhwa kt tdk bs lht mrk.

  8. batu melayang…….. asli atau palsu…. ?

  9. aku percaya yg ama na mukjizat…
    tapi keajaiban tidak bisa disamakan ama penelitian ilmiah tau..
    kamu tu ustadkan masak ama kekuasaan Allah SWT aja ngak percaya…

    • Anda benar… mukjizat tidak bisa dikaji secara ilmiah. Tapi satu hal yang bisa saya amati, mukjizat yang bersifat melanggar hukum alam yang nota bene juga merupakan hukum ciptaan Allah untuk mengatur segala sesuatu di jagat raya ini semisal : membelah laut, membelah bulan, perjalanan isra mi’raj ( mengarungi ruang angkasa dengan kecepatan setara kecepatan cahaya atau lebih tanpa menggunakan perlengkapan yang semestinya )…… semuanya bersifat sementara.
      Lain halnya dengan Al Qur’an yang hakikinya berupa wahyu ( bukan materi ) tetap ada sampai saat ini, tapi tidak bertentangan dengan hukum alam.
      Jadi….. jika ada hal2 yang menyerupai mukjizat yang bertentangan dengan hukum alam yang terus bertahan puluhan, ratusan bahkan rubuan tahun….. pakailah akal untuk mencari kebenarannya.

  10. iyalah mana mungkin batu terbang kalau gitu semua batu yang pernah di pijak muhammad terbang z semua. hehehehheheheh.

  11. Subbahanallah puji dan syukur kebesaran Allah S.W.T , Allah memang benar ada dan benar keberadaannya tentang segala kebesarannya, memang benar keberadaan batu tersebut sesuai dengan yang dikisahkan oleh para Nabi dan Rasul, terimakasih

  12. marilah kita melihat keberadaan Tuhan secara lebih luas.dan mau menerima penalaran secara teknik realistik

  13. Salam kenal untuk Bapak Armansyah.
    Cuma masukan.. Menurut saya Gereja ada setelah Nabi Isa diangkat ke Surga.. Karena pendiri Gereja yang pertama Adalah Murid Nabi Isa yang bernama Petrus.. sesuai dengan wahyu Nabi Isa ke Petrus.. yaitu diatasmu akan didirikan jemaatku.
    Dan Gereja adalah sebutan untuk persekutuan orang kudus.

  14. kalau tuhan berkehendak, apapun mungkin

  15. arab,beserta semua kebohongannya..

    • Akhir bulan Desember 2009 aku makan angin ke Mesir , Israel dan Yordan. Aku juga mampir ke Yerusalem selain untuk merayakan Natal juga spt tourists laen ke tempat2 yg beken.

      Aku seneng juga meliat banyakorang Islam yg berkunjung ke Yerusalem – ke Masjid Al Aqsa, dst. Banyak di antara mereka kecewa karena BATU MELAYANG yg ingin mereka sqaksikan ternyata TIDAK MELAYANG tapi spt biasanya dg batu – yah berada di atas tanah.

      Anda sekalian bisa pergi ke sono dan menyaksikannya sendiri ato pesen sama temen2 yg pergi ke sono untuk beli postcards yg colourful dan jelas menunjukkan ‘batu melayang’ itu tertancep di tanah.

  16. shollu ala muhammad…
    shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita sayyidina muhammad saw…

  17. Pak Ustadz yang terhormat. Mendingan maen-maen dulu ke sana gih. Bener ga nya ya! Baru komentar… Klo mang ente ilmuan, hrs lebih teliti keilmuannya, hrs berdasarkan fakta. Gih maen ke sana dulu gih. Bener ga tuh batu melayang. Klo ane si percaya aja, walaupun ane lum pernah liat, ane yakin itu mu’jizat. Oya… kok ente ga komentar balik sih dari komentar2 yang muncul. Ayo donk komen balik! Yang lebih masuk akal dan bersifat ilmiah. Santai aja ya, jangan pake emosi ya Pa Ustadz. Jangan gara-gara ginian malah jadi pertengkaran. Kan ga lucu! Ya ga teman-teman. Klo bicarain soal umat nabi Musa, ane jg perca nabi Musa punya mu’jizat, wong di dalam Quran jg disebutkan kok. Skrg ente percaya ga klo nabi Muhammad dan umat2 yang hidup sezamannya, katanya pernah liat mujizat nabi Muhammad yang mampu membelah bulan. Nah luh, lebih dahsyat lagi kan!

    • Saya ingin bertanya pada anda…. apakah anda bernafas membutuhkan oksigen ? Pernahkan anda melihat wujud oksigen seperti apa ? …. Saya yakin anda pasti percaya Allah ada…. pernahkan anda melihat wujud Allah ?
      Tidak semua yang kita percayai harus dengan kita melihat sendiri. Tapi kita bisa mempercayai sesuatu itu berdasarkaan pengamatan, perhitungan, efek yang ditimbulkan dll yang tidak bersifat langsung, dan semuanya itu dibutuhkan akal….. berfikir.
      Yang anda panggil pak Ustadz tidak mempercayai adanya batu melayang karena menggunakan akalnya untuk mencari jawaban, tidak perlu harus jauh2 ke sana. Dan saya yakin. pak Ustadz tidak mempercayai itu bukan berarti pak Ustadz tidak mempercayai kekuasaan Allah.
      Anda sendiri percaya akan adanya batu itu melayang…. apakah anda sudah cukup menggunakan akal untuk mengambil kesimpulan/mencari jawabnya ?

  18. [...] Posts Bedah Buku : Jaber Bolushi, 2015 Imam Mahdi Akan DatangMisteri Batu MelayangDialog tentang Tuhan dan agama [Bag. 1]Misteri Penyaliban Nabi IsaMukjizat Rasul membelah [...]

  19. armansyah sbnrx u muslim pa non muslim sok tau isi al kitab org bodo pun tau al kitab,injil keaslianx uda tdk trjga n bxak y diruba kalau u ilmuan teliti dong kita injil dlu kalu u suda sadar ke palsuan ayat2 injil y skrg bru u ilmuan pnter

  20. Al-Bani sendiri sudah membuktikan bahwa batu yang dimaksud itu (terbang) memang tidak ada. Sedangkan apa yang disebar melalui internet semuanya jelas fake.

    Kenapa saya mengabaikan semua komen yang bernada mempercaya eksistensi batu itu yan karena buat saya percuma saja dan cuma membuang waktu. Sebab semua sudah dibantah dengan ilmiah dan logis. Saya bukan orang yang fanatik buta atau mudah tenggelam dalam hal-hal mitos dan takhayul.

    Lalu komen tentang Injil, gak ada lagi Injil asli.
    Siapa yang mau diskusi terbuka sama saya soal Injil silahkan, saya tunggu.

  21. Sdr Arman…. saya suka dengan keislaman anda…. yang tidak buta karena iman anda. Islam membutuhkan orang2 yang kritis utuk maju dan mengejar ketertinggalan dalam konteks global. Yang tidak hanya asal percaya apa kata kyia…. apa kata ustadz, tapi semuanya di sceening dengaan akal dan hati nurani…. disamping keimanan tentunya.
    Semoga anda lebih banyak lagi bermanfaat bagi banyak orang…. khususnya bagi kemajuan masyarakat muslim.
    Salam.

  22. sesama umat kok saling berdebat, ayo kita patungan sama2 pergi ke yerusalem liat dgn mata kepala sendiri jangan cuma katanya pak uztad bla bla… dan saya yakin orang yg suka ngotot belum pernah pergi ke sana kalau ngotot harus disertai bukti otentik foto saat di sana dong kalau bisa

    • Berdebat tidak selalu buruk pak, berdebat untuk mencari kebenaran hakiki diperlukan sepanjang jaman, yang terpenting masih dalam koridor menghargai pihak lain siapapun itu.
      Untuk membuktikan “kebohongan batu melayang” saya tidak perlu jauh2 ke sana…. makan biaya dan energi. Kita sudah dibekali akal, dan sejauh ini, ternyata itu sudah cukup bisa menjawabnya jadi tidak perlu jauh2 ke sana.
      Sebagai analogi…. saya belum pernah melihat Allah lho pak. Apakah saya harus ke Arasy dulu untuk meyakini Allah itu ada ?… Tidak kan ?
      Di alam semesta ini sangat banyak hal2 yang memberi kesimpulan… bahwa hal ini hanya dapat diciptakan, dikondisikan, diatur oleh ” KEKUASAAN TAK TERHINGGA”. Siapakan pemilik kekuasaan itu ? Saya belum pernah melihatnya pak. Tapi saya percaya DIA ada.

  23. I’m amazed, I have to admit. Seldom do I come across a blog that’s both educative and entertaining,
    and without a doubt, you’ve hit the nail on the head. The issue is something that too few men and women are speaking intelligently about. I’m very happy I stumbled across
    this during my search for something concerning this.

  24. Hi! Do you use Twitter? I’d like to follow you if that would be okay. I’m definitely enjoying your blog
    and look forward to new posts.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: