Indonesia yang Islami bukan Islam yang Indonesiawi

IslamkanIndonesia

Advertisements

Link MP3 al-Qur’an & Terjemahannya

Berbagi itu indah… semoga bermanfaat. 

Koleksi Murottal Terjemah Indonesia, Al Ghamidi & Misyari Rasyid. Total 114 file, 1.6 GB.

gambarnya

  1. Download ♪ 001 ~ Al Fatihah.mp3 [1.26 MB]
  2. Download ♪ 002 ~ Al Baqarah.mp3 [80.68 MB]
  3. Download ♪ 003 ~ Al Imran.mp3 [50.12 MB]
  4. Download ♪ 004 ~ An Nisaa’.mp3 [60.81 MB]
  5. Download ♪ 005 ~ Al Maidah.mp3 [46.93 MB]
  6. Download ♪ 006 ~ Al An’aam.mp3 [54.37 MB]
  7. Download ♪ 007 ~ Al A’raaf.mp3 [67.41 MB]
  8. Download ♪ 008 ~ Al Anfaal.mp3 [22.68 MB]
  9. Download ♪ 009 ~ At Taubah.mp3 [45.03 MB]
  10. Download ♪ 010 ~ Yunus .mp3 [37.15 MB]
  11. Download ♪ 011 ~ Huud.mp3 [39.56 MB]
  12. Download ♪ 012 ~ Yusuf.mp3 [54.6 MB]
  13. Download ♪ 013 ~ Ar-Raad.mp3 [25.78 MB]
  14. Download ♪ 014 ~ Ibrohim.mp3 [28.84 MB]
  15. Download ♪ 015 ~ Al Hijr.mp3 [23.42 MB]
  16. Download ♪ 016 ~ An Nahl.mp3 [32.79 MB]
  17. Download ♪ 017 ~ Al Israa’.mp3 [26.12 MB]
  18. Download ♪ 018 ~ Al Kahfi.mp3 [24.79 MB]
  19. Download ♪ 019 ~ Maryam.mp3 [25.67 MB]
  20. Download ♪ 020 ~ Thaahaa.mp3 [19.81 MB]
  21. Download ♪ 021 ~ Al Anbiya’.mp3 [18.07 MB]
  22. Download ♪ 022 ~ Al Hajj.mp3 [19.96 MB]
  23. Download ♪ 023 ~ Al Mu’minun.mp3 [16.65 MB]
  24. Download ♪ 024 ~ An Nuur.mp3 [20.3 MB]
  25. Download ♪ 025 ~ Al Furqaan.mp3 [13.33 MB]
  26. Download ♪ 026 ~ Asy Syu’ara’.mp3 [22.29 MB]
  27. Download ♪ 027 ~ An Naml.mp3 [18.5 MB]
  28. Download ♪ 028 ~ Al Qashash.mp3 [25.74 MB]
  29. Download ♪ 029 ~ Al Ankabut.mp3 [31.85 MB]
  30. Download ♪ 030 ~ Ar Ruum.mp3 [15.33 MB]
  31. Download ♪ 031 ~ Luqman.mp3 [16.07 MB]
  32. Download ♪ 032 ~ As-Sajdah.mp3 [12.11 MB]
  33. Download ♪ 033 ~ Al Ahzab.mp3 [24.25 MB]
  34. Download ♪ 034 ~ Saba.mp3 [27.74 MB]
  35. Download ♪ 035 ~ Faathir.mp3 [14.78 MB]
  36. Download ♪ 036 ~ Yaa Siin.mp3 [22.59 MB]
  37. Download ♪ 037 ~ Ash Shaaffaat.mp3 [19.74 MB]
  38. Download ♪ 038 ~ Shaad.mp3 [15.16 MB]
  39. Download ♪ 039 ~ Az Zumar.mp3 [21.68 MB]
  40. Download ♪ 040 ~ Al Mu’min.mp3 [21.18 MB]
  41. Download ♪ 041 ~ Fushshilat.mp3 [20.41 MB]
  42. Download ♪ 042 ~ Asy Syuura.mp3 [16.92 MB]
  43. Download ♪ 043 ~ Az Zukhruf.mp3 [15.84 MB]
  44. Download ♪ 044 ~ Ad-Dukhon.mp3 [11.47 MB]
  45. Download ♪ 045 ~ Al Jatsiyah.mp3 [15.05 MB]
  46. Download ♪ 046 ~ Al Ahqof.mp3 [20 MB]
  47. Download ♪ 047 ~ Muhammad.mp3 [16.53 MB]
  48. Download ♪ 048 ~ Al Fath.mp3 [9.89 MB]
  49. Download ♪ 049 ~ Al Hujurot.mp3 [11.02 MB]
  50. Download ♪ 050 ~ Qoof.mp3 [12.42 MB]
  51. Download ♪ 051 ~ Adz Dzariyat.mp3 [12.43 MB]
  52. Download ♪ 052 ~ Ath Thuur.mp3 [10.53 MB]
  53. Download ♪ 053 ~ An Najm.mp3 [12.42 MB]
  54. Download ♪ 054 ~ Al Qomar.mp3 [12 MB]
  55. Download ♪ 055 ~ Ar Rahman.mp3 [12.79 MB]
  56. Download ♪ 056 ~ Al Waqiah.mp3 [13.57 MB]
  57. Download ♪ 057 ~ Al Hadid.mp3 [17.79 MB]
  58. Download ♪ 058 ~ Al Mujadilah.mp3 [14.49 MB]
  59. Download ♪ 059 ~ Al Hasyr.mp3 [14.3 MB]
  60. Download ♪ 060 ~ Al Mumtahanah.mp3 [11.35 MB]
  61. Download ♪ 061 ~ Ash Shoff.mp3 [6.88 MB]
  62. Download ♪ 062 ~ Al Jumuah.mp3 [5.33 MB]
  63. Download ♪ 063 ~ Al Munafiqun.mp3 [6.12 MB]
  64. Download ♪ 064 ~ At Taghabun.mp3 [7.78 MB]
  65. Download ♪ 065 ~ Ath-Thalaq.mp3 [8.86 MB]
  66. Download ♪ 066 ~ At Tahrim.mp3 [8.12 MB]
  67. Download ♪ 067 ~ Al Mulk.mp3 [10.51 MB]
  68. Download ♪ 068 ~ Al Qolam.mp3 [10.66 MB]
  69. Download ♪ 069 ~ Al Haaqqah.mp3 [7.53 MB]
  70. Download ♪ 070 ~ Al Ma’arij.mp3 [6.02 MB] 
  71. Download ♪ 071 ~ Nuh.mp3 [7.03 MB]
  72. Download ♪ 072 ~ Al Jin.mp3 [8.68 MB]
  73. Download ♪ 073 ~ Al Muzzammil.mp3 [6.53 MB]
  74. Download ♪ 074 ~ Al Muddatstsir.mp3 [8.65 MB]
  75. Download ♪ 075 ~ Al Qiyaamah.mp3 [2.77 MB]
  76.  Download ♪ 076 ~ Al Insaan.mp3 [8.05 MB]
  77.  Download ♪ 077 ~ Al Mursalaat.mp3 [7.36 MB]
  78.  Download ♪ 078 ~ An Naba.mp3 [6.68 MB]
  79.  Download ♪ 079 ~ An Naziat.mp3 [5.52 MB]
  80.  Download ♪ 080 ~ Abasa.mp3 [5.23 MB]
  81. Download ♪ 081 ~ At Takwir.mp3 [3.72 MB]
  82. Download ♪ 082 ~ Al Infithor.mp3 [2.32 MB]
  83. Download ♪ 083 ~ Al Muthaffifiin.mp3 [3.77 MB]
  84. Download ♪ 084 ~ Al Insyiqoq.mp3 [4.4 MB]
  85. Download ♪ 085 ~ Al Buruj.mp3 [3.81 MB]
  86. Download ♪ 086 ~ Ath Thoriq.mp3 [2.39 MB]
  87. Download ♪ 087 ~ Al A’laa.mp3 [1.58 MB]
  88. Download ♪ 088 ~ Al Ghasyiah.mp3 [3.33 MB]
  89. Download ♪ 089 ~ Al Fajr.mp3 [2.72 MB]
  90. Download ♪ 090 ~ Al Balad.mp3 [2.81 MB]
  91. Download ♪ 091 ~ Asy Syams.mp3 [2.21 MB]
  92. Download ♪ 092 ~ Al Lail.mp3 [1.69 MB]
  93. Download ♪ 093 ~ Adh Dhuha.mp3 [1.28 MB]
  94. Download ♪ 094 ~ Al Insyiroh.mp3 [828.91 KB]
  95. Download ♪ 095 ~ At Tiin.mp3 [795.37 KB]
  96. Download ♪ 096 ~ Al Alaq.mp3 [2.73 MB]
  97. Download ♪ 097 ~ Al Qadr.mp3 [1.04 MB]
  98. Download ♪ 098 ~ Al Bayyinah.mp3 [2.92 MB]
  99. Download ♪ 099 ~ Az Zalzalah.mp3 [851.92 KB]
  100. Download ♪ 100 ~ Al Adiyat.mp3 [1.73 MB]
  101. Download ♪ 101 ~ Al Qori’ah.mp3 [1.44 MB]
  102. Download ♪ 102 ~ At Takatsur.mp3 [1.36 MB]
  103. Download ♪ 103 ~ Al ‘Ashr.mp3 [358.35 KB]
  104. Download ♪ 104 ~ Al Humazah.mp3 [741.21 KB]
  105. Download ♪ 105 ~ Al Fiil.mp3 [566.39 KB]
  106. Download ♪ 106 ~ Quraisy.mp3 [486.21 KB]
  107. Download ♪ 107 ~ Al Maun.mp3 [1.09 MB]
  108. Download ♪ 108 ~ Al Kautsar.mp3 [631.4 KB]
  109. Download ♪ 109 ~ Al Kafirun.mp3 [1.11 MB]
  110. Download ♪ 110 ~ An Nashr.mp3 [813.44 KB]
  111. Download ♪ 111 ~ Al Lahab.mp3 [962.6 KB]
  112. Download ♪ 112 ~ Al Ikhlas.mp3 [653.21 KB]
  113. Download ♪ 113 ~ Al Falaq.mp3 [939.37 KB]
  114. Download ♪ 114 ~ An Naas.mp3 [950.17 KB]

Courtesy : https://www.facebook.com/notes/quantum-syukur/indahnya-berbagi-mp3-murottal-terjemah-indonesia/328086643891212

Fenomena LGBT (Tanggapan)

Saya baru ngeh ternyata LGBT itu adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Na’udzubillahi mindzalik.

Jangan tanya pendapat saya tentang hal ini, sebab jawabnya sudah pasti laknatullah atasnya. Tidak perlu membawakan dalil-dalil pembenaran sebab memang tidak ada yang dapat dibenarkan dari sudut pandang agama maupun fitroh manusiawi.

Sekedar reposting saja, uraian dari saya terkait masalah tersebut dapat dibaca disini:

https://arsiparmansyah.wordpress.com/2015/03/05/fenomena-banci-dan-hukumnya-dalam-islam/

Seumur saya memelihara kucing, belum pernah ada kasus kucing jantan menunggangi kucing jantan. Baik itu jenis kucing kampung ataupun kucing persia. Yang ada justru mereka saling berantem. Kejadiannya pasti kucing jantan nguber-nguber kucing betina sampe dapet. Kalo udah dapet, tuh kucing jantan sudah gak peduli mau di tengah jalan, ditengah pasar atau dimanapunlah langsung dihajar.

Pelajaran apa disini?

Kucing adalah binatang. Sebagai binatang tentu ia tidak punya akal. Tidaktahu sopan santun, tata krama, mana hal yang baik, mana hal yang buruk, mana yang beradab dan mana yang kurang ajar, mana benar dan mana yang salah. Beda seperti manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal dan dibekali wahyu sebagai fondasi imannya. Tetapi kucing sebagai binatang terkadang lebih tahu dan lebih paham fitrahnya ketimbang manusia.

Contohnya ya itu tadi, tak ada kucing jantan menyukai kucing jantan juga, tak ada kucing betina yang nekad mengawini kucing betina lainnya.

Jadi bila sampai ada manusia yang menyukai sesama jenisnya dalam pengertian kecondongan pada cinta layaknya dua pasangan berbeda kelamin maka itu artinya derajat kemanusiaan dirinya tidak lebih baik dan tidak lebih mulia dari binatang. Na’udzubillahi mindzalik.

Semoga Allah melindungi kita, anak-anak kita dan keluarga kita lainnya dari penyimpangan fitroh semacam ini.

Sunan Abu Daud 1754: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Nikahkanlah wanita-wanita yang penyayang dan subur (mampu memberi keturunan), karena aku akan berbangga kepada umat yang lain dengan banyaknya jumlah kalian.”

Musnad Ahmad 2677: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Zuhair dari ‘Amru yakni Ibnu Abu ‘Amru, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah melaknat orang yang menyembelih bukan karena Allah, Allah melaknat orang yang mengubah batas-batas tanah, Allah melaknat orang yang menyesatkan orang buta dari jalanan, Allah melaknat orang yang mencela orang tuanya, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Dan Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.

Musnad Ahmad 14561: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; Jabir bin Abdillah Radliyallahu’anhu berkata saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: ” Yang paling saya takutkan dari umatku adalah perbuatan kaumnya Luth.”

Armansyah, Palembang Darussalam.

Ada apa dengan Wahabi?

Akhir-akhir ini saya melihat adanya sebuah konspirasi besar yang dirancang untuk secara aktif terus menerus mengadu domba antar elemen dan kekuatan Islam di negeri ini. Entahlah apakah ada kaitannya dengan situasi politik yang sejak awal menjarakkan antara poros Islam dengan pihak penguasa ataukah memang ada tangan-tangan hitam ketiga yang hendak menghancurkan dominasi dan persatuan ditengah umat oleh kaum kafir dan munafik, wallahua’lam. Namun kejadian ini mengingatkan saya pada kejadian politik jelang dan sesudah pelengseran presiden Abdurrahman Wahid yang membenturkan Muhammadiyah versus Nahdlatul ‘Ulama. Sehingga bahkan ada kelompok tertentu yang menghalalkan darah tokoh reformasi sekaligus ketua MPR kala itu, Amien Rais.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk memihak kelompok manapun yang tengah dilibatkan namun semata demi meminimalisir efek yang melebar terhadap cara pandang serta sikap kita pada sesama pengucap syahadat. Ingatlah bahwa sekecil apapun upaya yang kita lakukan, ikut memberi kontribusi terhadap proses islah dan perbaikan, minimal pada orang-orang yang terdekat dengan kita.

Setelah usaha keras untuk memperuncing perselisihan ulang kedua ormas keagamaan terbesar negeri ini melalui kasus perebutan masjid disejumlah wilayah, mengorek ulang terjadinya perbedaan fiqh keduanya (Muhammadiyah dan NU) lalu memunculkan isyu Islam Nusantara kini ada skenario besar lain untuk membenturkan kelompok salafiyah yang sering disebut sebagai wahabi dengan kelompok Islam berlabelkan Ahlussunnah waljama’ah atau sering pula disebut Aswaja.

Mohon maaf dulu sebelumnya, saya pribadi tidak sepakat dengan penggunaan istilah wahabi. Sebab jika yang dimaksud adalah gerakan almarhum Muhammad bin Abdul Wahab maka mestinya ia disebut Muhammadiyah bukan Wahabi, sebab istilah Wahabi mengacu pada Abdul Wahab, ayahnya Muhammad. Padahal Abdul Wahab boleh jadi tidak ada sangkut pautnya dengan gerakan tersebut. Entah darimana terjadi konsensus penggunaan istilah wahabi itu sendiri terhadap gerakan dakwah Muhammad bin Abdul Wahab tersebut. Tetapi secara tidak langsung kita telah melimpahkan kesalahan, makian serta kebencian pada orang yang keliru. Apa salahnya Abdul Wahab dalam perselisihan gerakan Tauhid Muhammad putranya dengan kelompok yang memusuhinya? Jawabannya tidak ada. Kita saja yang sering ikutan latah berucap tapi tak paham yang diucapkan.

Okelah ya, kita gunakan saja disini istilah gerakan salafiyah. Nah, kenapa jemaah dan dakwah mereka akhir-akhir ini dimusuhi? Apa yang dianggap keliru dan menyimpang dari syari’at Islam yang telah diajarkan oleh mereka? Adakah mereka mengajarkan Allah itu satu dari tiga oknum ketuhanan? Ataukah ada ajaran mereka yang menyebutkan Rasulullah Muhammad SAW ibnu Abdullah bukan penutup para Nabi? Ataukah ada ajakan mereka yang menyerukan untuk mencaci maki sahabat serta keluarga Rasulullah? Atau mereka dimusuhi “hanya” karena sering membid’ahkan sejumlah amaliyah kaum muslimin kebanyakan karena dianggap menyelisihi sunnah Rasulullah?

Bukankah kita dinegeri ini sudah terbiasa menerima perbedaan? Bukankah ada dari kita yang bahkan berangkulan mesra dengan kaum kafir dengan cara mengunjungi rumah ibadah mereka, berceramah didalamnya, ikut prosesi keagamaannya serta mengucapkan selamat disetiap hari rayanya? Bukankah ada pula diantara kita yang dapat menerima kelompok Syi’ah sebagai bagian dari masyarakat muslim meskipun sebagian besar dari mereka dianggap sering menghujat sahabat Rasulullah dan melegalkan perkawinan mut’ah?

Bukankah ada diantara kita yang pun masih mentolerir eksistensi dakwah Ahmadiyah Qodiyan yang secara gamblang mengikrarkan kenabian Mirza Ghulam selaku nabi pelanjut Muhammad SAW? Bukankah ada diantara kita yang juga masih dapat menerima gerakan nyeleneh Kelompok Islam Liberal atau Islam kejawen yang hanya mencukupkan ibadahnya dengan eling-eling saja? Bukankah ada diantara kita yang masih dapat menerima dan mencari-cari pembenaran perilaku orang-orang yang mengaku Islam namun tetap melarungkan kepala kerbau dilautan serta kepuncak gunung sebagai sesaji yang dipersembahkan pada makhluk astral yang dianggap sebagai para penguasa ditempat itu agar diberi keselamatan?

Lalu kenapa kita tidak dapat menerima kelompok salafiyah yang dakwah-dakwahnya justru cenderung lebih lurus ketimbang kelompok-kelompok lain yang sudah disebutkan tadi?

Jika urusannya katakanlah hanya sebatas perbedaan amaliyah, maka apa perbedaannya dengan perbedaan para imam fiqh kita dimasa lalu? Bukankah –ambil contoh saja– fiqhnya imam Syafi’i berbeda dengan fiqhnya imam Malik? Bukankah fiqhnya imam Hanafi berbeda dengan fiqhnya imam Ahmad?

Saya bukan jemaah salafi, ada sejumlah pandangan mereka terhadap penafsiran nash keagamaan yang tidak dapat saya sepakati. Contohnya terkait hukum cadar, celana cingkrang, musik, anjing, hisab, perayaan maulid dan lainnya lagi namun toh tidak harus lalu memusuhi mereka seolah-olah kelompok diluar Islam yang darahnya halal untuk ditumpahkan. Jika saya disuruh memilih antara hadir dalam prosesi keagamaan orang kafir atau hadir dipengajian salafiyah, maka mungkin saya akan lebih memilih yang terakhir. Toh, bukankah Rasulullah sendiri dinyatakan dalam al-Qur’an berperilaku lemah lembut kepada kaum seiman dan keras kepada kaum kafir?

Marilah kita bersama-sama untuk melihat hal-hal ini secara akal sehat dengan didorong oleh rasa keimanan tauhid yang obyektif. Ada pihak-pihak tertentu yang ingin kita bertikai satu sama lain. Entah itu dilatar belakangi politik, pemurtadan atau lainnya. Ayo, jika kita tidak dapat menjadi air yang memadamkan api konflik maka jangan pula menjadi minyak yang ikut menyulut kebakarannya. Sama-sama kita perbanyak istighfar dan saling membuka hati dibulan suci ini. Semoga Allah ta’ala mengembalikan esensi jiwa kita kepada fitrih.

Mohon maaf lahir dan batin.
Salam dari Palembang Darussalam. 11 Romadhon 1436H.
Armansyah, S.Kom, M.Pd

Surat untuk Pak JK

Untuk Pak JK: Mohon dikeluarkan larangan menyalakan percon, pesta kembang api serta semua bentuk kegaduhan lainnya termasuk acara konser ini-itu, orgen tunggal, tiup terompet dan sejenisnya dimalam tahun baru. Jika perlu bentuk tim khusus yang memantau dan menangkapi orang-orang yang melakukannya, siapapun mereka adanya. Saya dan banyak orang lainnya sangat terganggu dengan hal itu selama ini. Toh seperti kata bapak sendiri, sekarang masyarakat sudah punya hape semua yang memiliki alarm untuk mengingatkan orang tentang waktu pergantian tahun.

Masanya hiruk pikuk berpesta jedar jedor dengan dana puluhan, ratusan bahkan milyaran rupiah itu sudah lewat pak. Mubadzir uangnya dan pelaku mubadzir itu kawannya setan khan? Mending dipake buat bagusin jalan-jalan yang rusak, menyantuni fakir miskin serta anak-anak yatim saja.

Kami umat Islam tidak merayakan tahun baru masehi apalagi dengan aktivitas yang menggangu orang lain dan menebarkan sampah dimana-mana itu. Buat kami itu perbuatan jahiliyah yang jauh dari Islami. Tolong hormati hak kami yang terzalimi ini setiap tahun, pak JK.

Jika saja ada kesempatan, saya sangat ingin berjumpa dan mendiskusikan masalah ini secara langsung pada anda. Semoga tulisan ini dapat juga sampai serta terbaca oleh Bapak atau staf anda yang saya hormati.

Armansyah, Palembang.

Diposting pertama kali di FB, 26/06/2015
Dipublish ulang oleh Firmadani 

Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih (Referensi anti pemurtadan)

Tahun 2006, James D. Tabor, seorang pakar biblika jebolan University of Chicago mengeluarkan buku berjudul “The Jesus Dynasty”. Buku tersebut pada dasarnya merupakan kesimpulan risetnya terhadap sekumpulan peti mati yang ditemukan di Talpiot yang memiliki inkripsi Yesus serta sejumlah nama-nama keluarga beliau. James D. Tabor lalu menyebutkan bahwa ini menjadi sebuah fakta yang tidak terbantahkan bila yesus hanyalah manusia biasa yang kemudian mengalami kematian secara wajar dibumi setelah sebelumnya melakukan pernikahan serta berketurunan. Tidak berbeda jauh dengan uraian Barbara Thiering dalam buku “Jesus the man” dan Michael Baigent melalui “The Holy Blood and The Holy Grail” atau juga Da Vinci Code-nya Dan Brown yang pada tahun-tahun itu membuat heboh dunia kekristenan.

Secara umum pandangan demikian tidaklah begitu saya permasalahkan sebab saya secara pribadi juga berdasarkan surah Ali Imron ayat 144, surah ar-Ra’ad ayat 38 maupun surah Ali Imron ayat 36 memiliki pemahaman yang tidak berbeda. Sebagaimana juga pendapat ini diamini oleh kristolog Sanihu Munir, Irena Handono-Full, Ahmad Deedat serta lainnya.

Sesuatu yang disatu sisi bisa dianggap menyelisihi paham yang berkembang secara umum dimasyarakat Islam dengan keyakinan mereka bahwa Nabi ‘Isa sampai hari ini masih hidup.

Namun terlepas dari itu, rasa keagamaan saya tersinggung manakala James D. Tabor menyatakan bahwa yesus merupakan anak haram hasil perzinahan Maryam dengan seorang tentara Romawi bernama Julius Abdes Pantera. Bukan itu saja, James D. Tabor lebih jauh merujuk arti pantera sebagai pelacur, sehingga dimaknailah yesus sebagai anak pelacur.

Tuduhan keji atas pribadi Maryam yang sangat dihormati oleh al-Qur’an dan disebut dalam surah at-Tahrim ayat 12 selaku wanita baik-baik yang sangat menjaga kehormatan dirinya. Sebuah tuduhan yang juga dulunya pernah dialamatkan oleh orang-orang yahudi terhadap Maryam sebagaimana ditemukan pada surah Maryam ayat 28 dan surah an-Nisaa ayat 156.

Akhir tahun 2007 terbitlah secara nasional buku kajian lintas madzhab dan agama pertama saya hasil kerjasama dengan penerbit Restu Agung Jakarta berjudul “Rekonstruksi sejarah Isa al-Masih: Sebuah pelurusan sejarah dan jawaban untuk Dinasti Yesus”. Melalui buku setebal 356 halaman ini saya secara panjang lebar memberikan bantahan dari sumber-sumber biblika sendiri dan tentu saja al-Qur’anul Karim terhadap fitnah James D. Tabor pada diri perawan suci Maryam beserta putranya, Nabi ‘Isa al-Masih.

rsia

Saya juga dikesempatan itu ikut membahas sejumlah teori lain terkait seperti kenaikan ‘Isa kelangit, isyu ketuhanannya yang diklaim oleh umat kristiani, hingga teori-teori kontemporer seperti wafatnya Nabi ‘Isa di Venus.

Buku ini saya buka dengan pembahasan awal proses kehamilan bunda Maryam hingga masa remaja Nabi ‘Isa yang sering bepergian bersama paman ibunya bernama Yusuf dari Arimatea dalam rangka berdakwah Tauhid kepada suku-suku yang hilang dari bani Israel (the lost tribes). Buku ini juga mencakup bahasan teori pernikahan hingga wafatnya beliau berdasar kitabullah serta data-data arkeologi maupun cerita lisan yang ada dibeberapa lokasi didunia yang memang sampai hari ini masih dijumpai masyarakat yang menyebut diri mereka sebagai keturunan bani Israel Diaspora non Yahudi.

Buku pertama saya tersebut mendapat pengantar dari pengelola situs Swara Muslim, bpk. Singgih Gozali dan bpk. Masyhud S.M dari Dewan Pakar FAKTA (Forum Anti Gerakan Pemurtadan). Sebuah buku yang mungkin dapat menjadi referensi tambahan bagi para kristolog, asatidz hingga mereka-mereka yang berkecimpung dalam kajian perbandingan agama. Sama seperti rekomendasi saya terhadap buku The Five Gospels dan Misquoting Jesus dua hari terakhir sebagai bagian dari usaha membentengi akidah Tauhid umat dari pemurtadan khususnya melalui jalur kristenisasi yang marak di tengah generasi muda Islam Indonesia dewasa ini.

Salam dari Palembang Darussalam.
06 Romadhon 1436H.

Armansyah, M.Pd

Misquoting Jesus (Referensi anti pemurtadan)

Subuh pagi hari ini, 05 Romadhon 1436H saya masih mengulangi lagi kajian pribadi tentang kristologi. Tapi kali ini saya merujuk pada buku Misquoting Jesus karya Bart D. Ehrman yang bertema “Kesalahan penyalinan kitab suci Perjanjian Baru: Kisah dibalik siapa yang mengubah alkitab dan apa alasannya”.

Sebagaimana halnya kemarin terhadap buku The Five Gospels karya Funk Hoover and The Jesus Seminar, maka buku Misquoting Jesus inipun menjadi salah satu buku kristologi yang saya rekomendasikan untuk dibaca dan dimiliki oleh para Kristolog, Ustadz atau mereka-mereka yang menekuni Perbandingan Agama (misalnya mahasiswa fakultas Ushuluddin jurusan Perbandingan Agama atau lainnya) sekaligus menjadi bekal dalam membentengi akidah Tauhid umat dari pemurtadan..

Berbeda dengan The Five Gospels, buku Misquoting Jesus ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia. Alhamdulillah saya sendiri memilikinya sejak cetakan pertama tahun 2006 diterbitkan.

Misquoting_Jesus-me

Bart. D. Ehrman sendiri bukan seorang Muslim sehingga tidak ada alasan untuk menilai hasil penelitiannya selama 30 tahun itu subyektif atau cenderung bersikap sentimen keagamaan. Bart D. Ehrman merupakan seorang kepala fakultas kajian agama di University of Carolina di Chapel Hill. Latar belakang keahlian beliau adalah sebagai Professor Perjanjian Baru. Buku ini memuat begitu banyak data ilmiah dari beliau seputar adanya perubahan atau distorsi manusia terhadap kitab perjanjian baru itu sendiri dengan semua bahasan detilnya. Sebuah klaim yang sebenarnya sudah dinyatakan secara tegas oleh al-Qur’an dalam surah al-Baqarah ayat 75, an-Nisaa ayat 46 dan al-Maaidah ayat 48.

Salam dari Palembang Darussalam.
Armansyah Azmatkhan Ba’alawi al-Husaini.

%d bloggers like this: