Fa’tabiru ya ulil abshor

Selalulah belajar untuk menjadi penyala cahaya dalam kegelapan. Jadikan diri kita orang yang dapat memberi solusi, mengayomi dan menenangkan saat badai kegalauan datang. Kita memang tak mungkin dapat mengontrol apa yang terjadi diluar sana tapi kita selalu dapat mengontrol apa yang akan masuk kedalam pikiran kita, dar’ul mafasid wa jalbul masholih.  Cegah kerusakan dan tariklah kemaslahatan (kebaikan). 

Fa’tabiru ya ulil abshor, fa’tabiru ya ulil albab.  Ambillah pelajaran wahay orang yang berakal, ambillah pelajaran wahay orang yang memiliki pengetahuan.

Inilah salah satunya yang membuat saya begitu cinta pada Islam. Kita tidak didoktrin buta tanpa di perbolehkan untuk berpikir, mengkritisi serta berkontemplasi. Afala tatafakkarun? Afala tatadabbarun? Wayaj’alul-rij’sa ‘ala alladzina-laa ya’qiluun.

Fas-aluu ahladzzikri in kuntum laa ta’lamun, tanyalah pada orang yang memiliki ilmu jika kamu tidak tahu.

TL FB, 25/02/2014.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: