Kembalilah pada kebenaran !

Saya ingin berbagi kalimat favorit yang selalu berusaha saya amalkan saat saya sedang gundah terhadap suatu permasalahan. Kata-kata tersebut diriwayatkan dari Khalifah Umar ibn Khattab :

“Tidak ada salahnya anda mengkaji ulang secara rasio serta mempertimbangkannya berdasarkan pengetahuan anda terhadap keputusan yang telah anda putuskan pada hari ini untuk mencapai suatu kebenaran. Karena sesungguhnya kebenaran itu sudah ada sejak dahulu, sementara kembali kepada kebenaran adalah lebih baik daripada berkepanjangan dalam suatu kesalahan.”

(Dikutip dari buku : “Fatwa dan Ijtihad Umar bin Khatab” terbitan Risalah Gusti)

Semoga orang-orang yang hari ini masih berada dalam penyimpangannya, bisa cepat kembali pada kebenaran ilahiah. Apalagi bila mereka adalah para publik figur yang harusnya menjadi tuntunan umat. Aamiin.

 

Status FB saya, 30 September 2013.

Advertisements

Makna dari “sampaikanlah walau satu ayat”

Uje pernah berkata, dakwah itu harus dari hati. Artinya, tidak ada kepura-puraan dalam dakwah, tidak harus dibuat-buat. Tampillah apa adanya, jika kita sendiri memang kurang, maka itulah adanya kita. Kita berdakwah, bukan berarti kitalah yang terbaik diantara manusia. Bukan juga karena kita orang yang paling sholeh diantara manusia. Sebab kita sendiri pasti pernah melampaui batas untuk diri kita sendiri dalam mengarungi kehidupan. Seandainya seseorang itu hanya dapat menyampaikan dakwah hanya apabila dia sempurna, maka akan jadi sedikitlah orang yang akan memberi peringatan bahkan tak akan pernah ada manusia sempurna. Itulah kita-kira makna sabda Rasul: Balighu ‘anni walau ayaah, sampaikanlah meski satu ayat.

Status FB saya, 30 September 2013

Continue reading

Sebuah refleksi kecil

Baik belum tentu benar, jangan melihat kebaikan sesuatu berdasar sudut pandang syahwat atau ego kita. Pandanglah ia dalam satu frame dengan kebenaran ilahiah. Ketika ia benar secara syariat, maka sesuatu itu pasti bagus. Saya orang yang kritis dalam beragama, saya banyak membantah doktrinal yang saya anggap tidak sesuai dengan fakta dan kitabullah. Tetapi bantahan saya insyaAllah selalu berpijak pada sumber yang qathy’. Punya sandaran dari sudut syariat. Buat saya, Islam ini ajaran yang terang benderang, semua berdiri diatas dalil aqli dan naqli.

Jangan terlalu mendewakan ulama, mendewakan habaib dan seterusnya. Mereka semua adalah makhluk, manusia biasa seperti kita. Istilah Hartono A. Jaiz : Jangan sampai ulama kita pertuhankan.

Semoga orang-orang yang terlalu jumud dalam beragama, mendapatkan hidayah dari Allah. Remember, Islam adalah ajaran Tauhid.

Status FB saya, 29 September 2013.

Antara ustadz yang memperkaya diri dan negeri yang rusak

Negeri ini sekarang sudah rusak, bukan cuma sekedar sakit. Pergaulan dan seks bebas dimana-mana, perempuan bercelana hotpants sdh bukan hal asing lagi, banci bertebaran, lokalisasi pelacuran juga seakan sdh legal, setali tiga uang dgn tempat hiburan malam dan arena perjudian. Koruptor, bah, gak usah dibilang lagi. Orang2 yg duduk membuat hukum diparlemen sana boro2 ahli, mereka justru kumpulan pelawak, artis dan politikus karbitan yang gelar kesarjanaannya pun masih diragukan. Bahkan jabatan antara kepala negara, mentri dan ketua parpol semakin campur aduk semrawut.

Dakwah verbal akhirnya lebih condong hanya mengayakan si pendakwah saja dari sisi materi, di undang sana-sini, tampil di tivi ini dan tivi itu dengan uang saku jutaan bahkan konon kabarnya ada yg sampai ratusan juta. Perubahan seperti apa secara kongkret yg terjadi di masyarakat? Apa pula dampak positip relijiusitasnya bagi si tivi itu sendiri, termasuk si ownernya? Iklan2 seronok dengan pamer aurat bak pelacur itu tetap saja berseliweran di layar kaca, bahkan gawatnya, kadang nongol juga sebagai sponsor di acara dakwah itu sendiri. Belum lagi sinetronnya yg lebay…. huf. Istighfar dulu yuk, Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzzolimin.

Continue reading

Bantahan untuk ustadz Azwan

Oleh : Armansyah

Awalnya saya tidak tertarik untuk membahas perihal kemelut yang terjadi pada keluarga alm. Uje. Saya menghormati almarhum dalam kapasitasnya sebagai salah satu ulama yang baik. Tapi karena konflik yang harusnya berada pada ranah internal keluarga ini mencuat ke publik dan menjadi konsumsi orang banyak, di tambah pernyataan yang mengkaitkan hukum Islam didalamnya maka sebagai seorang muslim, saya akhirnya merasa perlu juga untuk ikut angkat bicara. Dalam hal ini bukan untuk berbicara berkaitan konflik antara ibu mertua-kakak ipar dan istri almarhum, namun berkaitan dengan hukum peninggian serta pembagusan kubur dari sudut pandang Islam.

Tulisan ini, di ilhami dari sebuah tayangan video berisi pernyataan langsung oleh Ustadz Azwan yang merupakan kakak kandung dari almarhum Uje bahwa peninggian kuburan itu hukumnya boleh dari sudut pandang fiqh.

Continue reading

Share your faith in Islam to others

ilustrasi

 

Do not keep Islam to yourselves. Share with others the joy of your faith. Tell to the world that you are proud to be a Muslim. Inspiration can come from finding a way to share with others.  Don’t wait for inspiration to strike, you have to meet it halfway. If you want to be hit by lightning, go out in a thunderstorms with a metal rod. Scream at “the thundering gods”, daring them to strike you. Be Inspired !

My Facebook Status on September 28, 2013

Umat, Ulama dan Mentality Shock

Saya bersyukur melihat padatnya jemaah yang datang melayat dan mengantar jasad Uje dan Habib Mundzir mulai dari rumah sampai ketempat peristirahatan mereka yang terakhir.

Bersyukur karena ternyata umat ini masih menghargai ulamanya, tapi dibalik itu semua, saya khawatir ini cuma histeria massal yang bersifat temporary. Bisa disebut sebagai “mentality shock”. Setelah semua berlalu, apakah semua orang-orang ini tetap mengikuti apa yang didakwahkan oleh para ulama tersebut? kejadian banyaknya peziarah yang mengambil tanah dari pekuburan alm. Uje karena dianggap berkah tempo hari justru indikasi bila orang tidak perduli dengan konten dakwah itu sendiri.

Begitupula kasus dipugarnya makam sang ustadz sehingga berkesan berlebihan dan menyelisihi sunnah, itupun bukti jika orang lebih melihat sosok ketimbang dakwahnya. Tapi ya mudah-mudahan ini cuma sekedar ilusi saya saja dan ilusi itu salah.

Status FB Saya, 22 September 2013.

%d bloggers like this: