Pemesanan langsung kembali dibuka

Buku Rekons & JNP

Bersama ini di informasikan bahwa per-26 Pebruari 2008, pemesanan secara langsung buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” dan buku “Jejak Nabi Palsu” kembali dibuka.

Untuk yang ingin memesan silahkan sms kenomor 0816.355.539, sebutkan nama dan alamat anda serta jumlah buku yang dipesan dan buku apa saja.


Jawaban yang akan diberikan adalah harga buku dan ongkos kirim serta nomor rekening untuk proses transfer dana.

Kesempatan ini diberikan secara terbatas sesuai dengan jumlah stock yang ada pada penulis.


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/blog/

Buah hatiku sembuh !

Alhamdulillah,

Senang rasanya hati ini melihat kedua anak yang saya kasihi sudah kembali sehat seperti sedia kala. Mereka bisa berlari-lari kecil, saling bermain, menyibukkan diri dengan aktivitas-aktivitas lucu setiap harinya. Alhamdulillah.

Kesehatan memang sebuah karunia yang tidak akan bisa dinilai harganya.

Beberapa hari yang lalu, mereka berdua panas dan batuk-batuk … kasihan sekali melihat mereka.
Mata merah, tubuh lemas, no spirit and no activity.
Sebagai pegawai swasta dengan hasil pas-pasan, fasilitas Askes menjadi begitu berarti.
Namun ternyata obat askespun tidak banyak membantu … Subhanallah.

Begitu cek saldo tabungan melalui sms banking, Alhamdulillah, ternyata masih ada sisa uang direkening.
Malam itu, 3 malam lalu, akhirnya “men-tega-kan” diri untuk membawa sikecil berobat kedokter non-askes.

Biaya obat dan dokter praktis dibayar penuh.
That’s a risk.

Expensive, yes, setidaknya for me and for us.
Tapi, ini untuk anak-anak, untuk kesembuhan mereka.

Alhamdulillah, setelah mendapat penanganan dokter tersebut dan asupan obatnya, mereka kembali bersinar dan kembali menjadi boneka-boneka yang lucu, dan manja … Alhamdulillah, ya Robb. Segala puja dan puji hanya untuk-Mu, tanpa sekutu. Maha Gagah Engkau

That’s my true story …
Berbicara mengenai Askes, ada yang punya pengalaman tertentu yang mungkin menarik untuk dibagi disini ?
Juga tentang kesehatan … ?

Silahkan …

Me and My Daughter

Nafsu (Hmmm…!)

Nafsu
Oleh : Armansyah

Dari sejak awal manusia diciptakan, mereka sudah dibekali nafsu. Bahkan ketika merekapun hendak memulai periode “penciptaan ulang” generasi selanjutnya, itupun diawali dengan nafsu.

Anda boleh berpikir bebas mengenai artikel saya ini, tetapi inilah faktanya, semua dihadirkan dengan nafsu.
Tidak perduli sebaik atau sebejat apapun kelakuan kita, semuanya akan kembali kepada nafsu itu tadi.
Karena, nafsu terbagi atas dua macam :

1. Fujuroha
2. Taqwaha

Nafsu Fujuroha adalah nafsu untuk berbuat menyimpang atau negatip sedangkan Nafsu Taqwaha adalah nafsu untuk berbuat kebenaran atau positip.

Dasarnya adalah :

wa nafsin wama sawwaha, fa alhamaha fujuroha wa taqwaha -Qs. Asy-Syams : 7-8

Dan nafs serta penyempurnaannya, diwahyukan kepadanya kefasikan serta ketakwaan …

Pada penjabarannya, kedua nafsu tadi bisa terpecah lagi menjadi banyak pembagian dan percabangan. Tetapi yang jelas pada akhirnya yang menjadi penentu dari penilaian dimata Tuhan adalah Nafs yang muthmainnah. Yaitu nafsu yang sudah berhasil melalui banyak fase dalam menuju pendominasian keseharian kita, dimana setiap gerak dan langkah hanya terpusat pada sistem ridhatillah atau keridhoan Allah.

Sebaliknya orang yang melakukan perbuatan buruk adalah orang yang berpusat pada sistem fujuroha, termasuklah yang senantiasa bersikap ingkar, membantah, berbuat zalim, berbuat sia-sia dan sebagainya.

Ketika dua orang lawan jenis melakukan persetubuhan dalam konsep suka sama suka, cinta sama cinta maka saat itu mereka sudah tenggelam dalam nafsu. Tetapi nafsu apakah yang demikian itu ? Bisakah dikelompokkan kedalam nafsu yang taqwaha ataukah kedalam nafsu fujuroha ?

Ketika seseorang memutuskan diri untuk menonton suatu pertunjukan yang digelar disebuah teater atau bioskop, maka inipun pada hakekatnya sedang digeluti oleh nafsunya. Tetapi pertanyaannya tetap sama, nafsu apakah yang demikian itu ? Bisakah dikelompokkan kedalam nafsu yang taqwaha ataukah kedalam nafsu fujuroha ?

Bila nafsu itu adalah taqwaha, maka apa kira-kira kriterianya ? sejauh apa batasan minimal serta maksimal sebuah perbuatan sehingga dapat dikelompokkan kedalam perbuatan yang dibenarkan (bukan membenarkan) ?

Sebaliknya lagi bila nafsu itu fujuroha maka pertanyaannya juga sama … mana standar-standar penetapannya dalam ukuran grafik minimal dan maksimal pada sumbu X dan Y ?

Islam lalu mengajarkan :

Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun berumpun dan yang tidak berumpun serta tumbuhan dan ladang yang berbeda hasilnya, begitupun yang berminyak dan yang bijinya bersusun, yang serupa dan yang tiada serupa. Makanlah buahnya bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya dihari memetik hasilnya (sebagai sedekah); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-An’am 6:141)

Sebaik-baik agama ialah haniffiyat al-samhah (yaitu semangat mencari kebenaran yang lapang, toleran, tidak sempit, tanpa kefanatikan dan tidak membelenggu jiwa) – Riwayat Ahmad

Pada kesempatan lain, Nabi mengajarkan pada Utsman ibn Mazh’un : “Sesungguhnya matamu punya hak atas engkau, dan keluargamu punya hak atas engkau! Maka sembahyanglah dan tidurlah, puasalah dan makanlah!”

Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. 7:31)

Maksud terpenting yang dapat dipetik dari ajaran diatas adalah bahwa ajaran Islam hendak menempatkan manusia pada posisi kemanusiaannya. Bahwa manusia itu bukan malaikat, yang sama sekali tidak memiliki kecenderungan bendawi (makan, tidur, berhubungan seksual atau kesenangan lainnya termasuk nonton, main games dan seterusnya).

Ada batasan yang diberikan, yaitu jangan berlebih-lebihan.
Tunaikan haq masing-masing, dalam konteks modern sekarang ini batasan lebih dan kurang ini memang kadang terasa bias antara satu orang dengan orang yang lainnya. Banyak faktor yang kemudian harus sama-sama dipertimbangkan secara bijak dan tidak dapat digeneralisir.

Haq mata untuk menonton harus di-imbangi juga dengan niat awal dari menonton itu sendiri, apakah just for having fun ? penasaran ? mencari ilmu ? dan seterusnya …

Haq kelamin untuk bertemu kelamin … juga diatur dengan sistem pernikahan yang legal serta niat awal persetubuhan tersebut, apakah sekedar memuaskan fujuroha atau memang untuk mencapai taqwaha (sebab bukankah penyalurannya pada tempat yang dibenarkan menjadi pahala ?)

Stop.
Jangan tegang …
Marilah kita simak ayat berikut : Walaa uqsimu bin nafsil lawwamah (Qs. al-Qiyamah ayat 2)

Manusia punya kecenderungan untuk mengalihkan nafsunya pada pertobatan, jadi bila kita merasa lebih banyak digiring oleh nafsu fujuroha ketimbang taqwaha yang akan mengantarkan kita pada muthmainnah maka segeralah perbaiki niat. Segera salurkan haq yang ada secara proporsional dan tepat sasaran.

Hidup ada haq dan kewajiban, bersedekah adalah kewajiban kita kepada orang yang membutuhkan bantuan rezeki sementara membayar sesuatu untuk kesenangan jiwa maupun pendidikan batiniah merupakah haq jiwa didalam kehidupan ini. Islam tidak mengajarkan konsep rahibiyah atau sufiesme, tetapi Islam mengajarkan keseimbangan.

Mohon maaf bila artikel ini dirasa kurang berkenan.

Yaa ayya tuhannafsul muthmainnah. Irrji’ii ilaa Rabbiki radhiyatan mardhiyah. Fad khulii fi’ibaadi. Wad khuli jannatii”.

———–

On Fri, Feb 22, 2008 at 2:17 PM, Liana <lianawati_snd@yahoo.co.id> wrote:

Mas, tanya sedikit ya?
Masih tentang “menonton” 🙂
– Secara manusiawi terkadang aku sering terhanyut kedalam imajinasi
terutama ketika menonton sebuah film roman/percintaan (bukan karena
adegan tapi alur ceritanya)seperti dengan cara memposisikan diri
sendiri dalam alur cerita tsb. Apakah ini yang disebut kecenderungan
fujuroha?

Jawab :

Manusia telah dibekali fitrah baik dan buruk, itu satu hal yang pertama harus kita ingat.
Orang lalu menafsirkan makna fitrah sebagai kebaikan semata, padahal fitrah itu dalam konsepsi saya adalah kondisi default manusia (apa adanya).

Memang hadis Nabi menyebut semua anak terlahir menurut fitrahnya dan ini tidak bertentangan dengan apa yang saya pahami. Hadis itu punya lanjutan kalimat yang kurang lebih isinya, “orang tuanyalah yang menjadikannya muslim, nasrani atau majusi”, pada kalimat lanjutan tersebut esensi minor atau mayor yang akhirnya mempengaruhi nafsu manusia pada tahapan lebih lanjut. Sedangkan fitrah itu adalah kondisi awal sebagaimana dinyatakan Allah sejak penyempurnaan Nafs dengan Fujuroha dan Taqwaha.

Kesenangan terhadap sesuatu yang kita anggap menarik, merangsang, memikat dan lain sebagainya adalah bagian dari kecenderungan Nafs secara total. Tinggal lagi tarikan mana yang menyeret daya senang tersebut pada diri kita, apakah fujurohanya atau taqwanya.

Ketika main games F1 diconsole Playstation sebagai misalnya, saya sering memposisikan diri sebagai orang yang membawa langsung mobil tersebut didunia nyata. Apakah ini salah ? saya rasa tidak. Secara kejiwaan, usaha peniruan, usaha untuk memposisikan sama antara diri kita dengan sesuatu diluar diri kita yang menimbulkan daya ketertarikan merupakan hal yang wajar dan termasuk instink alamiah. Sama misalnya ketika anak saya menyebut dirinya sebagai Ultraman, sebagai Spiderman atau man-men-man-men sejenis yang merupakan hasil pikatan sang tokoh yang kita saksikan.

Bagaimanapun, manusia memiliki panca indera yang punya fungsi dua arah dan ini tidak bisa dipungkiri. Ada daya tangkap dan ada daya tarik. Saat misalnya Mbak Liana menonton film lalu memposisikan diri sebagai sang tokoh, maka daya tangkap panca indera Mbaklah yang sedang bekerja. Tinggal lagi sebatas apa dan sejauh mana kita akhirnya memposisikan “double characters” tadi pada diri kita, inilah yang penting.

Saat seseorang akhirnya memilih untuk mendominasi secara totally kepada kepribadian orang lain, maka ditinjau dari sudut kedokteran ini adalah penyakit (yaitu kepribadian ganda alias gangguan identitas disosiatif alias schizofrenia). Pernah nonton film Mr. Brooks yang diperankan Kevin Kostner ?

– Secara manusiawi lagi aku juga pernah merasa bahwa menonton tidak
sekedar memuaskan batinku tapi juga memanjakan mata apalagi ketika
melihat pemeran prianya menarik misalnya. Apakah ini juga termasuk
kecenderungan fujuroha?

So, Bagaimana dengan pengalaman Mas2 ketika menonton dan melihat
pemeran wanitanya?

Afwan & Wasalam.

Menonton pada hakekatnya sama seperti memandang, ada istilah dari mata jatuh kehati.
Tugas hati kadang tidak konsekwen … tergantung apa yang dipandang, kecenderunganpun praktis berubah-ubah, kadang Fujuroha kadang Taqwaha. Itulah jawaban saya.

It’s natural of human being, Allah mengajarkan kepada kita doa yang indah :

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-berlebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Ali Imran 3:147)

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. 7:23)

————–

2008/2/22 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>:

Sama tanya dikit saja:
Apakah Nonton di bioskop termasuk kedalam hal ini
membayar sesuatu untuk kesenangan jiwa maupun pendidikan batiniah merupakah haq jiwa didalam kehidupan ini

Apakah pendidikan batiniah diperoleh dengan menonton?


Pendidikan batiniah adalah istilah lain dari proses pembelajaran.

Belajar dapat dimana saja dan dari apa saja, bahkan dari hal yang burukpun kita bisa memperoleh pelajaran tentang hal-hal yang baik.

Menonton, membaca, berdiskusi, memandang langit, bermain sesuatu permainan adalah bentuk-bentuk maupun metode dari pembelajaran yang bisa dilakukan.

——–

Saya tak akan Pernah Tarik Buku Itu

Bagus itu ibu, kenapa kita harus takut dengan reaksi yang bermunculan atas tulisan kita yang pada hakekatnya adalah sebuah fakta kebenaran ?

Apakah karena sesuatu itu bersinggungan dengan pihak tertentu lalu harus ditarik peredarannya ? Arogansi sekali !

Mungkin ini waktunya bagi para penulis untuk mengajukan perlawanan pada pihak-pihak yang otoriter dalam menyikapi perbedaan. Sama seperti kasus buku-buku saya !

Saya suka kalimat Ibu : “‘Saya tak akan pernah tarik buku itu dari peredaran. Tak seorang pun bisa menarik buku ini dari peredaran,” !

Beginikah cara orang dewasa menghadapi perbedaan ? ekstrim ?
Mana orang-orang JIL ? buktikan konsistensi anda membela penulis-penulis yang masih terpinggirkan seperti ini … mana suara lantang kalian selama ini ? Kenapa hanya diam ?

2008/2/22 Slamet Hariyanto <Slamet.Hariyanto@id.flextronics.com>:

Menkes: Saya tak akan Pernah Tarik Buku ItuJAKARTA — Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, bergeming. Reaksi keras dunia internasional, khususnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meminta bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung‘ ditarik, tak membuatnya gentar. Dia bertekad untuk mempertahankan buku itu tetap beredar, apa pun risikonya. ”Saya tak akan pernah tarik buku itu dari peredaran. Tak seorang pun bisa menarik buku ini dari peredaran,” tegas Siti Fadilah dengan nada berapi-api kepada Republika, Kamis (21/2).

Menkes bahkan akan mencetak ulang buku yang laris manis itu. Di era demokratisasi, katanya, seorang pun tak berhak menghalangi orang lain mengungkapkan pendapatnya. ”Selain cetak ulang, saya juga akan segera menerbitkan jilid dua buku itu,” paparnya. Menkes juga menegaskan tak ada salah penerjemahan dalam buku edisi bahasa Inggris. Yang menjadi kontroversi dan menuai reaksi dunia internasional, dalam buku itu Siti Fadilah menyoroti ketidakadilan mekanisme WHO dalam mempergunakan sampel virus H5N1 yang dikirim negara berkembang.

”Kami sama sekali tak pernah tahu, apakah virus itu digunakan untuk penelitian atau publikasi, ataukah mereka di-sharing ke pabrik vaksin untuk dibuat vaksin. Atau mungkin virus itu digunakan untuk pengembangan senjata biologi,” papar Siti Fadilah di halaman 173 lampiran IV buku ber-cover merah itu.

Pernyataan itu disampaikan Siti Fadilah dalam Pertemuan Antarpemerintah Menghadapi Pandemik Avian Influenza (AI) di Jenewa, Swiss, 20 November 2007. ”Saya sebenarnya sempat akan menarik buku itu dari toko untuk melihat apakah benar ada kesalahan, ternyata bukunya sudah habis semua,” paparnya. Siti Fadilah pun membenarkan dia telah mendatangi Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menjelaskan penerbitan buku itu. ”Setelah saya jelaskan, BIN bisa menerima dan bahkan memberi dukungan kepada saya.”

Buku setelah 182 halaman yang ditulisnya selama dua bulan itu bersumber dari catatan harian dan pengalaman nyata yang dialami Menkes. ”Makanya buku itu mirip novel.” Seperti diberitakan surat kabar Australia The Age edisi Kamis (21/2), pejabat WHO untuk keamanan kesehatan, David Heymann, meminta Menkes menarik buku itu.

Saat ditanya benarkah Presiden Susilo Bambang Yudhyono memerintahkannya untuk menarik buku itu dari peredaran? Siti Fadilah menjawab, ”Saya tak mendengar langsung perintah itu dari Pak Presiden.” Ketika diminta komentar soal kabar pelarangan penerbitan buku Menkes edisi bahasa Inggris, juru bicara Presiden, Andi Mallarangeng, mengatakan, ”Ini bukan domain saya, coba ditanyakan ke Dino.” Namun, juru bicara Presiden urusan luar negeri, Dino Patti Djalal, enggan mengomentari hal itu. ”Saya no comment, silakan masalah ini ditanyakan langsung ke Menkes.” hri/djo/dri

( )

Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message
–~–~———~–~—-~————~——-~–~—-~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa’ : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-=-=-=-=-
-~———-~—-~—-~—-~——~—-~——~–~—


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/blog/

Proposal Sumbangan untuk Masjid

Assalamu’alaykum Wr.Wb
Kepada Yth : Bapak/Ibu/Sahabat Milis Iqra
Sebelumnya saya atas nama pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya jika isi email saya kali ini mengganggu Bapak/Ibu/Sahabat sekalian
To the Point saja, Saya
Nama : Jenny Heru Prabowo
Alamat : Jl. Gondang Sari Rt 15/Rw 09, No.28, Kel.Kalisari, Kec Pasar Rebo, Jakarta Timur
Telp : [021 87721082], HP [0812 9032788]
Pekerjaan : Internal Audit/Control Hub IV, PT Bank Bukopin,Tbk.. Cabang Pembantu Gunung Sahari [Jl. Gunung Sahari Raya 86c, JakPus, Telp.021 421 4755 ext 303]
Akan menyampaikan Amanah dari Panitia Renovasi Mushalla Ar Rahman dengan detail Proposal sebagai berikut :

===================================================================================================================

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji Syukur atas rahmat serta hidayah yang telah Allah berikan kepada kita semua, sehingga sampai saat ini kita masih dapat merasakan nikmat sehat, kesempatan untuk menjalankan ibadah serta beramal di jalan Allah.

Kami Panitia bermaksud melakukan pekerjaan renovasi Musholla Ar Rahman di jalan Gondangsari Rt.15/Rw.09 Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur, yang Insya Allah akan dikembangkan menjadi dua lantai dengan tujuan memperluas fungsi Musholla di samping sebagai tempat Ibadah juga berfungsi sosial

Melalui media surat ini, kami mohon Bapak/Ibu/Saudara/i kaum Muslimin/Muslimat kiranya berkenan menyalurkan Infak, Shadaqoh dan atau Amal Jariyah baik pribadi, kantor maupun dana-dana sosial yang ada di lingkungan Bapak/Ibu/Saudara/i kaum Muslimin/Muslimat, guna mendukung kegiatan kami.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, partisipasi Bapak/Ibu/Saudara/i kaum Muslimin/Muslimat Insya Allah akan membawa kemaslahatan bagi kehidupan beragama (Islam) di lingkungan kami, atas bantuannya kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hormat Kami
Panitian Renovasi Musholla

Ketua Sekretaris
Sukardi Anton Wahyudi

Mengetahui,
Pengurus Musholla
H. Asnawi, Spd
===================================================================================================================
Jika Bapak/Ibu/Sahabat berkenan, saya atas nama Panitia siap menampung Infaq,Shodaqoh Jariah via transfer di

Rekening : 0101095778 an. Jenny Heru Prabowo
Bank : Bank Bukopin, Kantor Pusat Operasi , Jakarta

dan mohon kiranya konfirmasi kepada saya via SMS/Email jika Bapak/Ibu/Sahabat telah melakukan transfer, agar saya saya dapat segera mendata nama-nama Dermawan yang telah bersedia menyisihkan hartanya di jalan Allah, untuk selanjutnya saya sampaikan kepada panitia dengan atas nama Milis Iqra dengan detail nama-nama Dermawan pada List yang saya buat

Demikian proposal ini saya sampaikan, atas nama Panitia Renovasi Musholla Ar Rahman saya memohon maaf atas kelancangan saya mengganggu kegiatan Bapak/Ibu/Sahabat sekalian pagi ini.

Dan atas perkenan dan kerelaannya kami ucapkan TERIMA KASIH yang sebesar-besarnya, semoga Allah SWT yang membalas budi baik Bapak/Ibu/Sahabat

sekian
Wassalamu’alaykum Wr.Wb

NB : sebenarnya awalnya sejak bulan Januari dan saat ini baru sampai tahap cor lantai 2
maaf nanti foto-fotonya akan saya susulkan, sebab seminggu ini saya harus mengaudit ke 4 kantor cabang sehinga jam 9an baru pulang kerumah insya Allah besok libur akan saya jepret dengan kamera digital dan nanti saya share sebagai buktinya
sudah satu bulan ini kami tidak bisa sholat di musholla itu karena memang dana kami sedikit-sedikit

karena lantai dasarnya pun masih belum layak untuk sholat selain kotor untuk sementara jadi tempat penyimpanan semen, karena musim hujan takut mengeras

saya janji senin foto-foto akan saya share dan formatnya kan saya kecilkan agar lolos dari sensormaticnya milis Iqra, kami maklum proyek Ibadah ini yang butuh dana besar, jadi memakan waktu lebih dari 3-6 bulan, jadi proyek ini berkesinambungan tidak terpancang waktu sekian bulan atau sekian tahun.. karena memang warga sekitar kami tidak semuanya dalam taraf hidup yang berlebih, mereka cenderung berkehidupan sederhana..

kami sudah mendapat keringanan dari pihak kontraktor dengan membebaskan biaya gambar dan rancangan serta biaya cetak dan revisi gambar konstruksinya, sebagai bentuk sumbangan langsung dari kontraktor padahal gambar kontruksi paling murah 1 lembar ukuran A3 250ribu dengan aplikasi autoCad

2 minggu sekali kami adakan kerja bakti sosial untuk membantu tukang agar lebih cepat selesai, tapi ya itu tadi jika dana terhambat ya kami tidak bisa berbuat banyak

Tanggapan Armansyah :
Wa’alaykumsalam Wr. Wb.,
Silahkan bagi rekan-rekan yang ingin ikut bersumbangsih ria atau foya-foya untuk kemaslahatan umat (Izzatul Islam walmuslimun) …..
Sebagai tambahan, bahwa saya pribadi sudah pernah bertemu dengan mas Heru sewaktu ke Jakarta kemaren. Beliau-lah yang sudah susah payah menjemput saya dari terminal sampai kepenerbit Restu Agung ketika pengurusan penerbitan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”.InsyaAllah, mas Heru adalah orang yang amanah sehingga kekhawatiran akan adanya penyelewengan dana yang sudah disumbangkan tidak perlu terjadi.

Demikian dari saya.

Sedekah
By : OpickAlangkah indah
Orang bersedekah
Dekat dengan Allah
Dekat dengan surgaTakkan berkurang
Harta yang bersedekah
Akan bertambah
Akan bertambah

Allah Maha Kaya
yang Maha Pemurah
yang akan mengganti
dan membalasnya
Allah Maha Kuasa
yang Maha Perkasa
semoga kan membalas surga

oh indahnya
saling berbagi
saling memberi
karna Allah

oh indahnya
saling menjaga
saling mengasihi
karna Allah
Allah.. Allah.. Allah.. Allah.. Allahu ya Rahman

Download lagu dlm format mp3 > http://groups.google.com/group/Milis_Iqra/web/Sedekah.zip

Antara Entong, Barney dan pendangkalan akidah

Berikut ini adalah tanggapan saya seputar tulisan Slamet Rahardjo mengenai sinetron anak-anak yang juga mendapat sambutan beragam di Milis_Iqra yang saya asuh.

Armansyah :

Mungkin perlu juga untuk dibijaki bahwa dunia anak-anak adalah dunia yang memang penuh dengan khayalan, terlepas apakah khayalan itu masuk akal atau tidak.

Adalah sesuatu yang sangat logis apabila seorang anak-anak berkhayal dia bisa terbang bagaikan burung, logis pula bila diapun berkhayal bisa menjadi seorang pendekar yang gagah lengkap dengan pedangnya meskipun dia sendiri hanya memegang sebilah lidi kecil.

Dalam perspektif saya, ini tidak perlu untuk disikapi secara berlebihan.
Biarkan saja dulu sianak tenggelam dalam asyiknya khayalan ia bentuk sendiri, ini cara awal dia membentuk kecerdasan emosi dan intelejensia akalnya.

Tidak jarang kita melihat ada anak kecil yang ngomong sendiri seperti sedang bercakap-cakap dengan sesuatu yang tidak kasat mata. Inipun tidak usah buru-buru dihakimi sebagai tanda-tanda kegilaan atau kesurupan sehingga kita menjadi khawatir dan mulai menyiapkan acara supranatural yang macem-macem.

Dunia anak adalah dunia keindahan, dunia khayalan serta dunia kemanjaan … sekali lagi it’s a natural phase.
Kita tidak bisa memaksa anak untuk dapat menghayati ketokohan Umar bin Khattab atau mungkin juga para Nabi dan Rasul Allah didalam al-Qur’an. Hal yang mesti kita sadari, tokoh-tokoh religi ini “tidak selalu hidup” dalam keseharian sang anak dirumah ataupun dilingkungannya sekolah.

Dia justru hanya mendapatkan sosok kepahlawanan yang abu-abu dari pemaksaan kita terhadap mereka, menjadi satu kesulitan tersendiri bagi seorang anak kecil untuk mengkhayalkan wujud seseorang yang mereka belum pernah melihat visualisasinya meski sebatas kartun murahan. Ditambah lagi dengan kuatnya doktrin dari siorang tuanya sendiri bahwa tokoh-tokoh sentral keagamaan itu tidak boleh digambar, tidak boleh direka-reka dan hal-hal lain sejenisnya. Jadi darimana mereka harus memulai kekaguman kepada sang tokoh yang justru tidak boleh di-imajinerkan ?

Sekali lagi kita disini berbicara dalam bahasan dunia anak-anak, bukan dunianya orang dewasa yang visualisasinya telah berkembang sehingga secara tekstualpun mampu untuk mewujudkan keheroan seseorang yang dikagumi.

Saat perkembangan sandiwara radio tahun 80-an, saya yakin banyak dari kita yang saat itu masih anak-anak kecil, membayangkan sosok-sosok Brama Kumbara, Raden Bentar, Paksi Jaladara, atau Sembara dengan imajinasi superhero yang luar biasa. KIta mampu mereka-reka wajah tampannya, sosok kekarnya, cara dia menaiki kuda, cara mengeluarkan ilmu-ilmu saktinya dan banyak lagi hal sejenis.

Kadangkala sosok-sosok khayalan tersebut ditransformasikan keatas canvas, buku gambar, kertas-kertas buram atau malah juga buku pelajaran. Itu mudah, karena tidak ada larangan untuk memvisualisasikan dengan apapun dalam dunia imajinasi kita.

Oke. kembali ketopik utama.
Memang tidak saya pungkiri bila sinetron seperti Entong dan si Eneng sebagai misal, adalah sinetron-sinetron murahan yang berpotensi untuk mendangkalkan akidah. Meski demikian, perlu ada survey lebih jauh pada anak-anak yang menonton serial-serial tersebut.  Apakah memang kisah-kisah seperti Entong dan  Eneng benar-benar mempengaruhi cara mereka hidup sehari-hari atau habis hanya sebatas hiburan ditelevisi.

Anyway … saya lebih menyukai anak-anak saya menonton serial Barney & Friends ketimbang si Entong atau si Eneng. Alasannya simpel, banyak pembelajaran yang diberikan difilm tersebut (lepas dari setuju atau tidak setujunya kita pada imajinasi yang ditampilkan).

Setidaknya, Barney tidak membohongi anak-anak dengan semua bentuk khayalan ia buat … coba simak theme song awalnya … “Barney is a friend from our imagination …” jadi sejak awal sudah dinyatakan bila semua yang akan disaksikan hanya khayalan semata.

Cerita biasanya ditutup dengan kembalinya sosok Dinosaurus merah itu menjadi boneka kecil, dia hanya hidup dalam khayalan anak-anak.

Sepenggal lirik dari salah satu episode Barney … “Imagination Island” (kebenaran punya VCD aslinya beli di Carrfour).

“Just Imagine, Just Imagine all the things that you could be … imagination all for you and me.”

Ada komentar ? Silahkan …

————-

Artikel asli :

2008/2/21 wawan wahyu said :

Wah emang sangat banyak negatifnya Pak/Bu……saya sering pusing kalau liat sinetron..isinya sangat2 buruk. Contohnya kayak si “Entong” dan “Eneng & Kaos Kaki Ajaib”. Bisa merusak akidah karena memakai barang2 yang ajaib (pakai jin kayaknya)…udah gitu ditambahin ada ustad yang membenarkan tentang hal itu. Wah bisa syirik tuch anak-anak.
Kalau doraemon masih mending karena ia memakai alat- alat ajaib yang canggih (sesuatu yang mudah2an bisa dikayalkan untuk diwujudkan/dibuat), bukan untuk minta2 ke barang-barang aneh.
Prihatin…prihatin….Kapan ya sinetron anak2 yang Islami bisa dibuat dan booming?
On 2/21/08, Slamet Hariyanto <Slamet.Hariyanto@id.flextronics.com> wrote:

Slamet Raharjo: Hanya Masyarakat Bodoh yang Menonton ….

JAKARTA, RABU – “Hanya Yogya yang punya gudeg dan Padang dengan rendangnya. Dan hanya masyarakat bodoh yang menonton sinetron remaja yang seperti itu” ujar Slamet Raharjo, sutradara yang juga aktor senior Indonesia, saat menyampaikan tanggapannya atas “potret sinetron remaja di Indonesia saat ini” dalam acara seminar “Wajah Buram Sinetron Remaja Indonesia”, di Kampus Universitas Paramadina Jakarta, Rabu (20/2).

Oleh sebab itu Slamet Raharjo menyambut baik upaya kalangan perguruan tinggi yang peduli terhadap sinetron Indonesia dan film Indonesia pada umumnya lalu melakukan penelitian yang mendalam. Penelitian itu, katanya, menjadi penting dan harus menjadi pegangan untuk melakukan tindak lanjut.

“Terlalu banyak catatan yang bernilai negatif terhadap dampak yang diberikan oleh sinetron remaja Indonesia pada saat ini, terlebih pada perkembangan anak-anak dan remaja Indonesia” ujar lelaki kelahiran Serang, Banten, 21 Januari 1949 itu.

Slamet menjelaskan, film dan sinetron yang ada sekarang termasuk sinetron remaja merupakan penggambaran atas realitas kehidupan yang disajikan dalam bentuk karya seni akting di dalam pertelevisian. Sinetron remaja yang berkualitas menurutnya adalah sinetron yang mengikuti kaidah-kaidah dan memiliki pijakan azas sinematographi yang jelas, selain estetika yang baik.

Tetapi, aktor yang pernah main dalam film Badai Pasti Berlalu (2007) film remark judul yang sama produksi 1977 itu melihat begitu banyak produk sinetron atau film remaja yang membodohi masyarakat yang tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. Terhadap fenomena itu, katanya, harus ada yang bertanggung jawab, dan pihak yang seharusnya bertanggung jawab ialah Presiden dan kalangan inteltual.

“Jangan hanya menonton dan membiarkan semuanya seakan tidak pernah terjadi sesuatu yang salah. Ayo bertindak! Jangan berhenti hanya sebatas wacana dan data-data saja” ujar sutradara film Telegram (2000) itu.

Peraih Pila Citra ini juga menegaskan bahwa selain harus ada yang bertanggung jawab juga harus ada kerjasama antara pihak akademis dan praktisi agar pertelevisian Indonesia dapat menyajikan tontonan yang sehat dan mendidik untuk perkembangan anak-anak dan remaja.

M1-08

Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih Update News

Alhamdulillah, akhirnya distribusi buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” berhasil dilakukan pada sejunmlah toko buku Islam besar di Palembang.

Diantaranya adalah Toko Buku Fitroh Tijaroh, Toko Buku Imam Bonjol dan Toko Buku Diponegoro.

Segera menyusul di Toko Buku Anggrek dan Penuntun.

Distribusi lainnya sudah dilakukan pada pengajian Muhammadiyah dan ESQ Palembang.

%d bloggers like this: