Bapak, selamat jalan

Bapak, selamat jalan. Do’a kami menyertaimu …


Itulah untaian kalimat terakhir yang diucapkan oleh Siti Hardijanti Rukmana
alias Mbak Tutut, putri tertua Jendral Soeharto, saat memberikan ucapan
perpisahan dan kata sambutan mewakili pihak keluarga pada acara pemakaman
sang ayah.

Soeharto, beliau memang pantas dipanggil sebagai Bapak.
Tidak hanya bagi putra dan putri beliau, tetapi juga oleh semua anak bangsa
dinegeri ini.
Pengabdiannya pada negara sudah berulang kali dibuktikannya baik secara
fisik maupun dalam bentuk pembangunan.
Hutang luar negeri Indonesia, itu juga salah satunya untuk menjadikan negara
ini tetap berada dalam kondisi perekonomian yang stabil dan rakyat tidak
terlalu terbebani sandang maupun pangannya. Walau katakanlah, banyak dari
bantuan luar negeri itu disalah gunakan atau masuk kekantong kroni-kroninya,
namun tidak bisa dipungkiri, sedikit atau banyaknya, uang tersebut juga
memang disalurkan untuk bangsa kita ini.

Sebagai seorang bapak, Soeharto sudah banyak memberikan keteladanan bagi
kita anak-anak bangsa.
Usia Soeharto, sama seperti usia almarhum orang tua kami. Mereka sama-sama
lahir ditahun 1921, hanya Soeharto mungkin lebih beruntung, karena beliau
bisa hidup sampai tahun 2008 sementara orang tua kami wafat ditahun 2000
lalu.

Hukum dunia dan negara, sudah bukan waktunya lagi untuk dibahas apalagi
dituntut pada diri seorang Soeharto.
Masanya sudah lewat, jasadnya sudah terkubur kaku didalam rengkuhan tanah
Astana Giribangun di Solo.
Biarlah kita serahkan masalah ini kepada Allah Yang Maha Gagah dan Maha
Adil.
Jika ada sejarah yang mungkin pernah tertutupi kebenarannya dimasa Jendral
Soeharto berkuasa, saatnya sekarang, silahkan saja untuk dibuka tanpa perlu
merasa ada ketakutan terhadap titah sang Jendral berbintang lima ini. Tentu
dalam batasan-batasan yang patut untuk dibicarakan sesuai garis-garis yang
telah ditetapkan oleh Allah.

Bapak, selamat jalan …
Soeharto memang sedang dalam perjalanan panjangnya saat ini
Perjalanan panjang menuju kepengadilan ilahi
Perjalanan panjang dalam menantikan tibanya masa penghisaban digilirkan atas
dirinya
Perjalanan panjang untuk menuai kebaikan maupun kesalahannya selama didunia

Semoga amal ibadah jariyahnya terhadap sesama manusia, bakti dan sujudnya
kepada Allah bisa membantu meringankan apa yang pernah beliau lakukan dimasa
lalu berupa dosa.

Akhirnya, dengan kejadian wafatnya mantan Presiden Soeharto ini, semoga bisa
memberikan pembelajaran yang arif bagi kita semua. Baik dalam hal kebaikan
terhadap sesama makhluk Tuhan maupun dalam hal ketakwaan kepada Allah Azza
Wajalla.

Pak Harto,
Terimakasih atas jasa-jasamu pada negara ini.


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/blog/
http://armansyah.swaramuslim.net
https://arsiparmansyah.wordpress.com
http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejaknabipalsu.wordpress.com/

Advertisements

Akhir kehidupan sang Jendral

Akhir kehidupan sang Jendral
Oleh : Armansyah

Sang Jendral besar akhirnya menutup mata.
Soeharto, the Untouchable man akhirnya tidak benar-benar bisa untuk tidak tersentuh oleh hukum.
Bagaimanapun, dia hanyalah seorang makhluk yang memiliki penguasa dan pencipta. Kemakhlukannya itulah yang membuat seorang Soeharto tidak dapat melepaskan diri dari hukum-hukum yang sudah diberlakukan sang Khaliq Yang Maha Gagah.
Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah  (QS. An-Nisa 4:108)

Kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”. (QS. Al-Kahfi 18:26)

Betapapun banyaknya celaan ditujukan pada dirinya, sebagai seorang pejuang dan mantan pemimpin bangsa yang pernah mensejahterakan kehidupan mereka, Soeharto tetap layak mendapatkan penghormatan.

Bersama ini, maka saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan “Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun” atas wafatnya bapak Soeharto, pada hari Minggu 27 Januari 2008 Masehi. Semoga apa-apa yang menjadi amal salehnya selama hidup didunia ini, bisa bermanfaat untuk kemaslahatan beliau dalam mempertanggung jawabkan kekhalifahan yang pernah dititipkan oleh Allah dihari pengadilan kelak.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran 3:185)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang dahsyat). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. Al-Anbiyaa 21:35)


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/blog/
http://armansyah.swaramuslim.net
https://arsiparmansyah.wordpress.com
http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejaknabipalsu.wordpress.com/

Fenomena Soeharto

Ada yang bersimpati, ada yang menangisi, ada yang mendo’akan, ada yang mencaci maki, ada yang sekedar membenci dan lain sebagainya. Semua itu tertuju pada satu orang yang saat ini sedang terbaring lemah tiada daya dan tiada tenaga disalah satu Rumah Sakit besar di Jakarta.

Satu orang itu, tidak lain dari Soeharto.
Seorang mantan Presiden yang pernah berkuasa selama kurang lebih 32 tahun disebuah negeri adidaya nan gemah ripah loh jinawi yang bernama Indonesia. Konon penduduk Indonesia itu dulunya 99% muslim, sayang saat ini jumlah tersebut berangsur-angsur mulai berkurang dan terus merosot. Baik disebabkan oleh mereka yang berpindah keyakinan menjadi penyembah berhala yang diatasnamakan Ketuhanan Maha Esa atau juga mereka yang memilih berkiblat pada “ajaran-ajaran minoritas” serta liberal.

Soeharto, dari usianya yang lanjut, tidak berlebihan bila disebut sebagai salah satu bapak bangsa Indonesia.
Pada masa kekuasaannya, banyak kemakmuran dicapai, harga-harga bahan pokok serba murah, BBM paling tinggi seharga tujuh ratus rupiah bahkan termasuk dollar Amerikapun berkisar dalam batas angka dua ribu sampai dua ribu limaratusan rupiah.

Soeharto, melalui orang-orang terdekatnya dalam yayasan-yayasan yang didirikannya, telah ikut mendirikan berbagai masjid disetiap kota dan pelosok negeri, konon idenya dahulu adalah membangun 1000 masjid.

Dimasanya, tidak ada demonstrasi, tidak ada hujat menghujat, tidak ada isu sekterianisme, isu nabi-nabi palsu atau peperangan antar agama.

Sebenarnya bukan tidak ada, bila saja kita mau jujur dengan sejarah, semua itu ada tetapi tidak banyak muncul kepermukaan ! Karena sang Jendral berbintang lima ini dengan cepat meredam semua gejolak yang membahayakan pemerintahannya itu.

Bangsa ini sempat populer dengan istilah Petrus yang merupakan singkatan dari Penembak Misterius.
Orang-orang tertentu yang vokal pada hari ini, besok siang tahu-tahu hilang dan ditemukan mayatnya disuatu tempat telah tewas tertembak.

Soehartokah dalangnya ?
Entahlah, hanya Allah saja yang Maha Tahu.
Berbicara tanpa bukti hanya akan membuat diri menjadi terjebak kedalam suatu masalah baru.

Peristiwa penumpasan DI/TII, Malari, Tanjung Priok dan lain sebagainya … setidaknya juga terjadi pada masa pemerintahan Soeharto. Termasuk tragedi Trisakti menjelang keruntuhan kekuasaannya tahun 1998 lalu.

Sejak beliau turun jabatan dari Presiden menjadi orang biasa, hukum tetap tidak bisa menyentuhnya.
Benar, hukum dapat berperan dalam menjerat Tommy Soeharto putranya.
Tapi hukum menjadi bisu saat berhadapan dengan sang mantan Presidennya sendiri.
Sebut saja mulai dari eranya kepresidenan Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan sekarang SBY.
Atau MPR mulai dari Amien Rais sampai Hidayat Nurwahid.

Hari ini, sejak beberapa pekan lalu persisnya.
Tokoh Orde Baru yang penuh kharisma itu dikabarkan sakit parah.
Sempat pula disebut kritis dan koma, tidak tanggung-tanggung Astana Giri Bangun juga telah dipersiapkan untuk pemakamannya.

Puluhan wartawan dari berbagai media berharap-harap cemas menunggu kabar tentang sang Jendral.
Jutaan, puluhan juta atau mungkin sudah milyaran uang dibayar demi mengembalikan kesehatan seorang Soeharto.

Banyak kolega, kawan atau bahkan orang-orang yang memusuhinya menyambanginya dirumah sakit.

Sekali lagi, Soeharto memang punya kharisma.
Bukan satu atau dua kali Trans7 menyiarkan liputan dokumentasi tentang Soeharto dimasa jayanya, demikian juga RCTI dan bahkan GlobalTV. Semua seolah berebut menayangkan sosok kehebatan dan kekharismatikan suami almarhumah Ibu Tien itu.

Ada celoteh kecil diruang tivi keluarga manakala menonton komentar sejumlah toko spiritual tentang nyawa berlapis dari Soeharto, bila sebenarnya sang tokoh tertangguhkan kematiannya bukan karena susuk anu atau jimat anu atau pernah bertapa dianu, melainkan karena memang Allah belum menghendaki ketentuan itu berlaku saat sekarang ini.

Aneh, Orang-orang yang ilmu agamanya campur aduk dengan ilmu-ilmu klenik kok dimintai keterangan tentang ajal ?

Kita tidak tahu apa rahasia ilahi dibalik semua kejadian ini, atau katakanlah kita baru sebatas bisa menebak-nebak saja. Bagaimanapun pasti ini ada kaitannya dengan dosa-dosanya dimasa lalu ketika masih berkuasa.

Paling tidak yang paling kecil, dosa-dosa pemaksaan pengambil alihan tanah rakyat kecil di Tapos bisa kita angkat kepermukaan seperti liputan disalah satu televisi swasta beberapa waktu lalu. Belum lagi yang lainnya yang pasti ada dan dibuat.

Tarik ulur jiwa Soeharto, bisa jadi merupakan siksaan tersendiri bagi sang jendral.
Betapa tidak, tubuhnya dihujani berbagai alat medis dan obat-obatan kimiawi sepanjang waktu.
Soeharto sekarang sebenarnya sedang menderita.
Dan kita layak prihatin serta merasa iba kepadanya atas dasar kemanusiaan.

Tetapi itulah pilihan.
Hidup ini punya banyak cabang dan ranting takdir.
Soeharto sudah memilihnya, dan kitapun sedang memilih pilihan kita sendiri.
Apakah akan menjadi seorang penghujat, seorang pembenci, seorang simpatisan atau apa ….

Allah adalah hakim yang sebaik-baiknya
Dia selalu punya cara tersendiri dalam menjalankan hukum-hukumNya

Tanggapan Armansyah untuk pernyataan MUI tentang Ahmadiyah

Tanggapan Armansyah untuk pernyataan MUI tentang Ahmadiyah

Sebenarnya ada hal yang cukup bisa dikritisi dari pernyataan MUI ini.
Hal tersebut adalah tentang eksistensi wahyu dan Nabi non syariat.

Jika memang kita mau jujur, maka harusnya paham akan turunnya Nabi Isa
al-Masih diakhir jaman harus juga dihilangkan dari umat Islam. Sebab selama
konsepsi ini masih ada, maka selama itu juga akan selalu bermunculan
orang-orang yang mengaku dirinya sebagai al-Masih al-Mau’ud. Contoh yang
terakhir adalah Ahmad Musaddiq (meski dia belum atau tidak mengaku sebagai
jelmaan/replika Isa al-Masih).

Bagaimanapun, konsepsi turunnya Nabi Isa diakhir jaman juga adalah konsepsi
dari masih adanya keberadaan wahyu dan kenabian non syariat ditengah umat
Islam. Inilah polemik yang harusnya menjadi pemikiran bersama.

Semoga dua buku saya, “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” dan “Jejak Nabi
Palsu” bisa ikut menyumbangkan pencerahan sekaligus paradigma baru tentang
polemik berkepanjangan ini. InsyaAllah.

Armansyah

Artikel Asli :

MUI: Penjelasan Ahmadiyah belum Batalkan Fatwa Sesat

Jakarta-RoL — Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menegaskan, 12 butir Penjelasan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) itu belum bisa membatalkan fatwa sesat MUI karena tidak ada penegasan bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukanlah Nabi.

“Yang penting itu adalah pengakuan mereka bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukanlah seorang Nabi dan Rasul. Kalau sekadar pernyataan bahwa Mirza adalah guru dan lain-lain percuma saja. Pernyataan itu interpretable,” kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (15/1).

Pernyataan JAI bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi penutup, menurut Ma’ruf, belum bisa disebut sebagai pengakuan bahwa tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad, karena dalam keyakinan Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi pembawa non syariat sementara Muhammad adalah Nabi pembawa syariat.

Pernyataan JAI bahwa tak ada wahyu syariat setelah Al Quranul Karim yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, menurut Ma’ruf, juga dapat diartikan sebagai ada wahyu nonsyariat.

Sedangkan pernyataan bahwa Buku Tadzkirah bukanlah kitab suci Ahmadiyah tidak menghapus keyakinan Ahmadiyah bahwa Buku Tazkirah adalah termasuk wahyu non syariat.

“Jadi kalau dari penjelasan itu belum bisa diartikan Jemaat Ahmadiyah telah kembali ke jalan yang benar. Belum ada kemajuan,” katanya.

Sementara itu, ditanya soal fatwa sesat MUI tahun 2005 yang juga memasukkan Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI), ia mengatakan, akan meninjau lagi seberapa jauh pengakuan GAI bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan Nabi.

“Dulu kami masukkan karena mereka menjadikan pemimpin orang yang mengaku-ngaku nabi,” katanya sambil menambahkan bahwa Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyatakan sesat terhadap kedua bentuk aliran Ahmadiyah sejak 1985, baik Ahmadiyah Qadian (JAI) maupun Ahmadiyah Lahore (GAI). antara/is

Telah Terbit “Jejak Nabi Palsu”

Telah Terbit “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq”

Buku

Karya fenomenal kedua Armansyah, penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”

Daftar ISI :

Dibalik Topeng Nabi Palsu——vii

Bila Quran dan Hadis telah Ditinggalkan——-xi

Ucapan Terima Kasih——xv

Bab I.

Kontroversi Kenabian dan Kerasulan—–19

BAB II.

Dari Avatar Hingga Al-Mahdi—–63

BAB III.

Jejak Nabi “Palsu”—–99

Kata Penutup—–217

Daftar Pustaka—–253

Tentang Penulis—–257

Indeks—-259

Dari Sa’d bin Abi Waqqas r.a. Nabi SAW berkata kepada Ali r.a ([dalam perang tabuk): “Antara aku dengan engkau laksana hubungan antara Musa dan Harun, tetapi tidak ada nabi lagi sesudahku.” – Riwayat Bukhari dan Muslim serta hadis yang senada juga dengan sanad dari Mush’ab bin Sa’ad

Nabi SAW bersabda: “Jika saja ada Nabi sesudah aku, tentulah dia adalah Umar Bin Khatab.” -Riwayat Tirmidzi

Pertanyaannya adalah ——-> Kenapa kita tidak melihat tokoh-tokoh terbaik Islam seperti Imam Ali bin Abu Thalib serta Khalifah Umar bin Khattab menyatakan diri mereka sebagai seorang Nabi jika memang pintu kenabian atau pintu kerasulan masih terbuka setelah wafatnya Nabi Muhammad ?

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kabilah-kabilah dari umatku mengikuti orang-orang Musyrik dan hingga mereka menyembah berhala-hala dari batu. Sesungguhnya, di tengah-tengah umatku akan muncul para pembohong besar, dan semuanya mengaku-ngaku sebagai nabi; padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku.” -Riwayat at-Tirmidzi dengan hadis-hadis senada diriwayatkan juga oleh Abu Daud dan Ahmad

Bila memang makna Khotaman Nabiyyin tidak seperti yang dipahami oleh Rasulullah SAW dan bila memang makna kewahyuan dalam korelasi kenabian tetap ada sampai kapanpun, kenapa kita tidak menemui pengakuan tersebut dari kalangan para keluarga Nabi yang suci (ahli baitnya) ? atau dari para sahabat terdekatnya ? atau dari kalangan Tabi’ dan Tabi’in ? bukankah seharusnya bila memang pintu kenabian itu tetap terbuka, maka Umar dan Ali-lah orang pertama yang patut menyandang pangkat tersebut sesuai sabda dari Nabi SAW sendiri ?

Jika memang katakanlah Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Musaddiq, Ahmad Mukti merupakan sosok nabi-nabi baru dijaman modern ini, maka dimana nabi-nabi pada periode sebelum ini ? dimana para nabi baru setelah Muhammad pada waktu penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia ? atau pada waktu Order Baru di Indonesia berkuasa ? atau pada waktu perang salib meletus ?

Benarkah Isa al-Masih masih hidup sampai hari ini ? ataukah Isa al-Masih justru sudah wafat dan hadis-hadis yang bercerita mengenainya bersifat alegoris dan mengandung pengertian persamaan penyifatan orang yang akan datang diakhir jaman dengan sifat-sifat Isa al-Masih ?

Syaikh al-Bani termasuk satu diantara sejumlah ulama Ahlussunnah yang menolak memahami hadis-hadis seputar turunnya Nabi ‘Isa al-Masih dan kedatangan al-Masih Dajjal secara metaforis, beliau dalam salah satu tulisannya mengecam orang-orang yang melakukannya sebagai orang yang sesat dan menyamakan posisi mereka kedalam kelompok Muktazilah dan musyabbihah yang mana pada masanya kelompok tersebut menjunjung tinggi akal dan berbagai bentuk penyifatan didalam memahami agama Islam, sebaliknya Penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, Armansyah, dengan didukung oleh banyak data-data penunjang (literatur) baik dari Islam atau diluar Islam menyatakan bahwa Nabi Isa al-Masih sudah wafat dan tidak akan datang lagi diakhir jaman, ini dituangkannya secara detil dan ilmiah pada bukunya yang berjudul “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” serta dilanjutkan secara lebih komprehensif pada buku “Jejak Nabi Palsu”.

Apa makna Syubbihalahum alias penyamaran Isa al-Masih dalam ayat 157 surah an-Nisaa dikitab suci al-Qur’an ?

Apa pula hubungannya dengan keberadaan para Mujaddid ?

“Sesungguhnya Allah mengutus bagi umat ini di penghujung setiap seratus tahun seseorang yang mentajdid (memperbaharui) agama umat ini.” – Riwayat Abu Daud dari Abu Hurairah

Tugas mujaddid bukan merubah apalagi membatalkan hukum¬hukum dan ketetapan al-Qur’an. Mujaddid adalah intelektual muslim yang akan memberikan penyegaran pemahaman atas sejumlah ayat¬ayat al-Qur’an secara lebih baik dan lebih aktual dengan mengacu pada peradaban yang ada disetiap jamannya. Jumlah mujaddid yang Allah tampilkan dalam setiap jaman bisa jadi hanya satu, namun bisa pula berbilang demikian menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih¬bersihnya. -Qs. 33 al-Ahzab :33

Apa kaitan ayat ini dengan kedatangan Imam al-Mahdi ?

Siapa sesungguhnya Imam al-Mahdi tersebut ? benarkah beliau Imam ke-12 sebagaimana dipercayai oleh kaum Syi’ah ? benarkah Imam Mahdi saat ini masih ghaib dalam artian sudah ada tapi tidak ditampakkan ? ataukah beliau justru belum dilahirkan ?

Dapatkan jawabnya hanya dibuku “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq”

Kata Pengantar oleh Bapak Abu Deedat Syihab MH, Ketua Umum Forum Anti Gerakan Pemurtadan (FAKTA) dan Saudara Aris Hardinanto, Pengamat Perbandingan Agama Semitik

Endorsmen supported by Ahmad Dani P (team Moderator Milis_Iqra), Mohammad S. Gozali (Pengasuh situs Swaramuslim), M.Nidzhom Hidayatullah (Sekretaris MUI Malang)

Karya kedua : Armansyah
Penerbit : Hikmah (PT. Mizan Publika) 2007
Tebal : 253 halaman

Harga : Rp. 44.000,-
Pemesanan langsung kepenulis plus ongkos kirim*

Buku “Jejak Nabi Palsu” sudah bisa diperoleh disemua toko buku diseluruh Indonesia tanpa terkecuali.

Buku “Jejak Nabi Palsu” bisa jadi tidak akan lengkap bila anda tidak membaca buku sebelumnya “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, jadi, buruan koleksi keduanya.
Ingat, “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” tidak ada di toko buku Gramedia !

Dapatkan buku ini ditoko-toko buku yang disupported oleh Restu Agung (lihat daftarnya pada http://milis_iqra.googlegroups.com/web/TOKO_RESTU_AGUNG.pdf ) atau toko-toko buku Islam seperti Gunung Agung dan sebagainya atau pesan sekarang juga dengan penulis.

Benar-benar 2 karya yang InsyaAllah mencerahkan dan memberi pemahaman berbeda dari buku-buku yang pernah anda baca sebelum ini !

Kepada anak-anakku, Sultan Daffa dan Masayu Haura, kalian adalah pemicu bangkitnya tanggung jawab untuk merampungkan kedua naskah buku ini.
Semoga apa yang sudah Papa lakukan ini bisa ikut menjadi salah satu bentuk usaha pencerahan serta penyelamat kehidupan beragama kalian kelak bila sudah tumbuh dewasa, hingga kalian tidak mudah ditipu oleh kemaksiatan jaman serta fatamorgana Iblis dengan dalih Messianisme, al-Mahdi, kenabian atau kerasulan.

Papa tidak mungkin akan selalu ada menyertai jalan-jalan panjang kehidupan kalian, tetapi Papa juga tidak mau kalian celaka dan menjadi kaum penantang Tuhan. Berpegang teguhlah kalian terhadap syahadat ketauhidan Allah dan kerasulan Muhammad SAW, sebab dari sini keselamatan akan terpancarkan.

Ingat Nak, “Tuhanmu adalah Allah, Tidak beranak dan tidak diperanakkan, Nabi terakhirmu adalah Muhammad bin Abdullah, Kitab sucimu adalah al-Qur’an” !

http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/
Tanamkan ini dijiwa dan akal kalian !

Penulis

SEPUTAR BUKU “REKONSTRUKSI SEJARAH ISA AL-MASIH”

SEPUTAR BUKU : Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih

Dasar Penulisan Buku

Dan Kami telah menurunkan kepadamu kitab dengan penuh kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang pernah diturunkan sebelumnya dan sebagai korektor terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. -Qs. 5 al-Ma’idah 48

Tujuan Buku ini

Terbitnya buku ini memang dimaksudkan untuk dua hal utama, yaitu menanggapi pernyataan-pernyataan James D. Tabor dalam bukunya “Dinasti Yesus” yang banyak melakukan hujatan maupun fitnahan atas diri pribadi Maryam dan puteranya, Isa al~Masih, dua orang tokoh suci yang begitu dihormati dalam pandangan al~Qur’an serta melakukan usaha Rekonstruksi kesejarahan Isa al~Masih itu sendiri dengan menggali ulang dari naskah-naskah yang bercerita mengenainya.

Tidak tertutup kemungkinan dibeberapa bagian buku ini akan menuai pro dan kontra ditengah masyarakat Kristiani atau Islam sendiri yang dirasa cukup menantang banyak “dogma sakral” yang selama ini begitu populer dan ditanamkan dikepala kita sejak anak-anak. Sejumlah kritik balik kita kepada riwayat-riwayat yang berasal dari sosok Abu Hurairah misalnya, ataupun tindakan kita dengan menjadikan al-Kitab kanonik dan sejumlah kitab-kitab apokripa Kristiani sebagai acuan penulisan.

Garis Besar Isi Buku

Buku ini akan mencoba menelusuri jejak Isa al~Masih dalam pentas sejarah dengan mengawinkan berbagai sudut pemahaman yang ada, dari yang paling ortodok, fenomenal sampai pemahaman modern dengan kajian-kajian kritis terhadapnya berdasarkan al-Qur’an.

Penelusuran ini akan dimulai dari pemahaman bahwa Isa al~Masih merupakan anak haram hasil hubungan Maryam dengan tentara Romawi yang diduga bernama Julius Tiberius Abdes Pantera sebagaimana klaim dari James D. Tabor dalam bukunya Dinasti Yesus, sampai kepada pemahaman bahwa Isa al~Masih anak biologis dari Yusuf situkang kayu dengan Maryam dan penelusuran jejak-jejak pemahaman tentang Isa al~Masih dari peristiwa penyaliban dan kebangkitannya dari kubur hingga beragam informasi yang menceritakan perjalanan dakwahnya keluar dari Yerusalem pasca tragedi tersebut dari mulai informasi pernikahannya dengan Maria Magdalena sampai ke Prancis Selatan, Inggris, Kashmir, Himalaya bahkan sampai di-isukan terbang ke Planet Venus sekaligus mencoba menyingkap isu kedatangannya yang kedua diakhir jaman dari sisi Islam dan Kristen.

Buku ini mencoba untuk memberikan tinjauan-tinjauan ulang terhadap semua uraian James D. Tabor melalui bukunya Dinasti Yesus ataupun tulisan-tulisannya yang ada didalam blog pribadinya di Internet dari sudut pandang Islam dan sejumlah literatur kesejarahan berkaitan. Tidak itu saja, buku ini juga akan mengupas beberapa topik permasalahan klasik yang sering menjadi tema-tema utama setiap perdiskusian lintas iman di Internet antara Islam dan Kristen menyangkut “status kesejarahan” dari Isa al~Masih mulai dari masa kecilnya, dakwahnya ditengah Bani Israel sampai misteri penyalibannya dan tidak ketinggalan menyangkut kontroversi ketuhanan yang dilekatkan terhadap dirinya oleh pihak gereja.

Sistematika Penulisan

Lukas sendiri ketika pertama menulis kitab Injilnya, secara jujur mengatakan bahwa diapun sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak penulis dimasa itu yang mencoba merekonstruksi tentang berbagai peristiwa yang telah ditulis dan beredar dimasyarakat sebelumnya untuk dibukukan secara teratur atau sistematis (Lihat Injil Lukas pasal 1 ayat 1 s/d 3) :

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, – Injil Lukas pasal 1 ayat 1 s/d 3
Saat ini, hal yang kurang lebih sama dengan Lukas, saya lakukan.

Bagaimanapun perbedaan akan tetap selalu ada, begitupun dengan kata setuju atau tidak setuju, namun ada sebuah pepatah bijak mengajarkan kepada kita untuk belajar sepakat dengan ketidak sepakatan. Saya memulai penulisan buku ini dari sejarah awal ibunda Isa al~Masih, sang perawan Maria atau Maryam al-‘Uzara’ yang difitnah oleh James D. Tabor telah melahirkan Isa sebagai anak dari hasil perzinahannya dengan seorang serdadu Romawi bernama Julius Tiberius Abdes Panthera. Beranjak dari jawaban-jawaban balik untuk pernyataan Tabor, perlahan tapi pasti saya mengajak anda untuk menelusuri semua pemberitaan yang dihubungkan dengan sosok Isa al~Masih sejak ia dilahirkan sampai penyaliban di Yerusalem, selamatnya ia dari peristiwa itu dan perjalanannya keberbagai negeri di wilayah Asia, Eropa dan Timur Tengah hingga perdebatan seru menyangkut makamnya yang sejati.

Jika catatan-catatan sejarah tersebut ditolak secara keseluruhan hanya karena ia tidak diakui secara resmi oleh pihak gereja, tidak dengan serta merta membuatnya menjadi catatan sejarah yang pasti bernilai salah.

Perjalanan panjang sejarah manusia memang sering membuat nilai-nilai kebenaran wahyu yang ada menjadi terdistorsi, apalagi bila didalam sejarahnya, umat-umat yang terkait dengan turunnya wahyu itu terlibat didalam berbagai pertempuran dan konflik kepentingan nafsu pribadi.

Sumber Pustaka

Terimakasih atas kemuliaan akal yang diberikan oleh Allah kepada manusia sehingga dengannya maka Internet bisa terwujud. Saat saya terbentur pada beberapa masalah, dengan sedikit koneksi kabel telepon keperangkat modem yang menempel dislot CPU komputer maka tersajilah dihadapan saya informasi dan literatur yang saya butuhkan dari mesin-mesin pencari seperti Google, Yahoo, Altavista, MSN dan lain sebagainya.

Mungkin ini pula salah satu hikmah kenapa Allah mengarahkan saya untuk bergelut di ilmu-ilmu komputer dalam meraih gelar kesarjanaan. Peradaban dunia telah mengantarkan manusia untuk melewati batas-batas geografis yang selama ini menjadi pengalang besar untuk dapat berinteraksi dan mendapatkan literatur-literatur kesejarahan lintas madzhab dan agama. Teknologi Internet telah merubah cara orang untuk belajar dan mendapatkan ilmu sebagai jalan mencari kebenaran yang hakiki. Pendalaman ilmu-ilmu Informatika dan Komputer adalah salah satu jembatan untuk melakukan “Israk wal Iqrak” terhadap ilmu-ilmu Allah yang tersebar disegenap penjuru dunia.

Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi ? padahal mereka mempunyai hati yang dengan hati itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar; Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. -Qs. 22 al-Hajj : 46

Ajakan diskusi terbuka

Sebagai penulis, tentu saja saya harus siap menerima kritik maupun sanggahan atas buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” ini.

Tidak perlu ada ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan disisi saya, ini dunia ilmiah, jadi mari kita sama-sama bersikap sebagaimana orang-orang ilmiah beradu argumentasi.

Silahkan siapkan undangan, mari kita musyawarahkan waktu dan tempatnya, kita coba angkat buku ini kepentas dialog terbuka. Hadirkan pakar-pakar manapun untuk mengkritisi tulisan tersebut, it’s not a big deal buat saya.

Ini tantangan terbuka dari saya.
Mari kita berbicara data dan kita berbicara logika !

Pencekalan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” diberbagai toko buku Gramedia seluruh Indonesia tidak akan mampu menghalangi menyebarnya buku ini ditengah masyarakat dan umat.

Ucapan Terimakasih

Terimakasih saya ucapkan juga kepada Sdr. Aris Hardinanto dan Tim FAKTA (khususnya buat Bapak Masyhud SM) yang telah banyak mendukung langkah-langkah saya, begitu juga dengan Ibu Irena Handono dan team Irena Centernya serta Bapak Mohammad S. Ghasali dari Swaramuslim.

Hal senada saya sampaikan untuk para sahabat dan tim Moderator Milis_Iqra serta simpatisan lainnya.

Pesan

Imam Ali bin Abu Thalib pernah berkata :

Manusia itu ada 3 macam : Rabbaniy yang berilmu atau orang yang senantiasa belajar dan selalu berusaha agar berada dijalan keselamatan atau orang-orang awam yang bodoh dan picik, yang mengikuti semua suara – yang benar maupun yang batil -bergoyang bersama setiap angin yang menghembus, tiada bersuluh dengan cahaya ilmu dan tiada melindungkan diri dengan pegangan yang kukuh-kuat.

Ilmu adalah lebih utama daripada harta. Ilmu akan menjagamu, sedangkan kau harus menjaga hartamu. Harta akan berkurang bila kau nafkahkan, sedangkan ilmu bertambah subur bila kau nafkahkan. Demikian pula budi yang ditimbulkan dengan harta akan hilang dengan hilangnya harta.

Makrifat ilmu seperti juga agama, merupakan pegangan hidup terbaik. Dengannya orang akan beroleh ketaatan dan penghormatan sepanjang hidupnya serta nama harum setelah wafatnya, ilmu adalah hakim dan harta adalah sesuatu yang dihakimi. Kaum penumpuk harta-benda telah mati dimasa hidupnya, sedangkan orang-orang yang berilmu tetap hidup sepanjang masa. Sosok tubuh mereka telah hilang, namun kenangan kepada mereka tetap dihati.

Sumber : Mutiara Nahjul Balaghah : Wacana dan surat-surat Imam Ali R.a, Penerbit Mizan, 1999, Pasal 13 : Nasehat untuk Kumail bin Ziyad an-Nakha’y, Hal. 35 s/d 37


Salamun ‘ala manittaba al Huda
ARMANSYAH

Aplikasi “Panduan Cepat Diskusi Lintas Kitab”

Bisa didownload bebas bagi member Milis_Iqra :

Aplikasi “Panduan Cepat Diskusi Lintas Kitab” atau PCDLK di :
http://milis_iqra.googlegroups.com/web/PCDLK (2).zip

Silahkan mendistribusikannya secara bebas selama itu membantu untuk
kemaslahatan umat ….


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.net
https://arsiparmansyah.wordpress.com
http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejakpararasulsetelahmuhammad.wordpress.com/

%d bloggers like this: