Indahnya nikmat Allah …

Ketika sakit baru terasa sekali nikmatnya sehat, ketika lemah baru terasa nikmatnya kuat… ah, manusia memang makhluk yang penuh ketidaksempurnaan dan sungguh makhluk yang juga penuh keluh kesah. Ternyata memang orang-orang pilihan Allah itu luar biasa, — sembari membayangkan perjuangan Nabi Ayyub.

Ibnu Umar pernah berkata :

Bila kamu berada di sore hari, maka janganlah kamu menunggu datangnya waktu pagi, dan bila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu sore, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu. (Sumber: Shahih Bukhari 5937)

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang senantiasa bersyukur.

Orang yang sudah wafat wajib dijaga aibnya

Mengapresiasi dan mengenang kembali kisah seorang tokoh yang pernah hidup dalam bentuk tayangan infotainment, film atau dokumenter tidak dapat dikatakan terlarang dari sudut agama. Tapi tentunya pihak-pihak terkait harus jeli dan cerdas dalam memilih dan memilah hal-hal yang boleh untuk ditampilkan dan mana hal yang justru harus di edit ulang atau tidak ditayangkan.

Dulu saya pernah mengkritik penayangan film biografi alm. Uje yang menurut saya ada sejumlah adegannya yang tidak pantas untuk ditampilkan ketengah publik meskipun pemeran sang tokoh dakwah itu sendiri adalah orang lain. (Lihat: http://goo.gl/40DkX5).

Sekarang hal inipun berlaku untuk kasus almarhum Olga. Sebagai seorang entertainer khususnya dibidang komedi dan juga artis film, pasti ada beberapa adegan atau banyolan yang ia perankan semasa hidupnya berlawanan dengan syari’at agama Islam yang ia yakini. Misalnya saja jika ada adegan-adegan film dirinya bersama penayangan pengumbaran aurat perempuan. Ini harus di cut atau bahkan tidak usah ditayangkan sama sekali sebab hanya akan membuatnya semakin menderita atas dosa-dosa jariyah masa lalunya yang harusnya dikubur dan ditutupi tapi malah dipublikasikan ulang.

Hal yang sama juga hendaknya terhadap artis-artis masa lalu lainnya yang sekarang sudah sadar dan menghijabi dirinya selaku seorang muslimah. Sebut saja misalnya nama Inneke Koesherawati. Film-film lawasnya itu mestinya tidak lagi diputar dalam bentuk apapun.

Itu jaman dia masih jahiliyah terhadap agamanya. Sekarang dia sudah berubah dan salah satu bentuk kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya adalah untuk menutupi aibnya. Apa lagi jika orang yang bersangkutan justru sudah tiada. Kita semua cinta Uje, kita semua cinta olga tapi kita harus paham bila cinta juga punya batasan. Cintailah sesuatu itu sesuai aturan Allah. InsyaAllah kita selamat dan orang-orang yang kita cintai dan idolakan itupun selamat.

Semoga bermanfaat.
Maaf lahir dan batin.
28 Maret 2015

Armansyah Azmatkhan, M.Pd

Politik belah bambu untuk parpol KMP

Melihat politik belah bambu terhadap parpol koalisi merah putih akhir-akhir ini, kita memang mau tidak mau harus memberi apresiasi kepada para musuhnya yang sukses menjalankan permainan ala de vide et impera kolonial Belanda. Satu demi satu parpol pendukung capres Prabowo Subianto itu luruh akibat friksi yang muncul atau dimunculkan dari internal partainya masing-masing. Sebut saja PPP, PAN dan terakhir adalah Golkar.

Kekuatan penyeimbang di parlemenpun akan semakin berkurang dan membuat kekuatan pro status quo yang sedang berkuasa akan semakin bebas dalam membuat kebijakan dan keputusan yang kontra rakyat. Akhirnya penolakan yang disampaikan atas kebijakan tidak populis dari pemerintah menjadi suara sumbang yang tidak berarti apa-apa. Satu-satunya harapan hanya tinggal menunggu kekuatan rakyat yang direpresentasikan oleh para mahasiswa.

Sekarang semakin jelas fakta terkait kelompok yang memang idealis dalam berjuang dan kelompok mana yang cuma mencari keuntungan pribadi serta mana pula yang ambigu. Saya memberikan apresiasi positif terhadap PKS secara khusus yang meskipun dihantam oleh banyak kejadian dan fitnah bahkan juga utak-atik gathuk namun tetap bertahan tanpa terpecah belah. Semua kadernya insyaAllah tetap diberi keistiqomahan dalam berjuang untuk dan atas nama Allah bagi kemaslahatan umat serta bangsa.

%d bloggers like this: