Khotibun naas bi lughoti qaumihim

Menjadi makmum disalah satu masjid di Palembang, ketika mulai masuk khotbah ke-2 sampai baca doa usai sholatnya, semua menggunakan bahasa Arab. Saya serasa sedang berada di timur tengah. Padahal, jemaah yang menjadi makmum terdiri dari berbagai profesi dan latar belakang pendidikan. Belum tentu semua mengerti apa yang disampaikan dan apa yang dibaca. Padahal sudah jelas kaidahnya: Khotibun naas bi lughoti qaumihim, berbicaralah kepada manusia dengan bahasa kaumnya. Tujuannya agar orang yang diajak bicara itu paham dan mengertos, bukan sekedar mengangguk-angguk seperti orang sedang mabuk atau mengucap amin tapi tak tahu apa yang ia amini.

Saya jadi ingat ketika dulu masih sering bolak-balik Palembang-Yogya, beberapa kali ikut jemaahan subuh dan jum’at disana, khotib dan ustadznya total menggunakan bahasa Jawa. Lah, saya yang sama sekali ora ngertos boso jowo ya bingung, nih khotib sedang ngomong apaan ya? Akhirnya biar saya gak terlalu kelihatan “bodohnya” sama makmum disebelah, saya cuma goyang tubuh kanan-kiri, dalam hati dzikir sendiri, lah iya wong saya tak ngerti apapun yang dibicarain, masak saya harus manggut-manggut geleng-geleng sambil sesekali senyum? Yah, ini sekedar cerita saja dari masa lalu.

Wama Arsalna min Rosulin illa bilisani qowmihi, liyubayyina lahum | Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. (Surah Ibrahim ayat 4)

Status FB, Jum’at 28/02/2014

MUI, Tempo dan sikap kita

Saya tidak ingin berpolemik dengan pemberitaan TEMPO. Jujur saya tidak percaya sepenuhnya dengan majalah ini. Tetap jaga kehormatan para ulama kita di MUI, jangan terpancing dengan berbagai pemberitaan yang belum jelas apalagi itu menyudutkan orang-orang yang insyaAllah sholeh. Benar dan salah, mari serahkan pada proses pengadilan. Mudah-mudahan Allah membukakan semua tabir yang sekarang masih menutupi. Tidak usah ikut menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya bagi kita. | Musuh sedang mencari-cari jalan untuk merusak hubungan umat dan ulamanya. | Ingat, ini (2014) adalah tahun politik!

cover-tempo-MUI

Jika ragu dengan kehalalan suatu makanan yang akan kita makan, cukup ikuti apa yang terdapat dalam riwayat berikut:

Sunan Abu Daud 3275: Dari Aisyah radliallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebutkan nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: BISMILLAAHI AWWALAHU WA AAKHIRAHU (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya) ‘.”

Musnad Ahmad 1244: Dari Ibnu A’bud berkata; Ali bin Abu Thalib berkata; “Wahai Ibnu A’bud! Apakah kamu tahu hak makanan?” dia bertanya; “Apakah haknya Wahai Ibnu Abu Thalib?” dia menjawab; “Kamu membaca: BISMILLAHI ALLAHUMMA BARIK LANA FIMA RAZAQTANA (Dengan nama Allah, ya Allah berilah keberkahan pada kami, kepada apa yang telah engkau karuniakan kepada kami).” Ali Radhiallah ‘anhu bertanya; “Apakah kamu tahu bagaimana cara syukur jika kamu telah selesai?” Dia berkata; “Bagaimana cara syukurnya?” Ali Radhiallah ‘anhu menjawab; “Kamu membaca: ALHAMDULILLAH ALLADZI ATH’AMANA WA SAQANA (Segala puji bagi Allah, yang telah memberi makan kami dan memberi minum kami).”ย 

Silahkan dishare, di repost jika dirasa bermanfaat. Tak perlu izin.

Status FB, 27 Feb 2014.

Patuhilah peraturan lalu lintas

Tadi pagi melihat seorang pengendara motor, ibu-ibu (dan sepertinya membawa anak kecil) ditabrak oleh mobil di persimpangan lampu merah charitas Palembang. Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang parah pada mereka berdua. Jarak saya berseberangan dan jauh dari lokasi, tapi tadi Alhamdulillah saya lihat ada beberapa anggota polisi dan satu TNI yang membantu ibu tersebut. | Semoga kejadian ini dapat membuat kita semua selaku pengendara kendaraan, entah mobil ataukah motor, dapat lebih berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas secara benar. Semua demi keselamatan kita bersama.ย 

Kita mengejar waktu tapi kita kadang lupa bahwa waktu itu tak sebanding dengan nyawa dibadan kita dan dibadan orang lain. Bagi yang takut terlambat kekantor, ya paling anda kena marah bos anda, ujung-ujungnya dapat SP, kalaupun anda diberhentikan kerja, ya masih ada kesempatan untuk mencari pekerjaan yang lain. Tapi jika sampai anda kecelakaanโ€ฆ jika anda mati, anda tak punya kesempatan untuk hidup lagi. Jika anda sampai menabrak orang lain dan ia mati, anda pasti juga rugi lebih banyak lagi, anda harus bertanggung jawab secara hukum dan moral. Penjara, boleh jadi sudah pasti menanti, itu artinya, pekerjaan tetap akan diberhentikan, malah lama mendekam dalam jeruji.ย 

Penting lagiโ€ฆ dalam berlalu lintas, selalulah ingat Allah dan ingat keluarga. Ketika hendak melanggar peraturan lalu lintas, ketika hendak ngebut, coba sejenak bayangkan wajah anak-anak kita, bayangkan wajah istri kita, bayangkan wajah ibu kita. Mudah-mudahan pesan ini memberi inspirasi untuk kita semua agar lebih menjaga diri di jalan raya.

Status FB, 26/02/2014.

Muhasabah Kematian

Pernah melihat orang meninggal? Pernah datang kekuburan? Nah, mereka itu semua juga sama seperti kita, mereka mengira bahwa mereka akan hidup sampai esok hari. Faktanya mereka hari ini sudah dalam tanah, terkubur beserta seluruh amal baik dan amal buruknya. | Lalu kapan giliran kita?ย 

#nasehatuntukdiriku

Status FB, 25/02/2014

Inspirasi untuk para kader dakwah

Terlalu ringan rasanya jika perjuangan para daโ€™i dalam berdakwah berjalan datar-datar saja. Tidak ada halang rintang yang menentang, tak merasakan getirnya bantahan dan garangnya tentangan dari orang-orang yang didakwahi. Apalagi jika sama sekali tak pernah merasakan perihnya hati dicaci maki. Bila demikian, maka perlu dipertanyakan โ€œmisi apa yang dibawa dalam dakwahnya sang daโ€™i?โ€.ย 

Karenanya, telah menjadi keniscayaan, seorang daโ€™i seharusnya mengemban visi mengajak umat kepada Allah. Dan setiap ajakan menuju Allah pasti ditentang dan dimusuhi. Ini sudah menjadi tradisi yang diwariskan sejak jaman Nabi dan para Wali.

Tak ada hadiah yang lebih indah dan membahagiakan bagi seorang pendakwah selain dapat menyaksikan mereka yang didakwahi menjadi golongan orang-orang yang taโ€™at beribadah. Karena tujuan sebenarnya dakwah bukanlah agar sang daโ€™i mendapati banyak jemaโ€™ah. Melainkan supaya semakin banyak orang menjadi taโ€™at pada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Wahai para kader dakwah. Jadilah engkau daโ€™i yang ikhlas, yang berpegang teguh hanya pada hukum Allah dan Sunnah Rasulullah Saw. Tanpa harus tergoyah harapan akan penghormatan atau sebuah ketenaran, apalagi jika dakwah dijadikan sumber penghasilan. Daโ€™i sejati berdakwah semata-mata hanya mengharap Ridha Illahi.

Wahai para wakil Allah. Bersabarlah atas mereka yang memusuhi, yakinilah itu semua karena ketidaktahuannya. Usah hiraukan halang rintang yang menghadang. Percayalah suatu hari Allah memberikan kemenangan. Bersabarlah, bersabarlah. Bersabarlah dan teruslah berdakwah. Jangan patah sebelum sampai di jannah.

Wahai para warisan Nabi. Jadilah engkau daโ€™i sejati. berdakwahlah dengan hati, ajaklah mereka dengan hikmah dan cinta. Selamatkan umat dari kegelapan. Bawalah mereka berdiri tegap satu barisan dibawah kibaran bendera Rasulullah Saw.

Wahai para daโ€™i sejati, teruslah berdakwah, teruslah berkarya. Allahu Akbar..!ย 

Copas inspirasi dari bersamadakwah.com

Tuduhan baru: Wahabi!

Dulu ketika saya memberi apresiasi pada Iran dan Presidennya waktu itu (Ahmadinejad) saya pernah dihakimi sebagai penganut syiah dan minimal simpatisan syiโ€™ah. Sayapun โ€œdimusuhiโ€. Dulu juga, karena saya sering berdiskusi dengan mengedepankan akal terhadap nash, saya dihakimi sebagai seorang muktazilah. Sayapun โ€œdimusuhiโ€ dianggap tidak โ€œnyunnahโ€. Hari ini, giliran saya lebih banyak menggunakan al-Qurโ€™an dan as-Sunnah, saya divonis sebagai seorang wahabi. Entah konsep dan terminologi bagaimanapun istilah wahabi yang dimaksudkan itu. Tapi lagi-lagi saya โ€œdimusuhiโ€ malah ada yang meminta saya berhenti untuk berdakwah (setidaknya dakwah yang dimaksud oleh beliau adalah dalam skala kecil di media sosial).ย 

Sebenarnya, fakta bahwa kita ini lebih banyak beragama dengan prasangka bukan dengan ilmu. Kita berprasangka lalu dengan prasangka negatif tersebut kita mengajak orang lain untuk ikut dalam lautan kebencian. Padahal al-Qurโ€™an yang harusnya menjadi pedoman diatas pedoman, sejak dini memberi informasi:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. (Al-Hujurat ayat 12)

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (Al-Maaidah ayat 8).

#renunganuntukdiriku

Status FB, 27/02/2014

Bermacam teks dan bacaan Sholawat Nabi

Oleh : Armansyah

Berikut ini adalah macam-macam bentuk dari bacaan sholawat Nabi sesuai dengan yang saya dapati pada kitab-kitab hadist muktabar yang diakui oleh ulama Islam. Semua saya tampilkan lengkap dengan narasi Arab serta rantai perawinya.

Silahkan untuk diamalkan dan disebarkan jika memang diperlukan untuk itu, semoga menjadi amal jariyah dan investasi akhirat bersama.

Sunan Ibnu Majah 896: Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Bayan berkata, telah menceritakan kepada kami Ziyad bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Al Masโ€™udi dari Aun bin Abdullah dari Abu Fakhitah dari Al Aswad bin Yazid dari Abdullah bin Masโ€™ud ia berkata; โ€œJika kalian membaca shalawat kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam maka baguskanlah, sebab kalian tidak tahu, bisa jadi shalawat itu dihadirkan di hadapannya (Rasulullah). โ€ Al Aswad berkata; โ€œOrang-orang pun berkata Abdullah bin Masโ€™ud, โ€œAjarkanlah kepada kami, โ€ Abdullah bin Masโ€™ud berkata;

โ€œBacalah; ALLAHUMMA IJโ€™AL SHALAATAKA WA RAHMATAKA WA BARAKAโ€™ATIKA โ€˜ALA SAYYIDIL MURSALIIN WA IMAAMIL MUTTAQIIN WA KHAATAMIN NABIYYIN MUHAMMADIN โ€˜ABDIKA WA RASUULIKA IMAAMIL KHAIRI WA QAA`IDIL KHAIRI WA RASUULIR RAHMAH. ALLAHUMMABโ€™ATSHU MAQAAMAN MAHMUUDAN YAGHBITHUHU BIHIL AWWALIIN WAL AKHIRIIN. ALLAHUMMA SHALLI โ€˜ALA MUHAMMADIN WA โ€˜ALA ALI MUHAMMADIN KAMAA SHALLAITA โ€˜ALA IBRAHIM WA โ€˜ALA ALI IBRAHIM INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN. ALLAHUMMA BAARIK โ€˜ALA MUHAMMAD WA โ€˜ALA ALI MUHAMMADIN KAMAA BAARAKTA โ€˜ALA IBRAHIM WA โ€˜ALA ALI IBRAHIM INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN

(Ya Allah, jadikanlah shalawat, rahmat dan berkah-Mu kepada pemimpin para Nabi yang diutus, imam orang-orang yang bertakwa dan penutup para Nabi, Muhammad, hamba dan rasul-Mu. Seorang imam dan pemimpin kebaikan, serta rasul pembawa rahmat. Ya Allah, bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji, kedudukan yang menjadikan iri orang-orang terdahulu dan yang akan datang. Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. โ€œ

Teks Arabnya :

ุณู†ู† ุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ูจูฉูฆ: ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุงู„ู’ุญูุณูŽูŠู’ู†ู ุจู’ู†ู ุจูŽูŠูŽุงู†ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฒููŠูŽุงุฏู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุนูŽูˆู’ู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ููŽุงุฎูุชูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ุจู’ู†ู ูŠูŽุฒููŠุฏูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ
ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฃูŽุญู’ุณูู†ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽุง ุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูุนู’ุฑูŽุถู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽู‡ู ููŽุนูŽู„ู‘ูู…ู’ู†ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ููˆู„ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุตูŽู„ูŽุงุชูŽูƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูŽูƒูŽ ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชููƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏู ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฎูŽุงุชูŽู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ููŠู†ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ููƒูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽู‚ูŽุงุฆูุฏู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุจู’ุนูŽุซู’ู‡ู ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู‹ุง ู…ูŽุญู’ู…ููˆุฏู‹ุง ูŠูŽุบู’ุจูุทูู‡ู ุจูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠุฏูŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠุฏูŒ

ย 

Sunan Ibnu Majah 894: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Wakiโ€™ berkata, telah menceritakan kepada kami Syuโ€™bah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami โ€˜Abdurrahman bin Mahdi dan Muhammad bin Jaโ€™far keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Syuโ€™bah dari Al Hakam ia berkata; aku mendengar Ibnu Abu Laila berkata; Kaโ€™ab bin Ujrah menemuiku dan berkata; โ€œMaukah kamu aku beri suatu hadiah? Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam keluar menemui kami, lalu kami bertanya, โ€œKami telah mengetahui bagaimana salam kepadamu, lalu bagaimana cara shalawat kepadamu?โ€

beliau menjawab: โ€œUcapkanlah; ALLAHUMMA SHALLI โ€˜ALA MUHAMMADIN WA โ€˜ALA ALI MUHAMMADIN KAMAA SHLLAITA โ€˜ALA IBRAHIM INNAKA HAMIDUN MAJIIDUN. ALLAHUMMA BAARIK โ€˜ALA MUHAMMADIN WA โ€˜ALA ALI MUHAMMADIN KAMAA BAARAKTA โ€˜ALA IBRAHIM INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN (Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung). โ€œ

Teks Arabnya:

ุณู†ู† ุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ูจูฉูค: ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ููŠู‘ู ุจู’ู†ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ูˆูŽูƒููŠุนูŒ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุดูุนู’ุจูŽุฉู ุญ ูˆ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจู’ู†ู ุจูŽุดู‘ูŽุงุฑู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ู ูˆูŽู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจู’ู†ู ุฌูŽุนู’ููŽุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุดูุนู’ุจูŽุฉู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุญูŽูƒูŽู…ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุงุจู’ู†ูŽ ุฃูŽุจููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ
ู„ูŽู‚ููŠูŽู†ููŠ ูƒูŽุนู’ุจู ุจู’ู†ู ุนูุฌู’ุฑูŽุฉูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู„ูŽุง ุฃูู‡ู’ุฏููŠ ู„ูŽูƒูŽ ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุฉู‹ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู‚ูŽุฏู’ ุนูŽุฑูŽูู’ู†ูŽุง ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ููŽูƒูŽูŠู’ููŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ููˆู„ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠุฏูŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠุฏูŒ

Continue reading

%d bloggers like this: