Kritik Hadis Shahih : tentang ‘aisyah dan Salim

Kritik Hadis Shahih : tentang ‘Aisyah dan Salim

Oleh : Armansyah

السَّلَامُ عَلَىٰ مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَىٰ

Sebagai umat Islam, kita wajib untuk mempercayai apapun yang disampaikan melalui lisan Rasulullah Muhammad SAW. Karena beliau adalah uswatun hasanah, petunjuk beliau adalah sebaik-baiknya petunjuk.

Tetapi, terkadang kita mesti kritis juga dengan semua hal yang dinisbatkan pada diri Rasulullah Saw atau juga para keluarga beliau yang suci, baik dari istri-istrinya sampai kepada puteri, menantu dan cucu-cucu beliau SAW.

Continue reading

Advertisements

Apakah orang non-Islam masuk syurga ?

Apakah orang non-Islam masuk syurga ?

Oleh : Armansyah

Soal – Jawab

Feb 8, 2008 3:51 PM, Ifadah <ifadah@gmail.com> posted in Milis_Iqra :

1. Kalau “syariat” dijadikan ukuran masuk surga. Karena dalam “Syariat” (fiqih) banyak perbedaan pendapat, maka fiqih yang mana yang menjadi ukuran masuk surga?

2. Kalau “Aqidah” yang dijadikan ukuran masuk surga. Dalam “Aqidah” (ilmu kalam) banyak mazhab dan perbedaan pendapat, maka mazhab akidah yang mana yang menjadi ukuran masuk surga.

3. Bagaimana dan apa maksudnya firman Allah swt berikut ini:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nashrani, dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar2 beriman pada Allah dan hari akhir, kemudian beramal sholeh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 62).

Dalam sepengetahuan saya ayat ini tidak dimansukh. Bahkan ada mufassir yang kebingungan dalam menafsirkan ayat ini.

Wassalam

Syamsuri Rifai

http://shalatdoa.blogspot.com

http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia

http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Jawaban saya (Armansyah) :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amal yang baik, maka mereka akan mendapat ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka berduka cita. – Qs. al-Baqarah 2: 62

Mari kita bahas :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا

1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman 

Sudah jelas disini orang-orang yang beriman adalah umatnya Nabi Muhammad Saw, yaitu orang yang mengakui Allah Tuhannya dan Muhammad Nabi-Nya, termasuk didalamnya orang kafir yang akhirnya menerima Islam.

Kenapa Islam menolak Trinitas

Kenapa Islam menolak Trinitas

Oleh : Armansyah

Telah umum diketahui bahwa Islam adalah ajaran Tauhid, yaitu sebuah bentuk pengajaran satu Tuhan. Tidak ada tempat bagi tuhan-tuhan dalam pengertian jamak didalam ideologi Islam. Oleh sebab itu maka didalam Islam tidak dikenal juga istilah dewa-dewa yang menjadi pusat permintaan tolong, dipuja dan disembah sebagaimana dalam agama-agama lainnya. Tidak ada dewa bumi, dewa hujan, dewa air, dewa api dan seterusnya. Olehnya juga tidak ada istilah sesembahan, sesajenan yang ditujukan buat mereka. Didalam Islam, Tuhan itu adalah satu olehnya maka Tuhan yang satu itu disebut dengan nama atau istilah ALLAH.

Allah merupakan pencipta, penguasa, pemilik dari semua jagad raya ini. Dia yang maha menentukan segala kejadian yang terjadi, mengatur semua urusan dari langit dan bumi serta apa saja yang ada diantara keduanya.

Tuhan yang satu itu juga didalam teologi Islam tidak pernah memiliki anak kandung, anak titisan, anak angkat, ibu, bapak atau apapun yang merupakan jelmaan, inkarnasi, reinkarnasi, perwujudan, penyerupaan serta hal-hal lain yang sejenisnya sebagaimana misalnya diyakini oleh umat dalam agama lain. Karena itu juga tidak ada icon atau simbol-simbol tertentu yang bisa dijadikan lambang ketuhanan.

Allah didalam Islam bersifat  ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ  | Mukhalafatuhu lilhawadith yang artinya Dia tidak menyerupai sesuatu apapun dialam raya ini yang kita kenal. Dia juga bersifat   ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ  |  Qiyamuhu binafsih  yang berarti Dia berdiri dengan sendirinya, tidak memiliki sekutu. Dia ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔWahdaniyat – bersifat Esa.

Inilah Tauhid.

Allah tidak sama dengan makhluk-Nya, siapapun adanya makhluk itu. Konsep ini sebenarnya juga merupakan ajaran yang sama dengan yang diajarkan oleh para Nabi dan Rasul yang lain, tidak terkecuali Nabi-nabi dari kalangan Bani Israel seperti Musa, Daud, Sulaiman terus sampai kepada Isa al-Masih putra Maryam yang dalam teologi Kristiani disebut dengan nama Yesus.

Continue reading

Nabi Perempuan

Nabi Perempuan : Jawaban untuk Abd Moqsith Ghazali

Oleh : Armansyah

السَّلَامُ عَلَىٰ مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَىٰ

Artikel saya berikut ini merupakan tanggapan maupun jawaban terhadap salah satu artikel Sdr. Abd Moqsith Ghazali berjudul : “Nabi Perempuan” sebagaimana yang dimuat dalam dalam situs Jaringan Islam Liberal dengan link :
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1154

Tampilan Situs JIL : Nabi Perempuan

Tanggapan ini aslinya dikirim tanggal 21 Nopember 2006, ditujukan pada milis diskusi MyQuran dan Eramuslim (eramuslim@yahoogroups.commyquran@googlegroups.com, myquran@yahoogroups.com) serta dengan tembusan (Carbon Copy) alamat email Saudara Ulil Abshar Abdallah (ulil99@yahoo.com) dan Redaksi Islam Liberal (redaksi@islamlib.com) serta milis_iqra@googlegroups.com.

Penanggap : Armansyah, Moderator Milis_Iqra@googlegroups.com, Praktisi IT dan Penulis Buku

Continue reading

Apakah Nabi Isa disamarkan wajahnya?

Apakah Nabi Isa disamarkan wajahnya ?

Oleh : Armansyah

Ilustrasi

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan-tulisan saya dalam buku : Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih yang terbit pada 2007 lalu. Tulisan ini juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tulisan saya yang lain dalam blog ini yang berjudul : Misteri Penyaliban Nabi Isa (silahkan baca disini : https://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/06/24/misteri-penyaliban-nabi-isa/  ) atau juga tulisan yang berjudul : Menjawab bantahan tentang pingsannya Nabi Isa disini : https://arsiparmansyah.wordpress.com/2010/04/07/menjawab-bantahan-tentang-pingsannya-nabi-isa/     serta tentu saja tulisan saya : Kesalahan Terjemahan al-Qur’an versi Depag disini : https://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/12/04/kesalahan-terjemahan-al-quran-versi-depag-ri/

Beberapa bagian dari tulisan yang akan segera anda baca ini juga merupakan rangkuman dari beberapa perdiskusian saya dimilis Iqra beberapa tahun yang lampau, mengenai hal yang sama.

Kita awali dulu tulisan ini dengan isi dari surah ke-4 al-Qur’an yaitu an-Nisaa ayat 157 :

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Terjemahan ayat diatas adalah :

Dan perkataan mereka: “Bahwa kami telah membunuh al~Masih Isa putera Maryam, utusan Allah”, padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan untuk mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka yakin telah membunuhnya. -Qs. 4 An-Nisaa’ 157

Kita tidak lagi membahas perihal terjemahan versi Departemen Agama RI yang keliru dari ayat tersebut karena memang sudah sering dibahas dan anda tinggal klik saja link yang sudah saya siapkan tersebut https://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/12/04/kesalahan-terjemahan-al-quran-versi-depag-ri/

Disini kita akan membedah secara lebih dalam, lebih akurat dan jujur dari ayat tersebut diatas. Bukan sebuah rahasia bahwa beranjak dari ayat diatas ini, banyak tafsir dan pemahaman dalam dunia Islam terbentuk berkaitan dengan eksistensi Nabi Isa al-Masih dan peristiwa yang menyertainya, termasuk penyaliban.

Continue reading

Setetes Air dan Riaknya

Setetes Air dan Riaknya

Oleh Armansyah

Ilustrasi

Pernahkah anda memperhatikan bagaimana air menetes kedalam sebuah kolam atau minimal air dari kran yang jatuh satu demi satu di bak atau tempat penampungan air dikamar mandi anda ?

Ketika sebulir air menetes dan jatuh kepermukaan air lainnya, ia akan menimbulkan riak yang berbentuk lingkaran dan mempengaruhi permukaan air lainnya. Proses timbulnya riak atau gelombang air itu sendiri menurut kaidah Fisika adalah karena adanya proses rambatan yang terjadi. Dan dalam proses perambatannya, gelombang atau riak air tadi akan membawa energi sehingga ia semakin melebar.

Continue reading

Syurga bukan untuk satu golongan saja !

Syurga bukan cuma untuk 1 golongan saja!

Oleh : Armansyah

Sahabat Muslim, iman itu kadang naik dan kadang turun. Ia dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal diri kita. Faktor eksternal bisa jadi oleh lingkungan kita, keluarga kita, tempat kerja kita, sekolah kita, jemaah kita, usaha kita, bacaan kita, tontonan kita dan lain sebagainya. Sementara faktor internal adalah lebih pada kecenderungan emosional kita, mood kita, ketenangan hati dan pikiran kita.

Tidak selamanya orang yang berilmu agama tinggi dan baik akan terpelihara dari perbuatan tercela, tidak sekali-kali. Sebaliknya, tidak semua orang yang berbuat jahat dan tercela bisa diartikan tidak berguna sama sekali dan hanya sebatas menjadi sampah masyarakat. Sebab setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup ini selalu memiliki hikmah atau pelajaran, entah apakah itu perbuatan baik ataupun jahat.

Minimal jika ada sebuah kejadian jelek yang terungkap dan terlihat, dia akan memberi pelajaran bagi orang lain diluar sipelakunya untuk lebih mawas diri, menjaga dirinya maupun keluarganya dari perbuatan-perbuatan semacam itu.

Continue reading

%d bloggers like this: