Lafazh “Sholabu-hu” Re: Terjemah An Nisa:157 (1)

 
Wa’alaykumsalam Wr. Wb.,
 
Alhamdulillah, berbicara tentang kamus al-Munawwir (Arab-Indonesia), maka saya katakan pula bahwa kamus tersebutpun ikut menjadi salah satu acuan saya dalam memahami dan menganalisa ayat-ayat al-Qur’an dan literatur ke-Islaman lainnya, disamping kamus al-Mawrid 1979 (English-Arab) terbitan Beirut atau kamus al-Qur’annya Nazwar Syamsu terbitan Ghalia Indonesia serta sejumlah kamus Arab [...]

Lillahita’ala

Wa’alaykumsalam Wr. Wb.,
 
Allah menjadikan kita pada hakekatnya berfungsi sebagai khalifah-Nya diatas dunia ini, tugas kekhalifahan inilah yang apabila dijalankan dengan semestinya dilandasi oleh petunjuk-petunjuk yang Dia sampaikan dalam bentuk wahyu tekstual maupun pemahaman kita terhadap ayat-ayat universal-Nya maka akan menjadi ibadah buat kita.
 
Sistematika kehidupan kita ini dimulai dari setetes mani [...]

Kemuliaan akal

Salamun ‘ala manittaba al Huda
 
Mas Dani Permana yang InsyaAllah dirahmati Allah.,
 
Saya sudah membaca apa yang anda postingkan dan sekaligus melihat rujukan alamat dimana anda mengambil rujukan tersebut, sekarang semuanya bagi saya telah jelas bagaimana “medan diskusi” yang saya hadapi.
 
Penolakan mas Dani tentang pemahaman akal = makhluk, semata-mata karena seperti yang anda [...]

Lafazh “Sholabu-hu” Re: Terjemah An Nisa:157

Salamun ‘ala manittaba al Huda
 
 
 
 
—– Original Message —–
From: <abu.abd.halim@gmail.com>
To: “Milis_Iqra” <Milis_Iqra@googlegroups.com>
Sent: Monday, September 03, 2007 10:20 PM
Subject: [Milis_Iqra] Re: Lafazh “Sholabu-hu” Re: Terjemah An Nisa:157

 

>
> Lanjutan posting yang lalu.
>
> http://quranhadis.wordpress.com/2007/08/31/lafazh-sholabu-hu/
>
> Ketiga kritik di atas tidak lain adalah tinjauan dari sudut pandang
> Bahasa, ‘Urfun (kebiasaan yang berlaku) dan Syari’at. [...]

Acuan beragama

Salamun ‘ala manittaba al Huda
 
Didalam Islam, saya membagi pola acuan pembelajaran kaidah keagamaan pada dua type manusia.
Yaitu polanya Ali bin Abu Thalib serta orang-orang yang sekelompok dengan beliau a.s
Dan yang kedua adalah pola Umar bin Khattab serta orang-orang yang sekelompok dengannya.
 
Pola pertama adalah ikut tanpa membantah, pola kedua ikut dengan [...]