Hukum Kekekalan Energi & Islam

Oleh Armansyah

Anda tahu apa isi dari “Laws of Thermodynamics ” alias Hukum Kekekalan Energi ?  Baik, saya kutipkan dulu dari Wikipedia :

Energy can be neither created nor destroyed. It can only change forms

Dalam Wikipedia Indonesia, diterjemahkan :

Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi dapat dikonversi dari suatu bentuk ke bentuk yang lain

Tetapi tahukah anda bahwa hukum kekekalan energi diatas, tidak hanya habis sebatas teoritis para ilmuwan yang tidak berkaitan dengan aktivitas apapun dalam hidup ini. Karena sesungguhnya didalam hidup inipun, hukum tersebut berlaku.

What you do is what you get. Itu juga yang diajarkan Rhonda Byrne dalam The Secret atau bahkan oleh Cesar Millan The Dog Whisperer. Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam, sudah sejak lama menegaskan:


إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ 

In ahsantum ahsantumli-anfusikum wa-in asa’tum falaha

If you did well, you did well for yourselves; if you did evil, so (you did it) against yourselves. 

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu akan kembali pada dirimu sendiri 

Sumber : al-Qur’an surah al-Israa [17] ayat 7 

Silahkan tarik benang merah dengan konsep hukum termodinamika tersebut bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dia bisa berubah bentuk. 

Setiap apa yang kita lakukan atau kita pikirkan, akan mengeluarkan atau melepaskan Mar’a alias energi. Bahkan meski itu sebatas niat sekalipun. Olehnya didalam Islam ada konsep bahwa segalanya berawal dari niat.

Ketika kita berniat jahat ataupun kita berpikiran negatif, saat itu juga kita tanpa sadar telah melepaskan energi yang juga negatif atau energi yang merusak keluar tubuh kita.

Ilustrasi

Anda tahu, energi negatip yang kita lepaskan tadi akan membentuk sesuatu yang kita takutkan atau kita negasikan tadi. Misalnya, anda takut lewat kuburan malam hari seorang diri berjalan kaki yang terletak dipedalaman. Ketakutan tanpa alasan itu dibentuk oleh imajinasi negatip yang bermacam-macam, entah takut ketemu kuntilanak yang berbentuk wanita berambut hitam panjang menjuntai dengan baju berwarna putih dan tawanya yang cekikikan, entah takut akan muncul sosok tinggi besar didekat pepohonan entah juga takut tahu-tahu dari dalam kuburan keluar mayat hidup berbentuk pocong dan lain sebagainya. 

Ilustrasi Pocong

Begitupula misalnya kaum wanita yang umumnya takut atau geli dengan cacing. Sebenarnya cacing mah gak gigit, gak ngapa-ngapain. Tapi paradigma alias mind set yang sudah dilepaskan dari tubuhnya secara negatip akan membentuk ketakutan dengan beban berlebihan juga secara luar biasa sehingga jadilah dia takut terhadap cacing. 

Sebaliknya, ketika kita berbuat baik maka kebaikan pula akan kembali pada diri kita, walau seringkali kebaikan yang kita terima tidak sama bentuknya seperti yang telah kita lepaskan atau kita berikan.

Energi itu akan kembali memantul, dia tidak musnah tetapi sangat mungkin dia berubah bentuknya.

Sampai disini, apakah anda sudah bisa membaca maksud saya ?

Oke kita lanjutkan lagi, ketika belajar tenaga dalam tingkat dasar, kita diajarkan untuk berperilaku tenang saat ada seseorang dengan penuh emosi akan menyerang kita. Sebab ketenangan itu akan membentuk rasa keberanian dan itu mengeluarkan energi yang positip serta kuat, dimana ketika kekuatan emosi yang sifatnya berlawanan dengan ketenangan kita itu datang menghantam, maka orang yang akan menyerang kita tadi itu kembali terpental terhantam energinya sendiri.

Didalam cerita silat seperti Wiro Sableng atau Asmaraman Kho Ping Hoo, kita juga kerap membaca istilah ilmu meminjam tenaga lawan. Bahkan Niki Kosasih dalam Saur Sepuhnya ikut memperkenalkan konsep Lampah Lumpuh sebagai ilmu tersakti tokoh utamanya, Brama Kumbara yang sifatnya menyedot tenaga lawan dengan kekuatan yang disalurkan oleh lawan itu sendiri sampai tenaganya habis dan menjadi lumpuh layu. Ini cuma sebagai intermezzo saja.

Next ketika kita membantu orang dalam kesulitan, ketika kita rajin bersedekah, ketika kita ikhlas mengajarkan ilmu pada orang lain … coba apa janji Allah ? Semua akan dibalas bahkan berkali lipat.

Dalam sejumlah kasus mungkin bentuk kebaikan yang kembali pada kita akan sama seperti apa yang sudah kita lakukan, tetapi banyak kasus lainnya, kebaikan itu berwujud beda. Bahkan bisa jadi kebaikan itu menghampiri anak atau keluarga kita lainnya.

Itulah hukum kekekalan energi.

Seperti kita melemparkan bola kedinding, maka bola itu akan kembali memantul kepada kita atau kesekitar kita. Semakin keras kita melempar dan memantulkannya maka akan semakin keras pula kembalinya pada kita.

Itu juga kenapa kita akan celaka bila durhaka pada Allah dan atau pada orang tua, khususnya Ibu kita. Sebab sesungguhnya energi yang kita miliki adalah energinya Allah, kekuatannya Allah, kemudian energi serta kemampuan kita itu bersumber dari dalam rahim ibu kita, dimana sejak kita mendiami rahim beliau, sudah diberi asupan berupa makanan yang nantinya akan menghasilkan energi bagi embrio dan janin, yaitu kita.

Saat kita durhaka pada Ibu kita, maka artinya kita membenturkan energi kita pada energi yang lebih kuat, energi induk, maka pasti kita akan kalah dan celaka. Semakin kuat kita durhaka, semakin keras pula pantulannya kepada kita, kehidupan kita, keluarga kita dan seterusnya.

وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ

wama ramayta ith ramayta walakinnaAllaha rama 

And you threw not when you threw, but it was Allah who threw

dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. 

Sumber : al-Qur’an surah 8 [al-Anfaal] : 17

Satu lagi :

Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak

Sumber : al-Qur’an surah al-An’aam [6] ayat 151

Sekali lagi, itulah sifat hukum kekekalan energi. Dan itulah yang dimaksud oleh al-Qur’an pada surah 17 ayat 7. Karenanya, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu menyebarkan salam. Menyebarkan kedamaian, pesan-pesan positif, energi positif. Senyumlah, sebab dengan tersenyum kita akan mendapatkan persahabatan, pahala dan kedamaian dihati. Islam untuk semua, Islam rahmat seluruh alam.

Palembang, 24 Nopember 2011

Armansyah

2 Responses

  1. makasih udh menambh wawasan

  2. keren

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: