Nazwar Syamsu : Penanggalan Tahunan

—– Original Message —–

From: ARMAN (GMAIL)

To: milis_iqra@googlegroups.com

Sent: Thursday, October 11, 2007 11:02 AM

Subject: Nazwar Syamsu : Penanggalan (Edisi Penuh)

Penanggalan

Karya Nazwar Syamsu

Dari salah satu bab bukunya : Tauhid & Logika (Bab X Penanggalan Tahunan)
al-Qur’an tentang Shalat, Puasa dan Waktu

Terbitan Ghalia Indonesia, Jumadil Awwal 1403 H, cetakan pertama Pebruari 1983.

 

 


 

10/5. DIA-lah yang menjadikan Surya sumber menerangi dan Bulan bersinar serta menentukan

orbitnya agar kamu ketahui bilangan tahun dan perhitungan. ALLAH tidak menciptakan itu

kecuali dengan hal logis. DIA jelaskan Ayat-ayat pada kaum yang berilmu.

10/6. Bahwa pada pertentangan malam dan siang, dan apa yang ALLAH ciptakan di planet-planet

dan Bumi, dan Ayat-ayat bagi kaum yang insyaf.

22/47. Mereka meminta segerakan siksa, ALLAH tidak memungkiri janji-NYA, bahwa hari pada TUHAN-

mu seperti seribu tahun dari yang kamu hitung.

41/10. Dan DIA jadikan padanya batang-batang magnet dari atasnya dan memberkahi padanya serta

menentukan waktu-waktunya dalam empat hari, bersamaan bagi (analisa) orang-orang yang

bertanya.

ALLAH menciptakan semua benda angkasa secara logis, menempatkan batang magnet pada masing-masingnya dengan sistem dan daya tarik yang berlainan. Satelit yang mengitari planet seperti Bulan kita ditentukan ALLAH bersistem Spot hingga dia tidak berputar tetapi senantiasa mengorbit: Bintang yang menjadi pusat Tata Surya bersistem Regular hingga dia selalu berputar di sumbunya, mengorbit keliling Galaxy, tetap bergolak tak akan pernah mendingin, beradiasi lewat gelombang sinar untuk menimbulkan panas bagi kehidupan makhluk hidup konkrit; Planet yang mengitari bintang bersistem Simple, permukaannya cepat membeku, berotasi di sumbunya untuk mewujudkan pergantian siang dan malam. Itulah sebahagian dari Rawasia atau batang magnet yang ditempatkan selaku wujud penting dalam kehidupan. Walaupun manusia Bumi mempergunakannya untuk berbagai keperluan, namun belum memahaminya menurut keadaan sesungguhnya.

Orang-orang berilmu akan mengetahui betapa logis kelangsungan ciptaan ALLAH jika mereka menganalisakan Ayat-ayat Alquran tentang mana teori evolusi menemui jalan buntu, sementara perbedaan sistem dan daya tarik Rawasia tadi dapat menjadi petunjuk bagi orang-orang insyaf untuk menempatkan diri dalam kehidupan yang diredhai ALLAH.

Seringkali orang memperbincangkan masalah Ruang dan Waktu, berbagai interpretasi dapat dibaca dalam buku-buku terutama yang memuat uraian mereka namakan “falsafah.” Umumnya berupa hasil pemikiran dan pendapat tanpa dasar, bahkan kadang-kadang berbentuk susunan kalimat berputar belit dengan kata-kata semu bersilat lidah. Padahal jika orang sudi memperhatikan Ayat-ayat Alquran, dia akan mendapat penjelasan pasti bahwa Ruang ialah kekosongan antara benda-benda. Tanpa benda, akan tiadalah istilah ruang. Benda yang senantiasa berputar menimbulkan Waktu, dan tanpa putaran benda, akan tiadalah waktu. Putaran 360 derajat dinamakan satu hari, maka bahagian dan bilangan hari inilah yang disebut Waktu.

ALLAH menciptakan semesta raya selama enam hari. Pada dua hari pertama benda-benda angkasa masih mengambang, belum memadat, dan beberapa planet terpecah menjadi kecil seperti Mars, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto menjadi lebih kecil daripada seharusnya, sementara yang mengorbit di bawah Jupiter benar-benar hancur menjadi asteroids dan meteorites. Pada empat hari berikutnya, semua benda angkasa itu mulai berfungsi menurut wajarnya. Bulan-bulan tanpa rotasi mengorbit keliling planet, dan planet-planet berotasi sembari beredar keliling Galaxy yang juga berputar di sumbunya sewaktu bergerak keliling semesta raya.

Gerak rotasi dan orbit itulah yang dimaksud dengan waktu-waktu pada Ayat 41/10, yaitu waktu yang menjadi bahagian dan bilangan hari tersebut tadi. Semuanya diberkahi ALLAH dengan penjagaan agar berfungsi terus tanpa halangan, disimpulkan dalam Ayat Suci yang maksudnya:

41/12. Lalu DIA laksanakan mereka jadi tujuh planet (di atas orbit Bumi) dalam dua hari, dan

DIA wahyukan pada setiap Tata Surya urusannya, dan Kami hiasi angkasa dunia dengan

bintang-bintang berapi dan penjagaan. Itulah ketentuan Yang Mulia mengetahui.

Tetapi satu hari di atas ini bukanlah terdiri dari 24 jam melainkan satu hari Tata Surya yang berputar di sumbunya selama 1.000 Lunar Year atau 360 derajat. Muntaha selaku planet terpinggir bergerak keliling Surya. Satu hari di Bumi 24 jam, di Mercury 25 jam, di Jupiter 9 jam 50 menit, di Surya 600 jam, di Tatasurya 1.000 tahun, karena selama itulah masing-masingnya berputar 360 derajat di sumbunya. Bahkan hari semesta raya dinyatakan 50.000 tahun Qamariah pada Ayat 70/4 karena sekian tahun pula lamanya semesta raya ini berputar komplit 360 derajat.

Pentingkah semua itu diterangkan ALLAH dalam Alquran untuk diketahui umum? Jawabnya, Ya, penting sekali. Semuanya telah ditentukan ALLAH rotasi dan orbitnya agar orang mengetahui gerak sesungguhnya dari benda angkasa untuk dipakai jadi bilangan tahun secara wajar, dan agar orang mengetahui perhitungan hidup.

Banyak orang menganggap bahwa istilah HISAAB, yang tercantum pada Ayat 10/5 dan 17/12, sebagai perhitungan” astronomis belaka, hingga timbul istilah “ahli hisab” dalam masyarakat diberikan kepada penyusun kalender tahunan. Padahal dalam kedua Ayat Suci itu dan banyak lainnya, istilah “hisaab” ditujukan kepada perhitungan hidup seluruhnya pada setiap pribadi di dunia kini. Jadi pemakaian “ahli hisaab” bagi para astronom atau penyusun kalender sebanarnya tidaklah tepat, karena dalam tugas itu mereka hanyalah peramal tentang orbit benda angkasa atau hanya sekedar penyusun kalender tahunan.

Namun ALLAH mendekatkan bilangan tahun dengan perhitungan hidup dalam Ayat 10/5 dan 17/12 selaku pertanda betapa pentingnya pengetahuan tentang orbit dan rotasi benda-benda angkasa dalam kehidupan kini di mana setiap diri bermukim dan membiak berketurunan. Rotasi Bumi di sumbunya telah menimbulkan pergantian siang malam malam selama 24 jam yang disebut satu hari. Dan orbitnya keliling Surya menyebabkan adanya tahun terdiri dari sejumlah hari. Dengan begitu dapatlah dicatat berapa lama sesuatu telah berlaku, masa hidup seseorang, dan sejarah manusia sudah berlangsung. Demikian sudah terjadi tanpa rubah semenjak Adam sampai topan Nuh, bahkan sampai kini dan masa mendatang. Lama rotasi dan orbit Bumi sebelum topan Nuh masih bersamaan dengan keadaan yang berlaku kini, begitu pula lama hari dan tahun. Tentang ini ALLAH menyatakan yang artinya sebagai berikut:

9/36. Bahwa bilangan bulan pada ALLAH duabelas bulan dalam ketetapan ALLAH pada hari DIA

ciptakan planet-planet dan Bumi, diantaranya ada empat bulan terlarang. Itulah agama

kukuh maka jangan zalimi dirimu padanya. Perangilah orang-orang musryik seluruhnya

sebagaimana mereka memerangi kamu seluruhnya, ketahuilah bahwa ALLAH bersama orang-orang

insyaf.

Bilangan bulan di atas ini ialah untuk masing-masing tahun, baik dulu kala maupun kini, setiap bulan ditandai dengan timbulnya Hilal atau Bulan sabit di ufuk barat setelah Magrib, keesokannya tampak semakin jelas dan berupa Bulan Penuh setelah 14 hari, selanjutnya menyusut berupa Hilal terbalik dan menghilang di angkasa fajar setelah 29 hari untuk timbul kembali bagi bulan berikutnya.

Tetapi kenapa 12 dan kenapa tidak 10, 14, 19 dan lain-lainnya? Disinilah terdapat salah satu di antara berbagai bukti lain yang menyatakan kepalsuan teori di luar Islam. Mereka tidak memiliki dasar untuk menentukan 12 bulan dalam setahun kecuali meniru jumlahnya dari ajaran Islam. Mereka berbulan baru tidak pada waktu Hilal Bulan, begitupun bertahun baru tanpa dasar. ALLAH menentukan jumlah bulan yang 12 itu berdasarkan orbit Bumi dalam lingkaran oval di mana ada titik Perihelion dan titik Aphelion. 345 derajat gerak Bumi keliling Surya, di mana ada kedua titik tadi, dinamakan 1 tahun yang terdiri dari 12 bulan. Jadi 12 bulan menurut Ayat 9/36 adalah lama waktu yang dipakai Bumi dalam mengorbit dari Perihelion ke Aphelion dan sampai kembali di Perihelion, dalam masa mana berlangsung 12 kali orbit Bulan keliling Bumi. Kini penanggalan demikian dinamakan orang dengan Qamariah berdasarkan orbit Bulan sekalipun di dalamnya orbit Bumi juga memegang peranan penting.

Nama ke-12 bulan itu ialah Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, abi’ul Akhir, Jumadil Awwal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Zulkaedah, Zulhijah. Diantaranya ada empat dinamakan bulan terlarang yaitu Zulkaedah, Zulhijah, Muharram dan Rajab. Selama bulan terlarang itu, orang dilarang berperang kecuali kalau diserang, juga dilarang membunuh binatang darat buruan untuk menjamin kelangsungan kehidupan makhluk yang kini disebut orang suaka margasatwa; disebutkan pada Ayat 2/217, 9/2 dan 5/96.

Empat bulan terlarang tadi tentulah juga sudah berlaku semenjak purbakala sampai pada zaman Nuh, Ibrahim, Musa dan masa kini hingga menjadi tradisi berkelanjutan, dan kita tidak mengetahui alasan penamaannya, tetapi adanya dapat difahami dari beberapa Ayat Suci, di antara lain ialah Ayat 2/197 yang menerangkan pelaksanaan ibadah Haji. Penamaan keempat bulan itu telah kita terima sambung bersambungan selaku Uswah Hasanah.

Dalam Alquran, tahun penanggalan yang berhubungan dengan orbit Bulan keliling Bumi dan orbit Bumi keliling Surya dinamakan dengan SANAH yang kini disebut tahun Qamariah, sementara yang berhubungan dengan musim dinamakan dengan ‘AAM yang kini disebut tahun Syamsiah atau Solar Year.

Tahun Qamariah atau Lunar Year yang menjadi dasar penanggalan Hijriah adalah tahun yang panjang waktunya tidak pernah berkurang. Ini dapat difahami jika orang sudi memperhatikan sejarah dan keadaannya:

1. Orbit Bumi keliling Surya bukanlah berupa lingkaran bundar karena lingkaran begini akan menggambarkan jarak Bumi dari Surya selalu sama sepanjang tahun, padahal pengukuran dengan

sistem parallax menyatakan ada kalanya Bumi sejauh 90 juta mil dari Surya dan ada kalanya sejarak 94 juta mil. Sekiranya orbit bundar itu terlaksana maka Bumi akan kekurangan daya layangnya keliling Surya, dan aktifitas Sunspot di permukaan Surya tetap stabil, bersamaan, padahal perubahan aktifitas itu selalu ada karena ditimbulkan oleh tarikan Surya pada planet-planet yang kadang-kadang mendekat dan kadang-kadang menjauh.

2. Orbit Bumi keliling Surya bukan pula berupa lingkaran elips atau lonjong karena lingkaran begini akan membentuk dua titik perihelion dan dua titik aphelion orbit. Jika ini memang berlaku maka susunan Tatasurya akan kacau balau dengan akibat yang susah diramalkan. Dan dengan pemikiran logis, orbit demikian dapat dikatakan tidak mungkin terjadi dalam tarik-menariknya Surya dengan Bumi, karena setiap kali Bumi berada pada titik perihelion orbitnya, dia harus tertarik untuk membelokkan arah layangnya ke kiri beberapa derajat mendekati Surya yang dikitari.

3. Orbit berbentuk lingkaran OVAL adalah satu-satunya yang dilakukan Bumi, memiliki satu perihelion yaitu titik di mana Bumi paling dekat pada Surya sembari melayang cepat, dan satu titik aphelion yaitu titik terjauh dari Surya waktu mana Bumi melayang lambat. Dengan orbit OVAL begini terwujudlah daya layang berkelanjutan menurut ketentuan ALLAH, begitu pun jarak relatif antara 90 juta mil, dan aktifitas Sunspots yang berubah sepanjang tahun untuk mewujudkan perubahan cuaca di muka Bumi.

Keadaan orbit planet demikian dinyatakan ALLAH dengan istilah SIDRAH pada Ayat 53/14 dan 53/16. Arti Sidrah yaitu TERATAI, bunga mengambang di atas permukaan air sementara uratnya terhunjam di tanah. Di waktu pasang naik, teratai itu ikut naik dan ketika pasang surut dia pun ikut turun. Demikian pula Bumi bergerak keliling Surya dalam orbit Oval yang kemudian dipakai orang pada roda dengan sistem piston untuk penambah daya dorong pada mesin bertenaga besar.

Lingkaran oval berbentuk telur di mana ada bujur besar dengan titik aphelion, dan bujur kecil dengan titik perihelion. Sewaktu Bumi berada pada titik perihelion ini, tarik-menariknya sangat kuat dengan Surya hingga ketika itu gelombang laut tampak lebih besar daripada biasanya, dan mulailah penanggalan Muharram selaku bulan pertama Lunar Year. Karena keadaan Bumi serius sekali, melayang cepat dan paling dekat dari Surya, lalu dinyatakan Muharram selaku bulan terlarang yaitu Syahrul Haraam yang sering pula diartikan dengan “Bulan Mulia.”

Kemudian itu Bumi mulai melayang lambat dan paling lambat sewaktu berada di titik aphelion yaitu bulan betujuh, maka bulan Rajab itu pun dinamakan bulan terlarang karena Bumi ketika itu paling jauh dari Surya dalam keadaan serius. Pada tanggal 27 bulan itu dulunya Muhammad dimi’rajkan ALLAH dari Bumi ke planet Muntaha.

Setelah itu Bumi mulai pula melayang cepat karena ditarik oleh Surya hingga mencapai bulan kesebelas dan lebih cepat pada bulan kedua belas, yaitu bulan Zulkaedah dan Zulhijah, semakin dekat pada Surya, lalu kedua bulan itu juga dinamakan bulan terlarang karena nyatanya Bumi dalam keadaan serius. Pada tanggal 29 Zulhijah, Bumi telah menyelesaikan satu orbitnya 345 derajat Surya, yaitu satu tahun Lunar Year.

Itulah sebabnya kenapa Muharram, Rajab, Zulkaedah, dan Zulhijah dinamakan empat bulan terlarang, pada bulan-bulan itu Bumi sedang mengalami tarikan kuat dari Surya dan juga mengalami tarikan lemah hingga manusia Bumi bagaikan diberi peringatan tentang planet yang didiami terutama mereka yang mengetahui hisaab atau perhitungan nasib diri. Namun keadaannya mengandung ilmu astronomi yang harus dipelajari setiap diri. Dalam pada itu Rabi’ul Awwal waktu mana Muhammad lahir dan meninggal dunia, begitu pun Ramadhan selaku bulan turunnya Alquran, keduanya tidak dinyatakan bulan terlarang, karenanya teranglah Islam tidak mengandung kultus individu. Alquran tidak memberikan data tentang hari kelahiran Ibrahim dan Muhammad walaupun yang pertama dinyatakan IMAM bagi manusia dan pendiri Ka’bah, dan yang keduanya dinyatakan penyampaian Alquran dan Nabi terakhir.

Satu kali orbit Bumi keliling Surya bukan 360 derajat tetapi 345 derajat dilaluinya selama 354 hari 8 jam 48 menit dan 36 detik. Dalam satu bulan Qamariah, Bumi bergerak sejauh 28° 45’ atau dalam satu hari sejauh 0° 58’ 28’’,4.

Perlu dicatat bahwa Bulan mengorbit keliling Bumi sejauh 331° 15’, selama 29 hari 12 jam 44,04 menit. Dia bergerak dalam satu hari sejauh 11° 12’. Jadi keliling 360° – 331° 15’ = 28° 45’ kalau dikalikan 12 bulan Qamariah maka satu tahun Islam adalah 354 hari 8 jam 48 menit dan 36 detik atau 345 derajat gerak edar Bumi keliling Surya.

Untuk mengitari Surya 360 derajat keliling, maka Bumi memakai waktu selama 370 hari sejauh 355° 12’ selama 365 hari 6 jam. Hal ini dapat dibuktikan dengan terlambatnya bintang-bintang di angkasa pada waktu tertentu yang sama setiap tahunnya sejauh 4° 48’.

Jadi menurut tahun musim atau Solar Year, maka Bumi bergerak keliling Surya sejauh 355° 12’ yaitu 4° 48’ sebelum mencapai titik lingkaran penuh, hingga 360° – 355° 12’ = 4° 48’ jika dikalikan dengan 75 tahun musim menjadi 360° barulah Bumi berada pada posisi pertama selaku awal tahunnya. Ketika itu bintang-bintang di angkasa mungkin berada kembali pada posisi tertentu pada waktu bersamaan dengan 75 tahun yang lampau, karena Bumi sendiri bukan berada pada titik perihelion orbit semula.

Namun jika dihitung menurut tahun Hijrah atau Lunar Year, ternyata Bumi memulai orbitnya dari titik perihelion pada tanggal 1 Muharram, lalu bergerak 345 derajat keliling Surya yaitu 15° sebelum mencapai titik lingkaran 360 penuh. Setelah 24 tahun kemudiannya, Bumi berada kembali pada posisi bermula, yaitu 360° – 345° sama dengan 15° x 24 tahun = 360°. Waktu itu setiap bintang di angkasa berada kembali pada posisi tertentu bersamaan dengan posisinya pada waktu tertentu 24 tahun yang lampau, dan Bumi juga berada kembali pada titik perihelion orbitnya bermula.

Nama

Jarak dari

Surya

Lama keliling

Surya (musim)

Bulan yang

dimiliki

1. Mercury

43.380.000 mil

88 hari

Tidak ada

2. Venus

67.690.000 mil

225 hari

2

3. Bumi

94.510.000 mil

1 tahun

1

4. Mars

154.860.000 mil

1 th 322 hari

2

5. Jupiter

507.170.000 mil

11 th 314 hari

12

6. Saturnus

936.580.000 mil

26 th 165 hari

9

7. Uranus

1855.760.000 mil

84 th 7 hari

4

8. Neptunus

2819.980.000 mil

164 th 280 hari

2

9. Pluto

4561.100.000 mil

248 th 150 hari

2

10. Muntaha sebagai planet kesepuluh dan terpinggir bahkan terbesar sebagai planet ketuuh di atas orbit Bumi sudah lama dinyatakan adanya tetapi belum diketahui posisinya dan belum pernah dilihat penduduk Bumi.

Waktu pergantian musim tidak praktis dijadikan dasar penanggalan di Bumi, apalagi di planet-planet lain yang panjang waktu pergantian musimnya sangat berbeda. Untuk jelasnya, di bawah ini dikutipkan catatan dari Encyclopedia Americana 1975 tentang daftar planet pada mana “lama keliling Surya” harus difahami dengan ‘lama satu tahun musimnya”, dan satu hari berarti 24 jam.

Pergantian musim di Mercury hanya berlangsung komplit dalam 88 hari sementara di Pluto ternyata selama 248 setengah tahun, menurut perhitungan tahun musim di Bumi, karenanya tentu tidak mungkin dijadikan dasar penanggalan. Pada setiap planet tersebut hanya Lunar Year yang praktis dijadikan penanggalan, semetara untuk Mercury sendiri harus ditunggu kabar tentang adanya Bulan yang dimilikinya. Sebaliknya, karena masing-masing planet itu memiliki Bulan lebih dari satu, haruslah ditunggu pula penemuan baru tentang Bulan mana yang orbitnya dijadikan dasar penanggalan di sana. Karena berdasarkan Ayat 9/36 didapat ketentuan bahwa disemua planet itu haruslah dipakai penanggalan Lunar Year seperti di Bumi ini sendiri satu-satunya planet yang memiliki satu Bulan. Hal ini menjadi tugas Astronomi Muslim masa depan hingga Umat Tengah yang tercantum pada Ayat 2/143 menjadi kenyataan, begitupun Pemberi bukti yang termuat dalam Ayat 22/78 dapat terlaksana.

Penanggalan Lunar Year dimulai dari Gerhana Surya dengan pengetahuan bahwa sorenya pasti ada Hilal Bulan di ufuk barat. Sekiranya tanggal 1 Muharram, yaitu bulan pertama, bertepatan dengan tanggal 21 Maret atau 22 September pada abad 20 Masehi, tentulah terjadi gerhana penuh di tempat tertentu pada ekuator Bumi. Hal ini memang telah berlaku pada tanggal 21 Maret 1901 waktu mana Umbra atau gerhana penuh terjadi. Kemudian 1 Muharram tercatat tanggal 20 Maret 1935 dan tanggal 19 Maret 1969, waktu itu terdapat Penumbra atau gerhana tidak penuh di Sumatra Tengah, tegasnya di Bukit Tinggi, dan hal itu juga menjadi bukti bahwa Bumi dalam orbit ovalnya keliling Surya melalui garis zigzag atau melenggang ke utara dan ke selatan garis Ekliptik sesudah topan Nuh sampai kini.

Karena itulah garis Umbra gerhana penuh pada tanggal 23 Desember sampai dengan 21 Juni melengkung arah ke utara permukaan Bumi karena waktu itu Bumi bergerak ke selatan garis Ekliptik keliling Surya, lalu bayangan Bulan tampak bergerak ke utara. Sebaliknya jika gerhana itu berlaku pada tanggal 22 Juni sampai dengan 22 Desember, Umbra tampak melengkung arah ke selatan selaku bayangan Bulan karena waktu itu Bumi bergerak ke utara.

Namun gerhana Surya pada tanggal 21, 20, 19 Maret tadi telah kita pergunakan selaku bahan penyusunan Kalender Nuclear untuk satu abad Hijriah dan Masehi, diterbitkan lalu diedarkan pada masyarakat umum. Dengan perhitungan atas orbit Bumi dan orbit Bulan sebagai di atas tadi, kita memperoleh ketentuan bahwa:

1. Ramadhan memiliki 29 hari tetapi 30 hari pada tahun ketiga, atau seperti yang dicatatkan di

bawah.

2. Satu tahun Qamariah terdiri dari 354 hari, tetapi 355 hari pada tahun ketiga.

3. Tahun

Hijriah

Tgl. 1

Ramadhan

Hari

Ramadhan

Tgl. 10

Zulhijah

1403

1404

1405

Senen

Jum’at

Selasa

29 hari

29 hari

30 hari

Ahad

Kemis

Selasa

1406

Ahad

29 hari

Saptu

1407

Kamis

29 hari

Rabu

1408

Senen

30 hari

Senen

1409

Saptu

29 hari

Jum’at

1410

Rabu

29 hari

Selasa

1411

Ahad

30 hari

Ahad

Bilamana tercatat tanggal 1 Ramadhan hari Senen maka tanggal 10 Zulhujah hari Ahad pada

tahun tersebut. Tetapi jika Ramadhan terdiri dari 30 hari maka tangal 1 Ramadhan dan tanggal

10 Zulhijah berlaku pada hari bersaman.

4. Setiap seperempat abad jumlah hari yang dimiliki Ramadhan seperti di bawah ini untuk

selanjutnya:

Ramadhan Jumlah

Tahun: Harinya:

Ramadhan Jumlah

Tahun: Harinya:

1400 ……………. 30

1401 ……………. 29

1402 ……………. 30

1443 ……………. 29

1444 ……………. 29

1445 ……………. 30

1403 ……………. 29

1446 ……………. 29

1404 ……………. 29

1447 ……………. 29

1405 ……………. 30

1448 ……………. 30

1406 ……………. 29

1449 ……………. 29

1407 ……………. 29

1450 ……………. 30

5. Di bawah ini disusunkan Kalender Lunar Year dari tahun 1351 sampai dengan 1450 Hijriah.

Ramadhan terdiri dari 29 hari, tetapi pada angka tahun didahului tanda tambah (+)

Ramadhannya 30 hari, dan Syawal, Zulkaedah, Zulhijah tahun itu dimundurkan satu hari:

………………………. 1351

56 53 +55 +52 57 54 59

+61 +58 63 60 65 62 +64

69 66 71 68 +70 +67 72

+77 74 79 +73 +75

85 82 87 76 81 78 +80

93 90 +92 +89 +86 +83 88

+98 +95 97 94 91 96

99

… 1400

01 06 13 +05 +02 07 04

09 +11 +08 13 10 15 12

+14 19 16 21 18 +20 +17

22 +27 24 29 +23 +25

+30 35 32 37 26 31 28

38 43 40 +42 +39 +36 +33

46 +48 +45 +50 47 44 49

N U C L E A R Muharram 30 hari

C L E A R N U Syafar 29 hari

L E A R N U C R. Awal 30 hari

A R N U C L E R. Akhir 30 hari

N U C L E A R J. Awal 29 hari

U C L E A R N J. Akhir 30 hari

L E A R N U C Rajab 29 hari

E A R N U C L Sya’ban 30 hari

R N U C L E A Ramadhan 29/30 hari

N U C L E A R Syawal 29 hari

U C L E A R N Zulkaedah 30 hari

L E A R N U C Zulhijah 29 hari

N U

Ah. 1 8 15 22 29 Ah. 7 14 21 28

Sn. 2 9 16 23 30 Sn. 1 8 15 22 29

Sl. 3 10 17 24 31 Sl. 2 9 16 23 30

Rb. 4 11 18 25 Rb. 3 10 17 24 31

Km. 5 12 19 26 Km. 4 11 18 25

Jm. 6 13 20 27 Jm. 5 12 19 26

Sb. 7 14 15 28 Sb. 6 13 20 27

C L

Ah. 6 13 20 27 Ah. 5 12 19 26

Sn. 7 14 21 28 Sn. 6 13 20 27

Sl. 1 8 15 22 29 Sl. 7 14 21 28

Rb. 2 9 16 23 30 Rb. 1 8 15 22 29

Km. 3 10 17 24 31 Km. 2 9 16 23 30

Jm. 4 11 18 25 Jm. 3 10 17 24 31

Sb. 5 12 19 26 Sb. 4 11 18 25

E A

Ah. 4 11 18 25 Ah. 3 10 17 24 31

Sn. 5 12 19 26 Sn. 4 11 18 25

Sl. 6 13 20 27 Sl. 5 12 19 26

Rb. 7 14 21 28 Rb. 6 13 20 27

Km. 1 8 15 22 29 Km. 7 14 21 28

Jm. 2 9 16 23 30 Jm. 1 8 15 22 29

Sb. 3 10 17 24 31 Sb. 2 9 16 23 30

R

Ah. 2 9 16 23 30

Sn. 3 10 17 24 31

Sl. 4 11 18 25

Rb. 5 12 19 26

Km. 6 13 20 27

Jm. 7 14 21 28

Sb. 1 8 15 22 29

Di bawah ini dimuatkan pula Kalender solar Year dari th. 1920 sampai dengan 2020 Masehi, angka tahun yang didahului tanda silang (x) maka Februari-nya terdiri dari 29 hari, dan kolom Januari dan Februari-nya juga ditandai dengan x.

X 1920 21 22

23 x 24 25 26 27 x

28 29 30 31 x 32 33

34 35 x 36 37 38 39

x 40 41 42 43 x 44

45 46 47 x 48 49 50

51 x 52 53 54 55 x

56 57 58 59 x 60 61

62 63 x 64 65 66 67

x 68 69 70 71 x 72

73 74 75 x 76 77 78

79 x 80 81 82 83 x

84 85 86 87 x 88 89

90 91 x 92 93 94 95

x 96 97 98 99 x 2000

01 02 03 x 04 05 06

07 x 08 09 10 11 x

12 13 14 15 x 16 17

18 19 x 2020

Januari 31 hari U C L E A R N

Pebruari 28 hari E A R N U C L

March 31 hari E A R N U C L

April 30 hari N U C L E A R

May 31 hari C L E A R N U

June 30 hari A R N U C L E

July 31 hari N U C L E A R

August 31 hari L E A R N U C

September 30 hari R N U C L E A

October 31 hari U C L E A R N

November 30 hari E A R N U C L

December 31 hari R N U C L E A

Penanggalan Hijriah 1351 sampai dengan 1450 dan penanggalan Masehi 1920 sampai dengan 2020 di atas dapat dijadikan berhadapan dalam satu halaman di mana kolom N U C L E A R memberikan keterangan tentang nama hari pada setiap bulan.

Manusia purbakala semenjak Adam sampai topan Nuh senantiasa memakai penanggalan musim. Yang demikian cocok sekali dengan maksud Ayat 9/36. Tetapi setelah topan Nuh, terjadilah pergantian musim karena Bumi melenggang zigzag ke selatan dan ke utara garis ekliptik sewaktu mengorbit pada lingkaran oval keliling Surya. Pergantian musim tersebut nyata mempengaruhi sosial ekonomi penduduk yang mendiami Temperatur Zone, maka penduduk Mesirlah yang pertama kali menjadikan pergantian musim untuk penanggalan sesuai dengan jadwal pertanian waktu itu, ditandai dengan bintang Sirius bersamaan terbitnya dengan Surya di ufuk timur. Menurut keterangan yang kita dapati, hal yang bersamaan juga berlaku pada bangsa Maya di Mexico, semenjak kira-kira 580 tahun sebelum Masehi.

Sewaktu Julius Caesar berada di Mesir, dia dapat mempelajari penanggalan musim, dan dengan pertolongan seorang astronom Greek bernama SOSIGENES, lalu berubah tradisi bangsa Roma yang ketika itu memakai Qamariah dengan penanggalan musim ditukar dengan July untuk kehormatan Caesar. Dia dilahirkan pada tahun 116 sebelum Masehi dan meninggal tahun 44 sebelum Masehi, sedangkan penanggalan musim itu mulai disyahkannya pada tahun 45 sebelum Masehi, yaitu satu tahun sebelum kematiannya.

Sewaktu penanggalan itu diuji ternyata cocok dengan pergantian musim yang satu tahunnya terdiri dari 365 hari 6 jam, mulailah bangsa lain, yang mulanya memakai Lunar Year, mengikuti penanggalan musim. The 1973 World Almanac And Book of Facts menyatakan bahwa penganut Protestan barulah memakai penanggalan musim pada permulaan abad 18 Masehi, Perancis pada tahun 1793, Jepang tahun 1873, China tahun 1912, Greek tahun 1924, dan Turkey tahun 1927.

Setelah enam belas abad, ternyata penanggalan musim yang disahkan Julius Caesar itu tidak tepat lagi sebagai tahun musim, karena memang lenggang Bumi ke utara dan ke selatan telah semakin berkurang sesuai dengan berkurangnya gerak pendulum bebas. Daerah kutub yang diliputi es semakin meluas sesuai dengan ketentuan Ayat 13/41 dan 21/44 hingga pernah dikatakan “Bumi jadi semakin dingin”, musim dingin lebih cepat datangnya daripada waktu lampau.

Maka Paus Georgery VIII memperpendek penanggalan tersebut dan menetapkan tanggal 4 oktober 1582 jadi tanggal 15 oktober, yaitu memperpendek sebelas hari, didasarkan pada pergantian musim yang berlaku tidak cocok lagi dengan penanggalan Julius Caesar, dan bahwa waktu dalam tahun musim telah semakin berkurang. Tepatnya waktu itu ialah 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik. Penanggalan inilah yang masih dipakai sampai pada abad 20 Masehi di antara berbagai bangsa.

Sebagai akibat dari kalender Georgery ini, maka Inggris dan daerah kolonialnya di Amerika merubah tanggal 3 September 1752 jadi tanggal 14 September, hingga kelahiran George Washington yang mulanya dicatat tanggal 11 Pebruari 1731 harus dirubah menjadi tanggal 22 Pebruari 1731. Sementara itu timbul pula perbedaan pendapat mengenai hari kelahiran Jesus yang dinyatakan 25 Desember, ada yang menyatakan 4 tahun sebelum tahun Masehi yang berlaku, hingga tahun 1990 kini haruslah ditulis tahun 1994.

Namun Julius Caesar telah benar di zamannya, begitupun Paus Georgery VIII di zamannya, keduanya menyusun penanggalan musim yang cocok pada zaman masing-masing, tetapi waktu pergantian itu sendiri yang telah berkurang. Dan benarlah pula pernyataan Encyclopedia Americana 1975 jilid 9 halaman 588 bahwa penyimpangan ekuator Bumi dari garis ekliptik keliling Surya tercatat 23° 27’ pada tahun 1975, dan berkurang terus menerus 0° 75’ setiap seratus tahun.

Penanggalan musim yang disebut dengan tahun Masehi kini bukanlah didasarkan atas edaran Bumi keliling Surya, karena Julius Caesar dan Paus Georgery VIII sendiri masih menyangka bintang-bintang mengitari Bumi dan mereka belum mengetahui keadaan Bumi sebenarnya. Tetapi anehnya masyarakat manusia kini masih berpegang pada penanggalan musim tersebut bahkan mengira bahwa orbit Bumi keliling Surya adalah menjadi dasar dan cocok dengan penanggalan itu.

Suatu hal yang selama ini kurang diperhatikan penduduk Bumi yaitu penanggalan musim itu hanyalah menguntungkan penduduk Temperatur Zone belahan utara, sembari merugikan penduduk belahan selatan, terutama mengenai masa libur. Mereka bertahun baru tanpa dasar tertentu, dan berbulan baru sewaktu Bulan di angkasa purnama raya.

Di bawah kita kutipkan pula Kalender Masehi sampai 2400 disusun oleh G.M Clemence, United States Naval Observactory:

Kalender tahun 1 sampai dengan 2400 Masehi

Huruf berganda dipakai untuk tahun kabisat, huruf pertamanya bagi January dan February, sedangkan huruf keduanya bagi bulan-bulan lain. Sebagai contoh, misalnya tanggal 4 July 1960, pertama kali tariklah angka 1900 ke bawah dan angka 60 ke kanan, di titik persekutuan didapat huruf CB. Bawalah huruf B ini ke kolom tengah setantang dengan bulan July, lalu pada kolom yang tepat di bawah B ini tercantum Senen, tanggal 4 July 1960 yang dicari.

Kalender Julius Caesar diperbaiki Paus Georgery VIII setelah 16 abad, dan perbaikan itu sudah berlangsung 4 abad, karenanya sekarang wajar sekali timbul pendapat yang menyatakan pergantian musim tidak cocok lagi dengan penanggalan Masehi. Penanggalan inilah yang dimaksud ALLAH pada Ayat Suci:

9/37. Bahwa pengunduran (dengan kalender musim) ialah penambahan dalam kekafiran. Dengannya

disesatkan orang-orang kafir. Mereka menghalalkannya pada satu musim dan mengharamkannya

pada satu musim untuk menguasai bilangan yang ALLAH haramkan, lalu menghalalkan yang

ALLAH haramkan. Dihiasi untuk mereka kejahatan amal mereka dan ALLAH tidak menunjuki

kaum kafir.

Kalender Julius Caesar Kalender Paus Geogery VIII

Tahun 100 200 300 400 500 600 : 1500 1600 1700 1800 1900

700 800 900 1000 1100 1200 1300 : 2000 2100 2200 2300

1400 1500

0 DC ED FE MF AM BA CB : .. BA C E N

1 29 57 85 B C D E F M A : F M B D F

2 30 58 86 A B C D E F M : E F A C E

3 31 59 87 M A B C D E F : D E M B D

4 32 60 88 FE MF AM BA CB DM ED : CB DC FE AM CB

5 33 61 89 D E F M A B C : A B D D A

6 34 62 90 C D E F M A B : M A C E M

7 35 63 91 B C D E F M A : F M B D F

8 36 64 92 AM BA CB DC ED FE MG : ED FE AM CB ED

9 37 65 93 F M A B C D E : C D F A C

10 38 66 94 E F M A B C D : B C E M B

11 39 67 95 D E F M A B C : A B D F A

12 40 68 96 CB DC ED FE MF AM BA : MF AM DB ED MF

13 41 69 97 A B C D E F M : E F A C E

14 42 70 98 M A B C D E F : D E M B D

15 43 71 99 F M A B C D E : C D F A C

16 44 72 .. ED FE MF AM CB CB DC .. .. ED ED MF BA

17 45 73 .. C D E F M A B : .. A C E D

18 46 74 .. B C D E F M A : .. M B D F

19 47 75 ..A A B C D E F M .. .. F A C A

20 48 76 .. MF AM BA CB DC ED FE : .. ED MF BA DC

21 49 77 .. E F M A B C D : .. C E M B

22 50 78 .. D E F M A B C : .. B D F A

23 51 79 .. C D E F M A B : .. A C E M

24 52 80 .. BA CB DC ED FE MF AM : .. MF BA DC FE

25 53 81 .. M A B C D E F : .. E M B D

26 54 82 .. F M A B C D E : C D F A C

27 55 83 .. E F M A B C D : B C E M B

28 56 84 .. DC ED FE MF AM BA CB : AM BA DC FE AM

Bulan …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

January, October ………………………………………………………………………A B C D E F M

Pebruary, March, November ………………………………………………D E F M A B D

April, July ……………………………………………………………………………………M A B C D E F

May …………………………………………………………………………………………………………B C D E F M A

June ………………………………………………………………………………………………………E F M A B C D

August …………………………………………………………………………………………………C D E F M A B

September, December ………………………………………………………………F M A B C D E

Hari ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

1 8 15 22 29 Ah. Sb. Jm. Km. Rb. Sl. Sn.

2 9 16 23 30 Sn. Ah. Sb. Jm. Km. Rb. Sl.

3 10 17 24 31 Sl. Sn. Ah. Sb. Jm. Km. Rb.

4 11 18 25 .. Rb. Sl. Sn. Ah. Sb. Jm. Km.

5 12 19 26 .. Km. Rb. Sl. Sn. Ah. Sb. Jm.

6 13 20 27 .. Jm. Km. Rb. Sl. Sn. Ah. Sb.

7 14 21 28 .. Sb. Jm. Km. Rb. Sl. Sn. Ah.

Ingatlah bahwa sesudah tanggal 4 Oktober 1582 harus ditulis tanggal 15 Oktober 1582 dan selanjutnya.

ALLAH melarang orang memakai penanggalan didasarkan atas pergantian musim, karena tidak permanen bahkan selalu makin berkurang waktunya, menguntungkan penduduk belahan utara untuk sementara tetapi merugikan penduduk di selatan untuk selamanya, apalagi di daerah kutub di mana satu tahunnya terdiri dari satu siang dan satu malam. Penanggalan itu menghilangkan nilai empat bulan terlarang yang pada awal abad 15 Hijriah hampir tidak dihiraukan oleh orang-orang Islam sendiri karena masih melakukan buruan di daratan Bumi pada bulan-bulan itu. Dan yang paling terkesan ialah bahwa penanggalan musim itu telah memperbanyak hari libur di antara masyarakat Islam, ditambah dengan wajib puasa pada bulan Ramadhan.

Dinyatakan bahwa penanggalan musim itu selaku pengunduran yaitu mengundurkan jumlah hari setahun dari 355 menjadi 365 pada abad 15 Hijriah, dan dinyatakan penambahan dalam kekafiran karena penanggalan itu menyebabkan tanggal-tanggal penting dalam Islam jadi tidak menentu, tida ada kepastian. Penanggalan itu juga yang menyebabkan orang berlibur mingguan terbukti dengan nama Friday dan Sunday yaitu hari untuk libur lainnya waktu mana hukum Islam sulit terlaksana. Akhirnya pemakai penanggalan musim menghalalkan yang secara jelas diharamkan ALLAH itulah penambahan dalam kekafiran.

ALLAH menyatakan agar penanggalan didasarkan pada orbit Bumi dan orbit Bulan seperti pada Ayat 9/36, dan lebih jelas pada Ayat Suci yang artinya:

2/189. Mereka bertanya padamu tentang hilal, katakanlah “Dia adalah penentuan waktu bagi

manusia dan Haji, dan tiada kebaikan bahwa kamu mendatangi rumah-rumah (penanggalan)

dari belakangnya, tetapi kebaikan itu ialah siapa yang menginsyafi. Datangilah rumah-

rumah dari pintu-pintunya. Insyaflah pada ALLAH semoga kamu menang.

2/197. Haji itu pada bulan-bulan tertentu. Siapa yang telah wajib Hajji dalamnya, maka tiada

lagi jimak dan tiada kefasikan juga tiada perbantahan dalam Hajji. Apapun yang kamu

lakukan dari kebaikan, ALLAH mengetahuinya. Dan tambahlah, maka tambahan yang baik

ialah keinsyafan, dan insyaflah pada-KU hai penyelidik.

Hilal yaitu bulan baru atau Bulan sabit yang waktunya ditentukan ALLAH 12 kali dalam satu tahun, dinyatakan dalam Ayat 10/5 dan 9/36. Itulah yang harus dijadikan dasar penanggalan. Selama 12 bulan itu ada 4 bulan terlarang waktu mana wajib Hajji berlaku bagi siapa yang menyanggupi. Kewajiban ini kita bicarakan insya Allah pada lain waktu. Tetapi dari maksud Ayat 2/189 tadi dapat diketahui bahwa orang tidak boleh mendatangi rumah-rumah dari belakangnya tetapi hendaklah mendatangi rumah dari pintu-pintunya, dan tiada seorang sehat yang memasuki rumah dari belakang yang tidak berpintu. Tetapi yang dimaksud ALLAH dalam Ayat Suci itu, sekalipun tampaknya wajar dan lumrah saja, adalah mendatangi atau memasuki bulan penanggalan setiap tahun mesti dari Hilal Bulan yang dinyatakan pada awal Ayat 2/189 itu sendiri.

Hendaklah orang berbulan baru di waktu Hilal Bulan mulai ada di ufuk barat di senja hari yang berlaku pada penanggalan Qamariah, tetapi orang yang memakai penanggalan musim tidak memperdulikan Hilal Bulan itu bahkan mereka sering berbulan baru di waktu Bulan telah purnama. Hal ini dinyatakan ALLAH sebagai mendatangi rumah dari belakang tidak berpintu, dan pada Ayat 9/37 dinyatakan sebagai menambah pada kekafiran.

Jika penangalan musim tidak didasarkan pada orbit Bumi keliling Surya dan tidak pula pada orbit Bulan keliling Bumi, disusun hanya untuk keuntungan pertanian penduduk belahan utara buat sementara, dan selalu merugikan penduduk belahan selatan, maka penanggalan Qamariah didasarkan atas orbit kedua benda angkasa tadi secara logis dan adil bahkan menguntungkan semua orang.

Dengan memakai penanggalan Qamariah, akan berlaku:

1. Ibadah puasa bulan Ramadhan untuk 18 tahun berlangsung pada musim semi dan musim panas di

setiap Temperatur Zone, dan 18 tahun kemudiannya berlangsung pada musim gugur dan musim

dingin secara bergantian. Sekiranya bulan Ramadhan itu diganti dengan July atau January maka

keadilan tadi tidak akan berlaku. Demikian pula ibadah Hajji ke Makkah.

2. Penanggalan dengan mudah dapat diketahui setiap hari, berdasarkan keadaan Bulan di angkasa

dan berlaku permanen pada tanggal tertentu setiap bulan, hal mana tidak mungkin diketahui

pada penanggalan musim.

3. 31 bulan pada Lunar Year sama dengan 30 bulan Solar Year, hal mana menguntungkan pekerja

bulanan dan orang-orang yang digaji menurut penanggalan.

4. Penanggalan Qamariah sifatnya tetap tanpa perubahan di Bumi, demikian pula di planet-planet

lain menurut Ayat 9/36. Nanti akan diketahui apakah kecepatan orbit Bulannya sama dengan

kecepatan Bulan kita atau tidak, tetapi jelas sekali bahwa pergantian musim di setiap planet

tidak wajar dijadikan dasar penanggalan.

 

Salamun ‘ala manittaba al Huda

 Buku_Nazwar_Syamsukoe

 

 

ARMANSYAH

http://armansyah.swaramuslim.net

http://arsiparmansyah.wordpress.com

http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com

About these ads

40 Responses

  1. Saya terkesan sekali masih ada yg men-cite karya2 tokoh Inkar Sunnah—Maaf mungkin mas Armansyah sudah tahu juga—Setahu saya Nazwar Syamsu adalah tokoh spiritual di belakang penerbit Ghalia—- yang sering dalam karya tulisnya melakukan otak-atik angka dan hal yg secara syar’i tidak ada landasannya utk memperkuat argumen2–dan disesuaikan *!!!–apa perlu dgn isi Al Quran**

    Nazwar Syamsu— (Alm) adalah tokoh Inkar sunnah yg termasuk awal di era awal Orba–mungkin tidak terlalu terakspos lagi—Silakan dicek juga kalau memang mau holistik memahami tulisannya—-yg cenderung inkar sunnah—hanya bertapokan ke Al Quran–hingga shalat dan tata caranya pun —menjadi ternafikan—

    Salam Hangat—Hiroshima Nov 2007

  2. Nazwar Syamsu memang seorang ingkar sunnah, saya sudah lama tahu itu.

    Kebetulan saya punya semua buku-buku beliau, meski demikian Nazwar Syamsu tidak seperti tokoh ingkar sunnah lain yang pernah ada. Semua kajiannya cukup rasional untuk dibahas dan tetap uptodate.

    Saya bukan seorang penganut madzhab apapun, dan saya tidak punya ikatan dengan kelompok Islam manapun. Sebab buat saya, Islam tidak pernah bermadzhab.

    Saya mencari kebenaran dari semua sudut tanpa terkecuali dan tidak tersekat oleh suatu konsepsi pemahaman saja. Karena Islam yang saya tahu sangat universal.

    Demikian.

  3. Assalamualaikum w.w. Saya sangat meminati buku2 Nazwar Syamsu dan telah memiliki sudah sejak lama, begitu kontroversial dan sangat menentang arus. Tapi scientist, bagi saya hanya orang2 yang memiliki logika yang kuat saja yang bisa menerima. Utamanya adlah bhw Nazwar Syamsu sangat menguasai bhs Arab (Al QURAN). Saya ingin sekali memiliki Naskah buku Al Quran versi Nazwar Syamsu, ada kah bung Arman memiliki stock satu saja (copynya jg boleh), terma kasih, Wassalam

    • Salamun alaikum…

      Pak Djoko wiranto…. bisa saya dibantu…. saya juga pingin sekali punya buku-2 karya NS…. tapi sangat sulit untuk mendapatkannya. Mohon maaf saya tidak bisa nulis banyak-2 di forum ini. Kalo boleh saya minta e-mail Pak djoko. Ini e-mail saya : rasulallah130@yahoo.com

      Mudah-2an yang berpegang teguh kepada AL QUR’AN….. Alloh merahmati.

      Salam

  4. Wa’alaykumsalam Wr. Wb.,

    Seperti anda, sayapun mengoleksi lengkap buku-buku Nazwar Syamsu. Scientist dan sangat logika.

    Secara tidak langsung, saya banyak belajar dari tulisan-tulisannya.

    Saya punya al-Qur’an terjemahan Nazwar Syamsu tetapi bukan yang 30 djuz tetapi pelengkap dari buku “Al-Qur’an dasar tanya jawab ilmiah”, berikut dengan kamusnya.

    Jika ini yang anda maksud, silahkan hub. saya di 0816.355.539

  5. Assalamu’alaikum WW. Wah tidak tahunya idem tito alias saya juga punya bung Arman. Sbg catatan saya gembira sekali ada bbrp orang yg sdh saya te mui yg mana bolehlah dibilang seperguruan karena jarang sekali orang2 tertentu yang termasuk dalam sekala pemikir Islam yang mau memahami pemikiran Nazwar Syamsu yamg sngat2 futurist itu yang mana sering (dulu) saya temui saya ajak diskusi mereka menolak. Ok, bung Arman saya tanyakan lagi, apakah ada komuni tas tersendiri para Nazwarist yang memiliki agenda2 tertentu dalam pertemuan? Wassalam

  6. Sejauh ini saya belum pernah mendengar ada komunitas Nazwar Syamsu di Indonesia.

    Maklum saja, tokoh tersebut wafat pada tahun 80-an sehingga mungkin tidak cukup banyak tokoh-tokoh agamawan yang masih baru mengenalnya (apalagi mengoleksi buku-bukunya).

  7. Saya punya Alquran terjemahan Bpk Nazwar Syamsu kalo berminat Hub 081325661605
    Saya juga belajar dari Alquran dari Bpk Nazwar Syamsu karena lebih masuk akal

  8. Djoko Wiranto (19-2-2008) mendapat kesan bahwa Nazwar Syamsu amat menguasai bahasa Arab (Al-Qur’an).
    Setahu saya tidak demikian. Cobalah baca kata pengantar bagi kitab Tafsirnya. Ada dua hal yang saya catat dari situ, yaitu
    (1) Dia menerjemahkan “Abu Bakar” sebagai “bapaknya sapi”. Seperti yang kita ketahui, sapi bukan ‘bakar’ (pakai huruf ‘kaf’), tetapi ‘baqar’ (pakai huruf ‘qaf’).
    (2) Dia menerjemahkan “tsullatun minal awwaliin” dengan “sepertiga dari golongan awal”; padahal ‘tsullatun’ seharusnya berarti ‘banyak’, bukan ‘sepertiga’. Adapun ‘sepertiga’, bahasa Arabnya adalah ‘tsuluts’.
    Sejak itu, saya jadi tahu bahwa dia tidak mengerti bahasa Arab.
    Namun anda benar bahwa Nazwar Syamsu memiliki daya analisis yang amat kuat; hanya sayangnya, yang dianalisis adalah Qur’an dan dia tidak menguasai bahasanya.

  9. Wahh…., bung Herman anda kok kurang bijak (wise) begitu, masa sepatah dua patah kata saja anda sdh memfonis. Kok nalar saya bertanya-tanya apa iya seorang Nazwar tidak dikata kan menguasai bahasa Arab (Al Qur’an), sedangkan ia sudah bisa membuat Terjemah Al Qur’an ?? Sayang saya tidak meng uasai secara persis bahasa Arab (Al Our’an). Meski awam tapi saya juga belajar, setidaknya bisalah membedakan mana yg logis dengan yg tidak logis. Apa iya bung Herman (ma’af) lbh “menguasai”? Bung Arman what do you thing? Begitu saja, terimakasih atas inputnya bung Herman, wassalam

  10. pada pak herman, saya org yang nggak ngerti bahasa arab blas… tapi pada terjemahan depag RI salah satu contoh QS 9 ayat 60 di bahasa arabnya “innama shodaqotu” kok di artikan sesungguhnya zakat-zakat
    apakah sama antara zakat dengan shodaqoh ? kalaau sama knapa kok nggak inama zakata aja… permasalahannya itu juga mempengaruhi hal tentang yang 8 asnaf tersebut. banyak di al quran antara zakat dan sholat dalam satu kata, tetapi shodaqoh sering beridiri sendiri….wassalam

  11. kepada pak Armansyah saya mau tanya nich… apa di setiap planet ada bulan ? karena dari sepuluh planet saya meyakini ada kehidupan seperti kita semua dan ada penghadapan (sederajat dengan Masjidil haram (MAKKAH)), di dalam penanggalan Islam mengggunanakan Lunar sebagai acuan penanggalan jadi menurut saya di setiap planet terdapat bulan sebagai sistem penanggalan. gimana menurut pak Armansyah terimakasih. wassalammu’alaikum….

  12. Saya setuju dengan Lektoge, banyak terjemahan Al’quran versi DEPAG yang masih perlu dikoreksi. Ini semua harus dilakukan untuk kebaikan umat islam, agar lebih mudah memahami Alquran sebagai petunjuk bagi manusia sesuai 2/185.
    Buat Bung Djoko Wiranto bukunya saya tunggu, Buat Mas Yudi di solo salam saya buat Teman2 YATAIN.
    Islam hanya satu petunjuknya pun satu karena datang dari Alloh Yang Satu. Hidup TAUHID

    • Andat tahu ttgYatain, salam anda saya terima terima kasih, Allah telah menurunkan petunjuk yg luar biasa, tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui, ttp malah mendustakan.

  13. asslamu’alaikum buat sesama muslim siapa yang punya buku induknya pak Nazwar syamsu …. ngaku aja, he… saya bisa di copy iin buku induk cetakan saadiyah padang , tebal 2000 halaman folio
    wassalamu alaikum …terimakasih …

  14. mr. Lektoge…..
    tapi bukan kecambah khan ..
    boleh tahu kenapa anda tertarik dengan karya nazwar syamsu ?

  15. Buat Bung Joko Wiranto,

    Kalo boleh saya sarankan, kita bentuk aja komunitas NS di rumah antum, ana mau gabung, hub. no 081319018010
    No hp bung Joko kok nggak bisa dihubungi ?

    Wassalam

  16. Buat bung azis
    Boleh tau emailnya nggak

  17. Salam buat ikhwan M. Abas,

    Terima kasih atas atensinya, saya tunggu kiriman Alqur’annya
    Alamat email saya :

    ulil_albab19@yahoo.co.id

    Salam takdzim buat sahabat2 jamaah Kajian Tauhid

    Wassalam

  18. Assalam..
    Buat bung Lektoge & sekalian pembaca semua, kalo ada informasi tentang buku induk Nazwar Syamsu (yang Lektoge sebutkan) mohon saya dikonfirmasi!
    Alamat email saya:

    dzikr_25@yahoo.co.id

    Terima kasih, salam…

  19. ass… saya bingung jualnya kang.. saya bikin pesawat yg memiliki kecepatan 2 wrp atau 2 juta kali lipat kecepatan cahaya, nah saya rasa abad skrg wktunya buat expansi antar planet bahkan galaxy. bgi shabat yang mw beli pesawat saya contak 08811505911. mengenai nazwar syamsu, jd inspirasi salah satunya.

  20. akang juga boleh kok klo mw beli…. barang boleh dilihat terlebih dahulu dengan sangat senag hati…..bisa lintas dimensi untuk 3 bln yang lalu…sebelum sodara melihatnya, jangan nyangka yg engga2 pd saya. saya berharap anda melihat dulu sebelum membelinya, dan mencobanya.. inilah salah satu kebesaran Allah yang sangat luar biasa. mengendalikan pikiran saya buat bikin pesawat model yang saya buat.. terimakasih.

  21. Ass.wr.wb.
    Kadang sy bingung mencari referensi (yang baik dan benar) untuk menuntun perjalanan hidup kami (keluarga) yang sesuai dengan Qur’an dan hadist. Ada yang bisa membantu ???

  22. Ambil Pelajaran dari Pembaharu Pemikiran, termasuk Al-Ustadz Nazwar Syamsu.
    Betapa naifnya kita, kalau selalu saja setiap gagasan atau ide dan opini yang berbeda, apalagi karena sekadar pemikirannya tidak sesuai dengan apa yang kita “harapkan”, “standarkan”,”beku di fikiran”, kita tampikkan.Banyak penggagas pemikiran baru di berbagai bidang keilmuan harus menderita karena tidak diakui bahkan dhakimi.Pemikiran yang ‘advance’ akan dipahami di masyarakat yang sudah ‘advance’.Penolakan atasnya hanya mungkin dilakukan oleh masyarakat ” pra advance”.
    Ambil kelebihan pemikir yang maju, buang yang kekurangannya.
    Wassalam

  23. Sudah lama saya membaca buku karya Nazwar Syamsu terutama yang berjudul: Al-Qur’an dan Tanya Jawab Ilmiah. Buku inilah banyak memberi inspirasi pada saya. Baru saat ini, saya dapat membaca, sedikit banyak, lewat internet. Terimakasih ada arsip buku dari Tokoh Nazwar Syamsu, walau beliau dikucilkan dari dunia ilmiah.

  24. Nama Azwar Syamsu tidak asing bagi saya. Karya-karya beliau banyak saya baca (sebelum dibredel pemerintah, waktu itu). Terima kasih ada arsip buku Nazwar Syamsu.

  25. Ass wr wbr
    Saya seorang mualaf, yang sangat tertarik mempelajari Islam karena Al Qur’an. Bagi yang mempunyai buku- buku Alm Nazwar Syamsu, terutama terjemahan AL Qur’an mohon dapat sekiranya dikopikan, mengingat dari versi – versi Qur’an yang ada terkadang membingungkan (contoh surat 9/60 Shodaqoh diartikan zakat, dan jumlah Ayat Al Qur’an setelah saya hitung ternyata jumlah Ayatnya 6239 tanpa Basmalah. Saya juga menjadi bingung kenapa orang Islam kok alergi mempelajari Kitab Sucinya. Padahal Al Qur’an adalah petunjuk ALLAH untuk segenap manusia, sudah barang tentu PASTILAH Al Qur’an tidak menyesatkan. Nabi Muhammad pun bisa menjadi Nabi karena mendapatkan wahyu Al Qur’an. Jadi sebagai Mukmin sudah sepantasnya kita harus mempelajari Al Qur’an. Wassalam

    • Maaf Jumlah Ayat Al Qur’an adl 6236 ayat tanpa Basmallah, dan ditambah basmallah yaitu 112 basmallah menjadi 6348,
      knpa kok cuma 112 tidak 114 pdahal ada 114 surat karena d surat 27/30 sudah ada basmallahnya. yang satunya masuk ayat di Surat Alfatihah ayat pertama. Join ke facebook saya jika anda ingin tahu lebih.

  26. Ass.W.W.
    Alhamdulillah, saya bisa menemukan halaman ini.
    Bung Arman, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada kita semua.
    Saya telah mengenal Nazwar Syamsu sejak SMP, melalui buku beliau al-Qur’an dan Tanya Jawab Ilmiah, selanjutnya pada saat Kuliah di Surabaya tahun 84’an saya dapatkan Kamus al-Qur’an tulisan beliau, saya juga pernah dapat buku beliau tentang “Manusia dan Ekonomi” namun sayang sekali buku terakhir tsb dipinjam seorang teman dan tidak pernah kembali padahal saya belum tuntas baca. Saya sangat rindu sekali bisa membaca-baca lagi karya-2 Nazwar Saymsu. Bila Bung Arman tidak keberatan untuk share, saya sangat berterima kasih bila bisa mendapat buku-2 Nazwar Syamsu dalam bentuk soft copy (pdf format), terutama yang “Manusia dan Ekonomi”.
    Terimakasih atas tanggapan anda, Semoga Allah senanitasa melindungi kita.
    Wassalam.

  27. Ass,w.w. Para ikhwan netter yang yang ana cintai, ana sangat2 gembira karena sdh seth lbh ana tdk membuka internet, ternya ta banyak jg Nazwaris yang bermunculan, sekali lg ana gembi ra banget apalg klu secara alami ngumpul menjadi komunitas tersendiri…trm ksh bung Azis usulan anda tp maaf rmh ana tdk representatif (ponsel ana 08561266162, brp no. antum?). Kali ini ana. Ana jg minta maaf dg bung Abas hgg kini msh blm jg memenuhi janji ana mengirim copi buku2 NS, sdgkan saya sdh di kirimi Al QuranTerjemah NS…insya ALLAH janji itu pas ti dtg dan akan disebar kpd ikhwan2 yang lain dlm komunitas ini, syukron – salam

  28. Nazwar Syamsu bukan ingkar sunah, anda yg tidak tahu tgg Sunnah, Sunah itu ketentuan, ketentuan itu datang dari pencita Alam Semesta yaitu Rabb Allamiin / Allah. Sunnah itu terdapat dlm surat 33/62dan 48/23

    سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا [٣٣:٦٢]
    Sebagai sunnah (ketentuan) Allah yang telah berlalu dari dulu, dan tidak engkau dapati perobahan bagi sunnah (ketentuan) Allah itu.

    سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا [٤٨:٢٣]
    Selaku sunnah (ketentuan) Allah yang sungguh telah berlalu dulunya, dan tidak akan kamu dapati perobahan bagi sunnah Allah itu

    anda2 ini tidak tahu apa itu sunnah tetapi hny asal bicara ingkar sunnah. sunnah itu dari Alllah yaitu Al Qur’an sbg petunjuk. skrang anda yg ingkar/ Bp Nazwar?? saya bukan pengikutny Nazwar syamsu…. ya u/ yg sesudahnya.

  29. Sudah sangat jelas, peminat buku NS adalah orang-orang ingkarus sunnah yang membuang al-hadits sebagai salah satu sumber hukum dan agama Islam. Dan benar sekali apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Aku tinggalkan bagi kalian semua dua perkara yang jika kalian berpegang teguh padanya maka tdak akan tersesat selama-lamanya, ia adalah al-Qur’an dan al-Hadits.” Jika NS dan pengikutnya (di Solo tergabung dalam anak buah Mbah Min (Minardi Mursyid) dalam kelompok Yatain) tidak memakai al-Hadits sebagai sumber hukum dan agama maka pasti akan tersesat.
    Mereka hanya mengotak-atik al-Qur’an sesuai dengan logika mereka yang sesungguhnya sangat dangkal. Tidak mengetahui hakekat kebenaran yang sesungguhnya. Semoga anda semua kembali ke jalan yang benar yakni ahlus sunnah wal jama’ah.. aminn

  30. pak muchsin : buka kalbu anda jikalau ingin benar2 mempelajari Al qur’an. buka hati anda sebaik2nya jangan asal bicara menuduh orang lain salah. Apakah anda atau kelompok anda sudah yakin paling benar ?
    justru dengan mempelajari Al qur’ an kita semakin takut, bagaimana dengan anda ? Apakah anda cukup berbangga hati dengan belajar setiap hari hadist2 bikinan manusia ? padahal Nabi Muhammad sendiri melarang setiap ucapannya selain Al qur’an dituliskan.

    • Iya bung mukhsin anda sdh ketinggalan zaman deh, pemikiran2 NS coba dipelajari dulu dg seksama, kami para Nazwarist tdk bs dikatakn sbg inkarusuannah. Mungkin anda jg kurang memahami sebutan sunnah, coba deh dijabarkan apa arti sunnah yg sesungguhnya. Shalat itu siapa yg mewariskan yg selama ini kt lakukan, bukankah dari Nabi Muhammad? Nah kt melakukan sbgmn yg anda lakukan tokh…? Klo anda mengatakan sbg ahlusunnah wl jamaah, apa yg dimaksud dg sebutan tsb, aliran dari mana iru, kapan dan di mana didirikan, siapa yg mendirikan pertama kali, dan siap pemimpinnnya sekarang…? Nah….

  31. Salaamun alaikum, bulan Ramadhan sdh semakin dekat, ada baiknya hal2 yg inheren dg bulan suci tsb, kita kupas dalam pendekatan Alqur’an Al Karim. Pertama-tama agar tdk terhindarkan oleh kontroversi perbedaan dlm menentukan waktu Ramadhan dan wkt Idhul Fitri, maka saya memberitahukan bahwa tgl 1 Ramadhan 1433 H adalah bertepatan pada tgl 20 Juli 2012 Masehi. Lama berpuasa yi selama 30 hari, sehingga tgl 1 Syawal 1433 H bertepatan pula dg tgl 19 Agustus 2012 Masehi. Kmd kt kemukakan pula hal2 yg berkaitan dg bulan Ramadhan tsb adalah istilah Nisfu Sy’ban…suatu Cara lain menentukan Awal Ramadhan. Pengertian Nisfu Sya’ban adalah “Separuh Sya’ban” atau juga pertengahannya yi hari kelima belas Sya’ban bulan kedelapan, yg sesudah 15 hari kemudiannya pasti berlaku tgl 1 Ramadhan. Dlm susunan kalender yg berdasarkan orbit senantiasa Sya’ban memiliki 30 hari. Hal ini ini telah kita catatkan seperlunya, tampak penanggalan Ramadhan saja yg mempunyai jumlah hari yg berbeda, 29 pada tahun biasa dan 30 pada tahun kabisat. Dengan pengetahuan tradisionil demikian. mungkin jg sudah berlaku semenjak Nabi Ibrahim atau juga pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad,makasetengah orang ada yg sengaja ke luar rumah sewaktu maghrib pada tgl 15 Sya’ban untuk memperhatikan status Bulan yang tampak terbit di ufuk Timur. Sekiranya Bulan terbit sebelum Surya terbenam di ufuk Barat maka malam itu dan siang besoknya adalah tgl 14 bulan itu. TEtapi ingatlah bhw kejadian ini hanya wajar dan pernah jadi tradisi bagi penduduk daerah Torrid Zone atau daerah panas sekitar Equator. Tetapi ketika terbukti bhw Bulan tampak terbit di ufuk Timur sesudah Surya selesai terbenam di Barat, maka malam itu dan siang bsoknya adlah tgl 15 Sya’ban dan 16 malam kmd tentulah malam tgl 1 Ramadhan.Itulah Rukyah wajar dan logis jika orang tdk memiliki kalender Qmariah jangka panjang.
    Melihat atau Rukyah Bulan pd tgl 15 Sya’ban wajar sekali dilaksanakan di semua tmpt kediaman pd daerah Equator Bumi utk menentukan tgl 1 Ramadhan 16 hari berikutnya, dan dpt dilakukan di sembarang keadaan cuaca kecuali jika angkasa diliputi mendung tebal. Kiranya hal inilah yg patut dilakukan masyarakat Islam setiap th pd Nisfu Sya’ban, mereka tdk memerlukan biaya jg pejabat resmi, dan tdk pula usaha susah payah spt yg dibutuhkan bagi Rukyah Hilal Bulan pd awal bln Ramadhan. Walaupun Rukyah Nisfu Sya’ban tdk sesungguhnya tepat seluruhnya menurut perhitungan kalender ttp halnya lebih benar dibanding dg Rukyah Hilal. Beberapa kelemahan bagi pelaksanaan Rukyah Hilal, antara lain sbb: 1. Berbagai catatan memberikan data bhw pd wkt permulaan bulan Qamariah atau setiap tgl pertamanya, posisi Bulan selalu berdekatan dg Surya. Jika wkt itu brlaku gerhana Surya, maka gerhana itu berlangsung selama 6 jam,sementara Ijtimak atau gerhana penuh hanyalah selama 7 menit, dan Bulan bergerak terus tampak di angkasa dalam 1 hari atau 24 jam sejauh 11 derajat 12 detik dr orbitnya keliling Bumi. Sekiranya Ijtimak Bulan dan Surya berlaku hari Rabu pd jam antara 18.00 sampai 06.00 besoknya atau selama 12 jam malam itu menurut Standard Time di Jawa, maka sesudah Ijtmak tersebut hrs dicatat tgl 1 bulan baru. Dan semisalnya hari itu awal Ramadhan, tentulah wajib puasa hrs terlaksana, tetapi Rukyah Hilal tdk kelihatan hgg penduduk2 Jawa tdk berpuasa pd hari Kamis tgl 1 Ramadhan itu. 2. Sesuai dg hukum alam yg berlaku bhw daerah yg tepat ditantang Surya berudra panas dan mungkin berdebu, krnnya angkasa Barat sewkt maghrib tampak berkabut yg menghalangi pandangan utk membektikan adanya Hilal Bulan bagi penanggalan bulan baru. Dmk pula utk menentukan hari pertam bulan Ramadhan berdasarkan Rukyah Hilal yg tentunya sangat tipis halus, setipis kertas kuning. Maka sia2lah mereka yg benar2 hdk melihat Hilal tersebut utk ibadah puasa Ramadhan besoknya. 3. Angkasa yg dekat sekali pd keliling bulatan Surya dinamakan orang dg CORONA yg dlm Alqur’an disebut Zamharir (Q.S. 76:13), keduanya baik bulatan Surya maupun CORONA itu pasti menyilaukan mata kalau kebetulan dpt dilihat sewkt cuaca baik. Jadi Hilal pd awal malam tgl pertama Ramadhan begitupun bulan lainnya tentu saja tdk mungkin dilihat krn wujudnya baru berupa garis melingkar setipis kertas, krn jauhnya, dan dia berada dlm daerah CORONA yg menyilaukan mata. Sekiranya orang msh dpt melihat Hilal itu, aau mengatakan telah melihanya, tentulah yg dilihat orang itu Hilal malam kedua dr Ramadhan sejauh 12 derajat lebih dari Surya. Dengan kelemahan atau tepatnya usaha yg tdk wajar itu, maka benarlah Alqur’an dg ketentuan yg tercantum pada Q.S. 2:185 bhw siapa yg dg perhitungannya mengenai penanggalan Qamariah dpt menentukan suatu hari adlh tgl pertama bulan Ramadhan, lalu dia hars menyatakannya kpd masy ramai dan berpuasa siang hari bersama-sama selama 29 atau 30 hari. Tentang hal ini berlakulah apa yg dimaksud ALLAH pd Ayat 2:159 yg berbunyi: “Orang-orang yang menyembunyikan apa yang KAMI turunkan dari keterangan serta petujuk sesudah KAMI terangkan dia dalam Kitab untuk manusia, itulah orang-orang yang ALLAH kutuki dan mengutukinya semua yang mengutuk”.
    Kita kembali pd Ayat 2:185 yi tentang perbandingan bbrp terjemahan a. “………Barang siapa di antara kamu menjalani bulan itu hendaklah berpuasa selama itu?……” b. “………Barang siapa di antaa kamu hadir (di negeri tempa tinggalnya) di bulan itu, hendaklah dia berpuasa pada bulan itu?…….” c. “………Siapa yang membuktikan darikamu bulan itu, hendaklah mempuasakannya ……” Terjemahan a dan b adlh terjemahan yg keliru, sedangkan terjemahan yg c adalah terjemahan yang wajar. Walaupun ketiga terjemahan tsb itu terdpt perbedaan yg banyak, namn yg diperbincangkan di sini hanyalah mengenai terjemahan istilah SYAHIDA (dlm Ayat di atas) dan SYAHRA. Kedua macam istilah itu banyak ditemui dalam Alqur’an. SYAHIDA terdpt pd Ayat2 2:185, 3:18, 3:86, 4:15, 6:19,130,150, 7:37, 12:26,81, 21:61, 24:2,8,24, 27:32, 41:20, 43:19,86, 46:10, 59:11 dan 65:2. Semuanya berarti “membuktikan” dan tidak satupun yg diartikan dg “menjalani” atau “hadir” Bagaimana pulamenterjemahkan dua kalimah syahadah jika SYAHIDA diartikan dengan itu, hingga berupa…Aku menjalani (hadir) bhw tiada Tuhan selain ALLAH?? Jadi SYAHIDA hrslah diartikan dengan “MEMBUKTIKAN” yi pengakuan ilmiah bhw Tuhan hanya ALLAH dan Muhammad Rasul-NYA sekalipun tdk pernah melihat. Sejauh itu ini kita belum sampai pd sasaran sebab musabab adanya masyarakat yg melihat Hilal Ramadhan agr besoknya mulai berpuasa wajib. Mungkin ada orang yg memahami Ayat 2:185 tadi dengan…sia yang melihat dari kamu Bulan itu hendaklah mempuasakannya…Hal inipun bersalahan dengan maksud Ayat Suci sebenarnya, krn yf dpt dilihat adalah MOON atau BULAN yg mengorbit di angkasa, dlm Alqur”an disebut dg QAMAR,sedangkn yg tercantum pd Ayat 2:185 ialah istilah SYAHRA berarti bulan penanggalan yg tdk dpt dilihat dg mata krn dia hanyalah namadr sejumlah hari berkelompok jadi satu bagian dari dua belas bagian lainnya dalam setahun. Istilah SYAHRU dpt dibaca pd Ayat 2:185, 4:92, 9:36, 34:12 dan 46:15. Jadi dpt disimpulkan secara sederhana bahwa yg dimaksud Ayat 2:185 bukanlah melihat Bulan atau Hilalnya di ufuk Barat wkt maghrib, tetapi mengetahui bulan penanggalan Ramadhan dan dpt membuktikan dengan perhitungannya, langsung menyatakan kpd masy melalui berbagai media, lalu memulai ibadah pada hari tanggal pertama dari bulan itu

    • Asslm wwb, mhn maaf minta ikut ngasih komentar (kalo dianggap salah). Sy mencermati data2 yg ditampilkan Alm Nazwar Syamsu dan membandingkan data yg lain:
      “Penanggalan Lunar Year dimulai dari Gerhana Surya dengan pengetahuan bahwa sorenya pasti ada Hilal Bulan di ufuk barat. Sekiranya tanggal 1 Muharram, yaitu bulan pertama, bertepatan dengan tanggal 21 Maret atau 22 September pada abad 20 Masehi, tentulah terjadi gerhana penuh di tempat tertentu pada ekuator Bumi. Hal ini memang telah berlaku pada tanggal 21 Maret 1901 waktu mana Umbra atau gerhana penuh terjadi. Kemudian 1 Muharram tercatat tanggal 20 Maret 1935 dan tanggal 19 Maret 1969, waktu itu terdapat Penumbra atau gerhana tidak penuh di Sumatra Tengah, tegasnya di Bukit Tinggi, dan hal itu juga menjadi bukti bahwa Bumi dalam orbit ovalnya keliling Surya melalui garis zigzag atau melenggang ke utara dan ke selatan garis Ekliptik sesudah topan Nuh sampai kini.”
      Mari cermati Data Gerhana:

      Gerhana Matahari pada abad ke-20

      18.5.1901 Total Asia Selatan, Australia, Afrika Timur
      11.11.1901 Cincin Afrika Timur Laut,Asia, Eropa Barat
      5.1.1935 Sebagian Pasifik Selatan
      3.2.1935 Sebagian Amerika Utara, Amerika Tengah
      30.6.1935 Sebagian Rusia, Kanada, Tanah Hijau, Eropa Utara
      30.7.1935 Sebagian Atlantik Selatan, Antarktika
      25.12.1935 Cincin Antarktika, Amerika Selatan sebelah selatan
      18.3.1969 Cincin Asia sblh tenggara, Asia Tenggara, Australia,
      Pasifik Barat
      11.9.1969 Cincin Amerika Selatan dan Utara
      4.1.1992 Cincin Australia Timur, Pasifik, Amerika Utara sebelah barat
      30.6.1992 Total Amerika Selatan, Atlantik Selatan, Afrika Barat
      24.12.1992 Sebagian Asia Timur Laut, Pasifik Utara, Alaska
      21.5.1993 Sebagian Amerika Utara sebelah barat, Eropa Utara, Asia sebelah barat laut
      13.11.1993 Sebagian Australia Selatan, Selandia Baru,
      Antarktika, Amerika Selatan sebelah selatan

      sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gerhana_matahari

      1. Data NS ada gerhana 21 Maret 1901, 20 Maret 1935 berbeda dgn lap NASA yg sama hanya 19 Maret 1969 kalau dikatakan siklus 24 thn juga tdk cocok
      2. Knp NS menyusun Kalender dimulai 1351 H, sdg tahun itu tdk ada gerhana

      Walaupun pemikiran2 NS logis tetapi tetap harus kritis.
      maturnuwun

  32. mas djoko aku minta ijin untuk mengcopy tulisannya makasih

  33. he…he….he…. orang sekarang banyak yang sok pintar…….
    ternyata memahami sunnah saja jadi babak belur……….
    ayo kalo kita lebih pintar buat kajian ilmiah tentang alquran
    saya malah sangsi pada orang orang yang suka menyalahkan orang lain
    jangan jangan ini orang orang seperti muhkdin sunny ini kelompok provokator islam….buktikan karya anda coba buat kajian ilmiah saya mau lihat hasil karyamu……
    saya orang Jogja kalo mau kajian saya sediakan tempatnya…….
    saya undang saudara sebagai nara sumber…..

  34. yang membuat kalender Gregorian, bukan paus Gregory VIII tetapi paus Gregory XIII (1572-1585)

  35. TERkait hukum liburan yang didalam buku tsb mengatakan bahwa kaum muslim haram hukumnya untuk weekend-an…dan baru boleh libur jika ketika akan tidur dan selama bulan Ramadhan…pertanyaannya adalah apakah yang bekerja di rumah sakit terutama para perawat harus meliburkan diri di saat Ramadhan sebulan penuh dan meninggalkan pasien-pasien yang tengah terbaring di rumah sakit?

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: