Membongkar Fitnah rekayasa video HRS & Penari Telanjang

Setelah heboh dengan isyu chat mesum yang diduga sebagian orang tertentu telah dilakukan oleh FH dan Habib Rizieq (meskipun secara ilmiah pembuktian hal ini sesungguhnya sangat lemah sekali seperti yang telah kita bahasa beberapa waktu lalu), baru-baru ini publik digegerkan kembali dengan keberadaan sebuah video dimana Habib Rizieq seolah tengah menari bersama seorang penari striptis ditonton oleh sejumlah jemaah beliau.

Entah siapa yang mempublikasikannya pertama kali, namun video itu ternyata telah menjadi viral kemana-mana. Bahkan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) menurut pemberitaan telah juga ikut dikirim video itu melalui aplikasi WhatsApp beliau. Wallahua’lam.

Sepintas lalu, dalam pandangan mata orang awam, boleh jadi video tersebut tampak real. Seakan-akan memang benar terjadi. Tetapi tidak bagi seorang praktisi IT dan Telematika. Ibarat dalam kasus penyaliban Nabi ‘Isa, maka kejadian tersebut hanyalah subbihalahum alias diserupakan, disamarkan, dipalsukan dalam pandangan mata. Tetapi pada hakekatnya hal yang terjadi tidaklah seperti itu adanya.

Semua contoh dalam tulisan ini beranjak dari video rekayasa yang digunakan untuk memfitnah Habib Rizieq. Digunakan dalam rangka pembuktian secara ilmiah bila memang video striptis yang beredar itu bukanlah real alias memang sebuah rekayasa dari musuh-musuh Islam untuk menjatuhkan citra dan wibawa ulama, khususnya dalam kasus ini : Habib Rizieq.

Sebelumnya, saya minta maaf bila dalam pembuktian dari perspektif IT disini akan menampilkan contoh perempuan dengan aurat terbuka. Semoga Allah mengampuni kesalahan kita tersebut. Semua semata-mata hanya untuk membuktikan mana yang haq dan mana yang batil agar fitnah tidak terus berkembang ditengah umat Islam. InsyaAllah.

Baik kita mulai saja…. video yang viral dan tersebar luas di berbagai media sosial termasuk WhatsApp group itu adalah berikut ini :

Tampak dalam video diatas bagaimana seorang penari perut atau striptis seolah berada diatas panggung yang sama dengan Habib Rizieq dan mereka berdua terkesan sedang menari bersama.

Tapi tahukah anda bahwa video itu sebetulnya rekayasa. Sebab video asli Habib Rizieq yang ada dalam video fitnah itu adalah sebagai berikut :

Nah lalu bagaimana video penari striptis ini? jawabnya diambil dari channel youtube Juan Sillero (link : https://www.youtube.com/user/TheJuansillero). Berikut adalah video asli penari tersebut :

Video tersebut diupload oleh Juan Sillero 3 tahun lalu di channelnya.

Jika anda tidak dapat mengaksesnya karena sesuatu dan lain hal, saya telah membuat backup di channel saya :

Video penari striptis ini pada dasarnya adalah salah satu contoh modelling dalam pembelajaran video dengan teknik Greenscreen yang ditampilkan oleh Juan Sillero dalam channel youtubenya tersebut. Selain video penari striptis itu, ada beberapa lagi video yang sejenis dapat kita temukan di channelnya termasuk contoh tokoh-tokoh hero seperti Spiderman, Superman atau tokoh kocak Mr. Bean.

Penggunaan Greenscreen sendiri jamak dilakukan dalam rekayasa perfileman Hollywood, seperti misalnya dapat anda lihat dalam video berikut :

Saya sendiri pernah mendapat pelatihan teknik greenscreen ini beberapa tahun lalu di Pustekkom Jakarta.

Untuk mengolah greenscreen ini sendiri tidak terlalu sulit. Bahkan dengan ponsel Android biasapun setiap orang dapat melakukannya. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan misalnya adalah KineMaster seperti contoh berikut :

Berikut kita coba gunakan teknik yang sama untuk membongkar kasus video rekayasa yang telah memfitnah Habib Rizieq ini :

Contoh setelah jadi videonya :

Contoh lain :

Bagaimana? Apakah anda masih mau percaya dengan video Habib Rizieq yang disisipi oleh penari striptis tersebut? Hati-hatilah dalam menilai dan menghakimi ulama… mereka adalah warosatul ‘anbiya. Hanya setan yang tidak menyukai para kekasih Allah. Apakah anda salah satunya? 

Semoga Allah masih memberi pelaku pembuat video fitnah ini waktu untuk bertobat dan kembali kejalan yang benar.

Catatan tambahan : Kinemaster bukan satu-satunya aplikasi yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan video berlatar belakang hijau (greenscreen) kedalam video lain yang berbeda. Masih banyak aplikasi lain diluar Kinemaster, misalnya diantaranya adalah ZS4 Video Editor, Virualdub, VSDC Free Video Editor, Wax, iMove, Filmora dan sebagainya.

Armansyah
Praktisi IT

28 Romadhon 1438H/23 Juni 2017
Palembang Darussalam.

 

Advertisements

Sementara artikel tentang Hukum Anjing dinon aktifkan

Dear sahabat pembaca.

Sehubungan dengan telah terbitnya buku ke-6 saya yang berjudul : “Hukum Anjing Menurut Islam” maka untuk sementara waktu ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan, artikel lepas saya di blog ini yang berjudul “Hukum Memelihara Anjing”  di non-aktifkan dulu.

Bagi anda yang tertarik serta penasaran untuk mengetahui hukum sesungguhnya memelihara anjing bagi umat Islam, maka silahkan pesan bukunya langsung kepada saya. Buku ini dicetak dalam oplagh yang terbatas dan tidak di distribusikan ketoko buku. Jadi jika berkenan, silahkan kontak saja melalui nomor yang disediakan.

sybuku

buku2

Harga buku “Hukum Anjing Menurut Islam” ini satuan Rp. 50.000,- dan bebas ongkir untuk pengiriman Palembang dan Jakarta. Tambahan ongkos kirim Rp. 25.000,- untuk pengiriman diluar kedua wilayah tersebut.

Jika anda sebagai reseller, harga Rp. 40.000,- dan minimal pembelian adalah 5 buku. Pengiriman ke Palembang dan Jakarta tetap free-ongkir, tetapi untuk diluarnya maka ditambah Rp. 25.000,-/kg

Silahkan untuk mengirimkan data diri dengan format:

NamaLengkap/AlamatLengkap/NomorHape/JumlahPesanan

Melalui SMS/WhatsApp ke: 0816355539 atau IDLine: arman.syah atau Pin BB: 5756345F

Dana dapat ditransfer ke nomor rekening:

Mandiri : 1130002034746 a/n. Armansyah
BCA : 8570045327 a/n. Armansyah

Hanya kawan-kawan yang sudah melakukan pembayaran dan memperlihatkan bukti transfernya tersebut yang akan diproses pengirimannya. Adapun mereka yang tidak dapat memperlihatkan bukti transfer secara jelas ataupun melakukan transfer diluar nomor rekening diatas, maka mohon maafnya, pesanan anda tidak dapat diproses.

Silahkan berkunjung ke Fanspagenya di

https://www.facebook.com/pages/Hukum-Anjing-Menurut-Islam/1163549503661640 .

Terimakasih.

cover-smashonly

Fenomena Jaman akhir menurut Rasulullah

Shahih Bukhari 6537: Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (tentang tanda-tanda kiamat); “Jaman terasa ringkas, amal shalih berkurang, kebakhilan merajalela, fitnah (maksiat) dinyatakan secara terang-terangan, dan banyak al haraj.” Para sahabat bertanya; ‘Ya Rasulullah, apa maksud istilah al haraj? ‘ Nabi menjawab “Pembunuhan-pembunuhan.”

Shahih Muslim 5136: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Akan terjadi fitnah-fintah, orang duduk saat itu lebih baik dari orang yang berdiri, orang yang berdiri saat itu lebi baik dari orang yang berjalan dan orang yang berjalan saat itu lebih baik dari orang yang berlari-lari kecil, barangsiapa menceburkan dirinya pada fitnah-fitnah itu, ia akan kalah dan barangsiapa menemukan tempat berlindung saat itu, hendaklah berlindung.”

Sunan Tirmidzi 2124: “Di pagi hari seseorang beriman dan di sore hari menjadi kafir, beriman di waktu sore dan di pag hari menjadi kafir.” Beliau bersabda: “Di pagi hari seseorang mengharamkan darah, kehormatan dan harta saudaranya tapi di sore hari menghalalkannya, di sore hari mengharamkan darah, kehormatan dan harta saudaranya dan si pagi hari menghalalkannya.”

Semoga masing-masing dari kita dapat tetap istiqomah dijalan Allah dan mendapat perlindungan, ampunan dan ridho-Nya. Selamat didunia dan selamat pula diakhirat.

Salam dari bumi Palembang Darussalam.
05 Maret 2015

Armansyah Azmatkhan

1st Posted: https://www.facebook.com/armansyah/posts/10153057827173444.

Lagi: Tak ada perayaan tahun baruan

Melengkapi dan mengulangi lagi posting saya terdahulu terkait perayaan tahun baru, maka lebih dari satu bulan jelang akhir tahun 2014 saat saya menulis ini di media sosial (24 Nopember 2014), saya kembali hendak mengingatkan pada kita semua umat Islam, terkait hukum penyelenggaraan perayaan tahun baru.

Cuplikan video ini merupakan salah satu tausiyah saya pada generasi muda Islam penerus bangsa pada waktu menyambut tahun baru hijriyah. Mudah-mudahan tetap aktual dan bermanfaat.

 

 

Intinya : Perayaan tahun baru itu tidak ada tuntunannya secara syari’at. Tahun baru hijriyah diputuskan berdasarkan momentum hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW dari kota Mekkah menuju Madinah. Sementara momentum apa dibalik perayaan tahun baru masehi ?

Mohon maaf bagi para pengagung tahun baru masehi…. saya tidak ikutan. Jangan undang saya untuk memberikan doa penutup serta pembuka tahun, saya tak hapal dan tidak mau melakukannya. Saya juga tidak ingin ikut merayakannya. Buat saya itu bagian dari tasyabbuh yang dilarang oleh Rasulullah SAW. Malam tahun baru, jika umur ini masih dipanjangkan Allah, mungkin akan saya habiskan bersama anak dan istri dirumah tanpa bakar-bakar jagung, api unggun apalagi bakar rumah

Hukum kawin beda agama

Tulisan ini awalnya dari pertanyaan yang diajukan oleh salah satu murid saya melalui media sosial facebook di timeline saya tanggal 04 September 2014 (klik saja untuk melihat postingan aslinya).

Ya… sebenarnya ini bukan isyu baru.

Dari dulu pernikahan beda agama selalu menjadi isyu yang bergulir. Permasalahannya klasik, salah satu dari dua orang yang saling mencinta dan mungkin juga telah mengikat diri untuk sehidup tapi tak semati itu berbeda agama. Biasanya juga yang sering mencuat itu ada diantara kedua makhluk ini yang Islam, entah apakah itu laki-lakinya muslim dan wanitanya kafir atau sebaliknya, laki-laki itu kafir dan wanita itu yang muslimah.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang mengatur tentang pernikahan dan berlaku resmi di NKRI, BAB 1 Pasal 2 butir (1) mengenai Dasar Perkawinan menyebutkan :

 

Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu

 

(Sumber UU bisa di unduh dari: www.hukumonline.com/pusatdata/detail/26834/node/18/uu-no-1-tahun-1974-perkawinan )

Perkawinan adalah sesuatu yang sifatnya sakral, suci. Perkawinan juga dilakukan salah satunya untuk menghindari perbuatan yang melanggar norma masyarakat seperti berzinah atau kumpul kebo yang merusak tatanan kehidupan, menjadikan manusia tak ubahnya binatang yang tak punya akal. Asal suka sama suka maka hubungan sex dapat dilakukan tanpa perlu ada pertanggung jawaban.

Lihatlah kucing, lihatlah anjing…. sering khan kita melihat kucing kawin dijalanan? adakah rasa malu di diri para kucing itu? oh malu karena dilihat orang. Oh malu karena melakukan hubungan sex ditengah alam raya terbuka.

Jawabnya Tidak ! Mereka tak punya rasa malu…. kenapa? karena mereka tak punya akal yang dapat memberi pelajaran moral pada mereka, memberikan pelajaran adab kepada mereka. Pokoknya asal nafsu birahinya terpenuhi main tunggang saja, main hajar saja.

Selesai melampiaskan hajat binatangnya…. kucing jantan lalu melenggang dengan santai dan meninggalkan kucing betina yang segera setelahnya dalam waktu tak lama akan hamil dan melahirkan.

Apakah kucing jantan itu harus bertanggung jawab atas kehamilan si betina? jawabnya tidak. Mereka tak pernah tahu urusan tanggung jawab. Kenapa demikian? jawabnya ya karena mereka binatang. Sekali lagi binatang. Kucing jantan itu juga tidak merasa punya kewajiban untuk mencari nafkah bagi kucing betina dan anak-anaknya. Kucin jantan itupun tidak harus menyekolahkan anak-anak yang lahir atas perbuatannya. Kucing jantan juga tidak ada kewajiban untuk mengajarkan ilmu agama apapun pada si kucing betina serta anak-anaknya. Kenapa? Jawabnya sama, ya karena mereka binatang. Sekali lagi binatang. Di eja : B-I-N-A-T-A-N-G

Jadi bila ada manusia yang ingin berlaku bebas suka-suka tanpa ada aturan hidup diatas dunia ini maka jawabnya tegas dan pasti bahwa manusia itu sudah ingin dirinya menjadi binatang. Sekali lagi dia ingin jadi binatang. Akalnya sudah tak berfungsi lagi. Bukan karena gila atau penyakit keturunan, tapi memang dia ingin derajatnya disetarakan dengan derajat binatang. Melampiaskan nafu birahinya pada siapa saja yang dia inginkan kemudian setelah itu melarikan diri dari tanggung jawab untuk selanjutnya bertemu dengan orang lain melakukan pula hal yang sama.

Persis khan dengan kelakuan binatang?

Nah, aturan perkawinan dibuat, entah itu undang-undang perkawinan negara ataupun syari’at agama ditujukan bukan untuk membatasi kebebasan manusia dalam menyalurkan hajat nafsunya, melainkan memberi rambu-rambu, norma dan perlindungan bagi masing-masing insan yang terlibat perkawinan itu sendiri.

Perkawinan dua orang anak manusia bukan hanya melibatkan dua orang laki-laki dan perempuan itu saja, namun juga akan melibatkan dua keluarga bersatu. Keluarga si laki-laki dan keluarga si perempuan. Si perempuan juga bukan cuma menjadi alat pemuas nafsu laki-laki seperti halnya kucing betina bagi jantannya, tetapi juga berhak mendapatkan pengayoman dari sang suami berupa nafkah sehari-hari, pakaian, kediaman tempat tinggal, harta warisan, bimbingan akhlak, bimbingan bersosialisasi dengan masyarakat dan puncaknya adalah sang istri berhak untuk mendapat bimbingan sang suami untuk menuju ke syurga. Hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak yang terlahir dari hasil perkawinan kedua orang tersebut.

Jadi perkawinan bukan sesederhana pikiran orang yang sedang dimabuk oleh cinta dan syahwat, asal aku cinta kamu dan kamupun cinta aku. Aku dan kamu cinta-cintaan lalu pergi kepenghulu, ijab kabul entah dihadapan al-Qur’an atau berdiri diatas altar. Tidak demikian. Perkawinan tidak sesimpel itu. Perkawinan itu kompleks. Penuh rambu dan aturan main.

Nabi sejak dini sudah mengatur perkawinan ini agar hendaknya dilakukan atas dasar agama. Artinya agama dijadikan alasan pertimbangan rasional yang prioritas, bukan cinta. Kenapa? karena cinta manusia pada makhluk hanya bersifat sementara, tidak kekal, penuh dengan tipuan, penuh dengan nafsu. Setelah berjalan sekian lama, cinta dapat pelan-pelan terkikis, memudar dan hilang.

Lihatlah fakta dihadapan kita hari ini…. berapa banyak orang yang menikah itu awalnya berdasarkan alasan cinta, tapi seiring waktu pernikahannya menjadi kandas. Entah oleh perbedaan ini atau perbedaan itu.

Apapun alasan perbedaan yang menyebabkan perceraian itu terjadi namun pastinya cinta ternyata tidak dapat menjadi alat penyatu, cinta tidak dapat dijadikan alasan untuk mempertahankan mahligai perkawinan yang dulu digadang-gadang sebagai alasan utama mereka melangsungkan ijab kabulnya.

Disini, cinta bisa kita buktikan tidaklah berarti apa-apa dan olehnya jangan dijadikan alasan utama untuk memulai mahligai pernikahan. Maka benarlah ucapan Nabi Muhammad SAW.

Shahih Muslim 2661: Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung.”

Tapi bukankah banyak orang yang menikah atas dasar agama namun juga akhirnya bercerai? bukankah sama saja?

Saya jawab… sekilas iya sama, tetapi hakekatnya berbeda. Mari saya jelaskan….

Continue reading

Menggugat istilah Minal ‘Aidin wal Faidzin

mina_aidin

Pada waktu kita “salam-salaman” dan saling menyapa jelang ‘Iedul Fitri atau ‘Iedul Adha…. biasanya kita berkata: Minal Aidin ya… atau juga menulis Minal Aidin wal Faidzin.  Pertanyaan saya…. kalimat itu artinya apa ya?

Kalimat Minal ‘aidin wal faizin diatas terdiri dari sejumlah huruf Hijaiyah : Mim-nun-alif-lam-‘ain-alif-hamyah-dal-ya-nun-wawu-aliflam-fa-alif-hamzah-ya-za-ya-nun.  Dan jika kemudian kita terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia maka kalimat tersebut artinya akan menjadi:

1. Min, Yang memiliki arti “termasuk”.
2. Al-aidin, Artinya”orang-orang yang kembali”
3. Wal, Artinya “dan”
4. Al-faizin, Artinya “ menang”.

Dari terjemahan kata perkatanya ini maka secara harfiah istilah Minal ‘Aidinwal Fa’izin dalam bahasa indonesia, adalah :“Termasuk dari orang-orang yang kembalisebagai orang yang menang”.

Siapa orang yang kembali dan siapa orang yang menang? Kembali dari mana dan menang melawan siapa?

Kita di Indonesia juga sering menggandengkan istilah Minal ‘Aidin wal Fa’idzin ini dengan kata-kata “Mohon Maaf lahir dan batin”, sehingga seolah-olah arti dari Minal ‘Aidin wal Fa’idzin adalah demikian itu. Padahal jelas-jelas artinya bukanlah itu. Bahkan banyak pula yang kadang menggantikan istilah maaf lahir batin dengan ucapan pendek seperti “Minal ‘Aidin ya”.

Ini salah kaprah!

Continue reading

Bersama Hikmah Nasheed

hn

%d bloggers like this: