Sebaik-baiknya aku, masih lebih baik kamu…

Seorang sahabat beberapa waktu lalu mengajarkan pesan bijak untuk bermuhasabah diri terkait dosa dan amal sholeh: “Sebaik-baiknya aku, masih lebih baik kamu. Seburuk-buruknya kamu, masih lebih buruk aku“. Allahu Akbar.

Semoga kita tetap menjadi pribadi yang merunduk, hamba Allah yang taat dalam kepatuhannya kepada sang Maha Pencipta karena memang tak ada yang perlu kita sombongkan didunia ini, aib kita banyak, dosa kita menumpuk, cuma karena belas kasih Allah saja semua tidak terungkap kepada semua orang.

Jikapun kita saat ini punya harta, punya kedudukan,memiliki ilmu pengetahuan, kemampuan …. bahkan kita memiliki nyawa yang sekarang sedang bersarang didalam badan maka ingatlah bahwa itu semua sejatinya adalah milik Allah. Semua pasti akan diminta-Nya kembali, semua akan ditagih pertanggung jawabannya.

Alangkah ruginya diri yang tak pernah mau menyesali waktunya yang terbuang hanya untuk urusan duniawi dan melalaikan ukhrowinya padahal kita pasti akan mati. Fisik ini cuma sekedar menanti antrian giliran untuk dikafankan dan ditanam.

Palembang 16 Romadhon 1436H.
Hamba Allah, Dzurriyat Rasul-Nya.
Mgs. Armansyah Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini

Advertisements

Indonesia yang Islami bukan Islam yang Indonesiawi

IslamkanIndonesia

Selektif dalam meneruskan dan membaca berita

Selektif dalam menerima dan meneruskan berita! Apalagi jika berita tersebut terkait agama.

Contohnya adalah tentang berita berikut yang saya temukan sedang melintas di beranda saya karena dishared oleh salah seorang teman maya. Perhatikan tulisan yang saya lingkari dengan warna merah.

contoh_berita_ttg_dajjal

Dalam artikel diatas ditulis :

Allah (s.w.t) telah berkata di dalam al-Qur’an bahawa seorang bayi yang kelihatan seperti dajjal akan dilahirkan di israel dan itu adalah petanda hari perhitungan. Telah dinyatakan juga di dalam al-Qur’an bahwa tanda ini adalah sebagian daripada tanda-tanda sebelum berlakunya hari pembalasan. Oleh karena itu, para muslimin dan muslimat seharusnya sudah mulai berubah dan menunaikan solat.

Pertanyaannya adalah : Tolong sebutkan didalam surah apa dan ayat berapa pada al-Qur’an tentang apa yang ditulis tersebut diatas?

Begitupula yang ini : 

Nabi Muhammad S.A.W. berkata:
‘Siapa saja yang menyebarkan berita ini kepada orang lain,akan aku tempatkan dia di dalam Jannah pada hari pembalasan….

Mari kita lihat jika syaitan menghentikannya
(mungkin bermaksud = menghentikan penyebaran pesan ini).

Pertanyaannya adalah : Tolong sebutkan hadis tersebut dengan redaksi diatas, bisa ditemukan dalam kitab apa, hadis nomor berapa dan siapa rantai sanadnya.

Niscaya sipenulis berita tidak akan dapat membuktikannya pada kita karena memang tidak ada didalam al-Qur’an ditulis tentang Dajjal sesuai dengan apa yang mereka tulis pada website tersebut, begitupula halnya dengan apa yang katanya bersumber dari dalam hadist Rasulullah sehubungan dengan penerusan pesan itu.

Hendaklah kita takut dengan pesan Rasulullah berikut:

Musnad Ahmad 2820: Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abdul A’la dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berhati-hatilah terhadap hadits dariku, kecuali yang betul-betul kalian ketahui, karena barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaklah ia bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di Neraka. Dan barangsiap yang berdusta atas nama Al Qur’an tanpa berdasarkan ilmu, hendaklah ia bersiap-siap menempati tempat duduknya di Neraka.”

Bantahan untuk ustadz Azwan

Oleh : Armansyah

Awalnya saya tidak tertarik untuk membahas perihal kemelut yang terjadi pada keluarga alm. Uje. Saya menghormati almarhum dalam kapasitasnya sebagai salah satu ulama yang baik. Tapi karena konflik yang harusnya berada pada ranah internal keluarga ini mencuat ke publik dan menjadi konsumsi orang banyak, di tambah pernyataan yang mengkaitkan hukum Islam didalamnya maka sebagai seorang muslim, saya akhirnya merasa perlu juga untuk ikut angkat bicara. Dalam hal ini bukan untuk berbicara berkaitan konflik antara ibu mertua-kakak ipar dan istri almarhum, namun berkaitan dengan hukum peninggian serta pembagusan kubur dari sudut pandang Islam.

Tulisan ini, di ilhami dari sebuah tayangan video berisi pernyataan langsung oleh Ustadz Azwan yang merupakan kakak kandung dari almarhum Uje bahwa peninggian kuburan itu hukumnya boleh dari sudut pandang fiqh.

Continue reading

Khutbah Jumatku 12 April 2013 : Ujian Nasional dan Kejujuran Santri

Link donwload audio Khutbah saya 

edisi Jum’at 12 April 2013

Tema Khutbah : “Ujian Nasional dan kejujuran santri”.

gbr2khutbah12april

Linknya : http://www.4shared.com/mp3/k34Q2Yf5/13-04-12-12-12-42.html

Teks pembuka dan penutup khutbah Jum’at

Oleh Armansyah

Berikut adalah teks pembuka dan penutup khutbah Jum’at yang biasa dibacakan oleh Khatib.

Silahkan di copy paste bagi yang membutuhkannya :

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Akhir dari khutbah pertama :

Continue reading

Boleh Mengkritik sahabat tetapi jangan menghina mereka!

Boleh Mengkritik sahabat Nabi tapi jangan menghina mereka!
Sebuah kritik pada sebagian pemikiran orang syiah.

Oleh : Armansyah

Perseteruan antar sahabat dimasa lalu, pada hakekatnya telah menjadi fakta sejarah yang tidak mungkin dihindarkan atau ditutup-tutupi. Melakukan kajian dan kritik terhadap mereka dari sisi ilmiah sama sekali bukan hal yang terlarang apalagi berdosa, terutama jika kita memang ingin obyektif dan mencari kebenaran sesungguhnya.

Kita tidak perlu berlebihan dalam menyikapi semua kritik dan kajian pada generasi pertama tersebut seolah mereka adalah kaum untouchable persons. Mereka juga adalah manusia biasa, sama seperti kita dan orang lain diluarnya. Kedekatan mereka pada Rasulullah, kesatu jamanan mereka dengan Rasul tidak harus lalu ditaklidkan dengan sifat pembenaran diri pada mereka dalam segala sesuatunya. Hal yang saya percaya, mereka sendiri tidak menyukainya.

Maksud saya dengan sahabat disini tentunya adalah orang-orang yang dianggap sebagai sahabatnya Nabi Muhammad SAW. Siapapun itu adanya. Entah mereka itu 4 khalifah pertama (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali) maupun individu lain diluar mereka.

Para Nabi saja diceritakan secara jelas didalam al-Qur’an, kerap berbuat hal-hal yang bersifat khilaf dalam kapasitasnya sebagai manusia biasa yang normal. –dalam artian, kesalahan ini tidak ada kaitannya dengan posisi mereka sebagai Rasul atau duta Allah pada manusia untuk menyampaikan wahyu.

Continue reading

%d bloggers like this: