Politik dalam perspektif Bubat

Ada cerita yang populer dimasyarakat namun oleh sebagian kalangan sejarawan validasi faktanya justru dipertanyakan. Kisah tersebut mengenai tragedi perang bubat.

Seperti diketahui bersama bahwa ketika Gajah Mada dilantik sebagai patih, dia bersumpah untuk menyatukan berbagai kerajaan dibawah panji-panji Majapahit.

Dalam kidung sundayana ceritanya penuh dengan motif politik kekuasaan dimana calon pengantin raja Majapahit yaitu Puteri Prabu Lingga Buana dari Galuh yang bernama Dyah Pitaloka dijadikan sebagai simbol ketertundukan kerajaan tersebut kepada Majapahit. Hal yang kemudian menyulut penolakan dari pihak kerajaan Galuh yang lalu mengakibatkan pecah perang bubat atau lebih tepatnya pembantaian yang mengakibatkan banjir darah di bubat karena tidak seimbangnya pasukan kerajaan Galuh dengan pasukan Majapahit pimpinan Gajah Mada.

Dalam versi berbeda, sebagian kalangan sejarawan menganggap bahwa motif terjadinya perang bubat adalah kecemburuan politik sejumlah pejabat Majapahit terhadap karir Gajah Mada yang lalu menemukan alasan untuk memfitnahnya melalui gerakan pembantaian orang-orang Galuh dilapangan bubat dengan mengatasnamakan Gajah Mada yang tak bisa move on dari sumpahnya terdahulu untuk membuat seluruh kerajaan dinusantara ada dibawah otoritas Majapahit.

Sejumlah sejarawan lainnya menolak adanya kisah banjir darah di bubat itu berdasar kitab Kakawin Negarakertagama, karya Mpu Prapanca yang sama sekali tidak menyinggung apapun terhadap peristiwa tersebut padahal ia ditulis pada era dimana pembantaian bubat konon terjadi.

Entah versi mana yang betul namun jelas bahwa masalah kronik Bubat adalah sebuah komoditi politik sekelompok orang untuk mempengaruhi orang lain dengan maksud dan tujuan tertentu.

Inilah realitas politik sejak dahulu kala, menghalalkan berbagai cara demi terwujudnya sebuah keinginan. Tak perduli meskipun itu harus mengorbankan banyak orang yang tak berdosa ataupun melakukan penipuan publik dengan menyetir pemberitaan agar seolah-olah hal itulah yang terjadi meskipun sebetulnya hanyalah suatu rekayasa.

Advertisements
%d bloggers like this: