KTP yang tercecer (sebuah evaluasi)

8 tahun saya dulu bekerja disalah satu percetakan terbesar di Sumsel, waktu itu juga bagian dari KKG (Kelompok Kompas Gramedia). Dari awal selaku operator Pracetak hingga terakhir menduduki posisi Staf Direksi bagian Teknologi Informasi. Pernah terlibat mencetak surat suara. Proses percetakan hingga finishingnya sangat ketat sekali. Perusahaan dijaga aparat kepolisian 24 jam. Tidak sembarang orang dapat keluar masuk area percetakan tersebut termasuk karyawan.

Semua berkas-berkas yang salah cetak, rusak dan semacamnya tidak boleh dibuang atau tercecer. Dikumpulkan menjadi satu untuk kemudian dibawa kembali oleh pihak yang berkompeten untuk didata terlebih dahulu. Selebihnya baru dimusnahkan sendiri oleh mereka.

Secara umum adalah wajar dalam sebuah proses percetakan apabila terjadi kerusakan, misalnya salah ketik, gambar tidak link, proses di pracetak yang lalai merubah komposisi warna menjadi cmyk agar output di image setter berwarna, proses montage yang kurang presisi, tinta yang kehabisan, adjustment yang kurang baik, roll mesin yang kotor hingga membekas di kertas cetakan, kertasnya putus saat mesin sedang beroperasi hingga salah potong dan salah lipat dibagian finishing.

Hal yang sama terjadi juga dalam proses pencetakan lain seperti koran, brosur, majalah, buku atau undangan.

Tapi yang tak wajar apabila waste ataupun sampah kerusakan ini terjadi dalam jumlah yang besar misalnya hingga 3 atau 5 juta cetakan.

Dalam percetakan besar, umumnya ada satu unit kerja khusus yang berfungsi sebagai pengatur dan pengendali produksi. Unit ini akan memonitoring seluruh proses operasional produksi yang berlangsung. Mulai dari perencanaan persiapan kertas, seperti berapa plano yang dibutuhkan, hitung-hitungannya seperti apa, jumlah katernnya berapa, pewarnaannya bagaimana, naik dimesin apa, berapa kali proses naik mesin dan seterusnya sampai pada proses akhir.

Jika sampai kerusakan cetak mencapai angka ratusan ribu atau jutaan maka jika kita polakan dalam bentuk exemplarnya, sudah berapa banyak jumlah exemplar yang lolos dari pengontrolan? Apakah tidak ada pengontrolan sama sekali? Berapa ratus ribu atau berapa puluh juta dana kerugian yang terwujud atas kesalahan-kesalahan demikian?

Sudah sewajarnya ada evaluasi menyeluruh secara terbuka agar publik tahu terkait ektp tercecer yang kabarnya adalah rusak baru-baru ini. Bagaimanapun pengadaan ini menggunakan uang rakyat sementara masih banyak rakyat yang hidup dalam kondisi kekurangan.

Wallahua’lam. 
Mgs. Armansyah, S.Kom, M.Pd

Tulisan asli : https://web.facebook.com/armansyah/posts/10156244410938444
Advertisements
%d bloggers like this: