A Perspective it self!

Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia amat buruk bagimu. (QS. Al-Baqarah [2]: 216)

Inilah faktanya kita dalam memandang persoalan hidup. Terkadang kita melihat permasalahan hanya dari sudut pandang tertentu dan menafikan sudut pandang lainnya.

Pattern yang kita bentuk dalam pikiran adalah sesuai apa yang kita lihat meskipun seringnya kita mengabaikan proses validasi atau muhasabah diri atau juga tabayyun.

perspective

Sebagai seorang dosen yang mengajar mata kuliah Metodologi Penelitian, saya selalu menekankan pada mahasiswa saya agar dalam menulis dan berpikir tetap mengacu pada kerangka ilmiah. Begitupun dalam hidup ini secara luas. Ketika kita melihat suatu persoalan, maka ambillah dulu jarak dengan asumsi yang terbentuk, apalagi asumsi publik.

Selidiki dulu kebenarannya secara deduktif maupun induktif atau bahasa agamanya tabayyun, analisalah, bandingkan dengan hal-hal lain sejenis (Studi komparatif) dan baru mengerucut pada kesimpulan.

Ibarat parodi yang sering kita baca, ada sekelompok orang buta memegang gajah lalu masing-masing membuat kesimpulan berdasar pengalaman yang mereka alami dan mengatakan bahwa gajah itu kecil dan panjang sebab dia memegang ekornya, ada yang mengatakan gajah itu bercula sebab dia memegang gadingnya, ada yang mengatakan gajah itu hanyalah daging besar karena dia memegang badannya dan seterusnya dan sebagainya.

Mgs. Armansyah, 04 Romadhon 1439H
Palembang Darussalam.

Advertisements
%d bloggers like this: