Kasus Markus 16 ayat 9-20

Allah dalam al-Qur’an berfirman :

وَيَقُوۡلُوۡنَ هُوَ مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِ وَمَا هُوَ مِنۡعِنۡدِ اللّٰهِ‌ۚ وَيَقُوۡلُوۡنَ عَلَى اللّٰهِ الۡكَذِبَ وَ هُمۡ يَعۡلَمُوۡنَ
Artinya :

Ali Imron – 78. Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.  (http://www.alquran-indonesia.com/index.php?surah=3&a=78)

Juga ayat di surah Al-Baqarah ayat 79 :

فَوَيۡلٌ لِّلَّذِيۡنَ يَكۡتُبُوۡنَ الۡكِتٰبَ بِاَيۡدِيۡهِمۡ
 ثُمَّ يَقُوۡلُوۡنَ هٰذَا مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِ لِيَشۡتَرُوۡا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيۡلًا ؕ
فَوَيۡلٌ لَّهُمۡ مِّمَّا کَتَبَتۡ اَيۡدِيۡهِمۡ وَوَيۡلٌ لَّهُمۡ مِّمَّا يَكۡسِبُوۡنَ‏
Artinya :

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

Serta di surah Al-Maaidah ayat 41 :

يٰۤـاَيُّهَا الرَّسُوۡلُ لَا يَحۡزُنۡكَ الَّذِيۡنَ يُسَارِعُوۡنَ فِى الۡكُفۡرِ مِنَ الَّذِيۡنَ قَالُوۡۤا اٰمَنَّا بِاَ فۡوَاهِهِمۡ وَلَمۡ تُؤۡمِنۡ قُلُوۡبُهُمۡ‌ ‌ۛۚ
وَمِنَ الَّذِيۡنَ هَادُوۡا ‌ ۛۚسَمّٰعُوۡنَ لِلۡكَذِبِ سَمّٰعُوۡنَ لِقَوۡمٍ اٰخَرِيۡنَۙ لَمۡ يَاۡتُوۡكَ‌ؕ
يُحَرِّفُوۡنَ الۡـكَلِمَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَوَاضِعِهٖ‌ۚ يَقُوۡلُوۡنَ اِنۡ اُوۡتِيۡتُمۡ هٰذَا فَخُذُوۡهُ وَاِنۡ لَّمۡ تُؤۡتَوۡهُ فَاحۡذَرُوۡا‌ ؕ
وَمَنۡ يُّرِدِ اللّٰهُ فِتۡنَـتَهٗ فَلَنۡ تَمۡلِكَ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ شَيۡــًٔـا‌ؕ
اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ لَمۡ يُرِدِ اللّٰهُ اَنۡ يُّطَهِّرَ قُلُوۡبَهُمۡ‌ ؕ لَهُمۡ فِىۡ الدُّنۡيَا خِزۡىٌ ۚۖ وَّلَهُمۡ فِىۡ الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيۡمٌ
Artinya :

Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:”Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu ; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah”. Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Kita telah melihat pembuktian kebenaran dari ayat-ayat al-Qur’an ini dalam contoh kasus Markus pasal 9 ayat 44 dan 46, Markus pasal 9 ayat 29, dan juga kasus ikan goreng atau ikan panggang pada Lukas 24 ayat 42. Sekarang mari kita lanjutkan pembuktian-pembuktian kita terhadap kebenaran kalamullah al-Qur’an ini.

Jika kita lihat dalam buku karangan Markus pasal 16, maka nyatalah disana pada kebanyakan versi bibel yang beredar pasal 16 itu akan berakhir pada ayat ke-20. Seperti contoh berikut :

img-20180421-wa00021635518035.jpg

 

Secara online kita juga dapat membacanya misalnya melalui situs Sabda :

http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/?b=41&c=16

Screenshot :

sabda16-920

Tetapi, dalam versi bibel lainnya… Markus pasal 16 ayat 9 sampai 20 ini ternyata tidak ada alias dihapus.

img-20180421-wa00031442951308.jpg

Secara online kita dapat melihat misalnya melalui link :

https://www.biblegateway.com/passage/?search=Mark+16&version=NIV

nivmark169

Disana ditulis :

[The earliest manuscripts and some other ancient witnesses do not have verses 9–20.]

Dengan demikian bahwa ayat 9 sampai 20 dari buku karangan Markus pasal 16 ini sama sekali tidak ditemukan pada manuskrip atau codex-codex tertua bibel, misalnya seperti codex Sinaiticus.

Mari kita buktikan :

img-20180421-wa0004-1004017836.jpg

img-20180421-wa0005819428675.jpg

Sumber gambar :

http://www.codexsinaiticus.org/en/manuscript.aspx?book=34&chapter=16&lid=en&side=r&verse=8&zoomSlider=0

Lalu jika manuskrip tertuanya saja yang berasal dari abad ke-4 ini sama sekali tidak menulis ayat 9 sampai 20 pada Markus pasal 16, darimana ayat-ayat itu hadir dan menjadi bagian dari kitab suci?

Katakanlah ayat-ayat tersebut bisa dijumpai di beberapa manuskrip (Codeks Aleksandrinus, Kodeks Efraemi, Kodeks Bezae) dan terjemahan (Vulgata Latin, Siria Cureton, Pesyita Siria) kuno. Pertanyaannya sekarang, apakah codex-codex tersebut usianya lebih tua dari codex Sinaiticus? Jika jawabnya iya, maka apa sudah ada uji karbon terhadap usia codex-codex lain ini?

Faktanya sampai hari ini, Codex Sinaiticus secara ilmiah masih dianggap dan diakui sebagai salah satu codex tertua bible yang pernah ada.

Bukti :

usiasinaiticus

Codex Sinaiticus is generally dated to the fourth century, and sometimes more precisely to the middle of that century. This is based on study of the handwriting, known as palaeographical analysis. Only one other nearly complete manuscript of the Christian Bible – Codex Vaticanus (kept in the Vatican Library in Rome) – is of a similarly early date. The only manuscripts of Christian scripture that are definitely of an earlier date than Codex Sinaiticus contain small portions of the text of the Bible.

Sumber : http://www.codexsinaiticus.org/en/codex/date.aspx

Dari Wikipedia kita juga bisa membaca:

sinaitikus

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Codex_Sinaiticus

Sementara  :

Codex Aleksandrinus adalah naskah Bible berbahasa Yunani dari abad ke-5 M.

codexalexandrinus copy

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Codex_Alexandrinus

Codex Efraemi (Codex Ephraemi Rescriptus) adalah naskah Bible dalam bahasa Yunani dari abad ke-5 M.

codexephraemi

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Codex_Ephraemi_Rescriptus

Codex Bezae alias Codex Bezae Cantabrigensis, naskah kuno berbentuk kodeks yang memuat sebagian Perjanjian Baru yang diperkirakan dibuat pada abad ke-5.

codexbesae

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Codex_Bezae

Sementara Textus Receptus (TR) sendiri adalah naskah Bibel dalam bahasa Yunani yang diterbitkan pada tahun 1550an.

TRWiki

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Textus_Receptus

Senada dengan Wikipedia :

TR

Sumber : http://www.kjvtoday.com/home/q-wasnt-the-textus-receptus-based-on-just-a-few-manuscripts

dan

TRTR

Sumber : http://textusreceptusbibles.com/History

Olehnya maka patut kita pertanyakan bagaimana mungkin teks-teks yang datang belakangan itu memuat ayat tambahan pada Markus 16 sementara codex yang usianya lebih tua seperti Sinaiticus justru tidak mencantumkannya?

Apakah ayat 9 sampai 20 dari Pasal 16 buku karangan Markus ini palsu? Lalu apa standar penentu secara ilmiah yang dapat memvonis ayat-ayat itu asli dan palsu sementara codex tertuanya sendiri justu tidak menulisnya? Lalu jika memang ia tidak pernah ada pada codex tertua, kenapa bisa dicantumkan sebagai bagian dari kitab suci?

Saya ingat apa yang dimuat oleh Bart D. Ehrman, seorang professor perjanjian baru dalam bukunya yang berjudul Misquoting Jesus halaman 34:

img-20180419-wa0017-804974785.jpg

Apa yang disampaikan oleh Bart D. Ehrman ini dapat kita baca juga codexnya di :

https://digi.vatlib.it/view/MSS_Vat.gr.1209

Screenshot :

vaticanusbart331512web

Vat.gr.1209_1516_pa_1512_m

VaticanusBart33b

Sekali lagi, inilah kebenaran firman Allah dalam al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 79, Ali Imron ayat 78 dan Al-Maaidah ayat 41 bahwa kitab-kitab terdahulu telah mengalami tasrif, distorsi atau perubahan oleh tangan-tangan manusia yang tak bertanggung jawab.

Ada ayat yang ditambah dan dianggap sebagai firman Allah, ada ayat yang dihapus dan juga ada ayat yang redaksinya mengalami penyuntingan.

Surah al-Maaidah ayat 48 :

وَأَنزَلْنَآ    إِلَيْكَ    الْكِتٰبَ    بِالْحَقِّ    مُصَدِّقًا    لِّمَا    بَيْنَ    يَدَيْهِ   مِنَ    الْكِتٰبِ    وَمُهَيْمِنًا    عَلَيْهِ 

wa-anzalnaa ilayka alkitaaba bialhaqqi mushaddiqan limaa bayna yadayhi mina alkitaabi wamuhayminan ‘alayhi

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian (korektor) terhadap kitab-kitab yang lain itu;

Al-Qur’an adalah bersifat sebagai batu ujian, korektor atau penjaga terhadap kitab-kitab sebelumnya, dengan membenarkan diturunkannya kitab-kitab itu dari sisi Allah, memelihara pokok-pokok ajakan nabi-nabi yang kepada mereka kitab-kitab itu diturunkan, yaitu ajakan ketauhidan, menjadi saksi terhadap orang-orang yang beriman kepada kitab-kitab itu ketika diturunkan bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berkenan kepada perintah Allah dan terhadap orang-orang yang mendustainya, bahwasanya mereka adalah orang-orang yang membangkang kepada-Nya maka mereka berhak mendapatkan murka-Nya.

Al Qur’an memegang teguh pemeliharaan, pembenaran dan kesaksian itu, menjadi penjaga amanat dengan memberitahukan tentang kitab-kitab sebelumnya dan penganut-penganutnya, dan menjadi pengawas terhadap kitab-kitab itu.

Al-Qur’an membenarkan kitab-kitab yang pernah turun dimasa lalu, menyempurnakannya, mengungkapkan letak-letak perubahan dan pemalsuan di dalamnya seperti yang telah kita buktikan sendiri dalam sejumlah kasus di blog ini.

Advertisements
%d bloggers like this: