Apakah Markus pasal 9 ayat 44 & 46 ayat palsu?

Pembahasan kali ini masih sambungan dari bahasan posting sebelumnya terkait dengan pembuktian kita terhadap klaim al-Qur’an bahwa kitab-kitab terdahulu telah terdistorsi oleh tangan-tangan manusia.

Lihat :

https://arsiparmansyah.wordpress.com/2018/04/17/perubahan-pada-markus-9-ayat-29-lanjutan/ atau

https://arsiparmansyah.wordpress.com/2018/04/19/lukas-pasal-24-ayat-42-panggang-atau-goreng/ dan juga

https://arsiparmansyah.wordpress.com/2018/04/17/kitab-terdahulu-telah-dimodifikasi/ 

Kali ini kita akan membahas kasus Markus pasal 9 ayat 44. Dalam kebanyakan bibel, ayat ke-44 ini berbunyi :

di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam

Uniknya, ada beberapa versi bibel yang menempatkan ayat ke-44 dari Markus pasal 9 diatas didalam tanda kurung.

img-20180419-wa0000-1-756914954.jpg

Secara online, contoh ayat ke-44 dari Markus pasal 9 yang diberi tanda kurung tersebut dapat dibaca di versi New American Standard Bible (NASB)

Link :

https://www.biblegateway.com/passage/?search=mark+9&version=NASB

Screenshotnya :

mark9-44nasb

Di beberapa bibel lain seperti versi King James Indonesia, ayat ke-44 dari Markus pasal 9 diatas ditulis seperti ayat lainnya, tanpa diberi tanda kurung apapun.

img-20180419-wa00012063649741.jpg

Secara online, contoh ayat ke-44 dari Markus pasal 9 yang diberi tanda kurung tersebut dapat dibaca di versi King James, melalui link :

https://www.kingjamesbibleonline.org/Mark-Chapter-9/

Screenshotnya :

mark944-kjv

Tapi ada versi bibel lain yang justru menghapus ayat ini :

img-20180419-wa0016-11963782436.jpg

Secara online, contoh ayat ke-44 dari Markus pasal 9 yang diberi tanda kurung tersebut dapat dibaca di versi New International Version melalui link :

https://www.biblestudytools.com/mark/9.html

Screenshotnya :

mark9-44niv

Jika kita melihat dalam codex sinaiticus, sebagai codex tertua bibel yang ada maka ayat ke-44 (dan juga ayat ke-46) memang tidak ditemukan. Mari kita cek langsung ke situs Codexsinaiticus melalui link :

http://codexsinaiticus.org/en/manuscript.aspx?book=34&chapter=9&lid=en&side=r&verse=42&zoomSlider=0

Screenshotnya :

mark944-46

Jika dari codex tertua sekelas codex sinaiticus ayat ke-44 dan ayat ke-46 tidak ditemukan, maka darimana teks tersebut muncul pada versi bibel lainnya? Jika disebutkan pada naskah lain diluar codex sinaiticus teks itu tercantum (misal seperti Tekstus Receptus (TR)) maka kenapa justru di codex sinaiticus selaku codex tertua dari abad ke-4 teks itu tidak ada? lalu apa standar keaslian dari Tekstus Receptus (TR)? Berapa usia hasil uji karbon terhadap naskah Tekstus Receptus (TR) tersebut? lebih tua dari Codex Sinaiticuskah?

Saya ingat, dalam bukunya yang berjudul Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru karya Bart D. Ehrman, pada halaman 34 pernah menampilkan sebagai berikut :

img-20180419-wa0017-804974785.jpg

img-20180419-wa00181301143384.jpg

Ini sebagai bukti bahwa apa yang disampaikan oleh al-Qur’an bila kitab-kitab sebelumnya telah banyak mengalami perubahan ayat (tasrif) seperti penghapusan, editing, penambahan dan sejenisnya tidak dapat dipungkiri.

Surah Al-Baqarah ayat 79 :

فَوَيۡلٌ لِّلَّذِيۡنَ يَكۡتُبُوۡنَ الۡكِتٰبَ بِاَيۡدِيۡهِمۡ
 ثُمَّ يَقُوۡلُوۡنَ هٰذَا مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِ لِيَشۡتَرُوۡا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيۡلًا ؕ
فَوَيۡلٌ لَّهُمۡ مِّمَّا کَتَبَتۡ اَيۡدِيۡهِمۡ وَوَيۡلٌ لَّهُمۡ مِّمَّا يَكۡسِبُوۡنَ‏

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

 

Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya.

Advertisements
%d bloggers like this: