Perubahan pada Markus 9 ayat 29 (Lanjutan)

Posting ini merupakan lanjutan dari posting saya sebelumnya yang berjudul “Kitab Terdahulu telah dimodifikasi” sesuai dengan nash tertulis didalam al-Qur’an.  (Lihat : https://arsiparmansyah.wordpress.com/2018/04/17/kitab-terdahulu-telah-dimodifikasi/ )

Posting ini tidak dapat dipisahkan dari posting tersebut diatas dan ditujukan sebagai bentuk pembuktian, pembelajaran dan penguatan akidah kaum Muslimin terhadap apa yang disampaikan oleh Allah didalam al-Qur’an.

Mari kita lihat bukti ayat al-Qur’an Surah Al-Baqarah 79, Ali Imron 78 dan al-Maaidah 41 tersebut pada kasus Injil Karangan Markus pasal 9 ayat 29 dibawah ini :

img-20180417-wa0020-1137568792.jpg

Teks diatas bisa dibaca hampir diseluruh bibel terbitan Lembaga Alkitab Indonesia dan juga sejumlah versi Bible berbahasa Inggris. Dimana pada pasal 9 ayat 29 ini teks tersebut berbunyi : Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.

Lalu sekarang mari kita lihat apa yang ditulis oleh Bibel yang dikenal sebagai KJI atau King James Indonesia untuk ayat yang sama (Markus 9 ayat 29) :

img-20180417-wa0021-435706786.jpg

Pada bibel tersebut diatas, nyata ada penambahan teks pada akhir ayat kitab Injil karangan Markus pasal 9 ayat 29, yaitu Kecuali dengan Doa dan Puasa. Tambahan tersebut jelas terlihat ada pada kalimat “… dan Puasa“.

Bibel diatas saya cuplikan dari King James Indonesia – Wasiat Baru, terbitan LAI 2011 seperti gambar terlampir dibawah ini :

img20180417230748642307899.jpg

Anda pun bisa mengecek ayat ini secara online melalui link :  https://www.kingjamesbibleonline.org/Mark-Chapter-9/

And he said unto them, This kind can come forth by nothing, but by prayer and fasting.

Screenshotnya :

kjv9-29

Darimana dan bagaimana teks ini muncul sebagai tambahan dari ayat 29 pasal 9 dari kitab Injil karangan Markus itu? Manakah teks ayat yang benar?

“… Kecuali dengan berdoa” ? atau

“… Kecuali dengan Doa dan Puasa” ?

Bagaimana cara menentukan satu lebih benar dari lainnya? Ataukah keduanya sama-sama benar?

Jika kita lihat kaidah universal berikut :

img-20180417-wa0022-973299734.jpg

Maka salah satu dari versi ayat itu pasti benar atau keduanya pasti salah!

Anda juga bisa membaca disini komparasinya : http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Mrk&chapter=9&verse=29&tab=text 

Screenshotnya :

mark9-29sabda

 

Sebagai tambahan pembanding, mari kita baca apa yang ditulis oleh versi Ende melalui link : http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=41&c=9&v=29&version=ende 

Jesus mendjawab: Jang sematjam ini tak dapat diusir melainkan dengan berdoa dan bertapa.

Screenshotnya :

9-29-ende

Pada versi ini justru teks akhir ayat 29 pasal 9 dari kitab Injil karangan Markus itu tambahan redaksi teksnya bukan berpuasa melainkan bertapa!

Berarti sekarang sedikitnya ada 3 redaksi berbeda untuk akhir ayat tersebut, yaitu :

  1. Kecuali dengan Berdoa
  2. Kecuali dengan Doa dan Puasa
  3. Melainkan dengan berdoa dan bertapa

Manakah diantara ketiganya redaksi ayat yang benar? Darimana kita bisa tahu versi A lebih benar dari versi B atau versi C? Fakta mengatakan jika sampai hari ini, tidak ada satupun naskah Bibel yang asli. Semuanya hanya terjemahan dari satu terjemahan ke terjemahan lainnya, dari satu versi ke versi lainnya. Lalu bagaimana mengecek keasliannya?

Codex tertua dari Bibel adalah Codex Sinaiticus yang berasal dari abad ke-4, bukan abad pertama. Itupun isinya banyak yang berbeda dengan teks bibel kebanyakan.

Anda bisa melihat apa yang ada dalam teks Markus pasal 9 ayat 29 itu di Codex Sinaiticus melalui link : http://codexsinaiticus.org/en/manuscript.aspx?book=34&chapter=9&lid=en&side=r&verse=29&zoomSlider=0

Isi teks tersebut :

29 And he said to them: This kind can come out by nothing but by prayer.

Screenshotnya :

codexsinai9-29

Inilah yang dimaksud oleh al-Qur’an sebagai bentuk tasrif yang terjadi pada kitab terdahulu.

وَيَقُوۡلُوۡنَ هُوَ مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِ وَمَا هُوَ مِنۡعِنۡدِ اللّٰهِ‌ۚ وَيَقُوۡلُوۡنَ عَلَى اللّٰهِ الۡكَذِبَ وَ هُمۡ يَعۡلَمُوۡنَ

 

Ali Imron – 78. Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.  (http://www.alquran-indonesia.com/index.php?surah=3&a=78)

Memutar-mutar lidahnya, yaitu mereka men-tahrif (mengubahnya), sebagaimana dinukil dari Mujahid, Asy-Sya’bi, Al-Hasan, Qatadah, dan Rabi’ bin Anas. Demikian pula yang diriwayatkan Al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas bahwa mereka mengubah dan menghilangkannya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/377, lihat pula Tafsir Ath-Thabari, 3/324)

Juga ayat di surah Al-Baqarah ayat 79 :

فَوَيۡلٌ لِّلَّذِيۡنَ يَكۡتُبُوۡنَ الۡكِتٰبَ بِاَيۡدِيۡهِمۡ
 ثُمَّ يَقُوۡلُوۡنَ هٰذَا مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِ لِيَشۡتَرُوۡا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيۡلًا ؕ
فَوَيۡلٌ لَّهُمۡ مِّمَّا کَتَبَتۡ اَيۡدِيۡهِمۡ وَوَيۡلٌ لَّهُمۡ مِّمَّا يَكۡسِبُوۡنَ‏

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

Serta di surah Al-Maaidah ayat 41 :

يٰۤـاَيُّهَا الرَّسُوۡلُ لَا يَحۡزُنۡكَ الَّذِيۡنَ يُسَارِعُوۡنَ فِى الۡكُفۡرِ مِنَ الَّذِيۡنَ قَالُوۡۤا اٰمَنَّا بِاَ فۡوَاهِهِمۡ وَلَمۡ تُؤۡمِنۡ قُلُوۡبُهُمۡ‌ ‌ۛۚ
وَمِنَ الَّذِيۡنَ هَادُوۡا ‌ ۛۚسَمّٰعُوۡنَ لِلۡكَذِبِ سَمّٰعُوۡنَ لِقَوۡمٍ اٰخَرِيۡنَۙ لَمۡ يَاۡتُوۡكَ‌ؕ
يُحَرِّفُوۡنَ الۡـكَلِمَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَوَاضِعِهٖ‌ۚ يَقُوۡلُوۡنَ اِنۡ اُوۡتِيۡتُمۡ هٰذَا فَخُذُوۡهُ وَاِنۡ لَّمۡ تُؤۡتَوۡهُ فَاحۡذَرُوۡا‌ ؕ
وَمَنۡ يُّرِدِ اللّٰهُ فِتۡنَـتَهٗ فَلَنۡ تَمۡلِكَ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ شَيۡــًٔـا‌ؕ
اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ لَمۡ يُرِدِ اللّٰهُ اَنۡ يُّطَهِّرَ قُلُوۡبَهُمۡ‌ ؕ لَهُمۡ فِىۡ الدُّنۡيَا خِزۡىٌ ۚۖ وَّلَهُمۡ فِىۡ الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيۡمٌ

Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:”Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu ; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah”. Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Pembuktian kita terhadap kebenaran pernyataan al-Qur’an diatas insyaAllah masih akan berlanjut dengan ayat-ayat lain dari Bibel yang telah mengalami distorsi.

Advertisements
%d bloggers like this: