Setiap kita adalah Guru…

Setiap kita adalah guru…
Oleh. Armansyah

Selamat Hari Guru Nasional, 25 November 2016 kepada para guru, dosen dan ulama/ustadz.

Pada hakekatnya setiap orang dari kita adalah guru. Orang yang memberikan keteladanan, orang yang mengajarkan ilmu.

Hanya saja ada guru formal yang bekerja pada sebuah instansi tertentu ada juga guru non formal. Ada guru dengan status keprofesian khusus serta ada juga guru dalam bentuk multi profesinya.

Saat kita membuang sampah sembarangan, ada anak kecil yang melihat lalu meniru perbuatan kita itu, maka saat itu kita sudah menjadi guru dari sang anak.

Saat kita marah dan menghardik orang tua… dilihat sama anak-anak dan nanti pada waktunya mereka akan melakukan hal yang sama juga, maka saat itu kita adalah guru bagi anak-anak tersebut,

Jadi… benarlah sabda Rasulullah bahwa setiap kita adalah pemimpin dan setiap kita akan diminta pertanggungan jawab atas kepemimpinan kita.

Minimal kita adalah pemimpin untuk diri kita sendiri… kita adalah guru bagi diri kita. Disadari atau tidak…. diakui ataupun tidak…

Olehnya, ulama — menurut Rasulullah– ada juga ulama yang baik dan ulama yang buruk. Dalam pengertian kebahasaan, ulama itu adalah kumpulan orang-orang yang berilmu pengetahuan tinggi dan orang yang mengajarkan ilmunya.

Sehingga ada orang yang berilmu dan mengajarkan ilmu batil (ilmu yang salah/ilmu sesat/keteladanan buruk) pada orang lain, begitupula ada orang yang sebaliknya.

Jadi, sekali lagi… selamat hari guru bagi semuanya.
Teruslah belajar untuk menjadi sosok guru, sosok dosen dan sosok pendidik yang baik… yang memberikan uswatun hasanah pada orang lain. Yang memberikan ilmu bermanfaat. Karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

Hindari perbuatan-perbuatan tidak terpuji apalagi sampai bermulut sampah sebagaimana si ahok sang penista agama…. manalah benar seorang pejabat punya kelakuan dan ucapan penuh kekejian, sumpah serapah yang kalimat-kalimatnya dipenuhi oleh nama-nama kebun binatang dan kotoran.

Entah bagaimana ceritanya dia bisa lolos verifikasi mental dulunya… sedangkan untuk melamar sebagai karyawan saja kita mesti melampirkan SKCK …. hadeeh. Ya sudahlah, mari kita jadikan dia sebagai contoh buruk yang tidak layak dipilih dan diteladani.

Sebuah hadist saya lampirkan pada kesempatan kali ini…

Sunan Darimi 223: Ibnu Mas’ud pernah berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadaku: Hendaklah kalian belajar ilmu, dan ajarkanlah kepada manusia, pelajarilah ilmu fara`idl dan ajarkanlah kepada manusia, pelajarilah Al Qur`an dan ajarkanlah kepada manusia, karena aku seorang yang akan dipanggil (wafat), dan ilmu senantiasa akan berkurang sedangkan kekacauan akan muncul hingga ada dua orang yang akan berselisih pendapat tentang (wajib atau tidaknya) suatu kewajiban, dan keduanya tidak mendapatkan orang yang dapat memutuskan antara keduanya”.

Salamun ‘ala manittaba al-Huda.

Armansyah, S.Kom, M.Pd,
Guru, Dosen sekaligus Murid

Tulisan asli : https://web.facebook.com/armansyah/posts/10154648424678444

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: