Sebaik-baiknya aku, masih lebih baik kamu…

Seorang sahabat beberapa waktu lalu mengajarkan pesan bijak untuk bermuhasabah diri terkait dosa dan amal sholeh: “Sebaik-baiknya aku, masih lebih baik kamu. Seburuk-buruknya kamu, masih lebih buruk aku“. Allahu Akbar.

Semoga kita tetap menjadi pribadi yang merunduk, hamba Allah yang taat dalam kepatuhannya kepada sang Maha Pencipta karena memang tak ada yang perlu kita sombongkan didunia ini, aib kita banyak, dosa kita menumpuk, cuma karena belas kasih Allah saja semua tidak terungkap kepada semua orang.

Jikapun kita saat ini punya harta, punya kedudukan,memiliki ilmu pengetahuan, kemampuan …. bahkan kita memiliki nyawa yang sekarang sedang bersarang didalam badan maka ingatlah bahwa itu semua sejatinya adalah milik Allah. Semua pasti akan diminta-Nya kembali, semua akan ditagih pertanggung jawabannya.

Alangkah ruginya diri yang tak pernah mau menyesali waktunya yang terbuang hanya untuk urusan duniawi dan melalaikan ukhrowinya padahal kita pasti akan mati. Fisik ini cuma sekedar menanti antrian giliran untuk dikafankan dan ditanam.

Palembang 16 Romadhon 1436H.
Hamba Allah, Dzurriyat Rasul-Nya.
Mgs. Armansyah Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini

Advertisements
%d bloggers like this: