Indonesia yang Islami bukan Islam yang Indonesiawi

IslamkanIndonesia

Advertisements

Link MP3 al-Qur’an & Terjemahannya

Berbagi itu indah… semoga bermanfaat. 

Koleksi Murottal Terjemah Indonesia, Al Ghamidi & Misyari Rasyid. Total 114 file, 1.6 GB.

gambarnya

  1. Download ♪ 001 ~ Al Fatihah.mp3 [1.26 MB]
  2. Download ♪ 002 ~ Al Baqarah.mp3 [80.68 MB]
  3. Download ♪ 003 ~ Al Imran.mp3 [50.12 MB]
  4. Download ♪ 004 ~ An Nisaa’.mp3 [60.81 MB]
  5. Download ♪ 005 ~ Al Maidah.mp3 [46.93 MB]
  6. Download ♪ 006 ~ Al An’aam.mp3 [54.37 MB]
  7. Download ♪ 007 ~ Al A’raaf.mp3 [67.41 MB]
  8. Download ♪ 008 ~ Al Anfaal.mp3 [22.68 MB]
  9. Download ♪ 009 ~ At Taubah.mp3 [45.03 MB]
  10. Download ♪ 010 ~ Yunus .mp3 [37.15 MB]
  11. Download ♪ 011 ~ Huud.mp3 [39.56 MB]
  12. Download ♪ 012 ~ Yusuf.mp3 [54.6 MB]
  13. Download ♪ 013 ~ Ar-Raad.mp3 [25.78 MB]
  14. Download ♪ 014 ~ Ibrohim.mp3 [28.84 MB]
  15. Download ♪ 015 ~ Al Hijr.mp3 [23.42 MB]
  16. Download ♪ 016 ~ An Nahl.mp3 [32.79 MB]
  17. Download ♪ 017 ~ Al Israa’.mp3 [26.12 MB]
  18. Download ♪ 018 ~ Al Kahfi.mp3 [24.79 MB]
  19. Download ♪ 019 ~ Maryam.mp3 [25.67 MB]
  20. Download ♪ 020 ~ Thaahaa.mp3 [19.81 MB]
  21. Download ♪ 021 ~ Al Anbiya’.mp3 [18.07 MB]
  22. Download ♪ 022 ~ Al Hajj.mp3 [19.96 MB]
  23. Download ♪ 023 ~ Al Mu’minun.mp3 [16.65 MB]
  24. Download ♪ 024 ~ An Nuur.mp3 [20.3 MB]
  25. Download ♪ 025 ~ Al Furqaan.mp3 [13.33 MB]
  26. Download ♪ 026 ~ Asy Syu’ara’.mp3 [22.29 MB]
  27. Download ♪ 027 ~ An Naml.mp3 [18.5 MB]
  28. Download ♪ 028 ~ Al Qashash.mp3 [25.74 MB]
  29. Download ♪ 029 ~ Al Ankabut.mp3 [31.85 MB]
  30. Download ♪ 030 ~ Ar Ruum.mp3 [15.33 MB]
  31. Download ♪ 031 ~ Luqman.mp3 [16.07 MB]
  32. Download ♪ 032 ~ As-Sajdah.mp3 [12.11 MB]
  33. Download ♪ 033 ~ Al Ahzab.mp3 [24.25 MB]
  34. Download ♪ 034 ~ Saba.mp3 [27.74 MB]
  35. Download ♪ 035 ~ Faathir.mp3 [14.78 MB]
  36. Download ♪ 036 ~ Yaa Siin.mp3 [22.59 MB]
  37. Download ♪ 037 ~ Ash Shaaffaat.mp3 [19.74 MB]
  38. Download ♪ 038 ~ Shaad.mp3 [15.16 MB]
  39. Download ♪ 039 ~ Az Zumar.mp3 [21.68 MB]
  40. Download ♪ 040 ~ Al Mu’min.mp3 [21.18 MB]
  41. Download ♪ 041 ~ Fushshilat.mp3 [20.41 MB]
  42. Download ♪ 042 ~ Asy Syuura.mp3 [16.92 MB]
  43. Download ♪ 043 ~ Az Zukhruf.mp3 [15.84 MB]
  44. Download ♪ 044 ~ Ad-Dukhon.mp3 [11.47 MB]
  45. Download ♪ 045 ~ Al Jatsiyah.mp3 [15.05 MB]
  46. Download ♪ 046 ~ Al Ahqof.mp3 [20 MB]
  47. Download ♪ 047 ~ Muhammad.mp3 [16.53 MB]
  48. Download ♪ 048 ~ Al Fath.mp3 [9.89 MB]
  49. Download ♪ 049 ~ Al Hujurot.mp3 [11.02 MB]
  50. Download ♪ 050 ~ Qoof.mp3 [12.42 MB]
  51. Download ♪ 051 ~ Adz Dzariyat.mp3 [12.43 MB]
  52. Download ♪ 052 ~ Ath Thuur.mp3 [10.53 MB]
  53. Download ♪ 053 ~ An Najm.mp3 [12.42 MB]
  54. Download ♪ 054 ~ Al Qomar.mp3 [12 MB]
  55. Download ♪ 055 ~ Ar Rahman.mp3 [12.79 MB]
  56. Download ♪ 056 ~ Al Waqiah.mp3 [13.57 MB]
  57. Download ♪ 057 ~ Al Hadid.mp3 [17.79 MB]
  58. Download ♪ 058 ~ Al Mujadilah.mp3 [14.49 MB]
  59. Download ♪ 059 ~ Al Hasyr.mp3 [14.3 MB]
  60. Download ♪ 060 ~ Al Mumtahanah.mp3 [11.35 MB]
  61. Download ♪ 061 ~ Ash Shoff.mp3 [6.88 MB]
  62. Download ♪ 062 ~ Al Jumuah.mp3 [5.33 MB]
  63. Download ♪ 063 ~ Al Munafiqun.mp3 [6.12 MB]
  64. Download ♪ 064 ~ At Taghabun.mp3 [7.78 MB]
  65. Download ♪ 065 ~ Ath-Thalaq.mp3 [8.86 MB]
  66. Download ♪ 066 ~ At Tahrim.mp3 [8.12 MB]
  67. Download ♪ 067 ~ Al Mulk.mp3 [10.51 MB]
  68. Download ♪ 068 ~ Al Qolam.mp3 [10.66 MB]
  69. Download ♪ 069 ~ Al Haaqqah.mp3 [7.53 MB]
  70. Download ♪ 070 ~ Al Ma’arij.mp3 [6.02 MB] 
  71. Download ♪ 071 ~ Nuh.mp3 [7.03 MB]
  72. Download ♪ 072 ~ Al Jin.mp3 [8.68 MB]
  73. Download ♪ 073 ~ Al Muzzammil.mp3 [6.53 MB]
  74. Download ♪ 074 ~ Al Muddatstsir.mp3 [8.65 MB]
  75. Download ♪ 075 ~ Al Qiyaamah.mp3 [2.77 MB]
  76.  Download ♪ 076 ~ Al Insaan.mp3 [8.05 MB]
  77.  Download ♪ 077 ~ Al Mursalaat.mp3 [7.36 MB]
  78.  Download ♪ 078 ~ An Naba.mp3 [6.68 MB]
  79.  Download ♪ 079 ~ An Naziat.mp3 [5.52 MB]
  80.  Download ♪ 080 ~ Abasa.mp3 [5.23 MB]
  81. Download ♪ 081 ~ At Takwir.mp3 [3.72 MB]
  82. Download ♪ 082 ~ Al Infithor.mp3 [2.32 MB]
  83. Download ♪ 083 ~ Al Muthaffifiin.mp3 [3.77 MB]
  84. Download ♪ 084 ~ Al Insyiqoq.mp3 [4.4 MB]
  85. Download ♪ 085 ~ Al Buruj.mp3 [3.81 MB]
  86. Download ♪ 086 ~ Ath Thoriq.mp3 [2.39 MB]
  87. Download ♪ 087 ~ Al A’laa.mp3 [1.58 MB]
  88. Download ♪ 088 ~ Al Ghasyiah.mp3 [3.33 MB]
  89. Download ♪ 089 ~ Al Fajr.mp3 [2.72 MB]
  90. Download ♪ 090 ~ Al Balad.mp3 [2.81 MB]
  91. Download ♪ 091 ~ Asy Syams.mp3 [2.21 MB]
  92. Download ♪ 092 ~ Al Lail.mp3 [1.69 MB]
  93. Download ♪ 093 ~ Adh Dhuha.mp3 [1.28 MB]
  94. Download ♪ 094 ~ Al Insyiroh.mp3 [828.91 KB]
  95. Download ♪ 095 ~ At Tiin.mp3 [795.37 KB]
  96. Download ♪ 096 ~ Al Alaq.mp3 [2.73 MB]
  97. Download ♪ 097 ~ Al Qadr.mp3 [1.04 MB]
  98. Download ♪ 098 ~ Al Bayyinah.mp3 [2.92 MB]
  99. Download ♪ 099 ~ Az Zalzalah.mp3 [851.92 KB]
  100. Download ♪ 100 ~ Al Adiyat.mp3 [1.73 MB]
  101. Download ♪ 101 ~ Al Qori’ah.mp3 [1.44 MB]
  102. Download ♪ 102 ~ At Takatsur.mp3 [1.36 MB]
  103. Download ♪ 103 ~ Al ‘Ashr.mp3 [358.35 KB]
  104. Download ♪ 104 ~ Al Humazah.mp3 [741.21 KB]
  105. Download ♪ 105 ~ Al Fiil.mp3 [566.39 KB]
  106. Download ♪ 106 ~ Quraisy.mp3 [486.21 KB]
  107. Download ♪ 107 ~ Al Maun.mp3 [1.09 MB]
  108. Download ♪ 108 ~ Al Kautsar.mp3 [631.4 KB]
  109. Download ♪ 109 ~ Al Kafirun.mp3 [1.11 MB]
  110. Download ♪ 110 ~ An Nashr.mp3 [813.44 KB]
  111. Download ♪ 111 ~ Al Lahab.mp3 [962.6 KB]
  112. Download ♪ 112 ~ Al Ikhlas.mp3 [653.21 KB]
  113. Download ♪ 113 ~ Al Falaq.mp3 [939.37 KB]
  114. Download ♪ 114 ~ An Naas.mp3 [950.17 KB]

Courtesy : https://www.facebook.com/notes/quantum-syukur/indahnya-berbagi-mp3-murottal-terjemah-indonesia/328086643891212

Fenomena LGBT (Tanggapan)

Saya baru ngeh ternyata LGBT itu adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Na’udzubillahi mindzalik.

Jangan tanya pendapat saya tentang hal ini, sebab jawabnya sudah pasti laknatullah atasnya. Tidak perlu membawakan dalil-dalil pembenaran sebab memang tidak ada yang dapat dibenarkan dari sudut pandang agama maupun fitroh manusiawi.

Sekedar reposting saja, uraian dari saya terkait masalah tersebut dapat dibaca disini:

https://arsiparmansyah.wordpress.com/2015/03/05/fenomena-banci-dan-hukumnya-dalam-islam/

Seumur saya memelihara kucing, belum pernah ada kasus kucing jantan menunggangi kucing jantan. Baik itu jenis kucing kampung ataupun kucing persia. Yang ada justru mereka saling berantem. Kejadiannya pasti kucing jantan nguber-nguber kucing betina sampe dapet. Kalo udah dapet, tuh kucing jantan sudah gak peduli mau di tengah jalan, ditengah pasar atau dimanapunlah langsung dihajar.

Pelajaran apa disini?

Kucing adalah binatang. Sebagai binatang tentu ia tidak punya akal. Tidaktahu sopan santun, tata krama, mana hal yang baik, mana hal yang buruk, mana yang beradab dan mana yang kurang ajar, mana benar dan mana yang salah. Beda seperti manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal dan dibekali wahyu sebagai fondasi imannya. Tetapi kucing sebagai binatang terkadang lebih tahu dan lebih paham fitrahnya ketimbang manusia.

Contohnya ya itu tadi, tak ada kucing jantan menyukai kucing jantan juga, tak ada kucing betina yang nekad mengawini kucing betina lainnya.

Jadi bila sampai ada manusia yang menyukai sesama jenisnya dalam pengertian kecondongan pada cinta layaknya dua pasangan berbeda kelamin maka itu artinya derajat kemanusiaan dirinya tidak lebih baik dan tidak lebih mulia dari binatang. Na’udzubillahi mindzalik.

Semoga Allah melindungi kita, anak-anak kita dan keluarga kita lainnya dari penyimpangan fitroh semacam ini.

Sunan Abu Daud 1754: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Nikahkanlah wanita-wanita yang penyayang dan subur (mampu memberi keturunan), karena aku akan berbangga kepada umat yang lain dengan banyaknya jumlah kalian.”

Musnad Ahmad 2677: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Zuhair dari ‘Amru yakni Ibnu Abu ‘Amru, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah melaknat orang yang menyembelih bukan karena Allah, Allah melaknat orang yang mengubah batas-batas tanah, Allah melaknat orang yang menyesatkan orang buta dari jalanan, Allah melaknat orang yang mencela orang tuanya, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Dan Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.

Musnad Ahmad 14561: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; Jabir bin Abdillah Radliyallahu’anhu berkata saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: ” Yang paling saya takutkan dari umatku adalah perbuatan kaumnya Luth.”

Armansyah, Palembang Darussalam.

Ada apa dengan Wahabi?

Akhir-akhir ini saya melihat adanya sebuah konspirasi besar yang dirancang untuk secara aktif terus menerus mengadu domba antar elemen dan kekuatan Islam di negeri ini. Entahlah apakah ada kaitannya dengan situasi politik yang sejak awal menjarakkan antara poros Islam dengan pihak penguasa ataukah memang ada tangan-tangan hitam ketiga yang hendak menghancurkan dominasi dan persatuan ditengah umat oleh kaum kafir dan munafik, wallahua’lam. Namun kejadian ini mengingatkan saya pada kejadian politik jelang dan sesudah pelengseran presiden Abdurrahman Wahid yang membenturkan Muhammadiyah versus Nahdlatul ‘Ulama. Sehingga bahkan ada kelompok tertentu yang menghalalkan darah tokoh reformasi sekaligus ketua MPR kala itu, Amien Rais.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk memihak kelompok manapun yang tengah dilibatkan namun semata demi meminimalisir efek yang melebar terhadap cara pandang serta sikap kita pada sesama pengucap syahadat. Ingatlah bahwa sekecil apapun upaya yang kita lakukan, ikut memberi kontribusi terhadap proses islah dan perbaikan, minimal pada orang-orang yang terdekat dengan kita.

Setelah usaha keras untuk memperuncing perselisihan ulang kedua ormas keagamaan terbesar negeri ini melalui kasus perebutan masjid disejumlah wilayah, mengorek ulang terjadinya perbedaan fiqh keduanya (Muhammadiyah dan NU) lalu memunculkan isyu Islam Nusantara kini ada skenario besar lain untuk membenturkan kelompok salafiyah yang sering disebut sebagai wahabi dengan kelompok Islam berlabelkan Ahlussunnah waljama’ah atau sering pula disebut Aswaja.

Mohon maaf dulu sebelumnya, saya pribadi tidak sepakat dengan penggunaan istilah wahabi. Sebab jika yang dimaksud adalah gerakan almarhum Muhammad bin Abdul Wahab maka mestinya ia disebut Muhammadiyah bukan Wahabi, sebab istilah Wahabi mengacu pada Abdul Wahab, ayahnya Muhammad. Padahal Abdul Wahab boleh jadi tidak ada sangkut pautnya dengan gerakan tersebut. Entah darimana terjadi konsensus penggunaan istilah wahabi itu sendiri terhadap gerakan dakwah Muhammad bin Abdul Wahab tersebut. Tetapi secara tidak langsung kita telah melimpahkan kesalahan, makian serta kebencian pada orang yang keliru. Apa salahnya Abdul Wahab dalam perselisihan gerakan Tauhid Muhammad putranya dengan kelompok yang memusuhinya? Jawabannya tidak ada. Kita saja yang sering ikutan latah berucap tapi tak paham yang diucapkan.

Okelah ya, kita gunakan saja disini istilah gerakan salafiyah. Nah, kenapa jemaah dan dakwah mereka akhir-akhir ini dimusuhi? Apa yang dianggap keliru dan menyimpang dari syari’at Islam yang telah diajarkan oleh mereka? Adakah mereka mengajarkan Allah itu satu dari tiga oknum ketuhanan? Ataukah ada ajaran mereka yang menyebutkan Rasulullah Muhammad SAW ibnu Abdullah bukan penutup para Nabi? Ataukah ada ajakan mereka yang menyerukan untuk mencaci maki sahabat serta keluarga Rasulullah? Atau mereka dimusuhi “hanya” karena sering membid’ahkan sejumlah amaliyah kaum muslimin kebanyakan karena dianggap menyelisihi sunnah Rasulullah?

Bukankah kita dinegeri ini sudah terbiasa menerima perbedaan? Bukankah ada dari kita yang bahkan berangkulan mesra dengan kaum kafir dengan cara mengunjungi rumah ibadah mereka, berceramah didalamnya, ikut prosesi keagamaannya serta mengucapkan selamat disetiap hari rayanya? Bukankah ada pula diantara kita yang dapat menerima kelompok Syi’ah sebagai bagian dari masyarakat muslim meskipun sebagian besar dari mereka dianggap sering menghujat sahabat Rasulullah dan melegalkan perkawinan mut’ah?

Bukankah ada diantara kita yang pun masih mentolerir eksistensi dakwah Ahmadiyah Qodiyan yang secara gamblang mengikrarkan kenabian Mirza Ghulam selaku nabi pelanjut Muhammad SAW? Bukankah ada diantara kita yang juga masih dapat menerima gerakan nyeleneh Kelompok Islam Liberal atau Islam kejawen yang hanya mencukupkan ibadahnya dengan eling-eling saja? Bukankah ada diantara kita yang masih dapat menerima dan mencari-cari pembenaran perilaku orang-orang yang mengaku Islam namun tetap melarungkan kepala kerbau dilautan serta kepuncak gunung sebagai sesaji yang dipersembahkan pada makhluk astral yang dianggap sebagai para penguasa ditempat itu agar diberi keselamatan?

Lalu kenapa kita tidak dapat menerima kelompok salafiyah yang dakwah-dakwahnya justru cenderung lebih lurus ketimbang kelompok-kelompok lain yang sudah disebutkan tadi?

Jika urusannya katakanlah hanya sebatas perbedaan amaliyah, maka apa perbedaannya dengan perbedaan para imam fiqh kita dimasa lalu? Bukankah –ambil contoh saja– fiqhnya imam Syafi’i berbeda dengan fiqhnya imam Malik? Bukankah fiqhnya imam Hanafi berbeda dengan fiqhnya imam Ahmad?

Saya bukan jemaah salafi, ada sejumlah pandangan mereka terhadap penafsiran nash keagamaan yang tidak dapat saya sepakati. Contohnya terkait hukum cadar, celana cingkrang, musik, anjing, hisab, perayaan maulid dan lainnya lagi namun toh tidak harus lalu memusuhi mereka seolah-olah kelompok diluar Islam yang darahnya halal untuk ditumpahkan. Jika saya disuruh memilih antara hadir dalam prosesi keagamaan orang kafir atau hadir dipengajian salafiyah, maka mungkin saya akan lebih memilih yang terakhir. Toh, bukankah Rasulullah sendiri dinyatakan dalam al-Qur’an berperilaku lemah lembut kepada kaum seiman dan keras kepada kaum kafir?

Marilah kita bersama-sama untuk melihat hal-hal ini secara akal sehat dengan didorong oleh rasa keimanan tauhid yang obyektif. Ada pihak-pihak tertentu yang ingin kita bertikai satu sama lain. Entah itu dilatar belakangi politik, pemurtadan atau lainnya. Ayo, jika kita tidak dapat menjadi air yang memadamkan api konflik maka jangan pula menjadi minyak yang ikut menyulut kebakarannya. Sama-sama kita perbanyak istighfar dan saling membuka hati dibulan suci ini. Semoga Allah ta’ala mengembalikan esensi jiwa kita kepada fitrih.

Mohon maaf lahir dan batin.
Salam dari Palembang Darussalam. 11 Romadhon 1436H.
Armansyah, S.Kom, M.Pd

%d bloggers like this: