Renungan kasus nenek Asyani

Pemberitaan tentang vonis pengadilan terhadap nenek Asyani yang oleh sebagian besar kalangan dianggap mencederai nilai-nilai keadilan itu sendiri karena tidak terbukti bersalah membuat saya teringat hadits Rasulullah terkait penegakan hukum dan keadilan yang berlandaskan syari’at Islam. Alangkah indah dan manusiawinya ia dalam keberpihakan pada orang-orang kecil yang dituduh melakukan perbuatan kejahatan tertentu.

Aduhai betapa ngerinya jadi seorang hakim. Satu kakinya menapak di syurga-Nya karena telah membuat keputusan yang adil namun sebelah kakinya yang lain berada di neraka sebagai simbol ancaman bila ia justru menyalahgunakan jabatan hakimnya itu untuk menindas kaum musthadafin. Innalillahi wa inna ilayhirooji’un.

Nah, Dalam perjalanan dinas saya ke Kota Lahat, saya bertemu dengan seorang ibu tua yang masih aktif bekerja membantu membersihkan area sebuah sekolahan. Meski usianya sudah terbilang lanjut dengan tubuh yang mulai terlihat sedikit membungkuk, ibu tua ini tetap penuh semangat menyapu dan mengambil sampah-sampah yang ada disekitarnya tanpa mengeluh. MasyaAllah, selain belajar tentang arti survival dalam kehidupan dari beliau melalui bincang-bincang kecil sebentar, saya menyempatkan diri untuk berfoto ria dengan beliau –sebelum karena keterbatasan waktu, saya harus segera kembali kepenginapan untuk bersiap pulang menuju Palembang.

ilustrasi_bersama_seorangnenek

Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya pada kita semua serta memberikan kehidupan yang baik, layak dan bahagia fiddun-ya wal akhiroh. Aamiin. Bagaimanapun menggenggam kenikmatan duniawi tanpa melepaskan kebahagiaan ukhrowi bukan hal yang terlarang didalam Islam.

Allahumma inna nas’aluka solamatan fiddin, wa ‘afiatan fil jasadi, wa ziyadatan fil ‘ilmi, wa barokatan fir rizki, wa taubatan qoblal maut, wa rohmatan indal maut, wa maghfirotan ba’dal maut. Allahumma hawwin ‘alaina fi sakarotil maut, wannajata minannar, wal afwa ‘indal hisab. Robbana la tuzigh qulubana, ba’da idz hadaitana, wa hablana mil ladunka rohmah, innaka antal wahhab. Robbana aatina fiddun-ya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qina adzabannar.

00:00 | 24 April 2015 Jum’at dinihari
Dari tepian sungai Lematang Lahat,
Salam sang pembelajar : Armansyah.

Allahumma sholli ‘ ala Muhammad wa’ala Aali Muhammad.

Original posted:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10153179253798444&set=a.10150222596188444.336520.727558443&type=1&permPage=1

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: