Kecaman untuk Direktur Migrant Care (kasus hukuman mati)

Saya mengecam keras pernyataan Direktur Migrant Care, Anis Hidayah yang mempertanyakan kepatutan muslim Indonesia untuk melakukan ibadah umroh ke tanah suci hanya karena ada kasus pemancungan salah seorang TKW kita disana sebagaimana diberitakan oleh media Tribunnews.com. Jika kata-kata tersebut benar keluar dari mulutnya dan bukan pemelintiran oleh media maka sebagai muslim, saya menyerukan pada Anis Hidayah untuk menarik kembali ucapannya itu dan melakukan taubat nasuha karena telah melecehkan hukum agama.

screenshootnya

Kita semua menyayangkan kasus ini sampai terjadi, tapi kita juga harus dapat menghormati hukum qishos yang berlaku di Arab Saudi sebagai implementasi mereka terhadap syar’at Islam yang menjadi dasar konstitusi kerajaan tersebut. Kita harus bersikap obyektif memandang kronologi kasus ini, jangan hanya melakukan pendekatan dari sisi emosional atau rasa nasionalisme buta belaka. TKW kita itu sesuai pengakuannya sendiri dipengadilan Arab Saudi telah melakukan pembunuhan serta divonis dengan hukuman mati kecuali ahli mayit memberikan permaafannya. Sayangnya dalam kasus ini, keluarga orang yang terbunuh menolak memberikan maafnya meskipun ditawarkan diat dalam jumlah besar.

Ibadah umroh sendiri merupakan salah satu ibadah yang terdapat di dalam ajaran Islam, olehnya tidak sepatutnya dijadikan ajang pelecehan dalam bentuk apapun. Orang harus berhati-hati mengeluarkan pernyataan kepublik. Sebuah ibadah tidak dapat dibatalkan hukumnya semata-mata berdasarkan rasa like or dislike, love or hate dan sebagainya. Ia hanya dapat dibatasi oleh nash agama yang syar’i juga, misalnya orang boleh tidak berpuasa Romadhon jika ia sedang menstruasi, sakit atau sedang dalam perjalanan tertentu. Contoh lain, orang boleh membatalkan puasa sunnahnya jika ia kedatangan tamu sebagai bentuk penghormatan tuan rumah terhadap tamu tersebut. Artinya disini Nash yang berisikan perintah berpuasa hanya bisa dibatalkan oleh nash lain yang juga datang dari Allah dan Rasul-Nya.

Ibadah umroh dan haji ketanah suci dikota Mekkah dan Madinah tetap berlaku sepanjang masa meskipun terdapat hal-hal buruk menyangkut hubungan antara kedua negara ataupun like or dislike kita pada otoritas yang berkuasa atas tanah suci.

Semoga Allah mengampuni dan memberikan hidayah-Nya kepada direktur Migrant Care tersebut. Umat Islam wajib untuk menentang pernyataannya terkait ibadah umroh itu. Ini adalah bagian dari psy-war untuk menggerus satu demi satu hukum-hukum agama didalam Islam.

Palembang Darussalam, Jum’at 17 April 2015
Armansyah.

Original posted: 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10153163926238444&set=a.10150222596188444.336520.727558443&type=1

One Response

  1. SI Anis Hidayah gak melihat kalo hukum di sana telah dilaksanakan dengan adil. Contohnya:

    Warga Negara Arab Saudi Dieksekusi Mati karena Bunuh WNI
    http://news.okezone.com/read/2015/04/22/18/1138557/warga-arab-saudi-dieksekusi-mati-karena-bunuh-wni

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: