Kisah pencari matahari

Ada seorang anak muda yang tinggal didasar sebuah lembah. Setiap pagi dan siang ia selalu mendongakkan kepalanya keatas. Dia begitu menyukai matahari. Setelah menahan diri begitu lama, akhirnya ia merasa cukup kuat untuk mendaki keatas puncak gunung. Pagi itu dari dasar lembah tadi, sianak mudapun naik perlahan hingga akhirnya berhasil juga sampai dipuncak. Sayangnya perjalanan dari dasar lembah naik keatas gunung itu memakan waktu seharian. Begitu ia berada diatas dataran yang tertinggi dari gunung itu, hari sudah malam. Matahari yang ia idamkan sejak dari lembah ternyata tidak berhasil ia temui.

Pemuda ini terkulai lemas, ia merasa perjuangannya yang susah payah berakhir sia-sia. Seorang tua yang bijak datang menghampirinya dan bertanya:

“Kenapa kau begitu terlihat rapuh dan lemah, anak muda? “
“Aku sudah lama ingin naik ke atas sini guna bertemu dengan matahari. Aku sudah berjuang untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Tapi begitu aku sudah ada diatas sini, aku tidak menjumpai matahari itu. Aku cuma menemukan kepekatan gelap malam.” Tukas sianak muda lirih.

Sambil tersenyum, orang tua bijak itu berkata lagi:

“Anak muda! Kau terlalu sibuk dengan satu tujuanmu saja. Dari dasar lembah itu kau cuma dapat melihat matahari saja diketinggian. Kau mengaguminya dan ingin mendapatkannya lebih dekat. Sekarang kau sudah disini, diatas puncak gunung tertinggi dan kau tidak lagi menemukan sang mentari itu. Sekarang, buka matamu lebar-lebar anak muda. Pandanglah kelangit luas itu…. kau memang gagal mendapatkan matahari, namun fokuslah, kau mendapatkan bintang-bintang yang jumlahnya sangat banyak dan indah. Tidakkah engkau melihat semua itu?” Kata siorang tua tadi sembari menunjuk kebintang-bintang yang bertaburan dilangit”.

Anak muda itu tercekat, ternyata ia memang terlalu sibuk dengan mimpi tunggalnya sehingga ketika mimpi itu gagal terwujud, dia merasa kosong, hampa dan sia-sia. Manakala ia sadar, ternyata ia memang diliputi oleh kegelapan malam, ia memang sudah kehilangan sang mataharinya tapi ia sudah mendapatkan lebih dari satu benda langit yang bercahaya. Ia ternyata sekarang justru sedang dikelilingi oleh ratusan bintang gemintang yang indah bergemerlapan. Dia pada hakekatnya telah mendapatkan lebih dari apa yang ia inginkan namun karena kegalauannya untuk sesaat ia tidak mampu melihat semua keindahan tersebut.

ilustrasinya

Semoga cerita ini dapat diambil hikmahnya dalam menjalani serta menyikapi fenomena kehidupan yang dinamis ini.

Salam dari Palembang Darussalam.
24 Maret 2015

Armansyah Azmatkhan, S.Kom, M.Pd

Original posted : Facebook

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: