Malaysia: Antara Mobnas dan Film Animasi Anaknya

Sebenarnya langkah untuk menggandeng Malaysia dalam proses pengembangan mobil nasional bukanlah sesuatu yang perlu untuk diributkan. Harus diakui bahwa dewasa ini, negri Jiran tersebut sudah banyak melakukan lompatan diberbagai bidangnya. Bukankah roda kehidupan itu senantiasa berputar selaku sunnatullah yang memang berproses? Jika dulu anak-anak muda Malaysia banyak berdatangan ke Indonesia untuk menuntut berbagai ilmu, sekarang boleh jadi giliran anak-anak muda Indonesia yang belajar pada mereka.

Jujur, dari sisi film animasi anak-anaknya saja, dalam komparasi sederhana, saya sangat memberikan apresiasi positip untuk misalnya “Upin & Ipin” serta “Pada Zaman Dahulu”. Apalagi bila ingin dibandingkan dengan animasi anak-anak sejenis produksi dalam negeri kita. Sebagai seorang pendidik, saya melihat aspek edukasi yang terdapat dalam “Upin & Ipin” dan “Pada Zaman Dahulu” jauh diatas misalnya sebut saja Sopo Jarwo dan Keluarga Somad.

Ini bukan tentang bangga atau tidaknya terhadap produksi anak bangsa, namun kita juga harus jeli melihat konten dari produk itu sendiri. Terlebih misalnya tayangan yang ditujukan pada anak-anak kecil kita. Bagaimana suatu tayangan dapat membantu memberikan edukasi yang positip dan benar terhadap tumbuh kembang kepribadian serta kecerdasan IQ, EQ maupun SQ anak-anak kita itu. Lihatlah sejumlah episode Upin & Ipin misalnya, kontennya penuh dengan nilai-nilai Islami, ajaran berpuasa, tarawih, mengaji, memainkan permainan anak-anak, tentang akhlak, cara menyayangi binatang serta tumbuh-tumbuhan dan seterusnya. Hal yang saya belum melihatnya pada animasi-animasi anak Indonesia. Jikapun ada pesan moral didalamnya, seperti misalnya sosok Pak Haji pada cerita Sopo Jarwo, masih terkesan menggurui dan juga monoton.

Yaa… ini lagi-lagi hanya dipandang dari sudut-sudut edukasi saja. Saya tidak melihat dari sudut politik dan sebagainya. Karena memang sementara ini saya rehat dulu dari aktivitas politik praktis dan berfokus pada dunia pendidikan. Jadi, mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Terkait tayangan anak-anak, ini juga diambil dari sudut pandang saya selaku seorang ayah dengan 3 orang anak dan juga seorang Muslim serta seorang edukator.

Salam dari Palembang Darussalam.
08 Pebruari 2015

Armansyah Azmatkhan.

One Response

  1. bagaimana mau jd mobnas klu selalu saja di permasalahkan siapan yg diajak kerja samax…

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: