Ananda bertanya tentang Alien

Selepas sholat Maghrib berjemaah beberapa malam lalu, ananda nomor dua, Haura, bertanya pada saya dalam sesi liqo:

Pa, apakah Alien itu memang ada? | Sambil senyum saya jawab dengan pertanyaan kembali: Nak, rumah kita ini ada berapa kamar? | Dijawab sama Haura : Ada 4 kamar pa. Kamar papa-mama, kamar kakak, kamar ayuk sama adek dan kamar Nyai (Nenek). | Nah, jika rumah kita ini punya 6 sampai 10 kamar, bagaimana? | Haura Jawab: Ya sia-sia dong Pa, masak dibiarkan kosong saja. | Nah, begitu juga kira-kira fungsi dari planet-planet yang ada di semesta kita nak. Khan Ayuk sudah belajar di IPA, bahwa selain bumi, diluar angkasa sana ada begitu banyak planet dan gugusan bintangnya, bahkan ada banyak juga galaksi. Lalu, apakah menurut Ayuk, Allah akan menciptakan tempat-tempat itu secara sia-sia tanpa pengisinya? Hanya untuk menjadi hiasan semata-mata? 

Haura tampaknya sudah menangkap arah pembicaraan saya, lalu kemudian menjawab: Jika begitu Alien itu ada disana yo Pa. | Saya: InsyaAllah pastinya demikian nak. Allah sudah mengatakan bahwa DIA menyebarkan Dabbah di langit dan dibumi serta apa-apa yang ada diantara keduanya. Semua itu diciptakan secara Haq agar menjadi pemikiran bagi kita orang yang berakal. Allah tidak menjadikan itu untuk main-main saja.

Haura bertanya lagi: Apakah Alien itu sama seperti kita pa? | Saya jawab: Namanya Dabbah itu adalah makhluk hidup. Baik dia berupa hewan maupun makhluk lainnya termasuk misalnya seperti kita ini, manusia, atau seperti Jin, seperti cacing, seperti lintah, seperti kecoak dan sebagainya. Bahkan jika air itu memiliki kehidupan, maka airpun termasuk sebagai Dabbah. Jika tetumbuhan itu memiliki kehidupan maka tumbuhan itupun termasuk sebagai Dabbah. Dan kita umumnya menyebut makhluk-makhluk yang diluar manusia di bumi sebagai Alien.

Si Kakak lalu tiba-tiba menyeletuk bertanya : Nah Pa, Kalau Alien itu adalah Dabbah seperti yang papa katakan tadi, mungkin saya ada yang seperti kita khan Pa? | Saya mengangguk membenarkan: ya, sangat bisa saja begitu nak. | Kakak Melanjutkan : Lalu apakah mereka punya Nabi dan Rasul juga Pa? Apakah Nabi Muhammad juga harus mereka imani Pa? | Saya tersenyum lalu jawab: Iya nak, didalam al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa setiap umat itu pasti akan didatangkan Rasul-Rasul dari jenis mereka sendiri.

Jadi logikanya, jika di planet-planet itu atau di bintang-bintang itu ada makhluk hidup berakal seperti kita maka kepada mereka tentu juga diutus Rasul-Rasul Tuhan. Lalu tentang Nabi Muhammad, beliau adalah Bani Adam, maka misi utamanya ditujukan untuk kita para Bani Adam.

Jika kemudian Nabi Muhammad juga diutus kepada bangsa Jin seperti yang pernah papa ceritakan tempo hari maka disitulah universalitas kenabian Muhammad, Nabi kita itu diutus kepada semesta alam. Jadi syari’atnya tentu juga sama dengan syari’at para Nabi dan Rasul dimanapun termasuk diberbagai planet disemesta raya ini. Sebab mereka berasal dari satu Tuhan, yaitu Allah. Sehingga bila para Alien itu percaya pada Nabi-nabi mereka disana, tentu konsekwensi logisnya juga merekapun secara otomatis harus percaya dengan Nabi-nabi kita kaum Bani Adam.

Lalu Pa, apakah mungkin kita bertemu mereka? | InsyaAllah nak. Segala sesuatu dapat saja terjadi. Mereka juga hamba Allah, sama seperti kita. Jika teknologi kita sudah sampai pada taraf penerbangan antar planet seperti di film-film itu atau kita bisa teleportasi, maka besar kemungkinan kita dapat bertemu muka dengan mereka. Wallahu a’lam.

Semoga dialog ini bermanfaat.
Salam dari Palembang Darussalam.
29 Januari 2015

Armansyah Azmatkhan.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: