Obrolan kecil: Kenapa Tuhan hanya boleh satu?

Pasca sholat maghrib berjemaah beberapa malam lalu, saya tanya pada anak-anak.

Kenapa ayuk sama adek kadang suka bertengkar? Si Kk jawab, krn rebutan mainan Pa. Ayuk tidak mau mengalah sama adek. Eh si ayuk tiba2 jawab, masak ayuk terus pa yang harus ngalah samo adek?

Nah, kata saya melanjutkan, apa jadinya menurut kalian bila ada lebih dari satu Tuhan?

Semuanya kompak menjawab, “pacak belago”.

Pura-pura bingung saya kejar lagi, “loh. Khan mereka sama-sama Tuhan nak. Kok belago?”

Salah satu dari mereka jawab dengan lugunya, nah bisa saja Pa. Tuh dalam film Mahadewa, Khrisna dan Syiwa bisa bertempur. Mereka khan bagi umat hindhu dianggap sdh spt tuhan. Khan kalo spt itu akhirnya tuhan dak beda sama kito pa.

Alhamdulillah. Pendampingan selama ini terhadap mereka dalam menonton tayangan televisi ternyata berhasil. Kemudian saya simpulkan buat mereka.

Oleh karena itu nak, didalam Islam, Tuhan tidak mungkin lebih dari satu. Allah itu Ahad, Dia As-Shomad, lam yalid wa-lam yulad, walam yakun lahu kufuwan ahad.

Islam itu sederhana dan logis, bahkan dapat dipahami oleh alam pikiran anak kecil. Tinggal kepiawaian kita saja sebagai orang tua dalam membuat pendekatan kepada mereka.

Jadi ingat metode alm. Bpk. A. R. Fachruddin, ketum Muhammadiyah saat beliau mengubah lirik lagu topi saya bundar utk menghadapi pemurtadan ditengah anak-anak. “Tuhan saya satu. Satu Tuhan saya. Jika bukan satu, bukan Tuhan saya”.

Mohon maaf lahir batin.
Salam dari Palembang Darussalam.

Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (Al-Qur’an surah al-Anbiya ayat 22)

Armansyah Azmatkhan

Catatan tambahan:

*Belago = Berkelahi

*Posting ini merupakan arsip dari status yang saya update pada 18 Desember 2014 lalu di media sosial Facebook.

Link. https://www.facebook.com/armansyah/posts/10152858903858444

*Seri yang dimaksud oleh anak-anak saya itu adalah berikut ini :

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: