Seri TDL Kristologi: Misi kenabian Isa al-Masih

Seri Tauhid dan Logika Kristologi.
“Misi kenabian Isa al-Masih”
Oleh. Armansyah
Penulis Buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” dan “Jejak Nabi Palsu”

Dalam al-Qur’an disebutkan bila setiap jengkal wilayah bumi ini yang ditinggali oleh komunitas masyarakat, diutus bagi mereka “duta-duta syurgawi” dalam wujud manusia dari kalangan mereka sendiri selaku Nabi dan Rasul yang akan memberikan mereka petunjuk kepada jalan Tuhan dalam rangka memperbaiki hubungan mereka terhadap sesama terlebih hubungan mereka terhadap Tuhannya.

Oleh sebab itu kisah nabi-nabi yang diceritakan oleh al-Qur’an tidak selamanya hanya berkisah pada para utusan dikalangan bani Israil saja, tetapi juga mencakup sejumlah wilayah lain diluarnya. Seperti misalnya kisah Nabi Hud untuk kaum Aad, Nabi Zulkifli di Damaskus, Nabi Saleh untuk kaum Tsamud, Nabi Idris pada kaum Syits dan Nabi Syu’aib di negeri Madyan.

Pengutusan para Nabi dan Rasul kesetiap penjuru daerah ini pada hakekatnya sangatlah logis sekali, mengingat mereka juga hamba-hamba Allah yang perlu diselamatkan dan mendapatkan petunjuk agar tidak tersesat dalam menempuh hidup diatas dunia ini. Karenanya, al-Qur’an sudah menuliskan bila diluar kisah-kisah para Rasul yang disebutkan dalam kitab suci ini, masih ada banyak lagi nabi-nabi yang diutus kepada setiap kaum yang namanya tidak diperkenalkan.

Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu. (Surah Al-Mu’min: 78)

Apa hikmah dari penceritaan sejumlah kisah para Nabi tertentu ini didalam al-Qur’an?

Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur`an ini kepadamu. (Surah Yusuf: 3)

Dan semua kisah dari rasul-rasul yang Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu. (Surah Hud: 120)

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. (Surah Yusuf: 111)

Oleh sebab itu para Nabi dan Rasul itu merupakan saudara bagi satu dengan yang lainnya.

Sesungguhnya Kami telah mamberikan wahyu kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman, dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. (Surah An-Nisa’: 163-165).

Nabi Isa al-Masih, yang menjadi topik khusus dalam kajian kristologi kita, juga merupakan rangkaian dari kenabian yang pernah diutus Allah kepada umat tertentu, yaitu bani Israil.

Al-Qur’an tidak pernah menyebut adanya tugas lain kepada Nabi Isa selain ia hanya diutus kepada bangsa itu saja untuk menyerukan ketauhidan Allah.

Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu”. (Surah as-Shaaf: 6)

Hal senada juga diaminkan oleh sejumlah ayat dalam kitab Perjanjian Baru, misalnya:

“Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15: 24)

Tidak ada satu ayatpun dalam al-Qur’an yang menyifatkan misi kenabian dan kerasulan Isa al-Masih untuk seluruh manusia atau bersifat universal. Semuanya selalu dalam konteks bani Israil.

Bila kemudian terdapat pernyataan bahwa misi kenabian dari Isa al-Masih juga dapat diberikan kepada bangsa lain diluar bani Israil, perlu kita pertanyakan rujukan validitasnya secara qur’aniah. Bila kemudian gerakan dakwah Nabi Isa dan sahabatnya keluar dari komunitas yerusalem menuju ke daerah lain, maka jawabnya sangatlah mungkin sekali tetapi tetap dalam cakupan bani Israil.

Kita tahu dalam sejarah bila bani Israil itu tidak hanya mendiami yerusalem saja, tetapi tersebar diberbagai penjuru daerah lainnya yang disebut sebagai kaum diaspora. Apa yang ada di dalam wilayah yerusalem dan sekitarnya pada waktu itu hanya sebagian kecil saja dari total 12 suku bani Israil. Itupun didominasi oleh yahudi. Sementara sasaran dakwah Nabi Isa tidak hanya berkutat pada orang yahudi semata namun juga ke-11 suku Israil lain diluarnya.

Oleh sebab itu bukan sesuatu yang perlu dijadikan keanehan bila terdapat cerita-cerita non biblika yang mengisahkan perjalanan Nabi Isa ke India, ke Mesir, ke Glastonbury Inggris bahkan sampai ke wilayah Jepang. Baik dimasa remaja beliau sebelum bertabligh di Yerusalem yang sering di istilahkan dengan “the lost years of jesus” maupun pasca peristiwa Golgotta yang hampir merenggut nyawa beliau. Hal ini karena ke-11 suku bani Israil ini memang ibarat domba yang tersesat, lari kesana kemari pasca pembuangan mereka pada masa lalu. Sudah menjadi tugas dari Nabi Isa (dan sahabatnya sebagai kaum Hawariyun) untuk menjangkau mereka dengan dakwah Tauhid beliau.

Wallahua’lam.
InsyaAllah bersambung pada seri Tauhid dan Logika Kristologi selanjutnya.
Mohon Maaf lahir dan batin.

Palembang Darussalam.
Armansyah

Diposting pertamakali di timeline facebook pribadi saya, 19 Desember 2014

Sumber utama penulisan :
1. al-Qur’an
2. http://alkitab.sabda.org/verse.php…
3. https://www.biblegateway.com/passage/…
4. http://codexsinaiticus.org/en/manuscript.aspx…
5. http://alkitab.sabda.org/verse.php…
6. Buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: