Ritual Kematian, Kehamilan dan Kelahiran

Ada beberapa sahabat yang bertanya di inbox fb saya terkait dengan hukum “marhabanan” dikala sedang proses kelahiran bayi dan juga pemandian bunga-bunga tertentu bagi wanita yang sedang hamil hingga membawa-bawa gunting, paku, benang dan sejenisnya yang katanya untuk menangkal kuntilanak atau apalah namanya itu.

Karena kasus-kasus seperti ini cukup banyak ditanyakan, maka tidak ada salahnya bila –tanpa menyebut identitas sipenanya– maka saya jawab saja melalui status ini agar dapat menjadi pembelajaran bagi rekan-rekan muslim lainnya.

Saya pribadi, sejak istri hamil anak pertama sampai lahiran anak ke-3, tidak pernah melakukan ritual apapun. Tidak ada prosesi selametan 3 bulan, 7 bulan, mandi kembang, mandi air sumur, mandi hujan atau semacamnya. Saya juga bersama istri tidak pernah membawa-bawa gunting atau benda-benda tajam lainnya seperti yang dimaksudkan itu, meskipun kadang kami pergi malam hari atau bahkan lewat kuburan sekalipun. Alhamdulillah sampai hari ini semua baik-baik saja bi-idznillah.

Terus selametan bayi…. ini juga kami tidak mengamalkan apapun, termasuk marhabanan, barzanzi dan semacamnya. Apa yang saya lakukan hanyalah mengakikahkan anak-anak kami. Untuk yang laki-laki 2 kambing dan untuk yang perempuan masing-masing 1 kambing. –Sudah, hanya itu saja.

Kenapa? jawabnya ya karena hanya itu tuntunan yang saya dapatkan bersumber dari Rasulullah SAW. Selebihnya adalah tradisi saja yang kadang-kadang masih harus di tinjau kembali validasinya. Sebab bukan tidak mungkin ada ritual dan bacaan-bacaan tertentu yang ada didalam tradisi itu justru bertentangan dengan ayat-ayat al-Qur’an atau sunnah dari Rasulullah.

Sama halnya ketika ayah saya wafat sekitar 14 tahun lalu, saya juga tidak mengadakan tahlilan, tidak ada yasinan, tidak mengadakan 7 harian, 1000 harian atau semacamnya. Tidak ada makan-minum yang saya siapkan karena memang saya tidak membuat acaranya. Bagi kawan-kawan atau jemaah masjid yang ingin berbela sungkawa, silahkan bertakziah selama 3 hari dikediaman kami. Mohon bantu do’anya saja agar almarhum di ampuni dan mendapatkan ganjaran atas amal ibadah beliau semasa hidup. Agar kami para keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman, ketabahan jiwa dan keluasan rezeki untuk melanjutkan hidup kedepan. –Ya, itu saja.

Lalu bagaimana dengan orang yang melakukannya? –jawabnya seperti biasa… saya menghargainya tapi mohon maaf lahir-batin, saya tidak mengaminkannya.

Demikian. Semoga bermanfaat.
Selamat berakhir pekan.

Palembang Darussalam, 13 Des 2014

Armansyah

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: