Selamat Hari Pahlawan, Ayah

Terimakasih ayah, engkau telah ikut menorehkan sejarah dalam kemerdekaan bangsa ini dari belenggu penjajahan jepang, belanda dan inggris. Aku tak kenal dengan seluruh pahlawan yang kupelajari disekolah, aku tak pernah berjumpa muka dengan mereka yang nama-namanya selalu menghias halaman buku sejarahku. Satu-satunya pahlawan perang kemerdekaan yang aku kenal baik hanya engkau ayah. Bumi menjadi saksi diam atas seluruh keringat, air mata dan darahmu yang telah jatuh membasahinya dalam setiap usahamu membebaskan negeri ini.

Sebelum engkau kembali menghadap ilahi menepati janji sucimu, telah banyak cerita perjuangan yang aku dengar dari lisanmu. Susah dan beratnya penderitaan di medan perang, membunuh atau terbunuh, sholat dalam kepungan peluru, melintasi hutan tanpa alas kaki, menyeberangi sungai yang dibanjiri oleh darah pejuang, bergelut dengan tentara musuh, membebaskan diri dari kepungan, strategi perang yang berubah-ubah, umbi-umbian yang jadi makanan dihutan dan air hujan menjadi minuman….. semua itu kau lakukan untuk kami, generasi penerus negeri. Agar kami dapat menikmati alam kemerdekaan yang bebas dari tekanan, dari kezaliman serta pembunuhan. Kau sama sekali tak pernah terdengar mengeluh ketika bercerita tentang jaman itu, bahkan engkau dengan bangga menyebut bila karena kevokalanmu terhadap pemerintah setelah merdeka, sempat menjadi tawanan politik orang-orang yang bahkan berkuasanya juga atas dukunganmu.

Sampai detik akhir perjuanganmu, tak ada sedikit perhatian dari pemerintah yang menghargai jasa kepahlawananmu itu. Entahlah, apakah mereka lupa atau tak pernah tahu tentang dirimu yang pernah ikut bertempur bersama-sama bung Hatta, Kol. Barlian dan sederet nama-nama besar lainnya itu sehingga berkas-berkas kesaksian banyak pejuang dijamanmu-pun dulu yang pernah kubantu menguruskan 14 tahun silam entah mengendap di birokrasi mana saat ini. Semoga keikhlasanmu mendapatkan balasan yang setimpal disisi Allah ta’ala.

Bagiku, engkau adalah pahlawanku ayah. Bagiku, engkau adalah pahlawan negeri ini. Bagiku, engkau adalah pahlawan keluargaku.

Foto lawas kenangan bersama almarhum ayahanda tercinta

Foto lawas kenangan bersama almarhum ayahanda tercinta

Selamat hari pahlawan, 10 November 2014.
Untuk seluruh pahlawan bangsa Indonesia, khususnya ayahandaku tercinta.
almarhum H. Umar ibn Abdul Hamid.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: