Antara tanah hari ini dan tanah esok hari

Waktunya muhasabah lagi yuk… saat saya menulis ini, bumi Palembang Darussalam telah masuk waktu senja hari. Jelang masuk waktu untuk sholat Maghrib. Nah, hari ini kita telah menjalani hari kita seperti biasa. Bergelut dengan beragam aktivitas yang mungkin melelahkan dan membuat penat. Mari kita hisab diri kita hari ini… apa amalan yang sudah kita perbuat selain aktivitas rutin kita? adakah yang plus dari hari kemarin? atau justru kemunduran? Misal, kemarin kita sedekah sama anak-anak jalanan di lampu merah dan hari ini kita melupakannya.

Sahabat…. hari ini kita masih diberi kesempatan untuk hidup, padahal dosa-dosa kita menumpuk. Itu tandanya, Allah masih memberi waktu bagi kita untuk bertobat. Mari jangan sia-siakan. Tetap saling ingat mengingatkan dalam berbuat benar dan berbuat sabar.

Hari ini juga kita masih dapat menginjak tanah dengan kaki kita, tapi esok boleh jadi justru tubuh kita sudah ada didalam tanah yang hari ini kita injak. Tidak ada yang tahu kapan dan dimana kita akan mati. Terus mohon ampunan pada Allah yuuk.

Palembang, 11 September 2014 (status Facebook)

 

Armansyah

 

Advertisements
%d bloggers like this: