Antara revolusi mental, revolusi mengaji dan revolusi mengkaji

Turunan dari revolusi mental adalah revolusi mengaji dan revolusi mengkaji. Revolusi mental terlebih dahulu harus terbagi menjadi dua, mental kepada Tuhan dan mental kepada makhluk. Apa yang kita ucapkan itu yang harus kita jalankan, setia pada sumpah yang disampaikan dengan nama Allah. Itu salah satu bentuk sederhana dari revolusi mental kepada Tuhan. Sementara revolusi mental kepada makhluk misalnya dengan menjaga amanah yang telah dipercayakan orang pada dirinya, berperilaku baik pada sesama hamba, terutama mereka yang berjasa pada kita,.

Revolusi mengaji dilakukan dengan cara memperlancar bacaan hijaiyyah kita, memperbaiki tajwid dan makhroj hurufnya agar semakin bagus dan tepat bacaan ajian kita sehingga bila mendadak pada suatu kesempatan kita di daulat jadi imam, tidak malah galau dan cetar-cetar karena bacaan kita kurang baik sehingga malah harus meminta anak kyai maju menjadi imam padahal sang anak kyai adalah perempuan. Itu contoh sederhananya.

Revolusi mengkaji ya bisa misalnya dengan rutin membaca dan mencari tahu tentang tafsir-tafsir al-Qur’an, sabda-sabda Rasul dan juga nasehat para ulama. Hidup ini sangatlah dinamis, sehingga proses belajarpun tak boleh berhenti meski kita telah dewasa. Kaji juga cara kita bersuci, ya meskipun itu dilakukan setiap hari, siapa tahu kita selama ini ada melakukan kesalahan. Misalnya setelah membasuh tangan langsung cuci kaki. Khan hal-hal semacam ini bila salah dilakukan malah bisa berakibat fatal tidak sah ibadah sholatnya. Kecuali bila memang selama ini kita tidak mengerti. Ya mudah-mudahan di maafkan Allah.

Masih dalam revolusi mengkaji, kita juga misalnya harus dapat menuliskan huruf hijaiyyah kedalam bentuk latin secara tepat, tidak keliru dalam meletakkan tasdid, tidak keliru dalam meletakkan tanda baca yang membedakan ain dan alif pada transliterasi dan seterusnya. Gak enak dan kurang sopan bila misalnya menuliskan Alhamdulillah menjadi Allhamdullilah. Alhamdulillah itu khan artinya segala puji bagi Allah. Nah kalo ditulis Allhamdullilah dengan lam bertasdidnya salah… piye artinya?

Ayo kita sama-sama merevolusi mental kita. Kita revolusi juga mengaji kita dan mengkaji kita. Status ini menjadi pesan untuk kita semua.

Jika ada kesamaan tempat, kejadian atau peristiwa semata-mata hanyalah kebetulan saja. Mohon maaf lahir dan batin.

https://www.facebook.com/armansyah/posts/10152375421593444

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: