3 Tokoh Misterius dalam al-Qur’an

Setidaknya ada 3 tokoh misterius dalam al-Qur’an dan mereka bukan “tokoh figuran” seperti halnya cerita tiga orang utusan dan 1 orang pembenarnya yang datang berlarian dari ujung kota pada surah Yaasin.

Kisahnya 3 tokoh yang saya sebutkan misterius ini justru tidak dapat dikatakan sesederhana itu. Dimuatnya ke-3 tokoh tersebut dalam al-Qur’an tentu membuat kita harusnya mau menggali lebih jauh. Mereka adalah :

Satu,
Hamba Allah yang sholeh yang menjadi gurunya Nabi Musa (hadist menyebut namanya sebagai Khidr). Siapa Khidr? Akankah beliau juga salah seorang Nabi dan Rasul Allah?

Dua,
Dzulkarnain, tokoh yang membuat benteng kokoh penghalang ya’yuj ma’juj. Siapakah Dzulkarnain ini sebenarnya?

Tiga,
Samiri, namanya muncul sebagai tokoh antagonis dalam kisah Nabi Musa pasca kekalahan Fir’aun yang ditenggelamkan di laut merah. Berbeda dengan Fir’aun dan Haman beserta tukang sihirnya, meskipun Samiri terbukti menyesatkan umat Bani Israel dengan mengajak mereka menyekutukan Allah, tetapi Nabi Musa justru tidak terlibat konflik fisik dengannya. Samiri hanya di usir dan dikutuk.

Siapa tokoh Samiri ini? Kelihayannya membuat patung anak lembu yang bersuara dan hasutannya yang telah berhasil memperdayai sebagian bani Israel waktu itu, jelas menjadikan ia sebagai salah satu musuh yang harusnya perlu diperhitungkan oleh Nabi Musa sebagaimana Fir’aun dan pengikutnya sebelum itu. Tapi kenapa hanya di usir dan dikutuk?

Dua dari 3 tokoh al-Qur’an diatas sampai hari ini masih sering diperbincangkan masyarakat hingga nyaris menjadi semacam legenda hidup. Misalnya tokoh Khidr, beliau –terlepas dari anggapan kemungkinan status kenabian dan kesholehannya itu– sering muncul dalam hikayat orang-orang sufi yang mendatangi mereka dan mengajarkan mereka banyak hal terkait rahasia ilahiah.

Selain Khidr, tokoh Samiri juga “di isyukan” sebagai tokoh Uncle Sam yang ada di negara Amerika dan berada dibalik semua konspirasi global yahudi sepanjang waktu. Tokoh Samiri alias Sam ini sama halnya dengan kepercayaan sejumlah orang terhadap tokoh Khidr, dianggap masih hidup sampai hari ini. Bahkan Samiri oleh sejumlah orang juga diyakini sebagai Dajjal.

Identitas dari tokoh Uncle Sam dalam khasanah sejarah bangsa Amerika Serikat sendiri sampai hari ini masih diperdebatkan oleh para sejarawannya. 

Wikipedia misalnya menulis.

Uncle Sam (initials U.S.) is a common national personification of the American government that, according to legend, came into use during the War of 1812 and was supposedly named for Samuel Wilson.

The first use of Uncle Sam in literature was in the 1816 allegorical book “The Adventures of Uncle Sam in Search After His Lost Honor” by Frederick Augustus Fidfaddy, Esq. An Uncle Sam is mentioned as early as 1775, in the original “Yankee Doodle” lyrics of the Revolutionary War.

It is not clear whether this reference is to Uncle Sam as a metaphor for the United States, or to an actual person named Sam.

(sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Uncle_Sam)

Ensiklopedi Britannica menulis.

Uncle Sam, popular U.S. symbol usually associated with a cartoon figure having long white hair and chin whiskers and dressed in a swallow-tailed coat, vest, tall hat, and striped trousers. His appearance is derived from two earlier symbolic figures in American folklore—Brother Jonathan and Yankee Doodle.

The origin of the term Uncle Sam, though disputed, is usually associated with a businessman from Troy, N.Y., Samuel Wilson, known affectionately as “Uncle Sam” Wilson. The barrels of beef that he supplied the army during the War of 1812 were stamped “U.S.” to indicate government property.

This identification is said to have led to the widespread use of the nickname Uncle Sam for the United States; and a resolution passed by Congress in 1961 recognized Wilson as the namesake of the national symbol.

(sumber: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/614065/Uncle-Sam)

Dari Urban Dictionary, menuliskan.

A legendary figurehead of the United States. Although mythical, he is reported to have been a real person. Uncle Sam is basically a tall man with white hair (with a white goatee), dressed in the Red, White & Blue, with the Stars & Stripes as a huge hat. Uncle Sam, along with this description, is commonly portrayed as this old-looking, but tough-as-nails, figurehead pointing at you, the viewer of the poster, and below it he’s saying “I Want You”.

Uncle Sam basically represents the US Government, although he greatly represents the US Military.

(Sumber: http://www.urbandictionary.com/define.php?term=Uncle+Sam)

Jadi…. siapa sebenarnya tokoh Uncle Sam Amerika? Mungkinkah dia adalah Samiri yang diceritakan oleh al-Qur’an? Mungkinkah tokoh yang sama ini juga adalah Dajjal yang dimaksud dalam hadist-hadist Nabawi?

Uniknya, poster yang dikaitkan dengan tokoh Uncle Sam ini ada kata-kata bertuliskan kata-kata : “I WANT YOU…. “

Wallahua’lam.

Bagaimana komentar anda?

Diarsipkan dari Timeline FB, 23 Agustus 2014

Advertisements

2 Responses

  1. salam alayka akhinal karim armansyah..

    lebih dari 10 tahun lalu, saya kagum dengan cara penulisan artikel saudara.. menjadi suatu pencerahan membaca artikel artikel saudara pada waktu itu..

    karena satu dan lain hal.. bbrp tahun belakangan ini saya meninggalkan dunia baca.. sampai akhirnya sekarang kembali menyempatkan diri untuk mulai membaca lagi..

    by accident.. dalam pencarian berkenaan “sejarah” saya menemukan kembali blog saudara.. syukran lillah

    Sayang.. setelah membaca beberapa artikel saudara sekarang, saya merasa ada sesuatu yg hilang.. karakter paparan tulisan yg dulu saya kagumi terlihat sudah memudar.. saudara skrg terkesan seperti “terjebak’ oleh sesuatu yg mengaburkan karakter tersebut.. sungguh sangat disayangkan..

    semoga menjadi bahan perenungan..

    Salam ala man ittiba al huda

    • Alhamdulillah. Ada sahabat yang mengkritik melalui sebuah komentar di blog saya. Mengungkapkan kekecewaannya terhadap perubahan gaya penulisan dan penjabaran saya akhir-akhir ini. | Kritikan seperti ini bukan baru satu kali ini sebenarnya datang ke saya. Sebelumnya sudah banyak sahabat yang mengirim sms dan juga email yang isinya kurang lebih mempertanyakan hal yang sama. Ada perubahan apa dengan pemahaman beragama saya akhir-akhir ini? Apakah saya sudah berubah madzhab dan pola pikir? Kenapa saya tidak sekritis dulu lagi?
      Begini sahabat semua.

      Pertama, Alhamdulillah, saya berterimakasih atas semua perhatian maupun masukan dan pertanyaan yang diarahkan kepada saya terkait tulisan-tulisan saya di sejumlah media.

      Cara pandang dan pikir saya, insyaAllah tidak mengalami perubahan apa-apa. Saya tetaplah seorang Armansyah yang kritis sebagaimana dulu. Madzhab saya tetap talfiq. Saya tidak menganut madzhab tertentu secara khusus dalam beragama. Panduan utama saya tetap al-Qur’an dan saya melakukan pengenalan terhadap Allah serta ajaran-Nya melalui pendekatan akal (meski itu tidak harus diartikan bahwa saya mengabaikan nash).

      Dari dulu saya selalu menggagas persatuan antar madzhab dan umat Islam. Saya menolak mengkafirkan orang-orang syi’ah secara keseluruhan sebagaimana juga saya menolak untuk menyesat-nyesatkan seluruh kelompok wahabi ataupun pandangan keagamaan dari jemaah salafi. Saya membenci sikap taklid dan jumud terhadap siapa dan apapun kecuali kepada Allah dan Rasul-Nya. Saya juga menolak pemahaman bahwa Nabi Isa masih hidup diatas langit sampai hari ini karena nash-nashnya buat saya sangat meragukan matnnya. Saya menolak pemahaman yang menyebut Imam Mahdi itu sudah lahir dan bersembunyi sebagaimana pemahaman sejumlah orang-orang syi’ah karena buat saya hal itu tidaklah dapat masuk diakal saya. Saya tetap mendalami kajian perbandingan agama atau kristologi. Ada banyak lagi pemandangan serta pemikiran saya dibidang agama yang tidak mengalami perubahan apapun.

      Olehnya masih ada sebagian orang menyebut saya wahabi karena saya pemahaman saya yang keras di bidang Tauhid. Pun, masih ada juga yang menyebut saya syi’ah hanya karena saya menolak ikut-ikutan mengkafirkan kelompok ini secara keseluruhan. Padahal jujur seandainya memang madzhab itu sebuah kewajiban, maka saya mungkin akan lebih memilih bermadzhab Muktazilah dibanding yang lain. Untungnya Islam tidaklah seperti itu sehingga saya dapat beragama secara bebas tanpa terikat madzhab apapun. Lagipula ada cukup banyak pemahaman Muktazilah yang saya tidak sependapat sehingga tidak mungkin buat saya mengaminkan juga keseluruhannya.

      Tapi lepas dari masalah ini, ada hal penting yang menjadi fokus perhatian saya. Hal itu terkait dengan kondisi umat Islam di negeri Indonesia hari ini. Begitu banyak masalah yang mendera kemaslahatan umat secara khusus dan bangsa secara umum. Kita saat ini punya satu musuh yang sama, yaitu menghadapi orang-orang yang tidak menyukai agama Allah. Mereka sudah berhasil masuk secara masive dan terstruktur ketengah umat dan memporak-porandakan umat dari kitab Allah.
      Umat sudah melangkah terlalu jauh dalam mendengkingi kitab suci. Mereka sudah sering mengabaikan perintah-perintah muhkamat dalam al-Qur’an dan memilih untuk mematuhi kata-kata manis dari musuh-musuh Islam yang ditampilkan dengan penuh pencitraan. Apakah saya kemudian harus ikut menutup mata terhadap kenyataan ini? Saya jawab bahwa pikiran saya dan hidup saya ini adalah miliknya Allah. Benar saya berbeda fiqh dan madzhab dengan umat mainstream, tetapi selama kitab suci mereka adalah al-Qur’an, Nabi akhirnya masih Muhammad, mereka masih bersyahadat dan mereka masih sholat, siapapun itu secara akidah tetap adalah saudara saya. Saya mementingkan itu dulu diatas yang lain. Maka saya rubahlah strategi dan cara-cara penyampaian ilmu-ilmu agama dari model konfrontatif seperti dulu menjadi seperti yang terlihat hari ini.
      Demikian yang bisa saya sampaikan.

      Semoga Allah senantiasa mendampingi dan memberikan hidayah-Nya kepada kita semua. AAmiin.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: