Khutbah Jum’at saya 22 Agustus 2014: Islam dan Kemerdekaan

Khutbah saya hari Jum’at, 22 Agustus 2014
Tema: Islam dan Kemerdekaan

[audio-mp3]  https://db.tt/to30aJ6p (lebih kurang 32 MB)

 

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. 

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Ma’asyirol muslimin rohimakumullah

Marilah kita bersama-sama tidak henti-hentinya untuk selalu bersyukur kehadirat Allah Subhanahu wata’ala. Karena atas nikmat-Nya yang tak berkesudahan, pada hari ini kita semua masih dapat berkumpul bersama guna menunaikan salah satu kewajiban kita selaku umat Islam, menunaikan ibadah sholat Jum’at berjema’ah.

Rasa syukur atas nikmat Allah ini hendaknya tidak cuma sebatas kata-kata manis dimulut kita semata dgn sekedar mengucap hamdalah tetapi dipraktekkan secara nyata dlm kehidupan sehari-hari. Dilakukan secara berkesinambungan, melakukan ketaqwaan dalam batas-batas kemampuan yang bisa kita lakukan. Sesuai dengan firman-Nya juga dalam surah ath-Taghabun ayat 16: “fattaqullaha mas tato’tum Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu. Dalam hal ini dimaksudkan kesanggupan yang maksimal, ittaqullaha haqqo tuqotih, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa (surah Ali Imron ayat 102), bukan taqwa dalam arti apa adanya.

Kita bersyukur bahwa kita duduk disini dengan tenang tanpa merasa cemas, takut maupun khawatir akan adanya ancaman penembakan maupun dijatuhi rudal seperti yang menimpa saudara-saudara kita muslim lainnya hari ini di Gaza, Suriah, Irak dan seterusnya di seluruh penjuru dunia ini.

Oleh sebab itu pula khotib mengingatkan kepada kita semuanya untuk tidak mengobrol, atau sibuk dengan handphonenya apalagi sampai ada yang tertidur sehingga apa yang nantinya disampaikan diatas mimbar ini justru tidak terperhatikan sama sekali dan menjadi sia-sialah keberadaannya di majelis jum’at yang penuh berkah Allah ini.

Mari sejenak kita prihatin dengan kondisi saudara-saudara muslim kita di Gaza khususnya. Sebagian besar mereka melakukan sholat Jum’atnya tidak didalam masjid beralaskan permadani disertai angin sepoi-sepoi tapi mereka melakukannya dibawah reruntuhan masjid yang telah porak poranda terkena rudal Israel bahkan mereka juga melakukannya ditanah lapang, ditengah ancaman kematian yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Continue reading

Advertisements
%d bloggers like this: