Rahasia stempel kenabian

Dalam stempel kenabiannya pada surat-surat yang beliau kirimkan kepada raja-raja dan para penguasa dunia kala itu, Rasul menggunakan teks “Muhammad Rasul Allah”. Uniknya teks tersebut dibuat ala kufi dengan pola vertikal, dari atas kebawah. Lebih mengagumkan lagi, penulisannyapun dibuat secara inverse alias terbalik, dimana asma Allah diletakkan pada posisi diatas dan nama beliau sendiri ditempatkan pada bagian bawah sekali.

 

ilustrasi stempel kenabian Muhammad SAW

 

Ini bukti kecerdasan dan sekaligus keagungan ahlak Rasulullah SAW. Meski dalam bentuk cap, beliau tidak menempatkan dirinya diatas Allah. Rasul mengajarkan pada kita cara penempatan skala prioritas. Mana yang paling penting, mana yang harus selalu ditinggikan, diutamakan, dinomor satukan maka itulah yang harus dikedepankan, harus dimuliakan, harus dibaca terlebih dahulu, harus ditaati.

Urutan kedua dalam stempel itu adalah kalimat Rasul yang bermaknakan utusan. Kita tahu bahwa risalah menyampaikan agama-Nya adalah yang terpenting kedua setelah Allah, yang menandakan bahwa cinta Allah kepada manusialah yang menyebabkan Ia mengirimkan seorang Rasul. Allah mengirimkan pada manusia sepanjang jaman terdahulu rasul-rasul yang berfungsi sebagai pengajar, pembimbing, penasehat, penyambung lisan Allah hingga jalur turunnya hukum-hukum untuk manusia. Risalah itu turun melalui perantara malaikat bernama Jibril yang juga bersifat rasuli, yaitu utusan yang kudus yang akan membawa risalah tersebut pada rasul dari kalangan manusia pilihan-Nya sampai kepada puncaknya, pengutusan Muhammad setelah Isa al-Masih yang berlaku sebagai khatamannabiyyin.

Continue reading

Advertisements
%d bloggers like this: