Muktazilah, Doktrinal dan Liberal

Pemahaman muktazilah tidaklah seluruhnya salah, optimalisasi penggunaan akal dalam beragama justru didukung oleh ayat-ayat suci al-Qur’anul karim. Bahkan menurut Nabi dalam hadistnya, pena diangkat untuk orang yang akalnya tidak berfungsi normal. Tidak banyak memang dijaman sekarang yang mampu memahami agama dengan akalnya, sebagian tenggelam dalam doktrinal dan sebagian lainnya terjebak dalam kebebasan yang kebablasan sehingga timbullah konsep liberal dalam beragama.

Akhirnya musuh-musuh Islam dapat dengan mudah mempermainkan kita dengan menyulut sedikit api yang berkaitan terhadap ashobiyyah kita itu. Jadilah kita termakan konspirasi untuk memerangi sesama muslim, memfitnah sesama muslim dan ujungnya membantu kaum kuffar untuk ikut membunuhi saudaranya sesama muslim yang lain itu.

Kadang dibalik kebatilan, selalu ada nilai kebenaran yang terkandung. Mari sama menahan diri dari berbuat dan mengomentari hal yang kita belum jelas ilmunya, informasinya, benar dan batilnya. Bahkan seorang hakim yang belum pasti kesalahan terdakwanya lebih disukai untuk membebaskannya ketimbang menzalimi sang terdakwa dengan pencemaran nama baik maupun hukuman yang masih belum tentu ia lakukan kesalahan yang dituduhkan.

Timeline FB,

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: