Mimpi buruk sang ananda

Tadi pagi waktu kita semua sedang sarapan, ananda sulung berkata bahwa malamnya dia bermimpi buruk yang menakutkan.

Saya tanya, Kakak sebelum tidur sudah sholat isya’ belum?
dia jawab: Sudah

Saya tanya lagi, Kakak baca do’a gak sebelum tidur?
dia jawab: Sudah juga

Lalu saya nasehatin, Kakak kalo mimpi buruk lagi seperti itu, berludah kekiri 3x lalu ucapkan A’uzu billahi minashaitonir rojim.

Dia tanya, kenapa harus meludah kekiri itu pa?

Saya jawab, kiri itu umumnya sebagai simbol perbuatan yang jelek-jelek. Dan setan khan jelek, jadi ludahin saja kesana.

Dia tanya lagi, kenapa harus diludahi pa?

Saya jawab, ya jangan juga diludahin banyak-banyak Kak. Secukupnya saja seperti kita meniup lilin begitu. Nanti kasur kakak malah basah sama air liurnya. (Dia ketawa), saya sambung….

Kita meludah itu sebagai simbol bila kita merendahkan setan tersebut, mimpi yang berasal dari setan itu atas idzin Allah tidak akan mengganggu kita sama sekali. Olehnya setelah itu kita harus membaca ta’awwudz. (Ananda sulung nampak puas dengan jawaban saya itu).

Malam ini sebelum tidur saya ingatkan kembali pesan pagi tadi seraya menguatkan kepercayaan dirinya bahwa manusia itu derajatnya lebih tinggi dari setan, jadi tidak perlu takut sama setan apapun.

Nah buat kawan-kawan muslim semua, ini landasan nash nasehat saya sama sang ananda tersebut…..

Shahih Bukhari 6480: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ubaidullah bin Abi Ja’far telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah dari Abu Qatadah mengatakan, Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Mimpi yang baik adalah berasal dari Allah, sedang mimpi yang buruk berasal dari setan, maka barangsiapa melihat sesuatu yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke samping kirinya sebanyak tiga kali, dan mintalah perlindungan dari setan, sesungguhnya mimpinya tersebut tidak akan membahayakannya.”

Shahih Muslim 4197: Dan telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir; Telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Wahb; Telah mengabarkan kepadaku ‘Amru bin Al Harits dari ‘Abdu Rabbih bin Sa’id dari Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman dari Abu Qatadah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Mimpi yang baik datang dari Allah dan mimpi yang buruk datang dari setan, barang siapa yang bermimpi buruk maka hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya dan meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syetan niscaya tidak akan membahayakannya. Dan jangan menceritakan mimpi itu kepada siapapun. Dan jika dia bermimpi baik maka bergembiralah dan jangan menceritakannya kecuali kepada orang yang dikasihi.”

Shahih Bukhari 5306: Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari Yahya bin Sa’id dia berkata; saya mendengar Abu Salamah berkata; saya mendengar Abu Qatadah berkata; saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpi baik dari Allah sedangkan ihtilam (mimpi buruk) datangnya dari syetan, maka apabila salah seorang dari kalian mimpi sesuatu yang dibencinya, hendaknya ia meniupkan tiga kali tiupan ketika bangun, lalu meminta perlindungan dari kejahatannya, sebab kejahatan tersebut tidak akan membahayakan dirinya.”

Semoga bermanfaat.

Selasa malam 12 Agustus 2014, 22.00 WIB
Palembang Darussalam

Armansyah

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: