Kita, terorisme dan simbol ke-Islaman

Saya memandang bahwa umat Islam yang terdidik dan paham akan agamanya hari ini sudah sangat perlu dan mendesak untuk memperkenalkan simbol-simbol kebesaran Islam ketengah masyarakat global khususnya melalui dunia maya. Kita harus bangkit dan memberikan perlawanan sesuai bidang dan kemampuan kita dalam membela agama Allah dari hinaan serta pendeskreditan kaum kafir, munafik, atau juga liberal. Salah satunya misalnya adalah stempel kenabian Muhammad SAW seperti yang terlampir pada posting saya kali ini.

stempel_kenabian_Muhammad_SAW

Gambar diatas, itu bukan stempel atau simbol teroris sebagaimana pernah dilansir oleh salah satu media Indonesia berbahasa Inggris (“The Jakarta Post”) beberapa waktu yang lalu.

 

koran-the-jakarta-post-lecehkan-simbol-islam

 

fitnah_thejakartapost

Karikatur yang dianggap menghina Islam
dimuat di koran berbahasa Inggris Jakarta Post
pada 3 Juli 2014
Sumber gambar: Google

Kita tahu simbol tersebut pernah digunakan oleh Rasulullah dalam surat-surat beliau kepada para pembesar negeri dijamannya. Gambar itu adalah citra stempel kenabian SAW. Itu simbol kebesaran Islam yang digunakan oleh Nabi kita dan harus tetap mendapatkan penghormatan sepanjang masa.

surat_nabi2

surat-nabi1

Mari, saya mengajak semuanya untuk menggunakan simbol tersebut sebagai profil atau banner header medsos kita sebagai bentuk penghargaan kita padanya sekaligus perlawanan terhadap semua usaha penjatuhan image atas simbol-simbol keagungan Islam dimasa lalu. Silahkan terserah apakah mau disisipkan dibanner dan profil atau bagaimana… kita galang kekuatan, kebersamaan dan kebanggaan sebagai muslim mulai dari identitas di media sosial dan sejenisnya.

benderaislam

Silahkan melanjutkan sesuai dengan kreativitas sahabat muslim masing-masing.

Tapi bagaimana bila kemudian simbol itu saat ini dianggap sebagai hak milik dari sebuah organisasi, haroqah maupun firqoh tertentu sehingga jika kita menggunakannya maka dapat dianggap sebagai bagian dari komunitas tersebut?

Jawaban saya:

Simbol tersebut bukan milik kelompok manapun tapi itu punya seluruh umat Islam diseluruh jaman karena simbol tersebut adalah stempel kenabian. Menggunakan simbol ini bukan berarti memihak pada kelompok tertentu tapi kita memihak kebenaran. Simbol-simbol kebesaran Islam khususnya lagi warisan dari Nabi SAW tidak dapat diklaim oleh pihak manapun sebagai hak milik dirinya atau kelompok mereka. Itu milik semua umat Islam.

Sama seperti al-Qur’an, tidak dapat diklaim hanya milik segelintir kelompok tertentu saja namun milik alam semesta. Siapapun, firqoh manapun sah-sah saja mengklaim ini dan itu, namun tetap saja simbol kebesaran Islam tidak dapat diakui milik pribadi atau firqah tertentu. Siapapun berhak untuk menggunakannya dan tidak boleh langsung dianggap sebagai bagian dari komunita tersebut.

Inilah bentuk penghormatan Nabi terhadap simbol kebesaran Islam.

Musnad Ahmad 1659: Dari Abdullah bin Ja’far berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus sepasukan tentara dibawah pimpinan Zaid bin Haritsah, lalu beliau bersabda: “Jika Zaid terbunuh atau syahid, maka pemimpin kalian adalah Ja’far. Jika ia terbunuh atau syahid, maka pemimpin kalian adalah Abdullah bin Rawahah.” Ketika mereka berhadapa dengan musuh, Zaid mengambil bendera dan bertempur hingga terbunuh. Lalu Ja’far mengambil alih bendera dan bertempur hingga terbunuh. Bendera kembali dipegang oleh Abdullah bin Rawahah, dan dia bertempur hingga terbunuh. Kemudian bendera diambil oleh Khalid bin Walid, dan Allah memenangkannya.


Shahih Bukhari 2835: Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan khathbah, Beliau berkata: “Zaid akan memegang bendera perang lalu dia gugur kemudian bendera itu dipegang oleh Ja’far lalu dia pun gugur kemudian bendera itu dipegang oleh ‘Abdullah bin Rawahah namun diapun gugur pula. Akhirnya bendera itu diambil oleh Khalid bin Al Walid padahal sebelumnya dia tidak ditunjuk. Maka lewat dialah kemenangan dapat diraih”. Dan Anas berkata: “Kejadian itu menggembirakan kami seolah mereka ada bersama kami”. Atau dia berkata: “Kejadian itu (karamah para syuhada’) tidaklah menjadikan mereka ingin untuk kembali bersama kami (di dunia kecuali bila mati syahid kembali untuk kedua kali) “. Dia berkata; “Dan kedua mata beliau menitikkan air mata”.

bendera_Islam


Jadi, bila kemudian ada pihak yang menggunakan simbol-simbol kebesaran Islam apalagi itu berasal dari jaman kenabian dan terbukti digunakan langsung oleh Rasulullah SAW tapi pihak itu justru bersikap berseberangan dengan kebenaran al-Qur’an dan as-Sunnah, maka dapat saja kelompok itu ditumpas tapi simbol-simbol kebesaran Islam yang mereka gunakan tidak boleh sampai jatuh dan di injak-injak. Simbol-simbol kebesaran Islam harus tetap dijaga dengan baik meskipun telah disalah gunakan oleh orang-orang fasik, musrik atau bahkan kafir sekalipun.

seal_prophet_Muhammad_2_ic__150x146

 

 

 

 

 

 

Palembang Darussalam.
Armansyah

Tulisan ini diarsipkan dari 2 status saya di timeline Facebook pada tanggal 02 Agustus 2014 [1] [2]

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: