Antara Zionis, Vatikan, Bible, Yahudi dan Gaza

Oleh. Armansyah

 

scshot

 

Sebuah media pemberitaan bertajuk jewsnews  menulis :

In a special interview with Die Tagespost last week, Latin Patriarch of Jerusalem Fouad Twal, named by Pope Benedict to represent the Vatican in the Jewish State, declared that “Israel’s existence as such has nothing to do with the Bible.” He then compared Christians’ condition in today’s Jerusalem with Jesus’ Passion: “We Christians never forget that even our Lord himself suffered and was mocked in Jerusalem.”

A few days ago, Patriarch Twal responded enthusiastically to the agreement reached between Hamas and Fatah. He also denounced “the Judaization of Jerusalem” and attacked Israel for “trying to transform it into an only Hebrew-Jewish city, excluding the other faiths.” Elsewhere, Iraq’s Archbishop, Louis Sako, asked to “separate between Judaism and Zionism.”

Indeed, in the most influential quarters of Christianity, Jews are still regarded as an apostate group not entitled to a sovereign state of its own.Twal’s position on Israel and the Bible has been embraced at the highest levels in the Catholic Church. The Vatican synod in 2010 declared that Israel cannot use the Biblical concept of a promised land or a chosen people.

Last January, eight Catholic bishops from Europe and North America, including UK Archbishop Patrick Kelly and French Archbishop Michel Dubost, visited Gaza. “I asked prisoners in the largest prison in Europe (in Evry) to pray for you,” Dubost told Gazans. The inference was clear: Palestinians are living in a big prison terrified by Israel. In the same period, Father Manuel Musalam, head of Gaza’s Catholics, met with Hamas leader, Mahmoud al Zahar, and declared that “Christians are not threatened by Muslims” but that everyone faces the same problem, that of Israel’s “humiliation.”

Inti dari pemberitaan tersebut diatas adalah paus Benedict di Vatikan sendiri menyebutkan bahwa keberadaan bangsa Israel saat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan isi maupun nubuat dari kitab Bible yang berisi Perjanjian Lama serta Perjanjian Baru. Sinode Vatikan juga di 2010 menegaskan bila bangsa Israel  tidak dapat lagi menggunakan nash-nash pada Bible untuk merujuk bumi Palestina sebagai tanah perjanjian dan mereka sebagai kumpulan manusia pilihan Tuhan.

gaza_blokade

Continue reading

Advertisements

Fenomena ISIS dan hadist-hadis nubuwwah

fenomena_isis_dan_hadisnubu

Oleh : Armansyah

 

Hari-hari terakhir ini pemberitaan seputar ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) yang kemudian mendeklarasikan pendirian Khilafah Islamiyah, dan pembai’atan Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi sebagai Khalifah bagi kaum muslimin. Saya tidak ingin memberi komentar apapun terkait ISIS dan kekhalifahan yang mereka canangkan sampai segala sesuatunya menjadi jelas. Pemberitaan yang ada seputar gerakan ini masih sangat simpang siur dan bercampur antara fitnah dan kebenaran sehingga cukup menyulitkan untuk mengambil sikap.

Saya khawatir pernyataan sikap yang keluar dari diri saya tanpa adanya ilmu pengetahuan, dasar yang rojih maupun fakta yang dapat saya pertanggung jawabkan justru dapat menjadi kayu bakar yang memperbesar kobaran api fitnah. Apalagi bila kemudian pernyataan saya nantinya di ikuti oleh sekian banyak orang lain. Musuh-musuh Islam pasti memanfaatkan kondisi ini untuk menghabisi serta semakin memperkeruh fitnah pada kelompok/firqoh dan perjuangan-perjuangan tertentu dari umat Islam diseluruh dunia.

Oleh sebab itu saya menahan diri dari semua komentar maupun pernyataan terhadap fenomena ISIS dan khilafahnya tersebut. Inilah sikap resmi saya. Saya minta semua pihak menghormati sikap saya tersebut ini.

Sikap ini saya sandarkan pada hadist berikut:

Musnad Ahmad 15444: (Ahmad bin Hanbal radliyallhu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin Nafi’ berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il bin ‘Ayyash dari Abu syaibah, Yahya bin Yazid dari Abdul Wahab Al Maki dari Abdul Wahid bin Abdullah An Nashri dari Watsilah bin Al Asyqa’ berkata; saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Seorang muslim atas muslim lainya adalah haram darahnya, kehormatanya dan hartanya. Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak diperkenankan mendzaliminya dan menghinanya. Taqwa adalah di sini tempatnya”, sambil beliau menunjuk hatinya dengan tangannya, dan beliau bersabda: “Cukuplah seseorang itu disebut bertindak kejahatan, ketika dia menghina saudara muslim”.

 

Nah, adapun tulisan ini saya buat bukan untuk membenarkan atau juga menyalahkan dan menyudutkan ISIS serta aktivitasnya. Saya hanya mengajukan hadist-hadist Rasul yang dimuat dalam kitab, musnad dan sunan para perawi hadist sejak ribuan tahun lalu. Jauh sebelum ISIS ada dan terbentuk dengan semua pro dan kontranya.

Hadist-hadist ini mungkin dapat menjadi renungan, introspeksi maupun proses kajian pembelajaran lebih jauh terhadap berbagai fenomena terkait perjuangan umat Islam, khususnya yang berkorelasi dengan posisi Syams dan Iraq.

 

wilayah

 

Wallahua’lam.

Mari kita lihat hadist-hadist tersebut lengkap dengan rantai sanad dan nomor hadistnya…. jika ada yang bermaksud untuk meminta lafadzh Arabnya, silahkan kontak saya. InsyaAllah jika sempat saya akan berikan secara free.

Continue reading

Cinta, Pernikahan dan Perselingkuhan

bersama-istriku

 

Foto: Saya bersama Istri 

Pada hari kita menikahi istri ataupun suami kita adalah hari dimana Allah telah menempatkan amanah dan tanggung jawab pada masing-masing dari kita untuk dapat menjaga hak-hak dari pasangan kita itu sebagai keluarga, penyejuk jiwa, sebagai ayah dan ibu dari anak-anak kita.

Maka takutlah pada Allah yang atas nama-Nya kita telah melakukan ijab kabul, atas nama-Nya kita memulai bahtera rumah tangga berdua serta atas nama-Nya juga kita memulai tugas dan kewajiban kita.

Islam tidak pernah melarang orang jatuh cinta. Bahkan seseorang yang mengetahui orang lain jatuh cinta, ia dianjurkan untuk membantu merealisasikan cintanya dengan baik dan benar. Islam memberi perhatian dan dukungan kepada orang-orang yang jatuh cinta dan menuntun cinta itu sendiri dalam bingkai suci ilahiah. Jangan sampai cinta malah menjadi penyakit (al-‘isyq)

 

Continue reading

Kita, terorisme dan simbol ke-Islaman

Saya memandang bahwa umat Islam yang terdidik dan paham akan agamanya hari ini sudah sangat perlu dan mendesak untuk memperkenalkan simbol-simbol kebesaran Islam ketengah masyarakat global khususnya melalui dunia maya. Kita harus bangkit dan memberikan perlawanan sesuai bidang dan kemampuan kita dalam membela agama Allah dari hinaan serta pendeskreditan kaum kafir, munafik, atau juga liberal. Salah satunya misalnya adalah stempel kenabian Muhammad SAW seperti yang terlampir pada posting saya kali ini.

stempel_kenabian_Muhammad_SAW

Gambar diatas, itu bukan stempel atau simbol teroris sebagaimana pernah dilansir oleh salah satu media Indonesia berbahasa Inggris (“The Jakarta Post”) beberapa waktu yang lalu.

 

koran-the-jakarta-post-lecehkan-simbol-islam

 

fitnah_thejakartapost

Karikatur yang dianggap menghina Islam
dimuat di koran berbahasa Inggris Jakarta Post
pada 3 Juli 2014
Sumber gambar: Google

Kita tahu simbol tersebut pernah digunakan oleh Rasulullah dalam surat-surat beliau kepada para pembesar negeri dijamannya. Gambar itu adalah citra stempel kenabian SAW. Itu simbol kebesaran Islam yang digunakan oleh Nabi kita dan harus tetap mendapatkan penghormatan sepanjang masa.

surat_nabi2

Continue reading

%d bloggers like this: