Mempertanyakan toleransi di Indonesia

Dari salah satu status Facebook saya, 17 Juli 2014

Indonesia, khususnya Propinsi Jawa Tengah dimana candi borobudur berada konon akan dijadikan kiblat umat Budha dunia. Reaksi umat Islam yang mayoritas? umumnya tidak masalah, karena itu hak setiap orang untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. | Kemudian saat natal, banyak karyawan muslim yang sering “diminta” meramaikan suasana natalan dengan ikut menggunakan topi sinterklas. Jawab umat Islam mayoritaspun umumnya “ya sudahlah….” 

Begitupula saat umat Hindhu di bali sedang merayakan nyepi, umat Islampun khususnya yang ada di Bali juga menghormatinya dengan tidak membua kegaduhan atau mereschedulkan jadwal penerbangan maupun agenda lain agar terwujud toleransinya | Tapi bagaimana penghormatan umat lain terhadap umat Islam negeri ini? | Polwan muslimah mau pakai jilbab…. diributkan.

Baru-baru ini kebijakan PT Jasa Marga Bali Tol yang mengimbau agar petugas gerbang Tol Bali Mandara mengenakan kerudung dan peci selama Ramadan hingga Idul Fitri menuai protes Aliansi Hindu Bali sehingga Jasa Marga kemudian mencabut kembali kebijakan tersebut.

 

Kesimpulannya ? What is wrong in this country? | maka dari itu jika semua orang misalnya kembali pada konstitusi negara ini insyaAllah aman. Gak usah kita terus ribut-ribut. Apa konsitusi negara ini?

UUD 1945 pasal 29 ayat 2, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.

 

Jadi… yang muslim silahkan jalan menurut akidahnya, silahkan beribadah sesuai dengan kepercayaannya. Mau polwan pakai jilbab, oke. Mau menolak pakaian sinterklas karena dianggap bertentangan dengan akidahnya juga oke dan seterusnya. Begitupun umat lain diluarnya. Masing-masing silahkan jalan sesuai dengan aturan dan pedoman agamanya masing-masing dengan tetap mengembangkan sikap toleransi dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri. Umat Islam tidak boleh memaksa umat lain berkerudung atau berpeci. Umat Kristen juga tidak boleh memaksa umat Islam menggunakan topi sinterklas, umat Hindhu tidak boleh memaksa umat lain untuk ikutan nyepi dan seterusnya.

Musnad Ahmad 21363: Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Hampir saja ummat-ummat dari segala penjuru mengerumuni kalian seperti orang-orang lapar mengerumuni piring makanan.” Kami bertanya; Apakah karena saat itu kita golongan minoritas? Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Bahkan kalian saat itu banyak, tapi kalian adalah buih seperti buih sungai, rasa ketakutan telah dicabut dari hati musuh kalian dan penyakit wahn disemayamkan dalam hati kalian.” Kami bertanya; Apa itu wahn? Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Cinta dunia dan takut mati.”

 

Sumber acuan posting:

http://nasional.inilah.com/read/detail/2120174/pakai-kerudung-peci-petugas-tol-di-bali-diprotes#.U8dYGfmSymo

borobudur_kiblat_budha

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: