Seputar Ajaran Baha’i

Oleh : Armansyah

Ajaran Baha’i sudah lama ada di dunia, kenapa baru sekarang masyarakat kita hebohnya? Baha’i sendiri berasal dari nama Baha’ullah, murid dari Mirza Ali Muhammad Asy-Syairazi di Iran yang pada 1844 mengumumkan dirinya sebagai Nabi dengan gelar BAB (dalam bahasa Arab berarti pintu). BAB sendiri mati muda pada usia 30 tahun setelah di eksekusi mati oleh pemerintah Iran karena dianggap sebagai pemberontak negara. Mayatnya lalu dilarikan oleh Baha’i ke Yerusalem dan dikubur dibukit Karmel.

Nama asli dari Baha’ullah adalah Mirza Husain Ali dan awalnya ia meneruskan ajaran BAB sampai kemudian ia mengaku telah pula mendapat wahyu dan memperkenalkannya pada publik tahun 1863. Baha’ullah berhasil tertangkap dan diasingkan ke kota Akka di Palestina tahun 1868. Dikota ini kemudian ditulis kitab yang mereka anggap suci bernama Kitab Aqdas. Baha’ullah sendiri mati pada tahun 1892 dan dikubur di Bahji, dekat kota Akka.

bahaullah

Baha′ullah di Dublin, Cheshire County, New Hampshire, Amerika Serikat, 5 Agustus 1912.
Foto: Arsip Nasional Baha′i
Sumber: 
http://www.historia.co.id/artikel/modern/1433/Majalah-Historia/Riwayat_Baha%E2%80%99i_di_Indonesia

Selanjutnya pimpinan diambil alih oleh anaknya sendiri yang bernama Abbas Effendy dengan gelar Abdul Baha’ atau Ghunun A’dham. Ajaran Baha’i telah menyebar dikurang lebih 247 negara dunia. Keberadaan mereka diakui resmi oleh PBB dan punya kantor di gedung PBB yang ada di New York dan Genewa. Banyak pihak mengindikasikan kodifikasi ajaran ini merupakan rekayasa Yahudi meski ada pula sejumlah kecil orang menganggap ajaran ini pecahan dari aliran Syi’ah Imamiyah.

Perkembangan Baha’i sendiri di Indonesia dipercaya sudah dimulai pada 1878 di Sulawesi yang dikembangkan oleh pedagang bernama Jamal Effendi dan Mustafa Rumi. Pada 15 Agustus 1962, Presiden Soekarno secara resmi mengeluarkan Keputusan Presiden No. 264/1962 yang menyatakan pelarangan pengembangan ajaran Baha’i ini di Indonesia. Sayangnya Kepres no. 264/1962 tentang pelarangan Baha’i oleh Presiden Soekarno itu telah dicabut oleh Presiden Gusdur melalui Kepres no. 69/2000 (lihat:http://dapp.bappenas.go.id/…/file/pdf/KEPPRES_2000_069.pdf).

Meski demikian Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) sejak 2009 lalu telah mendesak pemerintah untuk mencabut Keputusan Presiden (Keppres) No. 69/2000 tersebut dan memberlakukan kembali Kepres no. 264/1962. Usaha ini masih dalam proses perjuangan dan belum menuai hasilnya sampai hari ini.

Ajaran Baha’i sendiri tidak pernah dianggap sebagai sebuah agama tersendiri seperti orang menganggap agama Yahudi, Kristiani dan juga Islam. Bahkan ajaran Baha’i tidak pula sejajar dengan agama Hindhu, Budha atau Konghucu. Hal ini terbukti dari sejumlah buku yang ditulis mengenai agama besar dunia yang saya miliki, tidak satupun menulis tentang Baha’i.

Sebut saja misalnya buku “How The Great Religion Began” karya Joseph Gaer tahun 1929 dan diterbitkan oleh The New American Library tahun 1954, buku “The Religions of Man” karya Huston Smith yang terjemahan bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Yayasan Obor 1985, buku “Menguak Misteri Ajaran agama-agama besar” tulisan Prof. HM. Arifin. M.Ed terbitan PT. Golden Terayon press 1986. Bahkan, ajaran Baha’i tidak sedikitpun ada disinggung dalam buku “Sejarah Tuhan” karya Karen Armstrong yang sangat fenomenal dan mendapat banyak apresiasi dunia.

kumpulan_buku

Jika kemudian orang kembali meresahkan eksistensi ajaran Baha’i di Indonesia, sebenarnya ajaran Baha’i sendiri bukanlah sebuah ajaran agama yang merupakan wahyu dari Allah seperti ajaran Musa, Isa dan Muhammad (terlepas kemudian dari penyimpangan yang berlaku pada umat Yahudi dan Nasrani sekarang ini sesuai keyakinan didalam Islam). Hal senada pula dengan pernyataan dari Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Muhyidin Djunaidi yang menyatakan Baha’i adalah agama produk manusia dengan pendirinya, Bahaullah, yang mengaku sebagai manifestasi Tuhan di dunia.  Sumber berita lihat link: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/14/07/24/n981tg-mui-bahai-agama-produk-manusia.

Palembang Darussalam, 28 Romadhon 1435H

Mgs. Armansyah Sutan Sampono Azmatkhan.

One Response

  1. silahkan kirim ke alat …. juni_one@telkom.net …. atas keberatan anda tentang Baha’i sebagai agama.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: