Nasehat untuk seorang muridku

Baru beberapa hari lalu salah seorang murid saya yang telah menjadi alumni meminta saran dan bekal nasehat dalam menapaki hari-hari barunya dikota besar. Salah satu nasehat yang saya berikan padanya adalah agar ia tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu dan selalu berdoa kepada Allah agar senantiasa ditunjukkan kebenaran. Saya tekankan padanya bahwa benar itu berbeda dengan baik. Sebab seseorang yang baik atau seseorang yang berbuat kebaikan tidak dengan serta merta dapat dinisbatkan telah berbuat hal yang benar.

Baik belum tentu benar tetapi jika itu sudah benar maka kebaikan pasti akan mengiringi dibelakangnya. Sekarang ini kebanyakan orang hanya berbuat yang baik-baik saja menurut pandangan mata manusia tetapi sesungguhnya perbuatan baiknya itu belum tentu benar dimata syari’at.

 

Oleh sebab itu hari itu saya mewariskan satu do’a yang saya minta ia amalkan dalam setiap doa-doa yang ia panjatkan seusai sholat fardhu.

اللهم ارنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وارنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه

Allahumma arinal haqqo haqqon warzuq nattiba’ah wa arinal bathila bathilan warzuqnajtinabah (Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan anugerahilah kami kekuatan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami bahwa yang salah itu tetaplah salah, dan anugerahi kami kekuatan untuk menjauhinya).

Armansyah Azmatkhan, 22 Juli 2014
Palembang.

Advertisements
%d bloggers like this: