Aplikasi Ritual Agama

Refleksi orang yang bersyahadat : Pengendalian diri | Refleksi orang yang sholat: Pengendalian diri | Refleksi orang berpuasa: Pengendalian diri | Refleksi orang yang berdzakat : Pengendalian diri | Refleksi orang yang berhaji : Pengendalian diri

Jadi ritual yang ada didalam Islam itu merupakan salah satu bentuk pelatihan manajemen jiwa yang diharapkan menjadi alat kontrol bagi pelakunya menjalani kehidupan diatas dunia ini, baik secara pribadi maupun sosial.

Orang yang bersyahadat misalnya dia harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan kesaksiannya terhadap ke-esaan Allah dan pengingkaran pada nubuwwah yang ada pada Muhammad Rasulullah. | Orang yang sholat, dia harus dapat mencegah dirinya dari perbuatan yang buruk dan juga berlaku munkar. | Orang yang berpuasa, dia mesti ikhlas, tulus dan menjaga baik-baik syahwatnya dari semua hal yang membatalkan hakekat lapar dan haus yang ia jalani. | Orang yang berdzakat, dia harus dapat menghindarkan dirinya dari ketamakan akan banyaknya jumlah harta yang ia miliki, ia harus mau berbagi kekayaannya pada orang lain, ia harus menjaga hatinya dari keangkuhan sikap dalam bersosialisasi di masyarakat sehingga tidak timbul kesenjangan jauh antara sikaya dan simiskin. | Orang yang berhaji, iapun tetap harus menahan dirinya dari riyak, ujub maupun takabur karena telah melakukan ritual wajib sekali seumur hidup.


Pertanyaannya sekarang kembali pada diri kita masing-masing, sejauh mana ritual-ritual tersebut berimplikasi pada diri kita? akankah kita hanya sekedar menjadi seorang Islam KTP saja? mengaku Islam tapi syirik jalan terus, mengaku Islam tapi jarang melakukan sholat jikapun dilakukan itupun di iringi rasa malas dan meminta pengakuan orang? Mengaku Islam tapi pelitnya luar biasa dalam urusan harta? mengaku Islam tapi saat berpuasa, matanya masih suka melihat hal yang haram, mulutnya masih suka memfitnah dan berkata-kata yang penuh maksiat? mengaku Islam tapi mencak-mencak bila gelar haji tak disebut dan ditulis orang?

Yuk, mumpung masih dipertengahan Romadhon 1435 H ini kita introspeksi lagi ke-Islaman kita melalui rukun-rukunnya.

Palembang, 16 Juli 2014
Mgs Armansyah Azmatkhan.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: