Syariat, Hakikat dan Makrifat

Angin tak terlihat bukan berarti angin tak ada, Allah tak terlihat bukanlah pula Allah tak ada. Sedang mata dan telinga yang jelas ada saja kita tak mampu menampak tanpa media, apa lagi Allah yang jelas bersifat kasat mata dan maha halus. Melalui alam semesta dan seluruh makhluk ciptaan-Nya Allah bertajalli kepada kita. Yaah, melalui trilogi laku pemahaman syariat-hakikat dan makrifat kita akan sadar bahwa sesungguhnya kemanapun kita menghadap disanalah wajah Allah. Tak ada sosok Allah didalam Ka’bah, tak ada Allah dalam hati manusia karena sebenarnya kita semua justru berada didalam Allah. Itulah salah satu makna bila Allah lebih dekat dari urat leher kita. Dia maha mengetahui semua yang terdetak didalam dada maupun yang terucap melalui lisan dan terbuat dalam laku tindakan. 

Jangan silau oleh kedudukan, janganlah silau oleh sanjungan. | Menjadi kaya tidak terlarang asal tidak berlaku sewenang-wenang | Islam jalan kebenaran bagi orang yang akalnya terbuka lebar. Akhirnya selamat berlayar dalam hidup dan pencarian…. atas khilaf dan salah mohon dimaafkan. 

Inilah penutup status hari ini, jika umur masih panjang insyaAllah berjumpa lagi dalam hikmah dan pembelajaran. Benci dan cinta tidaklah dilarang asalkan itu atas dasar kebenaran Tuhan.

Palembang, 04 Maret 2014
#http://armansyah.net/
#32e4310c
@arman_syah 
Mari menuju Syi’ar dan Syar’i bersama Gerai Ukhti

Advertisements

Membenahi hati sampai mati

Membenahi hati bukan perkara mudah meskipun harganya murah. Iri, angkuh, ingin dipuji, ingin diakui, ingin mendominasi, gengsian dan sebagainya adalah contoh penyakit hati. Senyum, baca qur’an, menyingkirkan duri dijalan… adalah contoh mudah dan murahnya obat hati. Tapi kita paling senang dipuji, paling marah jika dicaci. Kita selalu ingin diakui serba luar biasa tetapi jarang mengakui keluar biasaan orang lain. Kita cemburu bukan karena Allah di-duakan tetapi kita cemburu karena orang berpaling dari kita. | Ah ternyata semua sifat jahat itu justru ada pada diriku sendiri | celakanya jasad ini jika mati membawa kesombongan diri | ya Allah, ya Robill Izzati, tanpa-Mu aku tak berdaya, karena kemuliaan-Mu aibku tetap terjaga. | Laa ilaaha illa Anta subhanaka inni kuntum minadzzoolimin. 

#http://armansyah.net/
#32e4310c
@arman_syah

TL FB, 04 Maret 2014

Persatuan Madzhab tanpa melepas Madzhab

Persatuan muslim yang dikehendaki tidaklah berarti mazhab-mazhab muslim harus mengabaikan keyakinan-keyakinan prinsipil mereka demi persatuan dan mengesampingkan kekhasan mazhab yang ia yakini. Apa yang dibutuhkan umat hari ini adalah keberanian memandang perspektif mazhab lainnya selayaknya orang alim yang sedang mencari kebenaran, dan menyadari bahwa hanya kebenaranlah yang sepatutnya diikuti.

Sumber: TL FB, 03 Maret 2014

Islam dan Mitos (copas)

Kadang, akupun bertanya-tanya
Mitoskah yang berubah menjadi tradisi
Ataukah tradisi yang malih rupa menjadi mitos?

Ah,
Tapi apa bedanya
Ketika kita mengamini saja keduanya
Tanpa mau mempertanyakan lagi
Kenapa semua itu ada
Dan untuk apa kita mengikutinya? 

Bukankah, 
Allah tak menyukai fanatisme buta?
Karena, itu sama saja dengan
Meninggalkan akal kecerdasan dalam beragama?

Sementara, Dia telah mengajari kita
Bahwa tak akan bisa memperoleh hikmah 
Kecuali mereka yang mempergunakan akalnya
Dalam menjalankan agama

Tradisi yang memitos
Ataupun mitos yang mentradisi
Adalah kejahilan, yang menyebabkan
Umat semakin terpuruk dan terbelakang

Begitu mudah ditipu dan diakal-akali
Begitu mudah dimanfaatkan dan ditunggangi
Begitu mudah dipengaruhi dan diprovokasi
Bagi kepentingan-kepentingan pribadi 
Ataupun bisnis dan agenda yang tersembunyi

Bukankah Islam datang untuk menghilangkan semua kejahilan?
Bukankah Rasulullah diutus untuk memerangi kebodohan? 
Bukankah al-Qur’an diturunkan untuk memerangi kegelapan
Dari mitos dan tradisi nenek moyang yang menjebak dan merugikan? 

Tak jarang mitos dan tradisi 
Dijadikan alat oleh segelintir orang
Seringpula menjadi trik
Untuk mengeksploitasi kejahilan fanatik
Menunggangi siapa saja 
Yang tak menggunakan akal sehat dalam beragamanya

Agaknya sudah waktunya
Mitos dicerahkan atau dipenjarakan
Kita bingkai dalam kehidupan masa depan
Tak terjebak dimasa lalu yang tak jelas
Bergerak dinamis mengiringi laju peradaban

Mitos hanya akan membentuk keanehan dan kelucuan
Memunculkan anekdot-anekdot
Yang menjebak menjadi sebuah tradisi yang tak dimengerti 

Sumber: Agus mustofa
Serial ke-29 Diskusi Tasawuf Modern 
“Mitos dan Anekdot di sekitar umat Islam”
Padma Press

Heboh lagi: Hukum memelihara anjing!

Tanggal 01 Maret 2014 lalu, saya kembali memposting di timeline Facebook saya terkait hukum memelihara anjing bagi umat Islam. Subhanallah, diluar dugaan, posting ini menjadi favorit dan mendapatkan banyak sekali apresiasi secara luas. Bahkan, posting tersebut di shared sebanyak 80 kali lebih oleh orang-orang yang saya sendiri bahkan –mohon maaf– tidak kenal.

 

Klik disini untuk melihat gambar dalam tampilan penuh (besar)

Klik disini untuk melihat gambar dalam tampilan penuh (besar)

 

Ini menunjukkan setidaknya gejala bahwa umat rindu dengan dakwah yang sejuk, umat rindu dengan pencerahan-pencerahan yang aktual berkaitan dengan apa yang selama ini banyak dihindari atau bahkan ditinggalkan oleh para ulama kita.

Tentang anjing ini sendiri pertama kali saya posted di Facebook tanggal 25 September 2011 lalu melalui alamat dengan LINK INI. Itupun awalnya hanya gambar anak saya yang bungsu didekat Golden Retriver yang kami miliki. Beranjak dari sini lalu diskusi terjadi dan saya silih berganti mendapat tanggapan positip maupun negatip melalui kolom komentar yang ada disana.

Tanggal 20 Oktober 2011, saya kemudian mengangkat tulisan khusus mengenai hukum memelihara anjing bagi umat Islam dalam blog saya di 

https://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/10/20/hukum-memelihara-anjing/

Yah… tulisan ini rencananya memang akan saya jadikan buku tersendiri untuk disebar luaskan pada umat secara bebas. Dengan harapan dapat menjangkau kalangan secara lebih luas dan memberikan perspektif maupun paradigma baru bahwa memelihara anjing bagi seorang muslim pada dasarnya tidaklah berdosa asal sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur oleh agama.

Semoga harapan dan rencana saya ini terwujud insyaAllah.

 

%d bloggers like this: