Tanggapan kasus ustadz Hariri

Saya dapat sejumlah sms, inbox sampai tagged dari sejumlah sahabat mengenai adanya ustadz yang berlaku kasar menginjak kepala jemaah pada satu acara tabligh tertentu. Awalnya saya pikir itu cuma hoax untuk menjatuhkan kredibelitas para ulama saja. Tapi kemudian setelah ada seorang rekan ustadz juga menghubungi langsung via telpon membahas perkara ini, akhirnya saya coba mencari tahu kebenaran peristiwa tersebut. 

Intinya, semua orang tidak mungkin luput dari salah maupun khilaf. Apa yang dilakukan oleh ustadz Hariri dengan menyuruh jemaah tersebut mencium kaki dan kemudian menekan kepala orang tersebut dengan lututnya seraya memarahi secara emosional sedemikian rupa dihadapan banyak jemaah lain termasuk anak-anak, pada hakekatnya harus diakui sudah terlalu berlebihan dan tidak seharusnya terjadi. Apapun alasan yang melatarbelakanginya. Sebagai seorang ulama, seorang ustadz, seorang Asatidz atau publik figur lain, kita mestinya bisa menjadi uswatun hasanah dilapangan. Cerdas tidak hanya dalam hal intelektual atau spiritual saja, misalnya hapal ratusan ayat dan hadist, paham kaidah fiqh dan luas wawasan umum lain namun juga harus cerdas di bidang emosi (EQ).

Apa yang sudah terjadi ya sudahlah, tak bisa kita tarik mundur lagi juga khan. Ini menjadi pembelajaran untuk semua pihak kedepannya. Ada asap tentu ada api, ada semut boleh jadi karena ada gula. Seorang ustadz bukan seorang pribadi yang ma’sum dan tidak pula harus berlebihan memuja dan menghormatinya karena Rasul sendiri berulang kali mensejajarkan dirinya sama seperti umat beliau dengan mengatakan “Innama ana basyarun mislukum”. Akhirnya, sama-sama bermuhasabah diri saja. Kita tidak membenarkan perilaku yang salah namun juga tidak harus menghujat secara berlebihan, bagaimanapun boleh jadi saat kita emosi, tindakan kita mungkin lebih jahat dari beliau sementara kapasitas ilmu kitapun masih jauh dari beliau. Sekalipun mungkin kita merasa diri lebih baik, tetap jaga sikap dan hati, itulah guna saling menasehati.

Status FB, 13 Peb 2014

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: