Syetan berbanding lurus dengan tingkat iman

Dulu almarhum guru saya pernah bilang, bahwa setiap kenaikan tingkat iman seseorang akan juga membuat pergantian jenis syetan yang akan menjadi penggodanya. Jika tadinya yang goda cuma syetan berpangkat tamtama, maka bila derajat iman kita naik dan tak mampu lagi dihadapi oleh kelasnya si tamtama, digantilah oleh syetan dari kelas Bintara. Terus naik keatas disesuaikan dengan level iman kita tadi. Gagal level bintara, diganti dengan bintara tinggi, perwira utama, perwira menengah terus puncaknya adalah syetan dari level jendral. Pastinya, iman itu akan mengalami goncangan demi goncangan untuk membersihkan dan meneguhkan tauhid kita. Gagal cara ini, ditempuhlah cara yang lain oleh syetannya. Itulah sunnatullah yang pasti terjadi sebagai ketetapan dari Allah yang maha kuasa.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (al-Qur’an surah al-Ankabut ayat 2)

Jadi saat kita berhasil, tidak ada salahnya kita berucap: alhamdulillahilladzi hadana lihadza, wama kunna linahtadiya lauwla an hadanallah | Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.

Status FB, 20 Jan 2014.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: