Hukum perempuan keluar rumah tanpa mahromnya

Saya pernah juga ditanya tentang hukum wanita bepergian tanpa mahromnya untuk suatu urusan. Ada yang berkata tidak boleh, namun ada yang berkata boleh. Si penanya ingin kepastian berdasar dalil.; Jawab saya, secara dalil, wanita diperbolehkan untuk keluar rumah meski tanpa didampingi oleh mahromnya selama itu untuk urusan yang memang bisa di benarkan secara syariat dan bukan untuk maksiat.

Dalilnya: 

Musnad Ahmad 23155: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair Telah menceritakan kepada kami Hisyam dari ayahnya dari Aisyah berkata; “Pada suatu ketika Saudah keluar pada malam hari untuk hajatnya sesudah diwajibkannya hijab atas para wanita.” Aisyah berkata; “Saudah adalah seorang wanita yang tinggi besar dan kebetulan Umar melihatnya. Kemudian dia memanggilnya; Wahai Saudah! Sungguh saya bisa mengenalimu, jika kamu keluar maka lihatlah bagaimana kamu keluar atau bagaimana yang kamu perbuat?” Akhirnya Saudah berbalik pulang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam yang ketika itu beliau sedang makan malam. Lalu Saudah memberitahukan kepada nabi perihal ucapan Umar kepadanya sedang sepotong roti masih tetap berada di tangannya. Lalu beliau memperoleh wahyu yang kemudian selesai, sementara sepotong daging masih terdapat di tangan beliau. Kemudian beliau bersabda: “Telah diperbolehkan bagi kalian untuk keluar dalam rangka memenuhi hajat kalian.”

Shahih Bukhari 4421: Telah menceritakan kepadaku Zakaria bin Yahya Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam dari Bapaknya dari Aisyah radliallahu ‘anha dia berkata; “Pada suatu ketika Saudah keluar untuk hajatnya sesudah diwajibkannya hijab atas para wanita.” Ia berkata; “Saudah adalah seorang wanita yang tinggi besar sehingga mudah sekali orang mengenalnya.” Kemudian Umar melihatnya, dia pun memanggilnya; Wahai Saudah! Sungguh saya bisa mengenalimu, jika kamu keluar maka lihatlah bagaimana kamu keluar.” Akhirnya Saudah berbalik pulang kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam yang ketika itu beliau sedang makan malam di rumahku, ditangan beliau ada sepotong daging. Saudah pun masuk seraya berkata; Ya Rasulullah, Aku keluar untuk keperluanku, lalu Umar berkata begini dan begitu kepadaku. Aisyah berkata; Lalu Allah mewahyukan kepada beliau dan ketika wahyu telah tersampaikan padanya sepotong daging tersebut masih terdapat di tangan beliau tanpa beliau letakkan. Kemudian beliau bersabda: “Telah diperbolehkan bagi kalian untuk keluar dalam rangka memenuhi hajat kalian.”

Shahih Muslim 1021: Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus bahwa Ibnu Syihab mengabarkan kepadanya, dia berkata; telah menceritakan kepadaku ‘Urwah biun Zubair, bahwa ‘Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; “Dahulu para wanita mukminat menghadiri shalat fajar (subuh) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan mengerudungi kepala dengan kain, kemudian mereka kembali ke rumah masing-masing, mereka tidak dikenal karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendirikan shalat subuh ketika keadaan masih pagi buta.”

semoga bermanfaat.,
Palembang, 22 Jan 2014

http://armansyah.net/

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: