Hukum memakai batu perhiasan

Saya pernah ditanya melalui timeline Facebook berkaitan dengan hukum pemakaian batu perhiasan untuk kaum Adam. Jawaban dari saya  :

Ada riwayat dari Imam Nasa’i sebagai berikut:

Sunan Nasa’i 5122: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ma’mar ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Ahsim dari Al Mughirah bin Ziyad ia berkata; telah menceritakan kepada kami Nafi’ dari Ibnu Umar ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memakai cincin emas selama tiga hari, ketika para sahabatnya melihat, tersebarlah (orang memakai) cincin emas. Maka Rasulullah pun membuangnya, dan aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh beliau. Kemudian beliau memerintahkan untuk membuat cincin dari perak dan memerintahkan untuk memberi ukiran ‘Muhammad Rasulullah’. Cincin itu ada di tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga beliau wafat, kemudian beralih di tangan Abu Bakar hingga wafat, kemudian di tangan Umar hingga wafat, kemudian di tangan Utsman selama enam tahun masa pemerintahannya. Ketika banyak buku yang harus ia beri stempel, ia pun memberikan cincin itu kepada salah seorang sahabat Anshar untuk menstempel. Saat sahabat Anshar itu keluar ke sumur milik Utsman, cincin itu jatuh. Cincin itu kemudian dicari namun tidak ditemukan. Utsman kemudian memerintahkan untuk membuat cincin baru yang semisal dan memberi ukiran ‘Muhammad Rasulullah’.”

Jadi, hukum memakai cincin adalah boleh, selama bukan emas. Itu yang pertama.
Kedua, berkaitan dengan mata cincin.

Ada hadist riwayat Muslim yang menyebutkan cincin Rasulullah itu memang memiliki mata.

Shahih Muslim 3898: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah meminta dibuatkan cincin dari emas. Apabila beliau memakainya, beliau selalu meletakkan mata cincin tersebut pada bagian dalam telapak tangan. 

Ada juga kisah dilain waktu, Rasul diberi hadiah cincin oleh raja Najasyi:

Sunan Ibnu Majah 3634:Dari Aisyah Ummul Mukminin, dia berkata, “Raja Najasyi menghadiahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam perhiasan yang di antaranya ada cincin emas yang batu cincinnya dari Habasyah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mengambilnya dengan sebatang kayu dan beliau berpaling darinya -atau mengambilnya dengan jari-jari tangannya-, kemudian beliau memanggil cucu perempuannya, Umamah binti Al ‘Ash, sambil bersabda: “Berhiaslah kamu dengan ini wahai puteriku.”

Adapun dalam riwayat Muslim, disebutkan mata cincin Rasulullah adalah batu Habsyi.

Shahih Muslim 3908: Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memakai cincin perak bermata batu Habsyi di tangan kanannya. Beliau meletakkan mata cincinnya di sebelah dalam telapak tangannya. 

Olehnya, maka jika batu-batu ini dijadikan mata cincin, kiranya tidak mengapa. Sebab Rasul juga pernah melakukannya, begitupula sahabatnya. Namun jika dibuatkan kalung atau gelang lalu dipakai oleh laki-laki, saya kira ini sudah menyerupai perempuan. Dan hukum menyerupai perempuan adalah terlarang didalam Islam.

Diarsipkan dari timeline FB saya tanggal 20 Jan 2014

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: